<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818</id><updated>2011-10-21T09:46:00.031+07:00</updated><category term='Islam'/><category term='Handphone'/><category term='Refleksi'/><category term='Sharing'/><category term='Fotografi'/><category term='IT'/><category term='pb2007'/><category term='sabar'/><category term='istiqamah'/><category term='konsisten'/><category term='Lagu'/><category term='Ayat'/><category term='Seri Takdir'/><category term='Film'/><category term='Experience'/><category term='reward'/><category term='Perjalanan'/><category term='Foto'/><category term='Ngelantur'/><category term='tulisan'/><category term='Nostalgia'/><category term='serius'/><category term='Kreasi'/><category term='santai'/><category term='punishment'/><category term='Takdir'/><category term='Buku'/><category term='Aqidah'/><category term='Pengumuman'/><category term='Puisi Cenah'/><category term='Desain'/><category term='Al-Quran'/><category term='Musik'/><category term='Blog'/><category term='Football'/><category term='Curhat'/><title type='text'>Psycho Avatar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>118</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-834293377328522617</id><published>2008-01-05T01:13:00.000+07:00</published><updated>2008-01-05T01:29:51.095+07:00</updated><title type='text'>Pindah Rumah</title><content type='html'>Tercatat mulai hari ini, blog ini akan saya non-aktifkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.  Akan tetapi, aktifitas blogging masih saya lakukan di &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://mind.donnyreza.net/"&gt;http://mind.donnyreza.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, saya tunggu silaturahminya di sana ya? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-834293377328522617?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/834293377328522617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=834293377328522617&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/834293377328522617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/834293377328522617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2008/01/pindah-rumah.html' title='Pindah Rumah'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-4592271631579229256</id><published>2007-12-24T05:17:00.000+07:00</published><updated>2007-12-24T05:18:41.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Idul Adha 1428 H: Sebuah Catatan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Salah satu penyesalan yang muncul tidak lama setelah saya berhenti kerja setahun yang lalu adalah saya lupa bahwa tidak lama setelah itu adalah bulan haji. Berqurban dengan uang sendiri dan dari hasil jerih payah sendiri adalah cita-cita saya. Sebetulnya, tabungan saya saat itu lebih dari cukup untuk sekedar membeli satu ekor kambing. Akan tetapi, saat itu ternyata belum saatnya bagi saya berqurban. Ada kondisi-kondisi darurat yang menyebabkan tabungan saya tersebut terpakai…dan habis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-34"&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Alhmdulillah&lt;/em&gt;, tahun ini saya diberi kesempatan untuk berqurban dari hasil jerih payah sendiri. Dan saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Meskipun, bukan hal yang mudah juga ‘bergelut’ dengan berbagai macam pikiran yang muncul setelah niat berqurban itu muncul. Ada godaan-godaan yang memang ‘menggoda’. “&lt;em&gt;Don, kamu kan pengen laptop, kalau qurban uangnya kurang dong…&lt;/em&gt;“.  “&lt;em&gt;Don, katanya pengen beli hub, dvd rom dan monitor baru…&lt;/em&gt;“. “&lt;em&gt;Don, itu kamera DSLR lagi nunggu kamu beli tuh…&lt;/em&gt;“. Duh…!! Tidak jarang juga muncul dorongan untuk membatalkannya. Hanya saja, saya tidak ingin melalui Idul Adha tahun ini dengan penyesalan lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika menulis ini, muncul perasaan khawatir disebut riya kalau menceritakan amal yang telah dilakukan. Namun, takut riya juga ternyata malah masuk kategori riya. Akan tetapi, setelah ‘merenungi’ lagi perjalanan Rasulullah dan para sahabatnya, mereka melakukan amalan-amalan secara terang-terangan. “Luruskan niat!”, kata AA Gym. Terbayang kembali ketika Umar Bin Khattab r.a menyerahkan setengah harta yang didapatkannya untuk Jihad, yang kemudian dijawab oleh Abu Bakar ash-Shiddiq r.a, “&lt;em&gt;Saya serahkan semua harta yang saya dapatkan hari ini, ya Rasulullah&lt;/em&gt;!” Barangkali, masalahnya bukan diceritakan atau tidaknya suatu amalan. Ada saatnya harus diceritakan, ada saatnya harus disembunyikan. Toh, keikhlasan seseorang hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa ‘merasa’ ikhlas padahal tidak, atau ketika kita tidak merasa ikhlas, namun ternyata di sisi Allah kita termasuk orang-orang yang ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini, bukan tanpa tujuan dan alasan jika kemudian saya menceritakan pengalaman berqurban pada Idul Adha tahun ini. Selama ini, saya sudah sering juga ‘menasihati’ orang-orang terdekat saya untuk berqurban. Barangkali, dengan melakukannya terlebih dahulu, ajakan saya itu akan lebih didengar. Pada dasarnya, setiap orang paling enggan untuk ‘diperintah’. Orang lebih melihat keteladanan daripada hanya sekedar ‘perintah’. Salah satu kunci keberhasilan dakwah Rasulullah adalah keteladanan, dan saya ingin mencontoh cara-cara Rasulullah tersebut. Sehingga, ajakan saya tidak hanya sekedar omongan saja, tapi juga disertai dengan bukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, saya juga memiliki teman-teman yang memiliki ‘tabungan’ yang saya perkirakan jumlahnya jauh lebih banyak daripada apa yang saya miliki. Akan tetapi, mereka belum tergerak untuk berqurban. Barangkali, dengan cara seperti ini, mereka bisa tergerak untuk berqurban juga. &lt;em&gt;Fastabiqul khoirot&lt;/em&gt;. Jika saya yang masih ‘ngos-ngosan’ untuk mencari penghidupan sehari-hari saja bisa untuk berqurban, seharusnya mereka yang kondisi ekonominya lebih baik, jauh lebih mampu lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebetulnya tidak sulit dan tidak berat jika kita mau. Menjadi sulit dan berat karena biasanya kita mengikuti ‘bisikan’ yang muncul di dalam hati kita. Kita terlalu memikirkan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu ditakuti. Takut ini, takut itu, bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu. Salah satu rahasia yang saya dapatkan agar ibadah atau amalan menjadi lebih mudah adalah…&lt;em&gt;Just Do It&lt;/em&gt;! Karena pada dasarnya, ibadah menjadi ringan karena kerelaan atau kepasrahan ketika melakukannya. Semakin banyak yang kita pikirkan dan takuti, semakin berat kita melakukan ibadah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada kasus saya, dana untuk qurban itu saya alokasikan jauh-jauh hari. Tidak bisa diganggu gugat lagi, kecuali memang ada kondisi yang lebih darurat. Dengan menempatkan qurban sebagai prioritas utama, menjadikan qurban ada di posisi yang sangat penting. Dan karena sangat penting, maka menjadi sebuah keharusan atau bahkan kewajiban bagi saya untuk melakukannya. Dengan cara seperti itu, berqurban akan menjadi sangat mudah. Itulah yang saya lakukan. Kita tidak akan merasa terlalu ’sayang’ ketika uang yang kita miliki berpindah tangan kepada amil jika kita titipkan, juga kepada penjual domba atau sapi jika kita membelinya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara lain adalah dengan menempatkan qurban sebagai sebuah kebutuhan, terlebih lagi keinginan. Jika kita membutuhkan sesuatu, maka kita akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dan karena merasa butuh, kita pun biasanya akan merasa ringan untuk mengeluarkan uang berapa pun jumlahnya. Harga seekor kambing untuk qurban berkisar antara 600 ribu - 1 juta. Harga ponsel jauh lebih mahal, tapi kita tidak merasa keberatan untuk membelinya karena kita menginginkannya. Jutaan orang pergi haji juga bukan semata-mata karena kewajiban sebagai seorang muslim saja, tapi juga karena keinginan haji tersebut sudah mendarah-daging, sehingga puluhan juta rupiah pun tidak berat mengeluarkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebetulnya, saya merasa Idul Adha bukan hari raya buat saya. Karena alasan yang sangat personal. Saya tidak suka daging kambing dan daging sapi. Terlebih bau daging kambing yang sering membuat saya menderita. Maka, saya kadang-kadang malah merasa malas jika mendekati hari raya Idul Adha. Belum lagi penderitaan itu masih akan terus berlangsung selama beberapa hari sesudahnya, karena bau darah daging kambing yang biasanya bertahan cukup lama. Sementara kebanyakan umat Islam ‘berpesta’, saya tersiksa &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/sad.png" alt=":(" class="wp-smiley" /&gt; Nafsu makan saya turun drastis ketika Idul Adha dan beberapa hari sesudahnya. Saya juga sering uring-uringan kalau ibu memasak apa pun yang berbau kambing. Karena alasan itu pula, saya enggan dan tidak pernah terlibat dalam kepanitiaan Idul Adha. Akan tetapi, ketidaksukaan saya itu tentunya bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan qurban. Syariat tidak bisa dipatahkan hanya karena kita tidak menyukai suatu hal yang berhubungan dengan syariat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi orang-orang seperti saya yang tidak menyukai daging kambing atau sapi, barangkali ‘godaan’-nya terasa lebih berat. Dalam qurban ada sepertiga hak bagi yang melakukannya. Pada kasus orang-orang seperti saya, tentunya tidak bisa menikmati hak tersebut. Hal ini tentunya menjadikan qurban yang kita lakukan tidak ‘berasa’, karena kita seolah-olah membeli sesuatu, tapi kita tidak mendapatkan apa-apa. Akan tetapi, kalau logikanya dibalik, kita bisa lebih bersyukur karena daging qurban kita bisa ‘menjangkau’ dan dinikmati lebih banyak orang. Dan barangkali, diantara banyak orang tersebut, ada yang mendoakan kebaikan untuk kita dan dikabulkan oleh Allah. Siapa pula yang tidak ingin didoakan oleh banyak orang?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya akan merasa lebih senang jika mendapati orang-orang disekitar saya lebih tertarik dan berusaha untuk bersama-sama berlomba dalam beramal sholeh. Salah satunya berqurban. Iri pada orang-orang sholeh adalah iri yang diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Apabila semangat &lt;em&gt;fastabiqul khoirot&lt;/em&gt; tertanam di dada setiap orang, maka akan tercipta kondisi di mana setiap orang bersaing untuk melakukan amal sholeh. Jika dunia sudah dipenuhi oleh orang-orang yang berusaha untuk beramal sholeh, rasanya kita tidak perlu menyaksikan lagi kasus-kasus rebutan daging qurban di televisi-televisi kita, yang membuat kita mengelus dada dan geleng-geleng kepala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 241207. 05.03&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-4592271631579229256?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/4592271631579229256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=4592271631579229256&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/4592271631579229256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/4592271631579229256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/idul-adha-1428-h-sebuah-catatan.html' title='Idul Adha 1428 H: Sebuah Catatan'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-366022949656693779</id><published>2007-12-21T14:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T15:00:35.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Parah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Aduh, kenapa ya? Rasa-rasanya belakangan ini saya sedang berada di titik nadir kehidupan saya. Perasaan inferior yang terlalu berlebihan, sering tulalit kalau mengobrol, tidak fokus dengan apa yang saya lakukan, ketinggalan cerita dan informasi. Walhasil, saya merasa seperti hidup di dalam tempurung saja. Dunia berjalan terasa sangat cepat, tapi kemajuan yang saya dapatkan dalam diri terasa sangat lambat…bahkan terasa terlampau lambat. Jadinya tertinggal jauh, jauuuhhh sekali. Ini yang saya rasakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-33"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perasaan dikejar-kejar oleh sesuatu, entah apa itu, yang jelas membuat apa pun yang saya kerjakan jadi tidak beres, berantakan. Tidak bisa menikmati proses, inginnya serba cepat dan instant. Bawaannya jadi malas, sangat malas. Parahnya, semua terjadi dalam berbagai aspek kehidupan saya. Kondisi intelektualitas, kondisi ruhiyah, kondisi jasmani…saya merasa jadi orang yang paling ’sakit’ sekarang ini.  Oleh karenanya, pencapaian-pencapaian yang didapatkan tidak sesuai dengan target yang saya inginkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringnya pikiran ini mengawang-awang, entah kemana dan entah apa yang saya pikirkan. Akhirnya, saya jadi tulalit kalau sedang mengobrol dengan orang lain, karena sering juga pikiran saya itu mengawang-awang di tengah-tengah orang banyak. Jadi malu sendiri dan jadi merasa sangat bodoh. Merasa bukan seperti saya yang sebenarnya, ada yang hilang rasanya, bahkan terasa banyak sekali yang hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada kemajuan yang berarti dalam &lt;em&gt;skill&lt;/em&gt; saya, entah itu &lt;em&gt;programming&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;networking&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;public speaking&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;leadership&lt;/em&gt; atau manajemen diri dan waktu. Malah semakin menurun. Barangkali itu yang membuat saya jadi merasa seperti manusia yang inferior dan tidak PD ketika bertemu dengan siapa pun. Menyedihkan sekali jadi manusia seperti ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasanya sudah banyak sekali apa yang saya baca, tapi ternyata tidak membuat saya semakin cerdas atau semakin tahu. Barangkali ada yang salah dengan apa yang saya baca atau cara saya membaca.  Entahlah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi sering lupa. Pernah suatu hari saya janjian dengan seorang teman, dan saya lupa sama sekali. Sampai satu jam dari jadwal janjian, saya diingatkan melalui SMS. Ya, ampun. Dan selama satu jam itu, saya hanya sedang diam di kamar saya…tidak melakukan apa pun, hanya bengong tidak jelas. Untungnya teman tersebut masih mau menunggu dan pada akhirnya bertemu juga, tentunya dengan perasaan menyesal dan malu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun, kadang-kadang saya juga merasa tidak percaya kalau saya masih sanggup untuk hanya tidur 1 jam sehari, setelah sebelumnya melakukan aktivitas-aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran secara beruntun dan berpindah-pindah tempat.  Atau ketika mata ini tidak merasa lelah selama 18 jam di depan komputer tanpa henti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau dalam tulisan ini tidak ditemukan nada-nada optimis, maklumi saja, namanya juga sedang curhat.  Sebetulnya dengan menuliskan ini, saya juga sedang melakukan identifikasi terhadap sumber masalah yang saya hadapi.  Barangkali dengan menuliskannya, saya bisa merancang perbaikan-perbaikan di hari-hari selanjutnya.  Dan saya berjanji untuk melakukan perbaikan-perbaikan itu.  Setahap demi setahap, langkah demi langkah…Sampai akhirnya tiba di anak tangga terakhir atau di puncak tertinggi hidup saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;So, please, help me…!! &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bandung.  211207. 14.30.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-366022949656693779?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/366022949656693779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=366022949656693779&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/366022949656693779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/366022949656693779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/parah.html' title='Parah'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-841213208285172378</id><published>2007-12-18T02:41:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T02:42:00.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Lagi Narsis</title><content type='html'>&lt;p&gt;A : “&lt;em&gt;Kamu dulu kenapa bisa kena demam berdarah?&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B :  “&lt;em&gt;Barangkali karena saya terlalu ganteng, jadinya kelihatan menarik bagi nyamuk-nyamuk betina yang doyan nyedot darah.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/smile.png" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 181207. 02.45&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-841213208285172378?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/841213208285172378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=841213208285172378&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/841213208285172378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/841213208285172378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/lagi-narsis.html' title='Lagi Narsis'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1861853139913360203</id><published>2007-12-18T02:40:00.001+07:00</published><updated>2007-12-18T02:40:52.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Resensi Baru</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ada 3 resensi terbaru di &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/" target="_blank"&gt;KataPengantar&lt;/a&gt;, ketiganya merupakan buah tangan &lt;a href="http://i-lovetherain.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Oci&lt;/a&gt;.  Jadi malu sendiri, tadinya KataPengantar merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;project&lt;/span&gt; pribadi untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; atau resensi buku-buku yang pernah saya baca. Akan tetapi, beberapa buku sudah saya selesaikan, tapi resensinya tertunda terus. Dari 7 buku yang ada di KataPengantar, baru satu buku yang merupakan kontribusi saya, sisanya hasil kerja Oci. Malu…&lt;br /&gt;&lt;span id="more-31"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cukup menarik perhatian saya adalah resensi buku &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/2007/12/memaknai-birunya-langit-cinta.html" target="_blank"&gt;Birunya Langit Cinta&lt;/a&gt; karya Azzura Dayana. Barangkali karena ‘kedekatan’ peristiwa yang diceritakan di resensi tersebut. Cerita tentang kisah cinta aktivis dakwah. Ah, mereka juga manusia kan? Dan bagi saya, kisah-kisah cinta aktivis dakwah sangat menarik untuk diikuti. Adakalanya kisah cinta mereka melebihi serunya cerita di sinetron-sinetron. Saya jadi penasaran juga dengan keseluruhan buku ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua buku lainnya adalah &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/2007/12/judul-story-of-jomblo-penulis-asma.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Story of Jomblo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang merupakan kumpulan cerpen dari Asma Nadia dan kawan-kawan, serta Novel &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/2007/12/kumpulan-catatan-seorang-nenek-untuk.html" target="_blank"&gt;Pergilah ke Mana Hati Membawamu&lt;/a&gt; karya Sussana Tamaro. Saya juga belum membaca buku-buku tersebut. Di kamar saya masih setumpuk buku yang menunggu diselesaikan. Kalau sedang mood, bisa 2 buku dalam 1 minggu saya selesaikan, kalau sedang tidak mood, bisa tidak satu pun buku yang tamat dalam 1 bulan. Lagi kurang motivasi niiihh…:p&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H3 U L 4 17 6. 181207. 02.30&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1861853139913360203?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1861853139913360203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1861853139913360203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1861853139913360203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1861853139913360203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/resensi-baru.html' title='Resensi Baru'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-7775883022482311109</id><published>2007-12-12T00:00:00.001+07:00</published><updated>2007-12-12T00:00:35.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Rindu Sekali</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;Saat-saat mencintai shalat tahajud setiap malam,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat-saat suka shalat dhuha setiap pagi,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat-saat melakukan tilawah setiap selesai shalat wajib,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat-saat senang melakukan shaum sunat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang, berat sekali rasanya melakukan itu semua &lt;img class="wp-smiley" alt=":(" src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/sad.png" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 111207. 21.16&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NB: Terbayang sesosok malaikat geleng-geleng kepala dan berkata “celaka kamu Don, Celaka!!” :((&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-7775883022482311109?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/7775883022482311109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=7775883022482311109&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7775883022482311109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7775883022482311109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/rindu-sekali.html' title='Rindu Sekali'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3277790359888489630</id><published>2007-12-11T23:56:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T23:59:30.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Sok Bijak</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;Saya baru ingat kalau saya pernah berkomentar di blognya &lt;a href="http://cherry_calosa.blogs.friendster.com/"&gt;Oci yang lama&lt;/a&gt;, yang kemudian di re-post di &lt;a href="http://i-lovetherain.blogspot.com/"&gt;blognya yang baru&lt;/a&gt;.  Isinya seperti ini:&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sebetulnya, seni dalam hidup adalah ketika kita pernah berbuat kesalahan, melakukan dosa, dan bertindak bodoh. Dan moment-moment yang telah terjadi adalah sebuah catatan dalam hidup kita, maka ketika kita membaca catatan tersebut, kita jadi ingat tentang kesalahan-kesalahan kita. Dan itu menjadi sebuah kontrol dalam hidup kita agar tidak pernah melakukan hal yang sama lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;Serasa nggak percaya kalau pernah menulis kata-kata seperti itu :D&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3277790359888489630?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3277790359888489630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3277790359888489630&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3277790359888489630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3277790359888489630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/sok-bijak.html' title='Sok Bijak'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5027833993402857546</id><published>2007-12-10T04:32:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T04:33:48.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Mitos Sialan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ah, masih saja terjadi.  Di zaman internet sudah menjadi sebuah kebutuhan seperti sekarang ini, sebuah pernikahan harus ditentukan oleh ‘hitung-hitungan’ sang &lt;strike&gt;kyai&lt;/strike&gt; dukun.  Meskipun katanya seorang kyai, saya lebih suka menyebutnya dukun.&lt;span id="more-28"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pagi ini teman saya uring-uringan.  Hubungan yang sudah terbina cukup lama dengan sang calon, terancam gagal gara-gara setelah bertanya pada sang dukun, kedua nama mereka dalam hitungan sang dukun tersebut tidak baik jika disandingkan.   Jadilah teman saya tersebut hampir putus asa.  Dia merasa, sama saja bohong usaha selama ini, kalau pada akhirnya harus ditentukan oleh hitung-hitungan tidak logis semacam itu.  Kenapa tidak sejak pertama saja? Ya, saya memahami kegelisahan dan kemarahannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai seorang teman yang dimintai saran dan pertimbangan, saya pun memberikan beberapa saran dan pandangan saya soal masalah tersebut.  Memang mengkhawatirkan dan menggelikan masalah semacam itu.   Sampai saya harus mengatakan, “&lt;em&gt;bilang saja sama dia, kamu dan keluarga juga sudah melakukan perhitungan, tapi hasilnya baik-baik saja, nggak ada masalah.  Jadi, yang goblok kyai-nya siapa kalau begitu?  Mesti salah satu yang bener.  Kalau nggak, berarti dua-duanya goblok!&lt;/em&gt;“  Teman saya sampai tertawa dan malah meng-iya-kan saran saya tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih mengkhawatirkan lagi setelah mengetahui latar belakang keluarga calon teman saya itu.  Sang calon sendiri seorang sarjana, kakaknya seorang Guru Besar di sebuah Universitas Negeri di Kota Bandung.  Keluarganya golongan berada.  Ini tentu sebuah ironi atau bahkan tragedi.  Hasil pendidikan bertahun-tahun tidak menjadikan pikirannya rasional.  Namun, realita juga membuktikan, banyak sarjana, master dan doktor yang masih saja percaya dukun dari pada percaya diri.  Sayang sekali.  Bagaimana Indonesia bisa maju ya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi, status kyai yang disandang sang dukun membuat saya lebih merasa khawatir lagi.   Konon sang dukun juga punya pesantren.  “&lt;em&gt;Jangan-jangan santrinya juga tukang hitung-hitungan ya?&lt;/em&gt;“, seru teman saya dan bikin kami berdua terbahak-bahak.  Seorang kyai yang semestinya mengajarkan kelurusan aqidah malah mengajarkan sebuah kesesatan dan menjadi panutan pula.  Dan kita bisa mendapati orang-orang semacam ini dengan sangat mudah di sekitar kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak kecil, &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, saya dianugerahi pikiran yang rasional.  Sehingga sering saya merasa heran, kenapa orang-orang harus datang ke dukun?  Kenapa adik tidak boleh mendahului kakaknya kalau menikah?  Kenapa kalau salah satu keluarga saya mengadakan pesta rumahnya selalu bau kemenyan? Kenapa juga harus ada hari baik dan tidak baik? Kenapa harus ada tahlilan?  Atau bahkan soal mitos-mitos yang beredar di masyarakat.  Pada akhirnya, saya tumbuh jadi pemberontak terhadap hal-hal semacam itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun sebagian mitos tersebut membawa ajaran Islam, namun ternyata Islam yang saya pelajari tidak pernah mengajarkan hal-hal semacam itu.  Islam yang saya pelajari adalah Islam yang rasional.  Soal pernikahan saja, Islam mengajarkan untuk menyegerakan jika dirasa sudah mampu.  Tidak menjadi soal apakah ketika menikah kakaknya didahului atau tidak.  Jika pernikahan itu sebuah ibadah, masa iya sebuah ibadah harus dihalang-halangi gara-gara sesuatu hal yang konyol dan tidak terbukti kebenarannya?  Bahkan, saya sering sekali mengutip ucapan seorang ustadz, “&lt;em&gt;lahir sih boleh kakak duluan, tapi kalo soal jodoh juga harus kakak duluan, berarti mati juga harus kakak duluan dong…&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soal larangan mendahului kakak ini, saya menyaksikan betapa salah seorang teman perempuan saya sangat tersiksa gara-gara sang pacar belum juga mau melamar karena kakak perempuannya belum menikah.  Sialnya, sang kakak ini juga tidak tahu diri, dia terus saja mencari calon yang dirasa cocok dan tidak mengijinkan adiknya untuk mendahului.  Ditambah lagi dengan pola pikir keluarganya yang ‘kolot’, semakin lengkaplah penderitaan teman saya ini.  Akhirnya, putus juga.  Kadang-kadang saya senewen sendiri mendengar kasus-kasus semacam ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum lagi soal perhitungan hari baik yang ternyata hasil perhitungannya pun menggelikan.  Bagaimana tidak menggelikan juga suatu pesta pernikahan diadakan di hari kerja?  Konon jika menikah di hari yang ditentukan itu, sebuah pernikahan akan langgeng dan membawa kebahagiaan. Ini tentunya merepotkan undangan dan keluarga pengantin sendiri karena bukan waktu yang tepat.  Bagi saya, semua hari berpotensi untuk memiliki kebaikan.  Rumus hari pernikahan bagi saya dan beberapa orang teman adalah…”&lt;strong&gt;&lt;em&gt;adakan pernikahan di hari sabtu/minggu, dan di awal bulan!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” Karena awal bulan adalah saat-saat gajian, dan kalau pun harus menyumbang, tidak dirasa memberatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebanyakan anak-anak muda sekarang mungkin sudah tidak lagi peduli dan memikirkan hal-hal semacam ini.  Akan tetapi, generasi orang tua masih sangat banyak yang menganggap hal semacam ini penting.  Untungnya orang tua saya tidak seperti itu.  Perlu diakui, masih agak sulit melepas mitos-mitos semacam itu.  Indonesia adalah sebuah negara yang kebudayaannya sebagian besar dibangun oleh mitos.  Maka, hampir di setiap tempat di seluruh Indonesia, kita mendapati mitos daerahnya sendiri-sendiri.  Saya sendiri sering merasa khawatir jika suatu saat dipertemukan dengan calon mertua yang seperti itu.  Saya hanya merasa khawatir tidak mampu bersikap bijaksana, itu saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup ini terlalu serba tidak pasti untuk diramal.  Toh, kyai, paranormal atau pun dukun-dukun itu pun belum tentu berbahagia dengan hidupnya.  Belum tentu juga dia bisa meramalkan nasibnya sendiri, apalagi nasib orang lain.  Masa iya kita harus percaya pada mereka yang tidak tahu menahu tentang nasibnya sendiri?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 101207. 03.08&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NB:  Agak kurang sreg dengan judulnya &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/teeth.png" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5027833993402857546?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5027833993402857546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5027833993402857546&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5027833993402857546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5027833993402857546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/mitos-sialan.html' title='Mitos Sialan'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2842506221985479973</id><published>2007-12-04T22:25:00.000+07:00</published><updated>2007-12-04T22:31:44.450+07:00</updated><title type='text'>Minus</title><content type='html'>&lt;div class="entrybody"&gt;    &lt;p&gt;Tadinya acara jalan-jalan ke Pameran Buku Kompas-Gramedia di Sabuga niatnya hanya ingin mencari buku-buku bagus nan murah, atau mengikuti beberapa acara talkshow dengan harapan ada acara bagi-bagi hadiahnya. Akan tetapi, tidak satu pun buku bagus yang saya beli, soalnya diskonnya irit sekali. Acara talkshow pun tidak memberikan hadiah, batal deh punya buku gratisan lagi &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/smile.png" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak diduga saya bertemu dengan bibi saya, adik dari ibu saya, dengan putrinya yang masih sangat lucu, Nabila. Mengobrol sebentar, hanya sekitar 5 menit. Namun, tiba-tiba bibi saya memberikan uang sebesar 50 ribu rupiah. “&lt;em&gt;Nih, untuk beli buku&lt;/em&gt;“, katanya. Saya sempat menolak, namun bibi saya keukeuh memberikan uang itu. Whew, bayangkan…! laki-laki dewasa, berkumis, berjenggot, diberi uang 50 ribu rupiah oleh seorang wanita paruh baya, di depan umum, sedang ramai pula &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/tongue.png" alt=":p" class="wp-smiley" /&gt; Untung tidak ada yang menyangka tukang palak juga &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/shade.png" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; Karena bibi saya memaksa, dan saya pun tak kuasa menolak, ya sudah…rezeki &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/embarassed.png" alt=":$" class="wp-smiley" /&gt; Meskipun akadnya untuk beli buku, tapi saya ‘terpaksa’ tidak jadi membeli buku, rencananya nanti saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah berputar-putar beberapa kali dan tetap tidak merasakan mood untuk memborong buku, saya pun memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum pulang, saya tertarik untuk memeriksakan mata saya di sebuah stand optik yang memberikan pelayanan periksa mata gratis menggunakan komputer. Ingin tahu saja, penasaran. Dan, ternyata…mata kiri saya minus -1 dan silindris 0.25, sementara mata kanan saya -0.75 &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/confused.png" alt=":s" class="wp-smiley" /&gt; Tiga tahun yang lalu pernah juga diperiksa menggunakan komputer, hasilnya-0.25 dan -0.75, tapi dinyatakan normal setelah dites menggunakan lensa. Nah, untuk tes yang sekarang, tidak ada tes lensa, jadinya saya harus ‘gondok’ dengan hasil komputer tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perasaan mata saya baik-baik saja. Masih bisa melihat tulisan-tulisan kecil dalam jarak yang cukup jauh. Ya, saya akui, saya memang jarang sekali makan sayur-sayuran, paling buah-buahan. Kata teman saya, sebetulnya mata bisa normal lagi kalau nutrisi yang masuk ke tubuh kita juga baik. Kacamata tidak bisa menyembuhkan, hanya sebuah alat bantu saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya hanya meyakinkan diri…”&lt;em&gt;Ah, nggak apa-apa kok, mata saya baik-baik saja&lt;/em&gt;“,”&lt;em&gt;Tadi malam kan begadang, jadi mata kecapean kali…nggak apa-apa ah&lt;/em&gt;“, “&lt;em&gt;Ya pantes aja, udah 2 hari ini tidur cuma 2 jam&lt;/em&gt;“.  Itulah lintasan pikiran-pikiran menolak ‘kenyataan’ pahit itu.  Takutnya benar-benar terjadi &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/confused.png" alt=":s" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau pun terbukti minus, saya belum berniat pakai kacamata juga. Perasaan muka saya kurang cocok kalau dipasang bingkai kacamata. Dari yang sudah-sudah, saya ditertawakan setiap menggunakan kacamata. Ah, mudah-mudahan memang tidak terjadi apa-apa dengan mata saya &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-content/plugins/smilies-themer/kopete/smile.png" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6.   041207. 22.15&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2842506221985479973?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2842506221985479973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2842506221985479973&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2842506221985479973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2842506221985479973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/minus.html' title='Minus'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-6815252219744948818</id><published>2007-12-03T03:15:00.000+07:00</published><updated>2007-12-03T03:17:58.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Dunia di Pinggir Lapang</title><content type='html'>&lt;div class="entrybody"&gt;    &lt;p&gt;Lari di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), meskipun tidak serutin dulu lagi, tetap merupakan aktivitas favorit saya. Sabuga merupakan salah satu tempat pelarian saya ketika kepala sudah terasa sangat penat atau ketika sedih, marah dan ketika hati merasa terganggu. Berlari, sampai batas terlelah fisik, sampai tidak sanggup untuk berlari lagi, sampai kepayahan bernafas, sampai akhirnya terduduk lemas di pinggiran &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; lari tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah lelah, saya biasanya beristirahat di pinggir lapangan, dan mengamati…segala macam. Jika pagi, saya duduk di sekitaran jalan masuk karena memang tempatnya teduh. Sementara jika sore, saya biasanya duduk di rumput-rumput dan bersandar pada pagar. Bisa 1 jam, bahkan lebih, ketika melakukan aktivitas ini, lebih lama daripada larinya. Masih banyaknya pohon-pohon di sekitar Sabuga semakin membuat saya betah berlama-lama, bahkan jika sore hari, saya pernah melakukannya sampai tempat itu akan ditutup. Kalau pagi hari, apalagi di hari Sabtu atau Minggu yang biasanya sangat ramai, saya sering melakukan aktivitas ini sampai lintasan lari benar-benar sepi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejujurnya, kegiatan ‘beristirahat’ inilah yang paling saya sukai. Tersenyum sendiri menyaksikan bagaimana bayi belajar berlari atau mengikuti tingkah polahnya. Terperangah sendiri ketika menyaksikan wanita-wanita yang salah kostum. Terkagum-kagum menyaksikan seorang kakek masih sanggup mengelilingi lapangan Sabuga dengan jumlah keliling dan waktu yang lebih lama dari kebanyakan pemuda yang berlari di sana. Iri dengan mereka yang bermain sepak bola, sementara saya hanya menonton. Mengawasi wanita cantik yang belum tentu setiap saat bisa kita lihat :D. Ratusan wajah yang selalu baru dan betapa herannya saya karena tidak satu pun yang saya kenal. Namun, lebih dari itu, saya banyak melakukan kontemplasi dan melamun di tengah-tengah keramaian itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entahlah. Ketika badan sudah terasa sangat lelah, saya bisa kembali berfikir jernih terhadap berbagai macam hal. Barangkali tempat yang luas memang berpengaruh terhadap kelapangan hati dan keluasan berfikir juga, dan itu sering saya rasakan ketika berisitirahat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada banyak hal yang saya pikirkan. Nasib, rencana masa depan, ide-ide, merenung…macam-macam. Namun, hal tersebut hanya bisa saya lakukan ketika sendiri. Jika ada teman, saya tidak bisa melakukan itu, karena biasanya mereka mengajak pulang lebih cepat. Oleh sebab itulah, seringkali saya melakukannya sendirian. Bukan hanya lari saja, tapi hampir setiap aktivitas yang sifatnya ‘mengunjungi’ suatu tempat, saya memilih untuk sendirian. Saya sering tidak merasa enak ketika ingin berlama-lama di suatu tempat, sementara ada teman yang sudah ingin dan mengaajak pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah puas disibukan dengan ‘dunia sendiri’, dan ketika badan sudah pulih dari rasa lelah, biasanya saya masih ingin mengelilingi lintasan itu dengan berjalan kaki, sebelum akhirnya pulang. Dengan energi baru atau dengan cara pandang baru terhadap berbagai macam hal. Siap untuk menghadapi kejutan-kejutan yang masih akan selalu diberikan oleh dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6.   031207. 02.50&lt;/p&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-6815252219744948818?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/6815252219744948818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=6815252219744948818&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6815252219744948818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6815252219744948818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/dunia-di-pinggir-lapang.html' title='Dunia di Pinggir Lapang'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-6362807886072260764</id><published>2007-12-01T05:25:00.000+07:00</published><updated>2007-12-01T05:27:05.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Wanita-Wanita Tangguh</title><content type='html'>&lt;a href="file:///D:/Donny/phil%20collins%20-%20you%27ll%20be%20in%20my%20heart.mp3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Bulan Desember selalu memiliki arti penting bagi saya. Alasannya hanya 1, karena ternyata banyak juga teman-teman wanita yang saya kenal lahir di bulan ini. Beberapa orang yang lahir di bulan ini juga memiliki posisi yang ‘istimewa’ dalam hidup saya. Istimewa sebagai sahabat, guru, atau pun…ya, tahu sendiri lah. Setidaknya sampai saat ini. Dan karena itulah, tepat di awal Desember, tulisan ini saya dedikasikan bagi wanita-wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tulisan-tulisan sebelumnya lebih banyak ‘nyepetin’ wanita, maka untuk kali ini, dengan segala kerendahan hati, saya berusaha untuk menuliskan sisi positifnya. (&lt;i&gt;Gawat!! Mayday…Mayday!!  Donny udah mulai sering kerasukan setan romantis nih…&lt;/i&gt;) Akan tetapi, wanita-wanita yang menjadi inspirasi tulisan ini tidak selalu lahir di bulan Desember, bahkan ada yang tidak saya ketahui tanggal kelahirannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sering kali merasa malu dengan &lt;i&gt;spirit&lt;/i&gt; yang dimiliki oleh teman-teman wanita yang saya kenal di beberapa organisasi yang saya ikuti. Dalam banyak hal, saya juga banyak belajar dan menyerap ilmu dari mereka. Wanita-wanita yang tidak hanya berkata-kata, tapi juga lebih berorientasi aksi. Berbeda dengan saya yang masih banyak omong, tapi kurang aksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kegiatan Kemah Juara 2007 &lt;a target="_blank" href="http://www.rumahzakat.org/"&gt;Rumah Zakat&lt;/a&gt; beberapa bulan yang lalu. Saya terlibat sebagai panitia saat itu. Setidaknya ada 100 orang lebih panitia, karena itu merupakan sebuah perhelatan akbar, dengan skala regional Jakarta-Banten-Jawa Barat. Menariknya, sebagian besar panitianya adalah wanita dan beberapa posisi penting kepanitiaan juga dipegang oleh wanita. &lt;i&gt;Pressure&lt;/i&gt; dari kegiatan tersebut sangat tinggi, bahkan bisa membuat stress panitia, terutama seksi konsumsi yang harus ‘mengenyangkan’ lebih dari 1500 perut peserta dan panitia. Koordinator dan seluruh anggota seksi konsumsi adalah wanita. Saya pernah diminta untuk jadi anggota seksi konsumsi, tapi saya menolak karena dari kegiatan-kegiatan yang pernah saya ikuti, konsumsi memang masalah yang paling pelik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata, kekhawatiran saya memang terbukti, konsumsi menjadi masalah terbesar dalam acara tersebut. Susunan acara jadi berantakan gara-gara ada ratusan peserta yang kelaparan. Sebagai panitia, saya merasakan tekanan dari para peserta dan panitia yang berasal dari kota lain, apalagi seksi konsumsi yang memang bertanggung jawab untuk mengurusi makanan, tak terbayangkan oleh saya &lt;i&gt;pressure&lt;/i&gt;-nya seperti apa. Kadang saya merasa kasihan juga melihat wajah-wajah mereka, tapi sampai acara berakhir, mereka tetap bekerja dengan baik dan berusaha untuk tenang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih di acara yang sama, tapi berbeda seksi kerja. Kali ini bagian seksi keamanan. Saya sampai terkekeh-kekeh dan geleng-geleng kepala ketika mendengar dan menyaksikan sendiri bagaimana wanita-wanita yang menjadi seksi keamanan hanya tidur 1 jam, bahkan ada yang tidak tidur selama 2 hari. Militan sekali. Seksi keamanan yang laki-laki saja tidak sampai seperti itu. Bahkan, koordinatornya sampai habis-habisan dikritik oleh mereka gara-gara masalah ini. Sementara saya yang masih bisa merasakan tidur 4 jam tiap malam di acara tersebut, diam-diam menaruh hormat dan salut pada mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita-wanita tangguh lain saya temukan di &lt;a target="_blank" href="http://ssgcibeunying.wordpress.org/"&gt;SSG Cibeunying&lt;/a&gt;. Program anak-anak jalanan yang sekarang menjadi program kerja organisasi ini, para pengajarnya sebagian besar wanita. Saya yang sudah terlibat beberapa kali pun tidak terlalu banyak memiliki peran. Kegiatan yang dilakukan sore hari sudah pasti cukup menguras tenaga setelah seharian bekerja atau kuliah. Namun, mereka sepertinya selalu antusias untuk datang dan mengajari anak-anak jalanan itu. Bahkan dengan keceriaan yang seperti tiada habisnya. Tidak ada bayaran sama sekali, malah sebaliknya, mereka lebih banyak mengeluarkan uang untuk kegiatan ini. Dan jarang sekali saya mendengar mereka mengeluh. Lagi-lagi saya merasa disindir karena belum bisa memberikan kontribusi yang berarti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai tulisan ini dibuat, saya baru sekali ikut serta aksi atau demonstrasi. Saya memang bukan orang yang terlalu suka dengan kegiatan demonstrasi. Akan tetapi, bahwa kegiatan ini menghabiskan energi, sudah tidak diragukan lagi. &lt;i&gt;Long march&lt;/i&gt;, berlari, bernyanyi, berteriak dan berdesak-desakan apalagi disertai dengan cuaca yang panas, sudah pasti menguras energi. Belum lagi jika terlibat bentrokan dengan aparat keamanan atau kubu lain. Akan tetapi, tidak sedikit juga saya mengenal wanita-wanita yang sering terlibat dalam kegiatan ini. Dan anehnya, mereka tampak senang sekali melakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar wanita-wanita tangguh tersebut saya kenal di organisasi-organisasi dakwah. Keterlibatan saya di organisasi-organisasi itu juga lebih memudahkan saya untuk memahami kenapa mereka bisa memiliki sikap semacam itu. Di tengah-tengah kondisi zaman yang serba materialistis ini, sikap mereka barangkali bisa dikatakan ‘menantang’ arus. Barangkali, itulah jihad bagi mereka. Ajaib, bagaimana dakwah bisa membentuk wanita-wanita seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menariknya, mereka adalah wanita-wanita yang tidak pernah berteriak-teriak soal emansipasi wanita, feminisme atau kesetaraan gender. Dalam soal kepemimpinan, mereka tetap beranggapan bahwa bagaimana pun, laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Dan bahwa dalam soal-soal tertentu, laki-laki memang lebih baik daripada wanita, begitu juga sebaliknya. Para &lt;i&gt;ikhwan&lt;/i&gt; pun menyadari bahwa ada tempat-tempat khusus yang memang menjadi ‘keahlian’ wanita dan tak tergantikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenyataannya, organisasi-organisasi dakwah yang saya ikuti memang memberikan keleluasaan kepada mereka untuk memiliki peran di dalam masyarakat. Dengan sendirinya, mereka bisa mengisi kekosongan pada wilayah-wilayah yang membutuhkan peran mereka. Fakta semacam ini tidak pernah muncul ke media-media &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;. Akan tetapi, mereka bisa membuktikan diri bahwa mereka bisa eksis dan memberikan kontribusi yang cukup besar, tanpa pernah menuntut, karena mereka meyakini bahwa balasan yang lebih besar akan mereka dapatkan. Bukan dari manusia, tapi dari Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangkali masih banyak wanita-wanita tangguh yang tidak saya kenal dan bertebaran di sekitar kita. Entah mereka yang bergerak di organisasi dakwah atau bukan. Kebetulan saja wanita-wanita tangguh yang saya kenal memang kebanyakan bergerak di organisasi dakwah. Apa yang saya tulis, hanya sebagian kecil saja dari yang saya tahu dan lihat. Harapan saya, mudah-mudahan saya masih bisa dipertemukan dengan wanita-wanita tangguh lainnya, yang bisa dan selalu menginspirasi saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 011207. 05.00&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-6362807886072260764?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/6362807886072260764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=6362807886072260764&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6362807886072260764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6362807886072260764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/12/wanita-wanita-tangguh.html' title='Wanita-Wanita Tangguh'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-83259226630427815</id><published>2007-11-27T23:30:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T23:41:20.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>The Most Inspiring Love Story: Kabayan and Iteung</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Kuatnya pengaruh film-film barat dan perasaan inferior yang sudah sangat kronis dari bangsa Indonesia, membuat kita silau akan segala hal yang berbau Barat. Termasuk juga dalam film dan cerita-cerita yang menjadi inspirasi. Dalam novel 5cm, yang pengarangnya memiliki nama depan sama dengan saya, tidak ditemukan satu pun film dari Indonesia yang menjadi inspirasi dari novel tersebut. Hampir seluruhnya Amerika punya. Padahal, menurut saya, ada film-film yang cukup menginspirasi.&lt;span id="more-24"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya, kisah cinta Kabayan dan Iteung lebih menginspirasi daripada kisah-kisah cinta yang pernah ada. Bukan Romeo and Juliet, tidak cerita Nabi Yusuf dan Zulaikha, tidak juga kisah cinta Fahri dan Aisha di Ayat-ayat cinta, atau Layla Majnun, apalagi cerita film Titanic. Romeo dan Juliet, entah kenapa saya malah menganggapnya sebagai kisah cinta paling bodoh yang pernah ada. Fahri dan Aisha, ah…terlalu sempurna, meskipun tidak mustahil ada laki-laki seperti Fahri di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai anak yang ditakdirkan sebagai suku Sunda, orang tua saya lebih dulu mengenalkan saya dengan cerita-cerita dari tanah sunda. Kabayan adalah salah satunya. Akan tetapi, gambaran sosok yang agak lebih utuh saya dapatkan ketika menonton film-film Kabayan yang diperankan dengan sangat baik oleh Didi Petet, bahkan lebih baik daripada Kang Ibing. Saya tidak tahu persis apakah sosok Kabayan memang seperti itu atau tidak, yang jelas peran Didi Petet sebagai Kabayan memang belum tergantikan sampai saat ini. Terus terang saja, saya cukup merindukan peran Didi Petet sebagai Kabayan lagi, hanya saja agak sulit untuk membuat -misalnya- film ‘Si Kabayan jadi 2′.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari film-film Kabayan itu, jadi lebih tergambar jelas bagaimana kisah cinta Kabayan dan Iteung. Itulah hebatnya media gambar bergerak. Serta bagaimana ‘benci’-nya si Abah terhadap Kabayan, tapi sesungguhnya sangat sayang kepada si Kabayan. Panggilan ‘borokokok’ adalah panggilan ’sayang’ si Abah untuk Kabayan, dan hanya dimiliki oleh si Kabayan. Jadi kalau suatu saat Malaysia mau mengklaim dan mempatenkan panggilan ‘borokokok’, harus berhadapan dulu dengan si Abah &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta si Kabayan juga tidak neko-neko, terlebih cinta si Iteung pada si Kabayan. Meskipun sudah beberapa kali didekati oleh pria-pria yang secara ekonomi jauh lebih baik dan masa depan yang lebih cerah daripada si Kabayan, Iteung tidak bergeming. Cinta-nya hanya untuk Kabayan, seorang lelaki pemalas yang teman setianya hanya kerbau dan dijamin tidak punya masa depan yang cerah. Bahkan ketika cinta-nya berusaha dihalang-halangi oleh Abah, yang merupakan ayah si Iteung, mereka berdua tidak pernah menyerah, bahkan mereka semakin cinta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabayan adalah kombinasi spontanitas, keluguan, kecerdasan sekaligus ketulusan dan kepasrahan terhadap takdir. Sebenarnya, masih terjadi polemik apakah si Kabayan itu orang yang bodoh atau cerdas, tapi kalau saya cenderung mengatakan cerdas. Karena keluguannya, dia disukai orang-orang. Karena kecerdasannya, dia bisa &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt; menjalani hidup yang apa adanya dan bisa selamat dari berbagai ancaman, dan karena ketulusannya dia selalu menolong orang tanpa pamrih. Akan tetapi, karena ‘dilahirkan’ di tanah sunda, atribut tukang &lt;em&gt;heureuy&lt;/em&gt; dan usil juga melekat pada diri si Kabayan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam ‘&lt;strong&gt;Si Kabayan Saba Kota&lt;/strong&gt;‘, Kabayan menyusul ke kota Bandung yang baru sekali dipijaknya, berbekal alamat rumah temannya untuk disinggahi.  Dalam ‘&lt;strong&gt;Si Kabayan Saba Metropolitan&lt;/strong&gt;‘, dia menyusul Iteung ke Ibu Kota, Jakarta, tanpa satu pun orang yang dikenalnya.  Bahkan harus dihukum &lt;em&gt;push-up&lt;/em&gt; oleh polisi gara-gara salah tempat ketika menyeberang jalan.  Dan dalam ‘&lt;strong&gt;Si Kabayan dan Anak Jin&lt;/strong&gt;‘, dia menyusul ke Yogyakarta untuk menyelamatkan Iteung.  Bukankah itu romantis?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi, Kabayan juga bukan sosok yang egois. Dia juga sosok yang realistis. Kecintaan Kabayan pada Iteung ternyata tidak membuatnya mengorbankan sesuatu yang lebih penting dan lebih besar. Dalam ‘&lt;strong&gt;Si Kabayan Saba Metropolitan&lt;/strong&gt;‘ diceritakan Kabayan dipaksa untuk menjual tanah yang dimilikinya kepada para konglomerat. Bahkan, Kabayan diiming-imingi akan dinikahkan dengan Iteung jika dia bersedia menjual tanah tersebut. Kabayan sempat tergoda dan ‘terpaksa’ menyetujui untuk menjualnya, sebelum akhirnya memutuskan untuk membatalkannya dan meninggalkan Iteung serta Abah di Jakarta, sambil mencium tanah dan mengatakan “&lt;em&gt;Pffuah…tanah di Kota mah tidak enak!! saya mah mau pulang saja, terserah Abah dan Iteung kalau mau menjual tanah milik abah mah&lt;/em&gt;“. Sebab, dengan menjual tanahnya kepada orang-orang kota, Kabayan tahu akan terjadi kerusakan di tanah yang dicintainya. Namun, pada akhirnya, Abah dan Iteung yang menyusul pulang dan menyesali perbuatannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kecintaannya pada Iteung juga tidak membuat Kabayan mengumbar habis-habisan nafsunya, meskipun kesempatan itu ada. Dia menghormati Iteung, dan lebih dari itu, dia juga masih menghormati ‘keberadaan’ Tuhan. Tidak pernah diceritakan Kabayan dan Iteung bermesra-mesraan, apalagi mendapati cerita Kabayan berciuman dengan Iteung sebelum menikah. Cerita cinta ‘kan tidak berarti harus ada adegan ciuman, dan tidak ‘kering’ juga suatu film tanpa adegan ciuman. Sementara sekarang, sudah menjadi stereotip kalau film-film romantis harus ada adegan ciuman.  Bahkan, meskipun sering, Kabayan dan Iteung masih saja malu-malu jika bertemu.  Ini yang membuat saya gemas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Film Kabayan lekat dalam ingatan saya karena selain kisah cintanya, juga karena terasa lebih dekat dengan kehidupan saya, dan mungkin kehidupan orang-orang Indonesia. Apalagi unsur budaya sunda-nya yang cukup kuat. Terlebih ketika digambarkan suasana pesawahan dengan &lt;em&gt;background&lt;/em&gt; suling sunda, ‘&lt;em&gt;asa waas&lt;/em&gt;‘ kalau kata orang sunda. Apalagi jika film ini ditonton di tanah perantauan…wuih, bisa bikin kangen habis-habisan. Sudah lama rasanya sineas perfilman Indonesia tidak mengangkat cerita-cerita semacam Kabayan yang mengangkat kearifan budaya setempat. Padahal, film juga bisa digunakan untuk menjaga kelestarian budaya bangsa Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 271107. 23.30&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-83259226630427815?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/83259226630427815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=83259226630427815&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/83259226630427815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/83259226630427815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/most-inspiring-love-story-kabayan-and.html' title='The Most Inspiring Love Story: Kabayan and Iteung'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5478708900707503191</id><published>2007-11-26T20:07:00.000+07:00</published><updated>2007-11-26T20:17:41.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cenah'/><title type='text'>Kamana Atuh, Cinta?</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;          &lt;p&gt;Berkali-kali aku meyakinkan diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa rasa itu tidak pernah ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang aku tidak bisa membohongi diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa rasa itu memang ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terjebak, antara  keinginan yang sulit kugapai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan apa yang bisa kugapai tapi tak sunguh-sungguh kuingini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah, kamana atuh, cinta…cinta…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NB : Heu3x.  Geuleuh ih, jadi nulis yang beginian &lt;img class="wp-smiley" alt=":D" src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 261107.  20.00&lt;/p&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5478708900707503191?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5478708900707503191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5478708900707503191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5478708900707503191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5478708900707503191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/kamana-atuh-cinta.html' title='Kamana Atuh, Cinta?'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-8548214019631819277</id><published>2007-11-26T03:23:00.000+07:00</published><updated>2007-11-26T03:24:31.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Football'/><title type='text'>Total Football, Where Are You?</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;blockquote&gt;“&lt;em&gt;Jika bisa menyerang menggunakan Tank, untuk apa menggunakan tangan kosong?&lt;/em&gt;” (Rinus Michel)&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Sebagai salah satu fans setia Timnas Belanda, terus terang saya merasa khawatir dengan kondisi permainan anak-anak asuh Marco van Basten sekarang. Kurang greget. Dari beberapa pertandingan terakhir yang saya saksikan, diantaranya melawan Romania dan Luxemburg, saya tidak mendapatkan militansi dari skuad orange. Bahkan ketika melawan Luxemburg yang secara kualitas jauh dari Belanda, hanya menang 1-0, di kandang pula. Dengan kondisi seperti itu, saya tidak yakin Belanda bisa sukses di Piala Eropa 2008.&lt;span id="more-22"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa Belanda memiliki banyak pemain muda berbakat, ya…saya setuju. Akan tetapi, skill individu saja tidak cukup. Sebab sepak bola adalah olahraga tim. Betapa kesalnya saya ketika menyaksikan Piala Dunia 2006, Belanda ‘hanya’ mengandalkan Arjen Robben. Dan sekarang, ketika Arjen Robben terlalu sering bergelut dengan cedera, giliran Wesley Sneijder yang diandalkan. Memang masih ada pemain muda lain, seperti Rafael van der Vaart dan Robin van Persie, tapi mereka pun memiliki nasib yang sama dengan Robben, rentan cedera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai kader dari Rinus Michel, &lt;em&gt;founding father&lt;/em&gt; Total Football, Marco van Basten seakan tidak mampu menerapkan ilmunya kepada anak-anak asuhnya. Pemain sepak bola yang hebat, belum tentu menjadi pelatih yang hebat, itulah yang terjadi pada van Basten. Setiap bertanding, mereka selalu tampil monoton. Tidak ada lagi serangan-serangan yang mematikan dan variatif. Terakhir kali, ketika Piala Eropa 2000 saya menyaksikan Belanda tampil impresif, saat itu diasuh olah Frank Rijkaard, meskipun harus kalah adu penalti di semifinal dari Italia yang waktu itu tampil super-defensif. Setelah itu, hanya kegagalan yang menghampiri tim orange. Gagal total di Piala Dunia 2002, alias tidak masuk sama sekali untuk ikut serta di Piala Dunia 2002. Saking nge-fans nya, ketika ditanya, siapa yang akan juara di PD2002? Saya jawab, Belanda!! Padahal sudah tahu mereka tidak lulus dari babak kualifikasi. Ini sih sudah gila namanya &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; Gagal juga di Piala Eropa 2004.  Tersingkir di babak kedua pada saat Piala Dunia 2006.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya paling benci dengan tim-tim yang tampil defensif. Bagi saya tampil defensif sama saja dengan penakut, apalagi hanya mencari adu penalti seperti yang dilakukan Italia ketika melawan Belanda di semifinal Piala Eropa 2002. Arrrggghhh, malas sekali menontonnya. Saya paling suka dengan tim yang bermain terbuka, apalagi jika dalam suatu pertandingan, kedua tim bermain terbuka. Saling menyerang. Seperti Brazil vs Belanda di semifinal Piala Dunia 1998. Meskipun kalah, saya puas menontonnya. Bagi saya, yang penting bermain cantik, menghibur dan menarik untuk dinikmati. Sehingga, jika harus bela-belain begadang juga tidak merasa menyesal. Bermain defensif memang efektif, saaaangat efektif sekali untuk menghindari kekalahan, tapi ini merupakan sebuah ‘pembunuhan karakter’ sepak bola yang tujuannya mencetak gol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Filosofi bermain cantik dan menyerang ini selalu saya terapkan ketika bermain Winning Eleven, Football Manager atau Championship Manager. Pokoknya menyerang habis-habisan, walaupun resiko dari sepak bola menyerang adalah kebobolan lebih banyak. Meskipun kalau ‘ngadu’ WE sama teman-teman, saya sering kalah, yang penting kalah terhormat dan kelihatan usahanya &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, persoalannya, filosofi bermain cantik ini sepertinya sudah mulai ditinggalkan oleh Belanda, setidaknya sejak dipegang oleh van Basten. Sehingga, wajar saja, jika setiap bertanding, mereka selalu tampil monoton dan membosankan. Wajar saja, jika setiap bertanding, selalu terdengar konser siul dari para penonton. Konser siul adalah sebuah ekspresi dari penonton yang menggambarkan bahwa “&lt;em&gt;kalian bermain jelek sekali&lt;/em&gt;“, “&lt;em&gt;kalian membosankan&lt;/em&gt;“, “&lt;em&gt;apa yang kalian lakukan di lapangan? kami ingin menonton sepak bola, bukan sebuah pertunjukan drama…!!&lt;/em&gt;” dan ejekan-ejekan semacam itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sialnya, di PD2006 tahun lalu, sepak bola menyerang yang saya dambakan justru diperagakan oleh Jerman yang merupakan musuh bebuyutan Belanda di setiap kompetisi. Belanda sendiri, lagi-lagi tampil monoton dan membosankan, sebelum akhirnya tersingkir di babak 16 besar. Saya sendiri sudah merasa khawatir akan seperti ini ketika para personil Piala Dunia 1998 semacam Dennis Bergkamp, Marc Overmars atau Edgar Davids sudah menurun performa-nya. Dan kekhawatiran saya ternyata terbukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya Total Football mengharuskan keterlibatan seluruh pemain untuk melakukan penyerangan, kecuali kiper, tentu saja. Sebuah penyerangan sporadis, tanpa henti. Oleh sebab itu, Total Football menuntut pemain-pemain yang bisa bermain di berbagai macam posisi. Tujuannya, agar setiap pemain bisa saling mengisi posisi yang ditinggalkan temannya ketika menyerang. Paling tidak, seorang bek pun harus bisa dan berani menyerang jika dibutuhkan. Namun, Total Football juga membutuhkan peran seorang pengatur (&lt;em&gt;playmaker&lt;/em&gt;). Peran ini pernah dilakukan dengan baik oleh Johan Cruijff dan Ruud Gullit. Rinus Michel sendiri pernah mengakui kalau strateginya tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa peran pemain semacam Cruijff atau Gullit. Inilah masalah utama Belanda saat ini, tidak adanya sosok &lt;em&gt;playmaker&lt;/em&gt;. Saat ini, ada van der Vaart yang diharapkan mampu untuk mengisi peran itu, tapi sayangnya dia masih belum matang dan belum mampu memimpin rekan-rekannya dengan baik. Perlu proses memang. Akan tetapi, mudah-mudahan Belanda bisa kembali mendapatkan formula terbaiknya di Piala Eropa 2008 nanti. Kita tunggu saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6.  261107.  03.09&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-8548214019631819277?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/8548214019631819277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=8548214019631819277&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8548214019631819277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8548214019631819277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/total-football-where-are-you.html' title='Total Football, Where Are You?'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1713453378798156397</id><published>2007-11-24T03:33:00.000+07:00</published><updated>2007-11-24T03:35:58.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Mengaji Yes, Teler OK!</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Jika dibandingkan dengan para pengemis dalam &lt;a href="http://mind.donnyreza.net/22112007/mau-kaya-ngemis-aja/"&gt;tulisan sebelumnya&lt;/a&gt;, anak-anak jalanan barangkali lebih baik. Kemiskinan mereka lebih nyata, meskipun saya masih saja sangsi untuk memberi mereka uang. Itu yang saya lihat ketika untuk pertama kalinya saya datang untuk membantu teman-teman mengajari mereka membaca dan menulis di Pasar Ciroyom, Bandung. Karena kegiatan tersebut juga merupakan salah satu program kerja Divisi Dakwah dan Sosial, &lt;a href="http://ssgcibeunying.wordpress.com/" target="_blank"&gt;SSG Cibeunying&lt;/a&gt;, tentunya tidak hanya mengajari baca-tulis huruf latin saja, tapi juga mengaji, shalat atau nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-21"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kondisinya jauh dari yang saya bayangkan daripada sebelum saya datang ke sana. Dalam bayangan saya, kegiatan dilakukan secara klasikal, ada papan tulis, ada kursi…ya, seperti ruangan kelas. Namun, ternyata tidak seperti itu. Kegiatan dilakukan di emperan masjid yang terletak di lantai 3 pasar Ciroyom, tanpa papan tulis, tanpa kursi…dilakukan sambil duduk. Teman-teman saya memang tidak menceritakan kondisi-nya seperti apa, jadi saya membayangkannya seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan setiap hari Kamis, Jum’at dan Ahad dari pukul 16 - Maghrib. Rencana saya datang hari kamis batal karena tidak memungkinkan untuk tiba di sana sebelum maghrib. Saya datang hari berikutnya, itu pun dengan resiko mengganti shift kerja saya menjadi tengah malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika saya datang ke sana, ada sekitar 25 orang anak-anak jalanan, mayoritas laki-laki. Hanya ada 3-4 orang wanita. Dengan range umur dari 7 tahun sampai 19 tahun. Mereka terbagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok ‘mengelilingi’ seorang &lt;strike&gt;calon bidadari surga&lt;/strike&gt; mentor, yang semuanya perempuan.  Dua orang adalah teman saya di SSG, yaitu &lt;a href="http://profiles.friendster.com/11959005" target="_blank"&gt;Ayu&lt;/a&gt; dan Dewi, satu orang lagi…saya lupa berkenalan. Saya melihat pemandangan yang cukup kontras, meskipun ke-3 teman saya itu tidak dandan berlebihan, tapi sudah bisa menunjukan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup yang cukup jauh. Antara yang terawat dan tidak terawat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untungnya, sambutan mereka hangat sekali. Mereka langsung menyalami ketika Dewi memperkenalkan saya. Beberapa bahkan ada yang langsung dekat dengan saya. Kondisi tersebut membuat saya sedikit lebih bisa membuka diri. Saya langsung ditugasi untuk tes mengaji anak-anak tersebut dan membaginya ke dalam beberapa kelompok, berdasarkan buku Iqra. Padahal niat saya tadinya hanya melihat-lihat dulu situasi dan kondisi tempat tersebut. Dari obrolan dengan mereka, saya jadi tahu bahwa mereka pun sebelumnya pernah belajar mengaji. Tapi, sebagian besar lupa lagi karena tidak pernah mengaji lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika sedang melakukan aktivitas itu lah, saya menyadari satu hal. Hampir setiap saat, mereka menutupi hidung mereka dengan baju. Hal ini dilakukan oleh hampir semua anak-anak tersebut. Dan satu lagi yang membuat saya menyadari ada yang salah adalah…bau lem aibon! Oalah, jadi selama ini mereka belajar sambil ngelem. Entah apa yang ada di dalam imajinasi mereka ketika mengaji itu. Saya tidak terlalu mengerti. Dan sepertinya, akan sulit melepaskan mereka dari kebiasaan tersebut. Saya tidak tahu apakah mereka sadar atau tidak, yang jelas saat itu mereka tidak menunjukkan tanda-tanda sedang teler. Semuanya nampak biasa-biasa saja. Dan mereka pun shalat dalam keadaan seperti itu. Terus terang saja, entah karena pengaruh lem aibon itu atau bukan, yang jelas kepala saya terasa panas saat itu, terutama otak bagian belakang. Sementara teman-teman wanita saya itu tampak biasa-biasa saja, salut saya pada mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika dibandingkan dengan saya, ketiga wanita tersebut nampak lebih mampu menangani anak-anak itu. Entahlah, barangkali karena jiwa keibuan mereka atau karena mereka sudah terlatih untuk menangani anak-anak. Sementara saya jarang sekali berhubungan dengan anak-anak dalam situasi semacam itu, apalagi anak-anak jalanan. Rasanya susah sekali mengatur mereka, tapi kepada teman-teman saya kok nurut-nurut saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kotor sekali. Barangkali mereka berhari-hari tidak mandi, dan pakaian yang digunakan pun itu-itu saja. Kecuali anak-anak wanitanya yang terlihat lebih bersih. Ada yang berdandan ala punk, tapi sebagian besar rambut mereka berwarna kemerahan karena kurang gizi atau terlalu sering terkena matahari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas saran dari Ayu, saya juga membawa makanan. Saya membawa 2 paket kue bolu yang harus dipotong-potong lagi. Alasan saya waktu itu karena tidak tahu pasti jumlah anak-anak yang ada di sana. Kalau jumlahnya sedikit, anak-anak itu akan kebagian kue bolu lebih banyak dan sebaliknya. Tadinya mau bawa kwaci atau sukro saja 2 bungkus yang kalau dibagikan pada 100 orang pun pasti kebagian &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lucu sekali memperhatikan mereka mengikut kemana kue itu pergi. Bahkan ketika saya diminta Dewi untuk memberikan nasihat atau cerita, mereka malah mengikuti Dewi dan meninggalkan saya sendirian, karena kue itu saya berikan kepada Dewi untuk dibagikan. Saya pun sempat tertawa-tawa melihatnya. Konon mereka selalu berebutan kalau dibagikan makanan, semuanya ingin mendapatkan yang pertama. Padahal sudah berkali-kali juga kami mengatakan bahwa mereka semua akan kebagian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah membagi-bagikan makanan, kegiatan pun berakhir. Kami saling janji untuk datang lagi pada hari minggu. Saya sendiri tidak tahu pasti apakah hari itu bisa datang atau tidak. Hanya saja, sepanjang jalan pulang, yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya menghentikan kebiasaan ngelem anak-anak tersebut. Saya tidak tahu pasti pendekatan seperti apa yang harus digunakan, karena belum pernah punya pengalaman seperti ini. Kepikiran sama saya untuk bercerita seperti ini…&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Donny : “&lt;em&gt;Barudak, ada beberapa hal yang menyebabkan kemiskinan dan penderitaan seumur hidup, yaitu : Pertama, ngelem. Kedua, ngelem. Ketiga, ngelem. Keempat dan seterusnya, ngelem. Jadi, masih ada yang mau ngelem??&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AAJ : “&lt;em&gt;Saya…!&lt;/em&gt;“, sambil ngacung, serentak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Donny : *SIGH*&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 241107. 03.30&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1713453378798156397?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1713453378798156397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1713453378798156397&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1713453378798156397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1713453378798156397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/mengaji-yes-teler-ok.html' title='Mengaji Yes, Teler OK!'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-119401015318143287</id><published>2007-11-22T15:24:00.001+07:00</published><updated>2007-11-22T15:27:27.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Mau Kaya? Ngemis Aja!!</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Surat Pembaca koran Pikiran Rakyat hari Rabu kemarin, 21 Nopember 2007, memuat sebuah cerita yang sebetulnya sangat memprihatinkan, tapi saya sempat terbahak-bahak juga membacanya. Sewaktu sedang mengobrol di depan kamar salah satu teman kost-an saya, tiba-tiba saya disodori koran tersebut “&lt;em&gt;nih, baca…!&lt;/em&gt;” katanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-20"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis surat pembaca tersebut menceritakan soal pengalamannya dengan pengemis. Ketika dia sedang duduk-duduk di pelataran Masjid Agung Bandung, tiba-tiba datang pengemis sedang menggendong anaknya, dengan tampang yang memprihatinkan. Bilangnya sih, “&lt;em&gt;belum makan 2 hari&lt;/em&gt;“. Karena merasa iba, penulis tersebut, yang ternyata seorang mahasiswi Fikom Unpad, berniat memberi uang sebesar Rp. 5000. Namun, sebelum sempat diberikan, tiba-tiba terdengar &lt;em&gt;ringtone&lt;/em&gt; HP, konon lagu dari group band Ungu.  Tiba-tiba saja, pengemis tersebut &lt;em&gt;misah-misuh&lt;/em&gt; merogoh tasnya dan mengeluarkan…jreng…HP Nokia terbaru, dan lebih bagus daripada si mahasiswi tersebut. Konon pengemis tersebut mengatakan…”&lt;em&gt;nanti telpon lagi, saya sedang kerja sekarang.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengalaman lain, baru saya alami sebelum menulis ini. Ketika jaga warnet, datang seorang pengemis. Seperti biasa, saya dan teman-teman di warnet itu selalu memberi kepada setiap pengemis yang datang. Saya memberi Rp. 1000 kepada pengemis itu. Namun, tiba-tiba pengemis itu meminta untuk menukar seluruh uang receh miliknya. Setelah dihitung-hitung, total uang yang ditukarkan sebanyak Rp. 40.000. Whew!! Lebih besar daripada gaji harian seluruh pegawai warnet itu. Gila, itu baru setengah hari…misalkan dia mendapatkan tambahan Rp. 40.000 lagi setengah hari berikutnya, total dia dapat Rp. 80.000. Misalkan dia ‘kerja’ selama 6 hari/minggu. Dia sudah ‘menghasilkan’ uang’ lebih dari Rp. 1.800.000/bulan. Weleh-weleh…!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cerita lain, sewaktu saya dan teman duduk di kursi depan sebuah angkot. Saat itu, kami melihat seorang pengemis yang memang sangat mengkhawatirkan, lebih-lebih karena secara fisik, dia memang cacat. Ketika saya dan teman saya ngobrol ‘mengasihani’ orang tersebut, tiba-tiba sopir angkot tersebut menimpali. “&lt;em&gt;Wah, dia tuh sehari bisa dapat 400 ribu, kalau lagi sepi juga bisa dapat 200 rb. Dia udah punya 4 buah motor, dan anak-anaknya bisa kuliah. Rumah nya aja loteng.&lt;/em&gt;” Dan tiba-tiba, saya ingin mengutuk…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6.  221107. 15.07&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-119401015318143287?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/119401015318143287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=119401015318143287&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/119401015318143287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/119401015318143287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/mau-kaya-ngemis-aja.html' title='Mau Kaya? Ngemis Aja!!'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5463470910394718934</id><published>2007-11-17T05:09:00.000+07:00</published><updated>2007-11-17T05:13:40.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bakat Terpendam: Jadi Psikopat!!</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Satu hal yang saya sadari dalam diri saya adalah potensi untuk melakukan hal-hal usil atau jahat. Pernah suatu saat di sebuah rumah makan, ketika saya dan teman-teman telah menyelesaikan makan, datang satu rombongan wanita. Kebetulan tempat makan tersebut sedang penuh. Menyadari hal itu, kami tadinya berniat untuk pergi dari meja yang kami gunakan, untuk memberikan kesempatan kepada rombongan tersebut. Tidak ada niat apa pun, karena memang tidak ada satu pun wanita yang menarik perhatian kami…loh?! &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt;  Sesaat sebelum kami beranjak, tiba-tiba salah seorang perempuan dari rombongan tersebut berbicara cukup keras, “&lt;em&gt;wah, kita nggak kebagian tempat nih…&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;span id="more-19"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja, saya jadi ingin usil, dan membatalkan rencana kami itu. Saya pandang wajah teman-teman saya, dan ternyata mereka pun berpikiran sama. Kami sama-sama tersenyum…usil. Kami pun batal beranjak dari tempat tersebut. Kami pura-pura cuek, ngobrol atau pura-pura baca koran. Sesekali kami saling pandang dan…saling senyum. Entahlah, setelah tiba-tiba mendengar ‘penderitaan’ mereka, kami malah jadi ingin menambah penderitaan mereka. Tiba-tiba saja kami jadi orang usil. Meskipun tidak lama, hanya 5 menit, tapi cukup bisa membuat kami tertawa-tawa sepanjang jalan pulang menuju kost-an. Jahat ya? Niat ingin dapat pahala, malah jadi dosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali lain, masih di tempat makan yang sama. Biasanya di tempat makan tersebut tersedia koran sebagai bahan bacaan atau mungkin untuk digunakan sambil menunggu makanan pesanan tiba. Saat itu, giliran saya yang memegang koran dan membacanya. Tidak lama kemudian, makanan kami tiba. Namun, saya tidak melepaskan koran tersebut, malah saya makan sambil membaca. Kebetulan di meja kami juga ada orang lain yang sedang menunggu makanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah selesai makan dan meninggalkan meja tersebut, teman saya bercerita…&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Don, lu tau nggak, orang yang disebelah lu tadi ngelihatin lu terus…kayaknya sih dia pengen banget baca koran, tapi bingung mau gimana, soalnya lu makan, tapi baca juga&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Iya, tau gua…sengaja kok, lagi pengen bikin kesel orang…&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Haha, emang kelihatan ya…?&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Kelihatan lah, dari cara ngelihatnya juga kelihatan banget…cuma gua pura-pura cuek aja…hehehe&lt;/em&gt;“&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Namun, berdasarkan pengalaman jadi orang usil itu, kami jadi tahu satu hal…&lt;strong&gt;&lt;em&gt;jangan pernah mengeluh atau memperlihatkan penderitaan di depan orang lain&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;!! Sebab bisa jadi orang lain malah bahagia melihat kita menderita dan semakin menambah penderitaan kita. Ya, seperti kasus saya itu…^.^ Untungnya, sifat usil saya tidak sering muncul, bahkan teramat sangat jarang. Masih bisa dikendalikan, meskipun sebetulnya ide-ide usil itu juga suka muncul dan membuat saya tertawa-tawa sendiri. Psikopat banget ya?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terakhir kali muncul, tidak lama sebelum posting tulisan ini. Kawan lama saya, seorang perempuan, yang juga merupakan mantan pacar kawan dekat saya tiba-tiba SMS dan meminta nomor hp kawan dekat saya itu. Kemudian saya balas,&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;SMS Donny (SD): “&lt;em&gt;Wah, curigation nih…*siul2* ada apa ya?&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SMS Teman Wanita Itu (STWI): “&lt;em&gt;Gak ada apa2 kok, ada urusan bisnis sama dia&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SD : “&lt;em&gt;Hati-hati ah, pacarnya yang sekarang cemburuan&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;STWI : “&lt;em&gt;Wah, kok pacarnya cemburuan semua sih, kecuali gua…&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SD : “&lt;em&gt;Kalau lu maju dan ganggu dia lagi juga kayaknya pacarnya bakalan tersingkir…&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;STWI : “&lt;em&gt;Wah, ntar deh kalau gua udah putus sama pacar yang sekarang…&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SD: “&lt;em&gt;Saran : putusin pacar lu, dan ganggu dia…!!&lt;/em&gt; :D”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;STWI : “&lt;em&gt;Ok deh, saran lu akan gua pertimbangkan…!!&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SD: “&lt;em&gt;Saran lagi : pertimbangkannya jangan kelamaan, keburu merit dia, udah ancar2 tuh. Tapi, kalau ada apa2, jangan salahin gua ya? *siul2*&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;STWI: “&lt;em&gt;Ya jelas gua salahin lu lah…lu kompornya!!  Kalau ketemu dia, titip salam ya dan bilang gua minta nomornya&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SD: “&lt;em&gt;Ok, ntar kalau dia lagi sama pacarnya gua bilang, ‘&lt;/em&gt;ada salam dari bla bla bla, tadi dia minta nomor HP lu juga&lt;em&gt;‘  heuheuheu&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;STWI: “&lt;em&gt;Boleh, cepat laksanakan ya&lt;/em&gt;?!”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Sebetulnya yang paling saya takutkan adalah ketika marah. Seringkali muncul pikiran-pikiran yang setelah saya reda dari kemarahan itu membuat saya berkali-kali &lt;em&gt;istighfar&lt;/em&gt;. Meskipun jarang, tapi ternyata saya juga memiliki potensi menjadi seorang pendendam dan tidak mudah melupakan kejadian-kejadian yang pernah membuat hati saya tersinggung. Untungnya lagi, orang-orang seperti ini juga jarang dan pembawaan saya yang belakangan lebih cuek juga menolong saya dari sifat-sifat semacam itu. Lagipula, sudah lama sekali saya tidak pernah marah kok…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 171107. 04.12.  Saat Adzan shubuh bergema.&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5463470910394718934?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5463470910394718934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5463470910394718934&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5463470910394718934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5463470910394718934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/bakat-terpendam-jadi-psikopat.html' title='Bakat Terpendam: Jadi Psikopat!!'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-8311170541415840556</id><published>2007-11-12T03:30:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T04:05:47.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Purnama, Shaum dan Simbol Romantisme</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Berselang cukup lama, sekitar 3 bulan, ketika sebuah diskusi bersama teman-teman seperjuangan menjelang Ta’lim Rutin &lt;a href="http://ssgcibeunying.wordpress.com" target="_blank"&gt;SSG Cibeunying&lt;/a&gt;, menginspirasi saya untuk menuliskan hasil diskusi tersebut. Ide menulisnya sudah cukup lama, tapi baru teringat lagi sekarang. Diskusi tersebut berbicara tentang…seks. Di dalam masjid…tapi memang tidak ada masalah dengan itu kan?&lt;br /&gt;&lt;span id="more-18"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa lagi darimana awalnya, yang jelas pada akhirnya diskusi tersebut berujung di topik tersebut. Ada 4 orang yang terlibat diskusi, 1 orang sudah cukup lama menikah, 1 orang baru menikah, 2 orang lagi belum, saya salah satu dari yang terakhir itu. Berawal dari rasa penasaran saya, saya mengajukan pertanyaan kepada rekan yang sudah cukup lama menikah.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Pak, penasaran nih…Dalam Al-Quran kan ada satu ayat yang mengijinkan untuk melakukan hubungan suami-istri di malam hari, pada bulan Ramadhan. Memang seberapa besar sih pengaruh ayat tersebut kepada orang yang menikah?&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Makanya, kalian harus menikah dulu, baru tahu bagaimana rasanya. Hehehe. Islam itu luar biasa, betul-betul Agama fitrah, sangat mengerti betul dengan kebutuhan manusia. Salah satunya adalah ayat tersebut. Kalau kalian sudah menikah, akan terasa betul manfaat dari ayat tersebut. Apalagi pada saat bulan purnama?&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Purnama, pak? Memang apa hubungannya?&lt;/em&gt;”  tanya saya lagi keheranan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Tahu kan bagaimana pengaruh bulan pernama terhadap pasang-surut air laut? Nah, ternyata bulan purnama itu juga berpengaruh terhadap pasang-surut libido manusia juga. Ketika purnama, akan terasa betul hasrat seks itu ada di puncaknya, coba saja perhatikan dan rasakan…!&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Wah, kok saya baru tahu ya?  Perasaan kok biasa-biasa saja ya?  Apa karena tidak pernah saya perhatikan kali ya?&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Ya, mungkin karena tidak pernah diperhatikan. Hal ini juga cukup menjadi alasan kenapa Rasulullah menjadikan pertengahan bulan (13,14,15) hijriyah untuk melakukan shaum sunat, terutama bagi para bujangan seperti kalian. Pada saat itu kan bulan sedang purnama. Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan perintah shaum bagi mereka yang mampu menikah, tapi belum memiliki kesempatan. Shaum itu bisa menjadi rem. Ini juga menjadi bukti bahwa perintah-perintah Rasulullah tersebut bukan asal perintah, tapi ada makna di balik itu semua.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Hmm, saya jadi penasaran nih pak, jangan-jangan cerita soal Werewolf itu juga inspirasinya dari fenomena ini ya? saking ‘berat’-nya menahan hasrat, jadi aja Serigala…&lt;/em&gt;” canda saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Oh, iya…bisa jadi. Barangkali itu merupakan simbol bahwa ketika bulan purnama, nafsu kita sedang memuncak dan menyerupai binatang dari sisi itu.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Wah, pantesan tiap-tiap film romantis biasanya disorot adegan bulan purnama, tapi sebetulnya sih banyakan film horor kalau bulan purnama. Apa karena itu juga kenapa, bisa dikatakan, setiap orang suka melihat bulan purnama dan jadi sentimentil tiap lihat bulan purnama? Trus, yang kebayang tuh…’&lt;/em&gt;andai ada si dia disisiku, halah&lt;em&gt;!’ Hehehe. Kalau yang sudah menikah kan asyik, nah yang belum kayak kita-kita ini kan jadinya…shaum lagi, shaum lagi, mupeng deh!!&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Haha, iya, mungkin itu juga alasannya, kenapa ketika bulan purnama yang terbayang hal-hal yang romantis melulu.&lt;/em&gt;“&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Pembicaraan kami berakhir karena pemateri untuk ta’lim saat itu sudah datang. Hmm, ada yang punya pengalaman lain dengan purnama nggak ya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 121107. 03.30&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-8311170541415840556?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/8311170541415840556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=8311170541415840556&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8311170541415840556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8311170541415840556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/purnama-shaum-dan-simbol-romantisme.html' title='Purnama, Shaum dan Simbol Romantisme'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-370595076291327271</id><published>2007-11-10T03:46:00.000+07:00</published><updated>2007-11-10T04:21:01.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>Cerita Dari BHTV Gathering</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Berawal dari sebuah undangan di milis &lt;a href="http://bandung.linux.or.id/" target="_blank"&gt;KLuB&lt;/a&gt; yang dikirimkan oleh &lt;a href="http://zakiakhmad.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Zaki Akhmad&lt;/a&gt; soal pertemuan &lt;a href="http://bhtv.or.id/" target="_blank"&gt;BHTV&lt;/a&gt; (Bandung High-Tech Valley) yang &lt;strike&gt;akan&lt;/strike&gt; diadakan di Bimbingan Belajar IZI, Jl. Ambon 19 Bandung, kemudian memunculkan minat saya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun sudah cukup sering &lt;strike&gt;mendengar&lt;/strike&gt; membaca soal BHTV, tapi awalnya tidak terlalu membuat saya berminat, karena saya pikir komunitas tersebut bersifat tertutup. Namun, ketika undangan tersebut sampai ke email saya, apalagi melihat susunan acaranya yang bernuansa ilmiah, membuat saya tertarik untuk menghadiri acara tersebut. Sudah cukup lama saya tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang ‘berbau’ ilmiah, tepatnya sejak lulus kuliah. Terus terang, saya merindukan suasana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-17"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka, berangkatlah saya pada waktu yang dijadwalkan, meskipun terlambat setengah jam akibat hujan deras yang mengguyur Bandung. Saya tertahan di Masjid Salman selama 30 menit, dan tiba di lokasi jam 7 kurang. Untunglah, ketika saya tiba di sana, acara belum dimulai. Setelah bertanya kepada satpam di mana tepatnya tempat kegiatan, saya langsung menuju ke sana. Kikuk juga, karena itu pertama kali saya mengikuti kegiatan BHTV, selain itu karena memang tidak satu pun yang saya kenal atau kenal saya. Meskipun nama-nama yang hadir saat itu tidak asing bagi saya, ada pak &lt;a href="http://rahard.wordpress.com/" target="_blank"&gt;Budi Raharjo&lt;/a&gt; dan pak Dimitri Mahayana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam 2 minggu terakhir, kegiatan ini merupakan yang kedua, setelah &lt;a href="http://pestablogger.com/" target="_blank"&gt;PestaBlogger,&lt;/a&gt; dimana saya tidak pernah bertemu sebelumnya dengan para pesertanya. Awalnya merasa minder juga, tapi setelah dipikir-pikir, kalau saya minder seperti itu, saya tidak akan pernah maju. Apalagi, dalam acara BHTV, saya merasa satu-satunya orang yang non-ITB, tapi akhirnya pikiran-pikiran semacam itu berhasil disingkirkan dan saya bisa hadir di acara tersebut, &lt;em&gt;no regret&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara dimulai tepat jam 7, dipandu oleh pak Budi, dengan sesi pertama presentasi dari Zaki tentang Panduan Penelitian OpenSource. Dokumentasinya sendiri bisa di-download di &lt;a href="http://budi.insan.co.id/docs.html" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;. Zaki sedikit bercerita tentang tantangan dan hambatan penelitian yang berhubungan dengan OpenSource. Sementara, pak Budi sendiri menjelaskan bahwa panduan tersebut gunanya untuk memetakan atau sebagai &lt;em&gt;road map&lt;/em&gt; jenis penelitian yang seperti apa saja yang dibiayai oleh pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi kedua diisi oleh Anto dari Pusat Mikroelektronika ITB yang mempresentasikan tentang &lt;em&gt;Virtual Office&lt;/em&gt;. Konsepnya sederhana sebetulnya, memindahkan organisasi (perusahaan) ke dunia maya. Dengan cara seperti ini, setiap orang yang terlibat dalam organisasi/perusahaan yang menggunakan &lt;em&gt;virtual office&lt;/em&gt; tidak perlu datang ke kantor, namanya juga &lt;em&gt;virtual&lt;/em&gt;.  Seperti ada tapi tiada, seperti tiada tapi ada.  Untuk melakukan atau mengetahui &lt;em&gt;task&lt;/em&gt; yang harus dikerjakan, cukup mengakses web &lt;em&gt;virtual office &lt;/em&gt;tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi ketiga diisi oleh Pak Sanny yang menceritakan pengalamannya pergi ke Bangalore, India. Dan ceritanya membuat peserta kegiatan tersebut terperangah sekaligus prihatin dengan kondisi Indonesia (&lt;em&gt;atau hanya perasaan saya saja ya?&lt;/em&gt;), namun pada saat yang bersamaan menumbuhkan semangat peserta juga agar bisa seperti itu. Beliau bercerita soal kemajuan kota Bangalore, terutama bidang IT-nya yang mampu menyumpang 26% pemasukan APBN kota/negara tersebut, saya lupa lagi. Kemajuan IT India memang sudah cukup lama saya dengar, tapi setelah mendengarkan paparan Pak Sanny, saya menjadi semakin bertambah yakin, sekaligus penasaran juga. Soalnya di film-film India, soal IT, setahu saya, tidak pernah dibicarakan. Pak Sanny juga membacakan fakta-fakta soal kemajuan kota Bangalore, sayangnya tidak saya catat. Satu-satunya yang saya sesali adalah tidak sempat menanyakan tentang kondisi pendidikan di sana, maksud saya, biayanya. Konon tidak berbeda jauh dengan Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi keempat, giliran Pak Dimitri Mahayana yang berbagi cerita, tentang pengalamannya di Korea. Lagi-lagi, cerita beliau cukup membuat peserta terperangah (&lt;em&gt;atau, lagi-lagi, hanya saya?&lt;/em&gt;)  Konon, di Korea, jurusan-jurusan kuliah itu lebih terfokus, sampai-sampai ada jurusan &lt;em&gt;Game Developer&lt;/em&gt;. Sehingga, ketika lulus, sudah jelas keahliannya. Bandingkan dengan Indonesia yang ketika lulus kuliah banyak sarjana yang tidak tahu mau apa dan kemana, contohnya, ya…saya ini :D. Dalam perjalanannya, pak Dimitri memang lebih fokus untuk study-banding soal &lt;em&gt;game developer&lt;/em&gt;.  Dan, katanya, beliau dibuat tercengang oleh kemajuan &lt;em&gt;game developer&lt;/em&gt; di Korea.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi kelima, presentasi tentang sebuah proyek &lt;em&gt;Fiber Optic&lt;/em&gt;, tapi ada beberapa hal yang harus diolah lagi, lebih bersifat bisnis. Sesi ini yang paling ramai, karena kalau proyek ini bisa berjalan dengan baik, bisa menjadi ‘masa depan’ dunia internet di Kota Bandung. Saya sendiri belum terbayang akan bagaimana proyek ini jadinya, yang jelas memang masih akan diolah lagi oleh tim BHTV. Inginnya ikut terlibat juga, tapi saya masih baru dan belum paham harus apa di sana. Untuk saat ini sih ikut-ikut saja dulu, siapa tahu bisa ‘kecipratan’. Hehe.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang akhir kegiatan, Pak Sanny ‘menantang’ komunitas ini untuk mengadakan &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; besar di bulan Desember.  Dan ternyata, para peserta pun cukup antusias menerima tantangan tersebut, meskipun belum tahu &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; semacam apa yang akan diadakan. Wah, saya harus terlibat kalau begitu, jangan sampai ketinggalan, harus!! Kegiatan tersebut ditutup menjelang pukul 9 malam, sesuai dengan rencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya, kegiatan semacam ini cukup menjawab kerinduan saya terhadap sebuah komunitas yang selama ini saya cari. Bersifat ilmiah, tapi tidak terlalu formal. Namun lebih dari itu, punya cita-cita besar, ini yang paling penting. Menyenangkan rasanya bisa satu forum dengan mereka yang sudah dikatakan ahli dibidangnya masing-masing. Selain itu, penerimaan mereka yang terbuka membuat saya merasa nyaman. Saya jadi terpacu untuk lebih meningkatkan kemampuan saya. Dan rasanya, dengan bergabung di BHTV, kesarjanaan saya akan lebih berguna jika dibandingkan dengan apa yang saya kerjakan selama ini.  &lt;i&gt;And, yes...finally, i found the community.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C 1 H 3 U L 4 17 6. 101107. 03.40.&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-370595076291327271?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/370595076291327271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=370595076291327271&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/370595076291327271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/370595076291327271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/cerita-dari-bhtv-gathering.html' title='Cerita Dari BHTV Gathering'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3148937750934445406</id><published>2007-11-01T22:50:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T22:51:05.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Tambah Katalog</title><content type='html'>&lt;p class="MsoPlainText"&gt;Setidaknya ada 7 buku baru yang masuk ke dalam katalog perpustakaan pribadi saya dalam 2 minggu terakhir ini.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Belum termasuk beberapa tabloid, majalah, suplemen dan booklet.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa ada yang saya dapatkan secara gratisan, selebihnya beli.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ke tujuh buku tersebut adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;40 Days in Europe&lt;/strong&gt; (Maulana M. Syuhada, Novel, Indonesia, Non-Fiksi, Bentang)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembawa Kabar dari Andalusia&lt;/strong&gt; (Ali Al Ghareem, Novel, Terjemahan, Adaptasi Sejarah, Syaamil)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Life of Pi&lt;/strong&gt; (Yann Martel, Novel, Terjemahan, Kisah Nyata, Gramedia Pustaka Utama)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Humor Cerdas ala Orang-orang Cerdik&lt;/strong&gt; (Ibnu Al-Jauzi, Kumpulan Kisah, Terjemahan, Qisthi Press)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Night of Chaos&lt;/strong&gt; (Jofry HS, Novel, Terjemahan, Science Fiction, Sheila/Andi)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alam Pikiran Yunani&lt;/strong&gt; (Mohammad Hatta, Filsafat, Indonesia, Non-Fiksi, UI Press)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ilmu, Filsafat dan Agama&lt;/strong&gt; (Endang Saifudin Anshari, Filsafat, Indonesia, Non-Fiksi, Bina Ilmu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-16"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dua buku terakhir saya beli karena nama penulisnya yang sudah cukup dikenal, namun saya belum pernah membaca karya-karya mereka. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Mohammad Hatta&lt;/strong&gt;, siapa yang tak kenal beliau?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Wakil Presiden RI Pertama, terkejut juga saya ketika mendapati buku tersebut.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sementara &lt;strong&gt;Endang Saifudin Anshari&lt;/strong&gt; merupakan salah seorang ulama periode 70-80an yang cukup dikenal di Bandung.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu, beliau juga pernah menjadi pembina dan merupakan produk asli Masjid Salman.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Menariknya, buku tersebut dipersembahkan kepada 2 tokoh Islam lainnya, &lt;strong&gt;M.Natsir&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;M. Rasjidi&lt;/strong&gt;.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Barangkali, selain karena kedua tokoh tersebut merupakan guru dan sahabat baliau, juga dikarenakan perjuangan mereka dalam menghalau gelombang liberisme dan sekularisme di Indonesia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Seperti yang kita tahu, liberalisme dan sekularisme merupakan produk dari filsafat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain itu, saya sendiri sedang mencoba ‘memasuki’ ranah filsafat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bidang ilmu yang, katanya, membingungkan dan memusingkan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Padahal, filsafat sendiri sesungguhnya merupakan pondasi dari ilmu pengetahuan yang berkembang hingga saat ini.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Konon, jika tidak hati-hati, mempelajari filsafat bisa menyebabkan seseorang menjadi murtad dari agamanya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yah, itulah kesan yang saya dapatkan mengenai filsafat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Makanya, saya cukup penasaran juga, dan kalau suatu saat mendapati saya ngaku-ngaku jadi Nabi, salahkan saja buku-buku filsafat ya? Hehe.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Takdir Allah mempertemukan saya dengan buku ‘&lt;strong&gt;Ilmu, Filsafat dan Agama&lt;/strong&gt;‘ di toko buku &lt;strong&gt;BBC&lt;/strong&gt; (Bandung Book Corner).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selain hanya satu-satunya yang saya temui, harganya pun terbilang murah Rp. 17.500, itu belum di diskon 20%.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Buku Mohammad Hatta pun hanya Rp. 12.000, belum termasuk diskonnya juga 20%.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;‘&lt;strong&gt;40 Days in Europe&lt;/strong&gt;‘ saya beli karena…ya itu, saya terobsesi mengelilingi dunia, dan Eropa adalah salah satunya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Melihat judulnya saja sudah cukup membuat saya tidak berfikir 2 kali apalagi berkali-kali membelinya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sayangnya, buku ini tidak sesuai dengan harapan saya, tapi cukup membuat obsesi saya semakin bertambah dan membuat saya semakin ‘gila’ gara-gara berimajinasi (atau lebih tepatnya berkhayal) berkeliling Eropa.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Resensi buku ini sedang saya kerjakan, mudah-mudahan bisa selesai secepatnya dan rasa malas tidak menguasai diri saya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;‘Life of Pi’&lt;/strong&gt;, buku yang sudah cukup lama masuk dalam &lt;em&gt;list&lt;/em&gt; saya, tapi selalu bergeser semakin ke bawah gara-gara buku lain yang saya rasa lebih menarik.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu, saya cukup ragu juga apakah buku tersebut ‘pantas’ dibeli atau tidak.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Nyatanya, buku tersebut memang tidak pantas dibeli, karena ternyata saya mendapatkan buku tersebut gratis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Heuheuheu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Adalah Oci yang menghadiahkan buku tersebut kepada saya, katanya sebagai kado ulang tahun buat saya, dan entah atlas siapa yang dirobek-robek untuk dijadikan bungkus kado tersebut, yang jelas kertas kadonya bergambar peta dunia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yah, Oci memang paling tahu obsesi saya keliling dunia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Buat Oci, hanya saran, lain kali sekalian beliin tiket pesawatnya ya? :p&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Buku ini masih dibaca dan sepertinya hanya membutuhkan waktu 1 - 2 jam lagi untuk menyelesaikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt;‘&lt;/o:p&gt;&lt;strong&gt;Pembawa Kabar dari Andalusia&lt;/strong&gt;‘ dan ‘&lt;strong&gt;Night of Chaos&lt;/strong&gt;‘ adalah buku-buku yang saya beli secara &lt;em&gt;gambling&lt;/em&gt;, soalnya saya jarang melihat buku-buku tersebut.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;‘Pembawa Kabar dari Andalusia’ hanya satu-satunya di SMM DT.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sialnya, setelah saya membeli buku tersebut, saya mendapati buku itu bertumpuk-tumpuk di BBC.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sementara ‘&lt;strong&gt;Night of Chaos&lt;/strong&gt;‘ sepertinya menarik karena berhubungan dengan dunia IT atau kriptografi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Lalu kenapa saya membali buku ‘&lt;strong&gt;Humor Cerdas ala Orang-orang Cerdik&lt;/strong&gt;‘? Gara-garanya di halaman belakang ada tulisan ini nih…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;em&gt;“Dalam sebuah khutbahnya, Nabi Sulaiman berkata, ‘Salah seorang dari kalian telah mencuri angsa tetangganya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian, ia masuk ke dalam masjid ini dengan bulu angsa di atas kepalanya.’&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan tanpa sadar, si pencuri pun meraba-raba kepalanya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Maka, Nabi Sulaiman pun berkata, ‘Dialah pencurinya, tangkap dia!’”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Huehehe.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Saya senyum-senyum sendiri membacanya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan saya tidak berfikir lagi untuk membelinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya kadang merasa tidak memiliki alasan apa pun setiap membeli buku.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Satu-satunya alasan adalah karena saya ingin membeli saja.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tidak peduli apakah buku tersebut bagus atau tidak.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan rasanya sulit sekali dikendalikan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Satu-satunya yang bisa mengendalikan saya adalah…kalau tidak punya uang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Barangkali kalau ada kredit buku yang bisa dibayarkan selama 10 tahun, saya akan mengambilnya juga.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bayangkan saja, buku seharga 60 ribu dicicil selama 120 bulan, itu artinya 500 rupiah per bulan, apa tidak murah meriah namanya?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hmm, tapi, kalau dijadikan bisnis, bagus nggak ya?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Pantas dicoba nih.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tapi jangka waktunya tidak lebih dari 1 tahun pastinya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Eh, kalau dihitung-hitung, kalau buku saya diuangkan, sepertinya sudah cukup buat modal nikah atau dijadikan mas kawin sekalian.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sayangnya, KUA belum tentu mau dibayar pakai buku, dan aneh juga kalau pas ijab kabul nanti isinya…”&lt;em&gt;Saya terima nikahnya Si Eneng binti Bapaknya dengan mas kawin selemari buku di kamar saya, tunai!&lt;/em&gt;“.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hehehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  S 3 K 3 L 0 4. 011107. 19.30&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3148937750934445406?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3148937750934445406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3148937750934445406&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3148937750934445406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3148937750934445406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/tambah-katalog.html' title='Tambah Katalog'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2081997199957512179</id><published>2007-11-01T22:26:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T22:28:07.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Karena Wanita Ingin Dimarahi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Barangkali, salah satu masalah terbesar saya dalam bersosialisasi dengan orang lain adalah komunikasi dengan lawan jenis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Namun, saya cukup yakin bahwa masalah ini bukan milik saya semata.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bukannya mencari teman, tapi dari pengamatan saya, masalah komunikasi antara pria-wanita sering kali menjadi masalah dalam menjalin hubungan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hubungan dalam bentuk apa pun, pertemanan, pacaran bahkan suami-istri sekalipun.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Konon biang keladinya karena perbedaan kapasitas dan karakteristik otak antara dua jenis manusia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-15"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Saya sendiri bukannya tidak tahu atau tidak mengerti tentang bagaimana seharusnya memperlakukan wanita atau bagaimana wanita ingin diperlakukan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Setidaknya saya sudah merasa cukup tahu tentang teori-teori komunikasi dengan lawan jenis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Akan tetapi, teori adalah satu hal, sementara praktek dalam keseharian adalah hal lain.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ada faktor lain yang memiliki peranan dalam mempengaruhi komunikasi dengan lawan jenis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Karakter, ego atau latar belakang kehidupan masa lalu bisa dijadikan contoh.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan ‘ketaatan’ seseorang terhadap ajaran agama yang dianutnya bisa menjadi faktor yang cukup kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada dasarnya, saya dan mungkin juga banyak pria lain, adalah tipikal orang yang tidak suka dan tidak terbiasa berbasa-basi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kalau pun terpaksa harus melakukannya, akan sangat kentara sekali kalau saya sedang berbasa-basi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bagi saya ketika seseorang mengatakan ‘tidak’ berarti ‘tidak’ dan ‘ya’ berarti ‘ya’.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jika ternyata apa yang diucapkan di mulut dan di hati berbeda, itu bukan urusan saya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Apalagi mencoba bermain-main dengan ‘bahasa simbol’ dengan saya, kalaupun saya mengerti dengan ’simbol’ tersebut, saya tetap mengartikannya secara harfiah dan mencukupkan diri dengan arti yang harfiah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sampai dengan SMA kelas 2, saya hampir tidak pernah memiliki teman dekat seorang pun wanita.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Memang ada banyak teman wanita, tapi terbatas pada masalah-masalah pelajaran sekolah atau organisasi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Lebih dekat atau lebih intim dari itu, bisa dipastikan tidak pernah, apalagi sampai punya pacar.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sebagian besar teman-teman dekat saya adalah laki-laki.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan sebagaimana umumnya laki-laki, berbagai bentuk komunikasi verbal seperti obrolan, pujian atau bahkan celaan sekalipun jarang ‘dimasukan’ ke hati.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Nyelekit-nyelekit sedikit mah biasa, apalagi ketika SMA kelas 3, bisa dipastikan cela-mencela sudah menjadi bagian hari-hari saya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kadang-kadang celaan yang keluar sudah tidak dipikirkan lagi apakah menyakiti hati orang lain atau tidak.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Baru SMA kelas 3 saya memiliki teman-teman akrab wanita, karena belum terbiasa, saya tetap saja memperlakukan mereka seperti teman laki-laki saya yang lain.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sesekali nyela, ceplas-ceplos atau memberikan komentar-komentar yang tidak penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan tersebut berlangsung sampai sekarang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Barulah ketika kuliah saya sering mendapatkan teguran dari salah satu teman kuliah saya, seorang wanita tentunya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Pernah suatu kali dia memberitahu kalau sudah beberapa kali ucapan saya menyinggung perasaannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kali lain, saya juga pernah ‘diajari’ tentang bagaimana seharusnya memperlakukan wanita oleh salah seorang teman wanita saya, tapi tetap saja tidak merubah sikap saya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Akan lebih mudah jika saya yang diajak ngobrol atau disapa duluan daripada sebaliknya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dari pengalaman yang sudah-sudah pun seperti itu, teman-teman wanita yang menjadi akrab dengan saya bisa dipastikan adalah mereka yang menyapa saya duluan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Jika berhadapan dengan wanita yang saya sukai, bukannya tidak ingin menyapa duluan, tapi saya seringkali kehilangan akal, mau ngapain ya? mau ngomongin apa ya? saya kan tidak terbiasa basa-basi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Nanya kerjaan, udah tahu kerja di mana.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Nanya rumah, udah tahu alamatnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bahas organisasi, beda divisi, lagipula apa urusan saya dengan divisinya si dia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Lalu kalau SMS atau telpon, mau ngobrolin apa coba?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Apalagi selama ini saya tidak pernah menelpon atau SMS seseorang, entah wanita atau laki-laki, jika tidak ada urusan yang penting.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jika dengan teman-teman yang biasa saja sampai seperti itu, apalagi kepada wanita yang saya sukai.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Maka, jangan heran jika bertemu orang yang saya sukai, saya seringkali menjadi dingin, karena memang tidak tahu dengan apa yang harus diperbuat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Lebih mudah jika saya dan si ‘dia’ memang ada urusan, atau karena bertemu di jalan secara tidak sengaja, tapi tetap saja, obrolan saya tidak jauh-jauh dari urusan itu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kalau pun harus menyapa jika bertemu, paling juga pertanyaan “mau kemana?” “habis darimana?” sudah, selesai.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Akan tetapi, jika saya yang disapa duluan, saya bisa jadi orang yang SKSD…sok kenal, sok deket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sebutkan saja sifat-sifat yang tidak romantis, mungkin ada pada saya semua.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Cuek, tidak suka basa-basi, langsung pada pokok pembicaraan, jarang memuji, kurang perhatian.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan kepada wanita-wanita yang pernah saya ‘bidik’ untuk menjalin ‘hubungan serius’ sekali pun.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Terserahlah kata ‘hubungan serius’ itu diartikan apa, dulu mungkin pacaran, tapi sekarang mungkin pernikahan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Namun, sesungguhnya sejak dulu, bahkan sejak SMP pun, saya selalu berfikir untuk mencari istri, bukan pacar.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin karena memang sejak dulu tujuan saya mencari istri, saya nggak pernah dapat pacar.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hahaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Saya ingat betul, sebuah kejadian ketika zamannya masih suka nyari pacar dulu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Seseorang : “&lt;em&gt;Kang, udah ya, makasih mau bantu, mau pulang dulu…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Oh, iya, lagian udah malam…saya temenin nyebrang dan nungguin angkotnya ya?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Seseorang : “&lt;em&gt;Ah, nggak usah, bisa sendiri ini…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Oh, ya udah atuh…hati-hati…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dan saya membiarkan ’seseorang’ itu menyebrang sendirian.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sementara dia berjalan ke pinggir jalan untuk menyeberang, saya masih duduk.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Setelah menyaksikan ’seseorang’ itu menyeberang dengan selamat, saya pergi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan tidak terpikir untuk memastikan apakah ’seseorang’ itu sudah naik angkot atau belum, di malam hari.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Maka, ketika saya ceritakan soal kejadian itu kepada teman-teman saya, habislah saya diceramahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Teman : “&lt;em&gt;Ari maneh, kenapa nggak ditemenin nyebrang? kenapa juga nggak sekalian dianterin?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Yeee…dianya nggak mau, boro-boro nganterin, ditemenin nyebrang aja nggak mau!&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Teman : “&lt;em&gt;Duh, maneh mah, cewek tuh pengennya dipaksa, pengennya diperhatiin, mereka mah nggak mungkin langsung nge-iya-in aja permintaan kamu…namanya juga jaim.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mereka tuh pengennya kamu ngerti sendiri meskipun nggak diungkapin dengan kata-kata.&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Ih, salah siapa, pake jaim2 segala ke saya, kalau nggak mau mah ya udah, kalau emang mau bilang aja mau, ribet amat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Trus, gimana saya bisa ngerti kalau dianya nggak ngomong? Udah jelas-jelas saya dengernya ‘nggak usah’.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Emang ada arti lain dari kalimat itu? Lagian gimana coba kalau memang dia nggak mau?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Teman : “&lt;em&gt;Kalau emang dia nggak mau pun, setidaknya dengan kamu maksa-maksa dia, dia ngerasa diperhatiin…dia ngerasa dibutuhkan…ngerasa diistimewakan&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Yee, udah tau saya teh paling males maksa-maksa…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Teman : “&lt;em&gt;Euh, maneh mah…pantesan jomblo melulu!&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Ah, biarin weh…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saat lainnya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Eh, tunggu sebentar, nanti siang ada waktu nggak, ada yang mau diobrolin, penting…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dia : “&lt;em&gt;Duh, maaf, nggak bisa, lagi sibuk…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Oh, ya udah…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dan saya pergi begitu saja, tanpa pernah meminta lagi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Perkara apakah si ‘Dia’ bakalan penasaran atau tidak, itu sih bukan urusan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pernah juga ada seorang wanita SMS saya, yang jelas saya ‘tidak tahu’ wanita tersebut, karena nomornya tidak terdaftar di phonebook HP saya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;SMS tersebut saya balas…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“&lt;em&gt;Eh, ini siapa ya? maaf, saya nggak kenal nomornya, di phonebook saya nggak tercatat…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tidak lama kemudian, wanita tersebut membalas SMS saya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“&lt;em&gt;Ayooo, coba tebak, siapa…? kalau nggak bisa tebak, ntar dibilang jelek!!&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dan…jawaban saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“&lt;em&gt;Ah, udah biasa dibilang jelek…!&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mau ngasih tahu nggak?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Setelah itu, tidak pernah ada lagi sms dari nomor tersebut.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin jawaban tersebut terkesan jutek.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ya, sudah, saya hapus saja…beres!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karena sifat tidak romantis juga, seringkali muncul bermacam-macam ‘ajakan’ untuk menikah dalam pikiran saya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan bisa dipastikan, ‘ajakan’ itu tidak bisa disebut romantis, bahkan terkesan lurus-lurus saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Eh, Neng, mau nemenin saya nggak?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Si Eneng : “&lt;em&gt;Ke mana kang?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Ke KUA neng…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Si Eneng : “&lt;em&gt;Ngapain ke KUA kang…?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Yang jelas mah bukan mau jualan bakso atau maen gapleh di sana atuh neng…!&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;SI Eneng : “&lt;em&gt;Terus ngapain atuh kang…?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Nikah, mau nggak?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Si Eneng : “&lt;em&gt;Oh, hayu atuh kang…&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Atau mungkin seperti dialog yang satu ini jika bertemu seorang wanita cantik yang baru pertama kali saya temui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Teteh, nama saya Donny, teteh sudah menikah?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Si Teteh : “&lt;em&gt;Emang kenapa gitu?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Jawab aja atuh teh…!&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Si Teteh : “&lt;em&gt;Belum.&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Kalau calon suami atau pacar gitu?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Si Teteh : “&lt;em&gt;Emang kenapa sih? kok nanya-nanya itu?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Ya, jawab aja dulu lah…!&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Si Teteh : “&lt;em&gt;Nggak punya juga, kenapa sih?&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Donny : “&lt;em&gt;Gini Teh, saya lagi nyari wanita yang nyuri tulang rusuk saya, dan saya curiga Teteh pelakunya, soalnya ciri-cirinya memang mirip sama Teteh&lt;/em&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dan setiap saya konfirmasikan kepada teman-teman wanita saya, bagaimana seandainya saya melakukan itu, sebagian besar menyarankan “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;jangan pernah melakukan itu!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” Hehehe.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Padahal kalau dipikir-pikir, kan seru ya?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tapi memang ada masalah lain, soal keberanian, ini yang ternyata jadi masalah buat saya juga.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu, aslinya saya memang pemalu sekali jika berhadapan dengan wanita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bukan rahasia lagi jika wanita terkesan berbelit-belit dalam menyelesaikan masalah, karena seringkali melibatkan perasaan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hal-hal yang menurut laki-laki sebetulnya sederhana, seringkali jadi ribet.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Belanja yang oleh laki-laki hanya bisa dilakukan 5 menit, bisa jadi 50 menit.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Gara-gara salah ucap, bisa seharian uring-uringan, meskipun laki-laki sudah berkali-kali minta maaf.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hanya gara-gara lupa mengucapkan selamat ulang tahun, bisa menangis tak henti-henti.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Itulah sebabnya, saya sering memelesetkan lagu ADA Band yang berjudul ‘&lt;strong&gt;Karena Wanita Ingin Dimengerti&lt;/strong&gt;‘ menjadi ‘&lt;strong&gt;Karena Wanita Ingin Dimarahi&lt;/strong&gt;‘. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Itu pula alasan saya memberi judul tulisan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Satu lagi bahasa wanita yang tidak atau sulit dipahami oleh laki-laki.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Menangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Meskipun, saya berpendapat bahwa menangis adalah salah satu bentuk egoisme wanita.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Coba saja lihat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Marah sedikit, nangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kurang suka sesuatu, nangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sudah jelas-jelas kalau sedih, pasti nangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tidak setuju, nangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tersinggung sedikit, nangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Malu sedikit, nangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ingin makanan, nangis.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan, dapat duit banyak pun, menangis juga…aneh.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Lebih aneh lagi, sebagian besar laki-laki takluk oleh tangisan wanita ini, luar biasa.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan berdasarkan pengamatan saya, setiap laki-laki akan memilih salah satu dari pilihan berikut ini : mengalah dan berusaha merayu wanita tersebut, atau…bingung!&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jika laki-laki yang meninggalkan istri atau pacarnya menangis sendirian, bisa jadi dia termasuk kategori yang kedua, laki-laki yang bingung.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Atau mungkin ada satu lagi yang terpikir oleh saya untuk dilakukan, membelikan balon atau permen supaya tidak menangis lagi!&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(emangnya anak kecil?) Ya, tapi kan nantinya wanita tersebut akan bosan juga setiap menangis dibelikan balon atau permen.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Iya kan? iya kan? Hehe.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Eh, tapi kalau saya melakukan itu, kok rasanya malah jadi seperti Mr. Bean ya? Hihihi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;S 3 K 3 L 0 4. 011107.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;02.08.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;NB : Ya Allah, udah November lagi…ck ck ck.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2081997199957512179?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2081997199957512179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2081997199957512179&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2081997199957512179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2081997199957512179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/11/karena-wanita-ingin-dimarahi.html' title='Karena Wanita Ingin Dimarahi'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-7171051383530979013</id><published>2007-10-31T20:38:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T21:19:44.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Lebaran Yang Lucu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Lebaran 1428H yang telah lalu barangkali merupakan lebaran yang paling lucu buat saya dan mungkin juga bagi keluarga saya. Meskipun pada awalnya seluruh anggota keluarga diliputi kebingungan dengan terjadinya lagi perbedaan keputusan berlebaran antara pemerintah dengan beberapa ormas, diantaranya dengan Muhammadiyah. Seperti biasa, yang menjadi sumber perbedaan tersebut adalah metode pengambilan keputusan yang digunakan oleh pemerintah dan Muhammadiyah. Pemerintah dengan ru'yatul hilal-nya, dan Muhammadiyah dengan hisab ditambah kriteria wujudul hilal-nya. Namun, keduanya meyakini bahwa metode yang digunakan bisa dipertanggungjwabkan secara hukum syariat dan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" moretext="" alt="More..." title="More..." class="mce_plugin_wordpress_more" name="mce_plugin_wordpress_more" height="10" width="100%" /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun-tahun sebelumnya, saya dan keluarga biasanya mengikuti Muhammadiyah, entah awal ramadhan, lebaran maupun ber-idul adha. Ibu saya yang dibesarkan di lingkungan Muhammadiyah menjadi salah satu alasannya, sementara ayah saya biasanya mengikuti ibu, begitu pula anak-anaknya, termasuk saya. Akan tetapi, belakangan ini, pendapat-pendapat saya juga sudah mulai dipertimbangkan. Mungkin mereka menyadari bahwa saya sudah bukan anak kecil lagi, apalagi orang tua saya juga mengetahui minat saya mempelajari Islam. Pengetahuan saya tentang isyu-isyu dunia Islam yang sedikit lebih banyak dibandingkan seluruh anggota keluarga juga menjadikan omongan saya 'didengar'. Bahkan adik saya pernah menyarankan kepada saya untuk menjadi ustadz atau dai saja, sementara saya hanya garuk-garuk kepala saja mendengarnya, meskipun tidak ada yang gatal. Karena bagi saya lebih mudah untuk menulis seharian daripada berbicara di depan umum 10 menit, apalagi berjam-jam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keluarga saya biasanya terbuka dengan permasalahan-permasalahan semacam ini, tidak jarang terjadi perdebatan kecil antara saya dengan ayah, dengan ibu atau dengan adik. Paling sering dengan ibu, mungkin karena selama ini, ibu memang lebih mengerti tentang agama dibandingkan ayah dan anak-anaknya. Belakangan, setelah sedikit demi sedikit pengetahuan tentang Islam masuk ke dalam diri saya, seringkali saya menjadi seorang pengkritik terhadap ibu. Sementara ayah biasanya percaya dan nurut saja dengan penjelasan yang diberikan oleh saya, ibu atau adik, mungkin menyadari keterbatasan dirinya dalam bidang agama. Akan tetapi, tujuan kami sebenarnya baik, berdiskusi untuk menentukan keputusan terbaik, minimal bagi keluarga kami. Namun, toh, tidak pernah terjadi perasaan sakit hati diantara kami, karena diskusi yang dilakukan juga dilakukan dalam suasana sebuah keluarga yang dilakukan secara santai namun tetap serius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mentang-mentang sudah membaca buku 'Fiqih Astronomi' karya &lt;a target="_blank" mce_href="http://t-djamaluddin.spaces.live.com/" href="http://t-djamaluddin.spaces.live.com/"&gt;Thomas Djamaludin&lt;/a&gt; sejak 2 tahun yang lalu, saya mulai jadi 'sok tahu'. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan penulis mengenai permasalahan penentuan awal bulan dalam Islam. Dari buku tersebut juga saya mengetahui tentang hilal, ru'yat dan hisab, serta kriteria-kriteria yang dipakai dalam pengambilan keputusan untuk menentukan awal bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakalanya mengetahui tentang sesuatu tidak selalu memudahkan. Apa yang terjadi pada saya setelah membaca buku tersebut adalah sebuah kebingungan. Bukan terhadap isi buku tersebut, tapi pada bagaimana sebaiknya bersikap atau memilih. Jika dulu, sebelum tahu dalil-dalil atau metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan, saya tinggal mengikuti saja mau lebaran kapan pun tidak ada beban. Namun, sekarang, setelah mengetahui ilmu yang sedikit itu, saya merasa tidak bisa lagi bersikap seperti itu. Barangkali karena baru tahu sedikit itulah saya menjadi bingung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ke-sok tahu-an saya mulai akut ketika menjelang lebaran yang lalu saya 'mengeluarkan fatwa' untuk berlebaran pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007, kepada keluarga saya. Itu artinya, untuk lebaran kali ini keluarga kami 'cerai' dulu dari Muhammadiyah. Bukan tanpa alasan saya memutuskan untuk berlebaran hari sabtu. Sebuah tulisan di majalah Risalah keluaran PERSIS cukup meyakinkan saya bahwa hari Kamis (11/10/07), hilal tidak mungkin terlihat di Indonesia, meskipun sebetulnya Muhammadiyah pun sudah jauh-jauh hari mengatakan bahwa hilal memang mustahil terlihat saat itu, karena syarat-syarat terlihatnya hilal memang tidak terpenuhi. Selain itu, fatwa MUI yang memerintahkan setiap umat Islam untuk mengikuti dan mentaati pemerintah menjadi alasan yang cukup kuat bagi saya untuk 'mengeluarkan fatwa' itu. Yang terakhir adalah dalil-dalil dari hadits-hadits sahih yang memerintahkan untuk berpuasa ketika melihat hilal dan berbuka jika melihat hilal. Demi agar lebaran yang saya lakukan sesuai dengan syariat Allah dan Rasul-Nya. Meskipun, yang sesungguhnya terjadi, saya merasa sudah 'mengkhianati' akal dan keyakinan saya sendiri, karena sesungguhnya saya lebih meyakini metode pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Muhammadiyah dengan hisab dan kriteria wujudul hilal-nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Resikonya sama saja. Jika Muhammadiyah benar, maka ada jutaan orang yang shaum di hari raya, yang hukumnya Haram. Jika pemerintah benar, ada jutaan orang lainnya yang tidak shaum sehari di bulan Ramadhan. Padahal, meninggalkan shaum sehari saja, tidak bisa diganti oleh shaum yang dilakukan sepanjang tahun. Tidak mungkin keduanya benar, mesti ada salah satu yang salah. Oleh karena itu, perkara ini memang bukan perkara yang mudah dan main-main. Menyadari hal inilah, saya kemudian merasa agak 'menyesal' juga jadi tahu ilmunya meskipun sedikit, sebab itu berati saya tidak bisa lagi asal ikut-ikutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya selalu meyakini bahwa ilmu pengetahuan dan syariat itu tidak mungkin bertentangan. Keduanya saling mengisi atau saling menguatkan. Itu lah yang sesungguhnya terjadi dengan hisab dan hilal. Dengan hisab, kita bisa mengetahui kapan sesungguhnya hilal bisa terlihat. Perbedaan keputusan yang terjadi saat ini sesungguhnya karena perbedaan kriteria antara sesama pengguna hisab saja. Padahal, prediksi mengenai kapan terjadinya gerhana bulan atau matahari, tidak pernah meleset. Jika ingin mengetahui kapan terjadinya gerhana, tanyakan saja pada ahli hisab! Bagaimana bisa meleset jika mataharinya itu-itu juga, bulannya itu-itu juga, planet-planetnya yang itu-itu juga, pergerakannya dari hari ke hari, ya begitu-begitu saja. Dengan bantuan hisab pula saya meyakini bahwa sebagian umat Islam yang melakukan shalat ied pada hari Kamis(11/10/07), diantaranya kelompok An-Nadzim di Gorontalo dan Tariqat Naqsabandiyah di Padang, sudah melakukan kesalahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Singkatnya, setelah mendengar keputusan sidang Isbath Departemen Agama di televisi, seluruh keluarga menyepakati untuk berlebaran hari Sabtu, meskipun saya pun tahu bahwa ibu sesungguhnya merasa tidak nyaman dengan keputusan itu. Begitu juga adik bungsu saya yang uring-uringan, karena baginya, itu berarti dia harus shaum sehari lagi, padahal dia sudah malas shaum dan ingin segera berlebaran. Ah, dasar, alasan yang tidak ilmiah. Hanya saya, ayah dan &lt;a target="_blank" mce_href="http://profiles.friendster.com/12460511" href="http://profiles.friendster.com/12460511"&gt;adik perempuan saya&lt;/a&gt; yang cukup mantap dengan keputusan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti biasa, menjelang shubuh, ibu menyiapkan sahur, sebuah pertanda bahwa keluarga kami akan melaksanakan shaum sehari lagi. Dalam bayangan saya, keluarga kami akan shaum hari itu. Nyatanya tidak demikian. Setelah shalat shubuh, ibu memohon ijin untuk pergi ke pasar bersama kakaknya. Sementara saya, karena tidak tidur semalaman gara-gara 'berantem' dengan puluhan nyamuk, memutuskan untuk tidur 1 jam kemudian. Setelah itu, saya tidak tahu apa yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya terbangun sekitar pukul 10 karena suasana rumah yang rasanya lebih ramai daripada biasanya. Ternyata sanak keluarga dari pihak ibu yang memang tinggalnya berdekatan sedang berkumpul di rumah kami. Dan betapa terkejutnya saya ketika melihat adik bungsu saya sedang makan ketupat dan opor ayam kiriman dari uwak saya. Ternyata, ketika pergi ke pasar bersama kakaknya, ibu mendapati bahwa di lapangan Sempur Bogor ramai oleh orang yang akan melakukan shalat ied hari itu. Karena saya tahu ibu merasa tidak nyaman berpuasa hari itu, saya cukup memahami keputusannya untuk mengikuti shalat ied hari itu. Lalu bagaimana dengan adik bungsu saya? Setelah mendapatkan penjelasan tentang hari tasyrik atau 'hari yang meragukan' dari paman saya yang lulusan Gontor, adik saya sangat senang, karena itu dia cukup mantap untuk membatalkan shaumnya. Atau bisa dikatakan dengan sangat bahagia melakukannya. Sementara ayah saya pun pada akhirnya menuruti paman saya tersebut dan membatalkan shaumnya juga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya pun sempat merasakan kebimbangan yang sangat antara membatalkan atau melanjutkan shaum, karena saya pun mengetahui perihal 'hari yang meragukan' itu. Rasulullah pernah memerintahkan untuk tidak melakukan shaum di hari-hari yang dianggap meragukan. Namun, setelah meyakinkan diri, saya tetap melanjutkan shaum, begitu pula adik perempuan saya. Maka, jadilah lebaran kali ini sebagai lebaran yang paling berantakan bagi keluarga saya, sekaligus lucu, karena saya sendiri malah ingin tertawa ketika mengalami hal tersebut. Dipikir-pikir, memang lucu, barangkali hanya keluarga saya saja yang mengalami kejadian semacam itu dan tidak menjadikan pengalaman itu sebagai suatu masalah yang besar. Ibu tidak memaksa kami untuk berlebaran hari itu, begitu pula saya pun memahami kegelisahan ibu, atau adik bungsu saya yang mendapatkan 'alasan yang tepat' untuk membatalkan shaumnya, semuanya saling menghargai dan menghormati keputusan yang diambil. Barangkali dalam pikiran kedua orang tua saya, "&lt;i&gt;toh, kalian sudah besar...apa yang kalian lakukan akan menjadi tanggung jawab kalian sendiri.&lt;/i&gt;"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenyataannya, bagi kami, lebaran kapan pun sama saja, yang penting kami bisa berkumpul dan bersilaturahmi hari itu. Kadang-kadang makanan pun seadanya. Seadanya dalam arti yang sesungguhnya, karena saya sendiri pernah mengalami berlebaran hanya makan mie instan, karena memang itu yang ada. Tidak ada ketupat atau opor ayam atau pun makanan-makanan ringan khas lebaran. Dan sudah sejak lama saya tidak pernah membeli baju baru di hari lebaran. Jangankan lebaran, di hari lain pun sudah lama saya tidak membeli pakaian baru. Pakaian yang saya gunakan untuk shalat ied yang lalu pun merupakan pakaian pinjaman dari ayah saya. Barangkali, bisa juga diartikan sebagai bentuk protes saya terhadap tradisi yang selama ini melekat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya sendiri, saya mencoba memahami lebaran dari esensinya. Hari kemenangan. Hari bagi mereka yang berhasil menundukan dirinya dari penguasaan hawa nafsu. Tidak makan, minum dan melakukan hubungan seks di siang hari, baru tahap yang paling mudah untuk dilakukan. (&lt;i&gt;Eh, ralat, saya tidak tahu apakah menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks di siang hari itu mudah atau tidak, belum pengalaman soalnya&lt;/i&gt;). Akan tetapi, Ramadhan yang lalu mengajarkan saya bahwa sesungguhnya ada hal yang lebih penting untuk dilakukan. Mengendalikan hawa nafsu. Dan saya menyadari betul sudah berkali-kali terjerumus untuk memuaskan hawa nafsu tersebut, bahkan di bulan Ramadhan sekali pun. Lalu apa hak saya 'berpesta' di hari kemenangan itu jika saya sendiri termasuk orang-orang yang kalah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak menyalahkan siapa pun perihal 'kekacauan' lebaran yang telah lalu atau pun yang mungkin akan terjadi di masa mendatang. Tidak Muhammadiyah, tidak pemerintah, tidak NU atau PERSIS. Bagaimana pun, mereka sudah berusaha untuk melakukan tugasnya dengan baik dan dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ketentuan syariat. Saya menilai semua itu sebagai proses yang mungkin masih cukup panjang untuk dilalui sebelum akhirnya mencapai kata sepakat. Saya pun bersyukur mengetahui perihal niat baik mereka untuk berdialog satu sama lain, yang sudah berkali-kali dilakukan, meskipun belum mencapai kata sepakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangkali yang patut disalahkan adalah kita, sebagian besar umat Islam, yang sudah berkali-kali mengalami perbedaan hari lebaran, tapi masih masa bodoh dan membiarkan dirinya untuk tidak mau tahu-menahu perihal ilmu-ilmu yang berkaitan dengan shaum atau lebaran tersebut. Dan ketika perbedaan itu terjadi lagi, kita hanya bisa mengeluh, menyalahkan dan memaki '&lt;i&gt;Aduuh, lebarannya kenapa beda lagi sih? nggak rame kan?&lt;/i&gt;' Untungnya, lebaran memang bukan untuk orang-orang yang menginginkan 'keramaian', tapi untuk mereka yang berhasil mengendalikan hawa nafsu dan menjadikan dirinya lebih takwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi, dari pengalaman lebaran yang lalu, untuk selanjutnya saya memilih untuk 'rujuk' kembali dengan Muhammadiyah. Karena ternyata, kejadian hari itu malah menyulitkan saya dan keluarga dalam menjalani shaum atau pun lebaran dengan khusyu. Ada perasaan ragu-ragu dan was-was, padahal sesungguhnya Islam mengajarkan untuk meninggalkan sesuatu yang meragukan. Barangkali, itulah sebabnya Allah melalui Rasulullah memerintahkan untuk tidak shaum di hari yang meragukan, karena ternyata memang menyulitkan bagi yang menjalaninya. Maha Suci Allah. Setelah kejadian itu, saya hanya berharap semoga Allah mengampuni kesalahan yang mungkin saya dan keluarga saya lakukan. Amiin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;S 3 K 3 L 0 4. 311007. 02.02.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-7171051383530979013?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/7171051383530979013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=7171051383530979013&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7171051383530979013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7171051383530979013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/10/lebaran-yang-lucu.html' title='Lebaran Yang Lucu'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-7278262430731206974</id><published>2007-10-24T21:09:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T21:56:22.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pb2007'/><title type='text'>Pesta Blogger, Pesta Orang-orang Besar</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.pestablogger.com/"&gt;&lt;img src="http://www.pestablogger.com/wp-content/uploads/2007/09/button-pb-001.jpg" alt="Pesta Blogger 2007" style="border-style: none;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, saya akan menghadiri acara &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger&lt;/a&gt; yang bertajuk '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suara Baru Indonesia&lt;/span&gt;', tanggal 27 Oktober 2007, di Blitzmegaplex, Jakarta.  Di &lt;a href="http://pestablogger.com/peserta/"&gt;daftar peserta sementara&lt;/a&gt; saya berada di nomor urut 70, atau cari saja di urutan abjad D.  Kehadiran saya di sana sebagai salah satu perwakilan dari komunitas &lt;a href="http://blog.muslimblog.net/"&gt;Muslimblog&lt;/a&gt;.  Dimana saya terdaftar sebagai anggota milis komunitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain saya, anggota lain yang sudah dipastikan akan hadir antara lain &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span class="q" id="q_115d257bf843c6d6_1"&gt;&lt;a href="http://edittag.blogspot.com/"&gt;gushery&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://penakayu.blogspot.com/"&gt;Yons Revolta&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://blog.iqbalir.com/"&gt;Iqbal&lt;/a&gt;, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;a href="http://dirgaa.com/"&gt;hika&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;a href="http://peduli.multiply.com/"&gt;Kosi&lt;/a&gt;, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;a href="http://blog.unisa81.net/"&gt;eni&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.unisa81.net/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://fmayaa.blogspot.com/"&gt;Maya&lt;/a&gt;.  Itu yang mewakili Muslimblog.  Belum lagi anggota muslimblog yang mewakili komunitas lain seperti  &lt;a href="http://jonru.multiply.com/"&gt;Jonru&lt;/a&gt; atau yang menjadi panitia semacam &lt;a href="http://lita.inirumahku.com/"&gt;Lita Mariana&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri belum tahu pasti akan bagaimana atau seperti apa nantinya acara tersebut.  Akan tetapi, berdasarkan pengamatan saya selama ini, para penggagas dan peserta yang sudah terdaftar bukanlah orang-orang yang sembarangan.  &lt;/span&gt;&lt;span class="q" id="q_115d257bf843c6d6_1"&gt;Barangkali orang yang sembarangan itu hanya saya :))  &lt;/span&gt;&lt;span class="q" id="q_115d257bf843c6d6_1"&gt;Mereka adalah orang-orang yang memiliki cita-cita besar dan gagasan besar untuk memajukan Indonesia.  Idealnya, jika orang-orang besar berkumpul akan menghasilkan 'sesuatu yang besar' dan 'membesarkan'.  Dari tema-nya saja, sudah tergambar apa yang menjadi 'keinginan' para penggagasnya.  Mudah-mudahan dari acara tersebut memang benar-benar menghasilkan 'sesuatu yang besar'.  Dan mudah-mudahan juga hasilnya memang '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suara Baru Indonesia&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DU. 241007. 21.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-7278262430731206974?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/7278262430731206974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=7278262430731206974&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7278262430731206974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7278262430731206974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/10/pesta-blogger-pesta-orang-orang-besar.html' title='Pesta Blogger, Pesta Orang-orang Besar'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-888556972021354916</id><published>2007-10-22T23:17:00.000+07:00</published><updated>2007-10-22T23:19:08.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ngelemesin Jari</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;p&gt;Cuma penasaran…&lt;strong&gt;ADA YANG KANGEN SAMA SAYA NGGAK  YA&lt;/strong&gt;? Yang kangen…&lt;strong&gt;NGACUNG!!&lt;/strong&gt; Hehehe…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lumayan juga melancong sebulan, setidaknya saya jadi tahu satu hal dari beberapa hal…ternyata saya sudah dijajah sama teknologi yang namanya internet dan barang yang namanya komputer!! Saya benar-benar ’sakaw’ sama yang namanya internet, makan tak enak, minum pun terasa tak nikmat…untung aja bulan puasa :p Selama sebulan ‘menjelajahi’ Sumatera, saya merasa betul sulitnya akses internet di pulau tersebut. Bahkan di kota-kota besar macam Pekan Baru dan Palembang pun saya kesulitan mendapatkan akses internet. Sekalinya ada…Doh! Lambat benerrr…meskipun nggak selambat keong ngangkut barbel sih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini rencana saya beberapa hari atau mungkin beberapa minggu ke depan :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bikin laporan pertanggungjawaban ke perusahaan yang ‘nyewa’ saya, supaya rupiah cepet masuk rekening gitu…:D&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baca seluruh email, atau kalau males, ngehapusin email-email yang masuk yang jumlahnya mencapai 2000 lebih, &lt;em&gt;and still counting&lt;/em&gt; &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bikin beberapa tulisan yang selama sebulan ini mengendap di kepala + bikin&lt;em&gt; review&lt;/em&gt; buku yang baru selesai saya baca, tapi minus catatan perjalanan, soalnya mau dibikin pake gaya-gaya novel gitu dehhh…&lt;em&gt;gaya pisan nya&lt;/em&gt;? :p  Buat fans-fans tulisan saya, tenang aja…tetep di upload kok.  (Ouch! Donny…!!!&lt;em&gt;please deeehhh&lt;/em&gt;, gk usah ke-GR-an!!)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngelanjutin bikin &lt;em&gt;theme&lt;/em&gt; &lt;a href="http://www.kronologger.com/"&gt;kronologger&lt;/a&gt;, ngelanjutin develop &lt;a href="http://pojokelas.net/"&gt;pojokelas.net&lt;/a&gt;, ngelanjutin develop &lt;a href="http://donnyreza.net/"&gt;donnyreza.net&lt;/a&gt;, ngerancang situs &lt;a href="http://ssgcibeunying.wordpress.com/"&gt;ssg cibeunying&lt;/a&gt; atau mungkin juga sekalian memperkaya content situs relawan &lt;a href="http://www.rumahzakat.org/"&gt;rumah zakat&lt;/a&gt;.  Masalahnya cuma 1, waktu saya mepet banget nih…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rencana migrasi &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/"&gt;katapengantar&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;blogger&lt;/a&gt; ke &lt;a href="http://pojokelas.net/"&gt;pojokelas.net&lt;/a&gt; atau ke &lt;a href="http://donnyreza.net/"&gt;donnyreza.net&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Upload foto-foto sewaktu melancong dan silaturahmi sama teman-teman SMA.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghadiri acara &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;pestablogger&lt;/a&gt; di blitzmegaplex Thamrin, Jakarta.  Mewakili komunitas &lt;a href="http://komunitas.muslimblog.net/"&gt;muslimblog&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bikin program kerja divisi kaderisasi SSG Cibeunying. Tugas yang cukup berat. Dodol-nya saya…!! saya malah mengajukan diri untuk jadi koordinator (lagi) di divisi tersebut. Padahal di periode sebelumnya…GAGAL!! eh, salah…belum sukses!! &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merancang dan mengumpulkan bahan untuk beberapa &lt;em&gt;project&lt;/em&gt; yang akan saya simpan di &lt;a href="http://pojokelas.net/"&gt;pojokelas.net&lt;/a&gt;.  Lumayan juga, selama beberapa hari belakangan terpikir untuk memperkaya situs tersebut yang rencananya memang untuk mengasah &lt;em&gt;skill&lt;/em&gt; PHP saya, sesuai dengan tujuan dari komunitas &lt;a href="http://ruangkopi.com/"&gt;RuangKopi&lt;/a&gt;.  Tapi…saya udah lupa lagi &lt;em&gt;coding&lt;/em&gt; nih…gawat!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apalagi ya…? Oh, iya…Membekukan dulu rencana nikah…sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan atau sampai sudah pasti jodohnya kali ya? :p Stress juga bikin target nikah tapi nggak tercapai, kelakuan saya jadi aneh gitu…:)) Ya, ganti fokus dulu lah…alhamdulillah, selama sebulan lebih ini saya nggak terlalu dapat &lt;em&gt;pressure&lt;/em&gt; soal nikah ini, jadinya bisa lebih rileks dan nggak terlalu &lt;em&gt;kabita&lt;/em&gt;, tapi kalo emang bisa segera, ya…bagus lah! :))&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan klasifikasi phonebook HP saya yang jumlahnya mencapai angka 300. Gara-garanya, belakangan ini sering salah kirim SMS, jadi malu…^.^&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beli beberapa barang untuk keperluan komputer saya yang sudah saatnya untuk di &lt;em&gt;upgrade&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;service&lt;/em&gt; dan…DIBANTING!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayar utang ke beberapa orang, sekaligus juga mau nagih utang…:p Buat yang punya utang, siap-siap!! &lt;em&gt;I’m coming…&lt;/em&gt;!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TAUBATAN NASUHA&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;meureun&lt;/em&gt; &lt;em&gt;nya&lt;/em&gt;? Pas idul fitri kemarin, kerasa banget banyak dosa nya…tapi nggak tahu &lt;em&gt;kudu kumaha&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jualan lagi, jaga warnet lagi dan…bingung lagi :))&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, dengan segala kerendahan hati saya…mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau tulisan ini tampak &lt;em&gt;ngaco&lt;/em&gt;, maklum lah, udah sebulan nggak tulas-tulis, jadi perlu penyesuaian lagi.  Lagipula, &lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; kali ini &lt;em&gt;mah&lt;/em&gt; cuma buat ngelemesin jari aja yang udah hampir sebulan nggak dipake ngetik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buat seluruh sahabat, rekan, saudara…&lt;em&gt;&lt;strong&gt;TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.  Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.  Amiin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan…sebagai persembahan dari saya, selamat menikmati (lirik) lagu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Drive&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dari &lt;strong&gt;Incubus&lt;/strong&gt; berikut ini…(anggap aja lagunya kedengeran ya? :p )&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Whatever tomorrow brings, I’ll be there,&lt;br /&gt;with open arms and open eyes…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;DU. 221007. 22.54.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NB : BT ih, warnet sebelah kostan pindah gk bilang-bilang :((&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-888556972021354916?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/888556972021354916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=888556972021354916&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/888556972021354916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/888556972021354916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/10/ngelemesin-jari.html' title='Ngelemesin Jari'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-4835681905972045055</id><published>2007-09-10T22:50:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T22:53:17.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>8 September 2007</title><content type='html'>00:11 Dani Birama&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;met malam ayangku...dirgahayu bwt engkong dony. smoga mrh rezeki, cita2 tercapai, sehat selalu; slalu dlm lindungan 4JJ1n ga lupa dgn traktirannya. amien. trusin tdurnya ya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Amien. Makasih ayangku...:p Yee, gk tidur kok :p orang mau jaga warnet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00:22:38 SMS from Riyantini :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Asw...oh y meef tgh malam nanya he..2x. Kg Doni ada kbr ktny dulu gk nyampe rumah ai? nyasar gt? masa seh? bner gt? dah ah tidur lagi ah :o zzzzz&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Waslm.  Gk kok, nyampe, isyu dari mana tuh?&lt;br /&gt;Haduh!! kirain mo ngucapin met ultah...kekeke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00:39:10 SMS from Thez :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Met Ultah ya Bro, smg panjang umur, shat selalu, enteng rjki, n segera menemukan ukhti yg terbaik tuk jadi pendamping hdp, amin.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;  Thanks Bro.  Tadinya gua kirain dah nemu ukhti yang nyembunyiin tulang rusuk gua, ternyata dia juga dicurigai nyembunyiin tulang rusuk orang lain. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04.28:10 Irma SMS :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Ada yg milad,,ada yg milad,,makan makan,,traktir traktir =D hhe,, met milaD, kang,,smo9a sgera dpertemukan dgn bidadarinya,,^^v dilancarin sgala urusan =)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Makasih Im, mau traktir di mana? tapi ajak-ajak teh ***** ya? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05:01:20 SMS dari Oci :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dlm doaku subuh ini kau mnjelma langit yg smalaman takmmejamkn mata, yg meluas bening siap mnerima chy pertama, yg mlengkung hening krn akn mnerima suara-suara...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Kok tau saya gak tidur semalaman? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05:26 SMS from EQ :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Met ultah brother&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; &lt;i&gt;Thanks Brother&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05:51 &lt;i&gt;My Lovely Father&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;A slmt ultah ka 25 nya.  Mudah2an sagala cita2 aa sing kenging karidloan ALLAH. Kalawan dipasihan sehat + panjang umur. Amiiin,,,,,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Amiin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06:01:07 Poedji said,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;True friendship is like sound health;the value of it is seldom known until it is lots. Happy Birthday...my frenz&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; &lt;i&gt;Thanks, my frenz...;)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06:56:44 Arytha said,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;08.09.2007 10:00 Assalamu'alaykum.Wr.Wb selamat milad, kang donny. Semoga sgla keinginan positif yang kang donny inginkan, dikabulkan 4JJ1.Kpn nikah? Hehe.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Amien...tapi kok jam 10.00 sih? dikirimnya kan jam 7 kurang :p Nikah? eu...;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07:47:49 Raihana,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;wilujeung tepang taun.mudah2an aya dina kawilujeungan sareung aya dina tangtayungan Allah SWT Amien...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Haha, &lt;i&gt;kawilujeungan teh naon sih?&lt;/i&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08:54 Oecoep&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Boss met ultah y, smoga,,,smoga,,,ente teu milu k dufan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Makasih boss, &lt;i&gt;teu bisa euy, keur riweuh didieu&lt;/i&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11:53:24 Oci lagi&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang takhenti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;15:21:44 Lagi-lagi Oci&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ngibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;15:38:20 &lt;i&gt;My Lovely Sister&lt;/i&gt;, Nenti...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;A, selamat ulang tahun nya. Sing dilancarkeun rejeki + jodona, cenah mamah tos hoyong jadi nini. He3. Sing dikiatkeun iman + sehat lahir batin, aamiin...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Haha, saya hampir saja tertawa terbahak-bahak selepas shalat ashar baca SMS ini :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18:49:10 WIT Nana SMS&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Aslm.wr.wb, mat milad ya, pnjng umur + disayang 4JJ1 &amp; hambaNya, mdh rizq, enteng jdh, amin. &lt;/i&gt;(atas permintaan Nana, ada yang saya potong, demi kerahasiaan :) )&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; disayang 4JJ1? oh, &lt;i&gt;so sweet...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18:57:29 Oci Lagi Oci Lagi&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Magrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan kecil itu, menyusup di celah-celah jendela dan pintu, dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Lha, kok magribnya jam 7 kurang sih? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22:06:58 Masih Oci&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dlm doa malamku kau mnjelma denyut jantungku, yg dengan sabar bersitahan trhdp rasa sakit yang entah batasnya, yg setia mengusut rahasia demi rahasia, yg tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku.  Aku mengagumimu, itu sbabnya aku takkan pernah slesai mendoakan kslamtanmu ("Dalam Doaku" - Sapardi Djoko Damono)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Nah Loh, kirain puisi buatan sendiri :p ternyata dari si kakek romantis ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22:07:31 Oci keneh wae...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sgala mimpimu, smoga terwujudkan. Sluruh harapmu, smoga terpenuhi. Stiap langkahmu, smoga diberkahi 4w1. Met milad ke-25, Kakek! Sing hade lampah sajatining hirup...:)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Amien...amien...amin...Nenek! :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:01:17 Amy SMS,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Alles gute zum geburtstag! joyeux anniversaire-&gt; Happy bday 2u...wishing u a bday filled with all good things...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Thanks, &lt;i&gt;pokona kitu wae lah&lt;/i&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telat 2 hari, Denziro SMS&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Waduh waduh boga babaturan teh geus karolot geuningnya, komo aya hiji anu beuki kolot, hehe...met ulang tahun nya don...di doakeun cing sagala weh pokona mah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; &lt;i&gt;Nuhun&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;tapi angger weh didinya leuwih kolot&lt;/i&gt; :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat semua yang sudah mengucapkan lewat Friendster, SMS, telpon atau langsung saat ketemu.  Terima kasih yang sebesar-besarnya :) Tidak banyak yang bisa saya berikan selain do'a, semoga kita selalu diberikan sisa umur yang barakah dan dapat berkumpul lagi di Jannah-Nya. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 100907. 22:40.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-4835681905972045055?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/4835681905972045055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=4835681905972045055&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/4835681905972045055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/4835681905972045055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/09/8-september-2007.html' title='8 September 2007'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1984639431860564959</id><published>2007-09-09T21:51:00.000+07:00</published><updated>2007-09-09T23:18:22.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Work-Tour de Sumatera</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;          &lt;p&gt;Terkadang ujian hidup itu memang aneh. Ketika sedang tidak ada yang kita kerjakan, hari-hari dan waktu yang kita miliki benar-benar lowong melompong. Sampai-sampai kita bingung. Akan tetapi, ketika kita sudah mendapatkan atau memiliki sesuatu yang kita kerjakan, datang tawaran lain yang ‘nampaknya’ lebih menarik. Dan bikin kita bingung juga. Saya mengalami hal ini seminggu yang lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika sedang asyik-asyiknya menikmati pekerjaan jadi operator warnet, datang tawaran untuk menjadi tenaga outsource di Dinas Kependudukan Bandung (Disduk) untuk entry data penduduk Kota Bandung. Lucunya, saya juga masih jadi warga ilegal di Bandung :D. Beruntung, jadwal kedua pekerjaan itu bisa diatur dan tidak bentrok, sehingga bisa saya tangani keduanya. Beruntung juga bos warnet tersebut orangnya fleksibel, mungkin karena menyadari bahwa penghasilan warnet memang sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika sedang asyik-asyiknya dengan kedua pekerjaan itu, datang lagi sebuah tawaran yang jauh lebih menarik daripada keduanya. Haekal, teman kuliah saya menelepon saya di suatu sore. Dia menceritakan bahwa perusahaan tempatnya bekerja sedang membutuhkan beberapa orang untuk dikirim ke sekitar 50 kota di Indonesia. Tujuannya untuk instalasi sebuah web aplikasi dan training user dalam menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi yang dibuat berupa sebuah e-Library, dibangun dengan &lt;a href="http://php.net"&gt;PHP&lt;/a&gt; dan menggunakan &lt;a href="http://mysql.org"&gt;MySQL&lt;/a&gt; sebagai Database Server. Rencananya, aplikasi tersebut akan diinstal di mesin dengan platform &lt;a href="http://linuxgsi.iptek.net.id/"&gt;Linux GSI&lt;/a&gt;, sebuah distro turunan &lt;a href="http://ubuntu.com"&gt;Ubuntu&lt;/a&gt; yang dimodifikasi oleh &lt;a href="http://iptek.net.id"&gt;Ipteknet&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Haekal, sebetulnya tenaga di perusahaan tersebut mencukupi dan tidak memerlukan tenaga outsource. Akan tetapi, mereka semua sedang sibuk menyelesaikan proyek yang tidak mungkin ditinggalkan juga. Akhirnya, mereka memutuskan untuk ‘menyewa’ tenaga dari luar, sekitar 7 orang. Salah satu yang dihubungi adalah saya. Awalnya sempat bingung juga, tapi setelah dipikir-pikir lagi, ini adalah sebuah kesempatan yang menarik. Terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih beruntung lagi saya karena kenyataannya bos warnet juga mengijinkan saya, selain itu koordinator tim entry data juga tidak mempermasalahkan, karena kontraknya memang tidak mengikat. Akan tetapi, sebagai pertanggungjawaban saya, saya berusaha untuk mencari pengganti di Disduk dan di warnet, juga menyelesaikan pekerjaan saya sehingga tidak membebani orang yang menggantikan saya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proyek instalasi ini terbagi menjadi tujuh rute. Tiap rute terdiri dari 3 orang. Saya kebagian rute B, yaitu ke pulau Sumatera, yang meliputi :&lt;br /&gt;Jakarta - Pekanbaru&lt;br /&gt;Pekanbaru - Dumai&lt;br /&gt;Dumai - Batam&lt;br /&gt;Batam - Tanjung Pinang&lt;br /&gt;Tanjung Pinang -  Pangkal Pinang&lt;br /&gt;Pangkal Pinang - Sungai Liat&lt;br /&gt;Sungai Liat - Palembang&lt;br /&gt;Palembang - Kayu Agung&lt;br /&gt;Kayu Agung - Sekayu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rencananya, saya akan singgah 3 hari di tiap kota, dimulai hari Selasa, 11 September 2007 dan berakhir seminggu menjelang Lebaran. Itu artinya, selama sebulan saya akan melakukan perjalanan tersebut. Beberapa nama kota yang akan saya datangi sebetulnya masih asing buat saya. Akan tetapi, hal ini tidak menjadi masalah buat saya. Kapan lagi bisa ‘mengarungi’ sebagian Sumatera, gratis bahkan dibayar pula? &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; Satu-satunya masalah buat saya adalah makanan. Lidah saya memang kurang cocok dengan makanan baru, saya tidak tahu pasti bagaimana nanti mengatasi masalah makanan ini, yang jelas hal tersebut jangan sampai mengganggu perjalanan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rute yang paling menarik adalah rute E. Beberapa kota yang akan disinggahi oleh rute tersebut adalah Yogyakarta, Denpasar dan Sumbawa. Menarik bukan? Sayangnya rute tersebut sudah diberikan kepada orang lain. Namun, bagaimanapun, saya tetap mensyukuri nikmat ini. &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal yang akan menjadi pengalaman lain bagi saya adalah bahwa perjalanan ini akan bersamaan waktunya dengan bulan Ramadhan. Itu berarti 3/4 waktu Ramadhan saya akan dilalui di tempat yang asing bagi saya. Namun, mudah-mudahan sesuai dengan apa yang saya rencanakan, perjalanan ini akan saya jadikan sebuah perjalanan spiritual bagi saya. Apalagi tepat dengan Ramadhan. Saya berharap ada ’sesuatu’ yang bisa saya ‘temukan’ atau saya dapatkan dari perjalanan ini. Saya juga ingin mengetahui nuansa Ramadhan di tempat lain seperti apa, seumur hidup saya menjalankan shaum Ramadhan di tanah sunda dan dalam nuansa sunda. Kali ini, saya diberikan kesempatan untuk merasakan suasana Ramadhan di tanah Sumatera. Harapannya, ada yang bisa saya ceritakan dan jadikan pengalaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya, perjalanan ini saya anggap sebagai hadiah ulang tahun yang ke seperempat abad bagi saya.  Sekaligus juga sebagai &lt;strike&gt;pelarian&lt;/strike&gt; hiburan karena target saya menikah di bulan September agak mustahil bisa tercapai. Hehe. Di sisi lain, saya pun sedang sangat ingin mengasingkan diri, &lt;em&gt;hiding from everyone&lt;/em&gt;, dari teman-teman, dari keluarga, dari semua orang yang saya kenal. Entahlah, sedang ingin saja, tidak ada maksud apa pun. Sejak lama sebetulnya saya berencana untuk melakukan hal ini, pergi ke suatu tempat yang sama sekali baru buat saya, tapi saya tidak tahu caranya dan mau kemana. Alhamdulillah, kesempatan tersebut akan saya dapatkan sebentar lagi. Barangkali, ini adalah jawaban dari Allah atas keresahan saya selama ini. Dan mudah-mudahan, saya bisa kembali ke tanah Sunda dengan spirit baru. Yah, siapa tahu, dalam sebulan itu ada ’sesuatu’ yang benar-benar mengubah diri saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi, tetap muncul juga ketakutan, terutama berkaitan dengan masalah transportasi di Indonesia yang masih mengkhawatirkan. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar. Doakan saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh sebab itu, karena momentumnya pun cukup tepat, mendekati Ramadhan, sekalian saja saya minta maaf apabila ada kata, sikap dan tingkah saya yang selama ini kurang berkenan. Maaf jika dalam sebulan tersebut ada undangan nikah yang tidak bisa saya hadiri. Maaf jika dalam Ramadhan kali ini tidak merasakan kebersamaan, sahur bersama, buka puasa bersama, shalat tarawih bersama. Maaf jika dalam sebulan ke depan, blog ini tidak saya update karena agak sulit rasanya menulis di tengah perjalanan seperti itu. Halah, kok jadi narsis gini sih akhirnya? &lt;img src="http://mind.donnyreza.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;S 3 K 3 L 0 4. 090907. 23.03.&lt;/p&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1984639431860564959?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1984639431860564959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1984639431860564959&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1984639431860564959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1984639431860564959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/09/work-tour-de-sumatera.html' title='Work-Tour de Sumatera'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1359091527746501233</id><published>2007-09-08T02:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-08T02:15:08.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Percik-percik Pikiran</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;- &lt;strong&gt;Happy Birthday to me...!&lt;/strong&gt; So, &lt;span style="font-size: 1.2em; color: rgb(255, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;what's next?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Heran, berdasarkan teori &lt;em&gt;probability&lt;/em&gt; dan melihat realitas yang ada, kemungkinan untuk bisa dengan si 'dia' itu kecil sekali...! Nggak lebih dari 10%, tapi kenapa si 'dia' bisa muncul tiga kali berturut-turut dalam mimpi? Dan di mimpi itu...doh! Mungkinkah? Atau jangan-jangan...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Lagi malas bikin puisi dan bingung pilih-pilih syair lagu untuk tema &lt;em&gt;birthday&lt;/em&gt; kali ini, tapi kemudian yang terpilih adalah...&lt;strong&gt;Lagu Satu&lt;/strong&gt; dari &lt;strong&gt;Iwan Fals&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Jalani hidup&lt;br /&gt;Tenang tenang tenanglah seperti karang&lt;br /&gt;Sebab persoalan bagai gelombang&lt;br /&gt;Tenanglah tenang tenanglah sayang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tak pernah malas&lt;br /&gt;Persoalan yang datang hantam kita&lt;br /&gt;Dan kita tak mungkin untuk menghindar&lt;br /&gt;Semuanya sudah suratan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oh matahari&lt;br /&gt;Masih setia&lt;br /&gt;Menyinari rumah kita&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tak kan berhenti&lt;br /&gt;Tak kan berhenti&lt;br /&gt;Menghangati hati kita&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sampai tanah ini inginkan kita kembali&lt;br /&gt;Sampai kejenuhan mampu merobek robek hati ini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sebentar saja&lt;br /&gt;Aku pergi meninggalkan&lt;br /&gt;Membelah langit punguti bintang&lt;br /&gt;Untuk kita jadikan hiasan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tenang tenang tenanglah sayang&lt;br /&gt;Semuanya sudah suratan&lt;br /&gt;Tenang tenang seperti karang&lt;br /&gt;Bintang bintang jadikan hiasan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berlomba kita dengan sang waktu&lt;br /&gt;Jenuhkah kita jawab sang waktu&lt;br /&gt;Bangkitlah kita tunggu sang waktu&lt;br /&gt;Tenanglah kita menjawab waktu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seperti karang&lt;br /&gt;Tenanglah&lt;br /&gt;Seperti karang&lt;br /&gt;Tenanglah&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;C1H3uL4176. 080907. 2.07.&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1359091527746501233?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1359091527746501233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1359091527746501233&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1359091527746501233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1359091527746501233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/09/percik-percik-pikiran.html' title='Percik-percik Pikiran'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-6464894865228483672</id><published>2007-09-06T02:44:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T02:45:51.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Self Motivation</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;Don, kamu harus selalu ingat ini...&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wanita yang baik-baik, untuk laki-laki yang baik-baik!!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Memangnya kamu merasa sudah cukup baik?&lt;br /&gt;Kamu lupa ya kalau selama ini kamu sudah begitu jarang menyapa-Nya?&lt;br /&gt;Wajar aja Dia nggak nolongin kamu!!&lt;br /&gt;Intropeksi diri dulu sana...!!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;NB : Sedang menyemangati diri ceritanya, gara-gara 1 kasus yang cukup bikin saya 'malu' sebetulnya ^.^&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;C1h3ul4176. 060907. 2.24. Dalam keadaan kepala pusing karena hanya tidur 1 jam dalam 1 hari.&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-6464894865228483672?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/6464894865228483672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=6464894865228483672&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6464894865228483672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6464894865228483672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/09/self-motivation.html' title='Self Motivation'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1649489124816260723</id><published>2007-09-05T05:31:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T05:44:41.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>6 Pernikahan</title><content type='html'>Bulan lalu, sebagian waktu saya, terutama weekend, habis untuk menghadiri pernikahan 6 orang teman.  Sebagian besar, 5 dari 6 acara tersebut, berlangsung di luar kota Bandung.  Dan saya menghadiri 5 acara tersebut sendirian.  Perjalanan yang melelahkan sebetulnya, karena dalam beberapa hari itu, saya melakukan perjalanan beberapa rute.  Rute pertama, Bandung - Ciracas (JakTim) - Cengkareng (JakBar) - Tangerang (Batal) - Bandung.  Rute kedua, Bandung - Sukabumi - Bandung.  Dan rute terakhir, Bandung - Garut - Sumadra (masih sekitar 2 jam dari Garut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari undangan-undangan yang pernah saya tuliskan di postingan tulisan sebelumnya.  Saya kemudian menjadwalkan untuk menghadiri seluruh acara tersebut.  Satu hal saja yang paling saya sesalkan, ketika menghadiri acara-acara tersebut tidak ada dokumentasi sama sekali yang saya pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4 Agustus 2007 : Menginjakkan Kaki Lagi di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari bahagia untuk 3 orang teman saya.  Awan, sahabat saya saat kuliah, menikah di Ciracas.  Tidak jauh dari terminal bus antar kota Kampung Rambutan.  Mumtahah Annisa, menikah di Cengkareng.  Terakhir, Fitri (Fievie), menikah di Tangerang.  Rencananya, saya berangkat dari Bandung pukul 7 pagi, akan tetapi karena ada gangguan, saya baru berangkat dari kost-an saya pukul 9 pagi.  Saya tidak naik bus di terminal Leuwi Panjang, tapi naik dari Cileunyi, lebih murah beberapa ribu rupiah.  Dan kalau dihitung-hitung lagi, lama perjalanan Dipati Ukur - Leuwi Panjang + ngetem di Leuwi Panjang, tidak terlalu berbeda dengan perjalanan Leuwi Panjang - Cileunyi menggunakan DAMRI. Selain itu bus jurusan Garut - Lebak Bulus yang saya gunakan juga tidak ngetem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pertama saya adalah Ciracas.  Baru berangkat dari Cileunyi pukul 10, dan perjalanan berjalan lancar.  Gerbang Tol Pondok Gede yang biasanya macet, hari itu terasa lengang.  Begitu juga dari Pondok Gede ke Pasar Rebo, hampir-hampir tidak ada hambatan, kecuali di beberapa titik seperti UKI yang memang jalurnya sempit.  Menginjakkan kaki di Pasar Rebo jam setengah dua belas.  Seperti biasa, saya selalu paranoid setiap berada di Jakarta.  Itulah salah satu alasan saya tidak betah di Jakarta.  Selalu saja terasa menegangkan, tidak santai, apalagi di wilayah-wilayah terminal di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pasar Rebo, menggunakan angkot ke arah Bogor.  Saya salah naik angkot, beruntung orang-orang di angkot tersebut ramah dan akhirnya memberi tahu saya angkot yang saya gunakan.  Pas adzan dzuhur saya tiba di tempat resepsi pernikahan Awan.  Hmm, sempat bingung karena tidak satu pun yang saya kenal, sebelum tiba-tiba adik perempuan Awan menegur saya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Donny ya?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eh, iya...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sendirian aja?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iya, tapi nanti ada Deden mau ke sini, yang lain pada sibuk soalnya&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Tanya-tanya kabar, dan mengobrol sebentar, sebelum akhirnya saya menuju meja prasmanan.  Lapar soalnya.  Sekaligus mengistirahatkan badan.  Heran juga, dalam 2 kali pertemuan saya dengan adik perempuan Awan, tidak sekalipun pernah mengobrol, tapi hari itu begitu akrab.  Sambil makan, lihat-lihat situasi dan kondisi (background : lagu jawa).  Hmm, tidak satu pun tamu yang saya kenal.  Sementara Deden mengabarkan baru tiba di Karawang, menjemput pacarnya. Doh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat sekitar 20 menit, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.  Pamitan kepada kedua mempelai, tapi saya tidak melihat adiknya Awan untuk pamitan.  Kemudian, saya menuju masjid terdekat, melakukan shalat Jama-Qashar (Dzuhur - Ashar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan selanjutnya, Cengkareng.  Whew! Ciracas - Cengkareng itu dari ujung ke ujung, alias bersebrangan.  Dari Kp. Rambutan, naik bus jurusan Kalideres.  Bukan perjalanan yang menyenangkan, mengingat perjalanan Cileunyi - Pasar Rebo masih jauh lebih cepat dari pada Kp. Rambutan - Cengkareng.  Sempat nostalgia sebentar, mengingat-ingat kejadian ketika bekerja di Tebet, sebelum akhirnya tertidur selama beberapa puluh menit.  Terbangun di Jalan Daan Mogot.  Baru saat itu saya tahu jalan tersebut.  Jalan yang teramat panjang, terasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neverending&lt;/span&gt;.  Tiba di Ramayana Cengkareng pukul 15.  Masih harus naik satu kali lagi.  Sialnya, saya kebagian angkot yang ngetem cukup lama juga.  Ditambah kemacetan sepanjang jalan, sempurna sekali bagi siapapun yang ingin tahu rasanya stress di Kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di tempat pernikahan Mumtahah tepat ashar.  Datang disambut oleh Chusnia, dan langsung menemui kedua mempelai untuk langsung meminta ijin pulang.  Namun, saya ditahan agar tidak cepat-cepat.  Setelah dipikir-pikir, benar juga, saya perlu istirahat sebentar.  Sambil menikmati jeruk dan segelas air, saya duduk sebentar sambil melihat-lihat situasi dan kondisi.  Tidak ada yang saya kenal juga.  Akan tetapi, di sana saya dikenalkan dengan orang-orang dari komunitas Kota Santri, sebagian besar datang dari Bandung.  Sempat diajak untuk pulang bareng, tapi saya menolak.  Melakukan perjalanan, apalagi menumpang, dengan orang-orang yang baru dikenal, tidak membuat saya merasa nyaman.  Lebih baik pulang sendirian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terjadi dilema antara memilih ke Tangerang dulu atau tidak.  Saat itu sudah cukup sore, pukul 16.  Sementara itu, saya harus berada di Bandung lagi Isya, untuk melakukan Briefing panitia pernikahan teman saya yang lain keesokan harinya.  Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menghadiri acara pernikahan Fitri.  Lagipula, sore hari biasanya acara sudah selesai.  Baru 2 hari kemudian saya menelpon Fitri dan mengucapkan selamat sekaligus meminta maaf karena tidak jadi datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mantap, saya memutuskan pulang ke Bandung.  Dari Cengkareng naik bus jurusan Kp. Rambutan, berhenti di UKI untuk menunggu bus jurusan Bandung.  Dapat bus AC - Ekonomi yang bertarif 30 ribu.  Tidak terlalu nyaman, mengingat asap rokok bertebaran di mana-mana.  Sempat tertidur sebentar, tapi terbangun ketika memasuki Tol Cipularang.  Jalan Tol Cipularang yang bergelombang tidak pernah membuat saya nyaman untuk tidur.  Turun di perempatan Pasir Koja - Soekarno Hatta, untuk selanjutnya menuju Sukaluyu menggunakan angkot Caringin - Dago.  Saya tiba di gedung Ad-Da'wah pukul 21, terlambat memang, untungnya teman-teman saya masih berada di sana, bahkan ternyata acara baru saja akan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan briefing sekitar 1 jam, saya pulang dengan badan yang terasa lemah, meskipun secara keseluruhan perjalanan tersebut juga menyenangkan buat saya.  Belum tentu besok-besok lagi saya bisa menghadiri pernikahan lintas wilayah semacam itu.  Meskipun ternyata setelah sampai kostan tidak bisa langsung tidur, tapi hari itu, saya tidur tanpa bermimpi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5 Agustus 2007 : Pernikahan 2 Ketua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari bahagia untuk 2 orang teman saya di SSG.  Taryadi dan Wulan Yulianti.  Jika biasanya dalam sebuah organisasi 'affair' yang terjadi melibatkan Ketua dan Sekretaris, pada pernikahan kali ini melibatkan 2 orang ketua.  Taryadi selaku Ketua SSG Wilayah Cibeunying dan Wulan selaku ketua keputrian.  Seperti halnya pernikahan para aktivis dakwah lainnya, mereka menikah tanpa melalui proses pacaran.  Pernikahan Taryadi juga menegaskan sebuah tradisi di organisasi tersebut, siapapun yang jadi ketua, tidak lama kemudian akan menikah.  Apa iya saya harus jadi ketua Wilayah dulu baru bisa nikah ya? Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepanitiaan, sebetulnya saya ditugasi untuk memisah tamu pria dan wanita.  Bukan tugas yang mudah, mengingat tradisi yang sudah melekat di masyarakat tidak mengenal hal-hal semacam itu.  Agak mengherankan untuk bangsa yang mengklaim dirinya memiliki Umat Islam terbesar di seluruh dunia.  Namun, jika kita pelajari dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia, kita bisa memahami mengapa itu bisa terjadi.  Beruntung saya mendapat bantuan dari panitia yang berasal dari pihak keluarga.  Untungnya, sebagian besar tamu yang hadir juga nampaknya sudah mulai 'terbiasa' dengan pernikahan semacam ini yang belakangan sudah tidak terlalu asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya saya paling malas jika disuruh menggunakan pakaian adat, kesannya ribet.  Ditambah lagi saya paling tidak suka dengan situasi yang formal.  Akan tetapi, hari itu, saya mengalah dan merelakan diri untuk memakai pakaian adat sunda.  Untungnya tidak ada acara make up segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berakhir tepat pukul 14, tapi bagi saya aktivitas hari itu tidak berakhir pada jam tersebut, karena saya harus melakukan kewajiban saya.  Bekerja.  Agak malas-malas sebetulnya, tapi akhirnya memaksakan diri juga, mengingat hari sebelumnya saya sudah ijin tidak bekerja.  Dan hari itu, saya baru sampai kostan lagi pukul 12 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12 Agustus 2007 : Dunia memang sempit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, dalam jadwal saya, ada 2 orang teman yang akan menikah pada hari ini.  Dini di Sukabumi, dan Ai di Garut.  Hal tersebut menimbulkan dilema pada diri saya untuk memilih salah satu, karena tidak mungkin untuk menghadiri kedua pernikahan tersebut.  Beruntung, beberapa hari sebelumnya, Ai mengirim kabar bahwa pernikahannya diundur menjadi tanggal 27 Agustus 2007, karena alasan tertentu.  Betapa leganya hati saya, karena itu berarti saya bisa menghadiri pernikahan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadwalkan untuk berangkat ke Sukabumi pukul 7 pagi, namun saya malah baru berangkat dari Bandung pukul 10 pagi.  Mengetahui bahwa saya akan ke menghadiri pernikahan Dini, Adi menitip hadiah.  Saya kira hadiah yang harus saya bawa itu akan masuk tas yang saya bawa, ternyata...ya ampun, saya harus menenteng hadiah itu di kantong plastik, karena begitu besar.  Padahal, saya paling benci jika melakukan perjalanan, tangan saya menenteng sesuatu, payung, kantong plastik, apa pun itu.  Namun, karena saya sudah menyanggupi, dan konon hadiah tersebut merupakan hadiah perpisahan, akhirnya saya bawa juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jadwal undangan, acara tersebut akan berakhir pukul 14 siang, karena menyewa gedung.  Semantara, pada jam itu, saya masih berada di Cianjur.  "Wah, telat!" pikir saya.  Dan saya baru menyadari betapa lambatnya bus yang saya gunakan.  Dalam obrolan di SMS, saya tahu bahwa Dini juga sempat menunggu kehadiran saya, namun pada akhirnya, saya disarankan untuk datang ke rumahnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 15 saya tiba di Terminal Sukabumi.  Seperti biasa, mencari masjid terdekat untuk melakukan shalat Jama-Qashar, sebelum akhirnya meluncur ke rumahnya Dini.  Tiba di rumah Dini tepat adzan ashar.  Baru kali itu saya melihat suaminya Dini.  Tampak jauh lebih tua, karena memang usia yang terpaut cukup jauh, 18 tahun.  Sementara Dini sendiri baru lulus SMA.  Cukup lama mengobrol dengan mereka berdua, sambil makan tentunya, dan menikmati suguhan makanan ringan khas Jawa Barat yang tidak asing lagi bagi saya.  Obrolan berlangsung santai, tapi sayangnya kakak perempuan Dini, sedang tidur.  Sempat juga mengobrol dengan orangtua Dini, meski sebentar sekali.  Akan tetapi, itu lah hikmah dari keterlambatan tersebut.  Situasi yang tidak formal membuat suasana lebih cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 16, saya memutuskan untuk pulang, malahan saya dibekali berbagai jenis makanan ringan.  Rezeki.  Bentuk hikmah lainnya dari keterlambatan. Hehe.  Setelah pamitan dan berterima kasih serta meminta maaf atas keterlambatan yang terjadi, saya meluncur ke terminal Sukabumi untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Bandung.  Padahal sebetulnya saya ingin sekali pulang ke Bogor, sayangnya saya masih ada kewajiban lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bus, saya bertemu dengan seorang teman yang kebetulan sedang bekerja di Sukabumi.  Setelah melihat saya, dia pindah dan duduk sebangku dengan saya.  Mengobrol banyak hal.  Salut atas niatnya datang ke Bandung hanya untuk menghadiri Liqa mingguan yang biasa dia ikuti.  Membuat saya cukup malu sebetulnya.  Setelah menceritakan tujuan saya ke Sukabumi, ternyata...&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tadi siapa nama perempuan yang menikah itu?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dini&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang baru lulus SMA itu bukan?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iya. Kok tahu...?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Haha.  Tadi saya tuh yang ngisi panggungnya bersama tim nasyid saya&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh ya?  Sayangnya saya terlambat, jadi nggak lihat...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dunia memang sempit ya?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, selama perjalanan kami banyak berdiskusi dan mengobrol.  Soal proses khitbah dia, soal pekerjaan dia, soal fenomena pernikahan sekarang...meskipun yang lebih banyak bicara memang dia, karena saya sendiri sudah cukup lelah sebetulnya.  Dan hari itu masih cukup panjang buat saya, karena tengah malam, giliran saya untuk jaga warnet. Pyuuhh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;27 Agustus 2007 : Special Date, But Wasn't For Me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sempat terjadi kebingungan beberapa hari menjelang tanggal tersebut.  Tidak ada kabar yang pasti dari Ai soal pernikahan tersebut, sehingga tidak ada persiapan khusus untuk menghadiri acara tersebut.  Bahkan saya sempat memikirkan untuk tidak menghadirinya.  SMS yang saya kirim tidak masuk dan tidak dibalas.  Untungnya, pagi itu, Aulia mengirim SMS untuk mengabari bahwa acara tersebut jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan mendadak bagi saya, meskipun akhirnya saya berangkat juga, meskipun dengan keadaan kantong yang pas-pasan.  Kebetulan hari itu, pekerjaan di Dinas Kependudukan Bandung belum resmi di mulai karena data-data yang dibutuhkan belum sampai.  Inginnya saya berangkat bareng-bareng dengan anak-anak Birama, tapi ternyata ada yang sudah berangkat duluan, sementara Aulia dan Milah juga kemungkinannya telat.  Akhirnya, lagi-lagi, saya melakukan perjalanan sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari kostan pukul 10 pagi, naik bus Dipati Ukur - Jatinangor, dan turun di Cileunyi untuk selanjutnya naik bus Primajasa jurusan Lebak Bulus - Garut.  Salah satu alasan saya naik bus AC sebetulnya karena ingin nyaman saja dan terhindar dari gangguan asap rokok.  Tidak tahu pasti arah yang harus saya tuju, sepanjang jalan SMS-an dengan Riyantini yang sudah lebih dulu sampai.  Berdasarkan ceritanya, dari terminal Garut masih sekitar 3 jam lagi. Itu pun karena kendaraan Elf yang digunakan ngetem selama 1 jam. Walah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terjadi keributan antara saya dengan seorang pedagang di bus tersebut.  Berawal ketika bus tersebut berhenti untuk melakukan pengecekan penumpang, naik beberapa pedagang menawarkan barang dagangannya.&lt;br /&gt;"Seribu...seribu...Tahu, Gehu".  Kebetulan perut saya juga belum kemasukan makanan apa pun sejak pagi.  Sempat ragu untuk membeli makanan tersebut, namun setelah beberapa menit, akhirnya saya memutuskan untuk membeli.&lt;br /&gt;"Kang, Satu...", sambil menyodorkan uang seribu rupiah&lt;br /&gt;"Nih, kurang seribu lagi...", sambil menyodorkan makanan yang saya minta&lt;br /&gt;"Lho, katanya seribu?" protes saya&lt;br /&gt;"Dua ribu jang, tanya aja semua yang dagang di sini!"&lt;br /&gt;"Terus tadi yang disebut seribuan itu apa...?" tanya saya&lt;br /&gt;"Kalo yang seribu mah bacang, jang..."&lt;br /&gt;"Ya udah, saya ambil bacang aja..."&lt;br /&gt;"Eh, ini juga dua ribu..."&lt;br /&gt;"Terus apa atuh yang seribuan teh..?"&lt;br /&gt;"Nggak ada, jang..."&lt;br /&gt;"Kumaha sih? Teu jadi ah...!!" sambil merebut uang yang sudah ditangannya&lt;br /&gt;Selanjutnya, yang saya dengar adalah gerutuan dan usaha mempermalukan saya.  Perlakuan biasa dari pedagang yang putus asa, tidak terlalu mengganggu saya, saya malah menertawakan dia sebetulnya.  Saya tidak bermaksud untuk dzalim kepada siapa pun, tidak untuk merugikan siapa pun...akan tetapi, saya juga seorang pedagang, dan sebagai seorang pedagang, bagi saya perbuatan tersebut bukanlah perbuatan yang terpuji.  Bahkan, lebih sadis lagi, bagi saya hal semacam itu adalah sebuah pengkhianatan terhadap profesi pedagang.  Tidak akan menjadi masalah buat saya, dan saya akan tetap membelinya, kalau sejak awal pedagang tersebut menyebut harga dua ribu rupiah.  Akan tetapi, yang terjadi adalah dia meneriakan angka seribu rupiah, sementara tidak satupun barang dagangan yang berharga seribu rupiah.  Ini penipuan namanya, dimana barakahnya dengan dagang seperti itu? Bisa saja saya memberi lagi seribu rupiah, tapi bukankah dengan begitu saya membantu dia untuk menikmati harta haram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di terminal Garut tidak lama setelah adzan dzuhur berakhir.  Seperti biasa, cari masjid untuk shalat Jama-Qashar, agar perjalanan lebih tenang.  Kebiasaan saya, setiap tiba di daerah yang tidak atau kurang dikenal adalah mencari masjid atau membeli minuman di warung terdekat.  Tujuannya untuk memetakan dan mempelajari situasi dan lingkungan dimana saya berada, dan menghindari kesan sebagai pendatang di tempat itu.  Untuk menghindari orang-orang yang memiliki tujuan jahat tentunya, tapi hal tersebut hanya berlaku di daerah Jawa Barat, karena saya bisa lebih leluasa menggunakan bahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari cerita Riyantini, saya mempelajari lalu lintas kendaraan di sekitar Terminal Guntur, Garut.  Tujuannya adalah mencari jalur dimana kendaraan yang harus saya naiki, dengan begitu, saya tidak harus berlama-lama ikutan ngetem, karena saya bisa menunggu di tempat lain.  Meskipun berjalan cukup jauh, sekitar 500 meter, tapi lebih saya sukai ketibang ngetem berpuluh-puluh menit di terminal.  Dugaan saya ternyata benar, meskipun di beberapa kilometer pertama kendaraan yang saya gunakan berjalan sangat lambat karena mencari penumpang, tapi setidaknya kendaraan tersebut tidak diam.  Setelah itu, semuanya berjalan lancar, meskipun saya masih belum tahu pasti kemana saya menuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dalam situasi yang serba membingungkan dan waspada karena takut tempat tujuan saya terlewat, saya benar-benar menikmati perjalanan tersebut.  Lansekap dan pemandangan daerah yang saya lalui benar-benar luar biasa, selain itu jalan yang saya lalui juga tidak terlalu berkelok-kelok.  Segalanya terasa lebih luas.  Jenis daerah yang beragam menjadikan perjalanan tersebut tidak membosankan bagi saya.  Awalnya persawahan, lalu masuk perkebunan, dan berakhir di tengah-tengah perkebunan teh.  Yup, karena rumah Ai tepat di tengah-tengah kebun teh.  Jika kita terbiasa di kota yang terasa serba sempit, berada di tempat itu akan terasa serba lapang.  Itulah yang sangat saya sukai.  Sayangnya, tidak satupun dokumentasi yang bisa dijadikan bukti.  Akan tetapi, dari perjalanan tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa sepertinya daerah Jawa Barat bagian selatan akan menjadi tujuan yang menarik untuk melakukan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga pada pernikahan Dini, saya datang terlambat, tepat adzan ashar.  Tuan rumah sedang membereskan seluruh peralatan yang digunakan.  Meskipun masih ada beberapa tamu dan keluarga dari pihak suami Ai, namun saya lah satu-satunya 'orang lain' di tempat itu.  Sempat merasa kikuk, begitu juga tuan rumah yang berkali-kali meminta maaf karena merasa 'nyuekin' saya.  Saya tidak pernah merasa dicuekin sebetulnya.  Bagi saya, yang penting bisa sampai tujuan dan tiba dengan selamat.  Perkara bagaimana sambutan pihak keluarga terhadap saya, benar-benar tidak saya pedulikan.  Namun, dari keterlambatan kali ini pun, saya mendapatkan hikmah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Ai sendiri saya malah tidak sempat mengobrol, tapi saya banyak mengobrol dengan beberapa orang dari pihak keluarga Ai.  Bahkan sambil makan, santai sekali.  Lagipula, kendaraan yang menuju ke Garut juga sangat jarang sekali.  Sebetulnya saya masih ingin menikmati pemandangan di sekitar tempat tersebut, namun waktu saya tidak banyak.  Ditambah lagi, kendaraan yang datang tidak lama setelah selesai makan, dicurigai sebagai kendaraan terakhir menuju Garut. Waduh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saja, perjalanan terakhir ini merupakan perjalanan yang paling menarik buat saya.  Bahkan, tempat tersebut selalu terbayang-bayang sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sandal Jepit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya 6 pernikahan tersebut dengan sendal jepit?  Terus terang saja, semakin hari, kaki saya semakin tidak betah jika menggunakan sepatu.  Dengan tujuan agar leluasa dan agar kaki tidak terlalu lelah, maka dalam seluruh perjalanan menghadiri pernikahan di luar Bandung, saya menggunakan sandal jepit.  Sepatu tetap saya bawa, tetapi saya gunakan hanya saat tiba di acara pernikahan tersebut.  Biasanya saya mencari masjid untuk mengganti sandal jepit dengan sepatu.  Setelah selesai, saya pakai sandal jepit lagi.  Andai saja tidak ada yang keberatan, saya akan tetap menggunakan sandal jepit itu.  Akan tetapi, demi kesopanan, entah kesopanan siapa, saya 'terpaksa' memakai sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara itu juga saya tidak terlalu khawatir orang-orang yang berfikiran jahat akan 'memperhatikan' saya selama perjalanan, orang cuma pake sandal jepit kok. Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C1H3UL4176. 100907. 5.20&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1649489124816260723?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1649489124816260723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1649489124816260723&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1649489124816260723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1649489124816260723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/09/6-pernikahan.html' title='6 Pernikahan'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2975521083469763292</id><published>2007-09-01T22:37:00.000+07:00</published><updated>2007-09-01T22:42:44.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Penting, Kurang Penting, Tidak Penting</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;Tadi malam habis nonton film &lt;strong&gt;&lt;em&gt;I Think I Love My Wife&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang dibintangi sama Chris Rock di kamar Heri, sendirian aja.  Film lama sebetulnya, tapi saya suka banget sama filosofinya Bos si Chris Rock di film itu.  Gini katanya...&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kamu akan kehilangan banyak uang karena mengejar wanita, tapi kamu tidak akan kehabisan wanita karena mengejar uang.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Haha.  &lt;em&gt;Great&lt;/em&gt;!  Nyindir perempuan? Nggak juga, itu mah fitrah perempuan sih :p  Tidak perlu lah disebutkan contoh-contohnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anyway&lt;/span&gt;, buat orang-orang yang punya bakat narsis dan merasa jadi orang penting, mungkin anda semua harus mencoba layanan &lt;a href="http://kronologger.com/"&gt;kronologger&lt;/a&gt;.  Sebuah layanan mikroblogging buatan orang-orang Indonesia.  Idenya menarik.  Sebetulnya layanan ini mengadaptasi blog, ada fasilitas posting dan komentar juga, tapi...kronologger bisa dilakukan melalui handphone, entah dengan GPRS atau SMS.  Kalau blog bisa beratus-ratus kata, kronologger dibatasi hanya 140 karakter saja, lebih sedikit dari jumlah SMS pada umumnya, tapi itu memang wajar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan bergabung di kronologger, kita bisa 'melaporkan' kejadian atau kegiatan apa saja yang kita lakukan, dengan siapa? kapan? dimana?  Tentunya selama ada sinyal HP dan koneksi internet.  Yah, sambil mengasah bakat narsis, siapa tahu suatu saat benar-benar jadi orang penting :p  Setidaknya, sekarang saya bisa mengikuti jargon iklan-iklan SMS di televisi...&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mau tahu informasi tentang Donny dan segala aktivitasnya?  Akses saja&lt;a href="http://donnyreza.kronologger.com/"&gt; donnyreza.kronologger.com&lt;/a&gt;, informasi yang kamu dapatkan, langsung dari HP saya loh...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Haha.  Asyik juga.  Selain itu, kita juga bisa menyisipkan &lt;em&gt;script&lt;/em&gt; dari kronologger di website atau blog kita sehingga apa yang kita posting, bisa tampil di halaman blog atau website kita.  Kalau kebetulan ada yang tertarik, jangan lupa &lt;em&gt;add&lt;/em&gt; saya jadi teman ya?  Selamat mencoba ;)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;C1H3uL4176. 010907. 22.27.&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2975521083469763292?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2975521083469763292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2975521083469763292&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2975521083469763292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2975521083469763292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/09/penting-kurang-penting-tidak-penting.html' title='Penting, Kurang Penting, Tidak Penting'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-6723252828404718549</id><published>2007-08-23T22:18:00.000+07:00</published><updated>2007-08-23T22:24:54.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Freeze</title><content type='html'>Terpikir untuk 'membekukan' dulu &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;psychoavatar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://infinityproject.blogs.friendster.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;infinityproject&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan pindah rumah ke &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://mind.donnyreza.net/"&gt;mind.donnyreza.net&lt;/a&gt;.  Sayang soalnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hosting&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;domain&lt;/span&gt; yang sudah saya sewa kurang terpakai secara optimal.  Padahal, &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.donnyreza.net/"&gt;donnyreza.net&lt;/a&gt; akan menjadi identitas resmi saya selanjutnya, selain nomor HP saya yang, insya Allah, tidak akan pernah saya ganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang keberatan nggak ya? :D Soalnya 2 blog tersebut memang sudah menjadi 'identitas' saya selama ini, saya juga 'berat' meninggalkan 2 'rumah' tersebut. Ada yang punya saran/masukan? :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-6723252828404718549?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/6723252828404718549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=6723252828404718549&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6723252828404718549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6723252828404718549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/08/freeze.html' title='Freeze'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2108354599570580352</id><published>2007-08-23T21:28:00.000+07:00</published><updated>2007-08-23T22:17:58.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan'/><title type='text'>Menanti Terwujudnya Sebuah Impian</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sekali lagi, saya merasakan manfaat dari menulis. Sungguh tidak pernah saya bayangkan sebelumnya ketika suatu pagi, SMS yang saya terima benar-benar membahagiakan saya, sekaligus membuat saya tidak habis pikir. Sebuah ajakan sekaligus kesempatan untuk mewujudkan mimpi saya. Nama saya tercantum sebagai penulis buku. Meskipun, hanya sebuah 'sumbangan' untuk mengisi proyek bersama sebuah buku, bukan sebuah buku yang saya tulis sendiri. Naskah tulisan tersebut, kabarnya, sudah masuk ke pihak penerbit. Mudah-mudahan saja bisa goal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tidak berfikir panjang ketika saya membalas SMS tersebut, langsung saya sanggupi. Meskipun, ternyata, setelah saya baca detail kisi-kisi tulisan yang harus saya buat, saya sempat terperangah juga. Wah-wah...rupanya saya harus kerja keras untuk menghasilkan sebuah tulisan yang mudah dipahami sekaligus berbobot dan bisa mengajak orang lain untuk melakukan apa yang menjadi misi buku tersebut. Anak panah sudah dilepaskan, tidak mungkin ditarik kembali, maka dengan deadline 5 hari sejak SMS saya terima, saya benar-benar dibuat bekerja keras untuk menghasilkan tulisan yang bagus.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedikit bocoran, saya kebagian tugas untuk menulis tentang hubungan antara Jodoh, Istikharah dan Matematika serta sedikit menyinggung Fisika Kuantum. Sebetulnya aneh juga saya yang belum memiliki jodoh disuruh menulis tentang kiat-kiat mendapatkan jodoh. Jangan-jangan, yang bersangkutan nyindir saya ya? :D Lebih mudah untuk mendapatkan referensi tentang istikharah dan hubungannya dengan jodoh. Namun, berhubungan dengan Fisika Kuantum? Di sinilah saya benar-benar dibikin kerja keras sekaligus 'memutar' otak. Hanya sedikit sekali referensi yang saya miliki tentang fisika kuantum. Sebuah buku milik saya, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Atom &amp; Quark&lt;/span&gt;, yang membahas sedikit tentang fisika kuantum, ada di rumah saya, di Bogor. Begitu juga dengan buku &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;The Hidden Connection&lt;/span&gt; (Fritjof Capra) yang menyinggung soal fisika kuantum. Terpikir untuk meminjam &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;The Tao of Physics&lt;/span&gt; (Fritjof Capra), sayang sekali teman yang bersangkutan sedang tidak berada di Bandung. Jadinya, tidak sedikitpun buku-buku tersebut menjadi referensi saya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beruntung, saya memiliki akses gratis ke internet, namanya juga operator warnet. Saya mulai mencari hal-hal yang berbau fisika kuantum, probabilitas, istikharah dan kaitannya dengan jodoh. Berbekal kemampuan Bahasa Inggris yang teramat pas-pasan, saya paksakan diri saya untuk memahami apa itu fisika kuantum dan bagaimana kaitannya dengan kehidupan manusia. Sungguh menarik bagaimana dunia dipandang dari sisi fisika kuantum. Saya sangat terbantu oleh tulisan-tulisan berbahasa Indonesia yang saya temui di internet yang kemudian menjadi rujukan saya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya acak-acak lagi komputer saya, dan Alhamdulillah, saya menemukan beberapa artikel lagi yang kemudian menambah referensi saya. Salah satunya dari dosen fisika yang pernah bekerja sama dengan saya ketika menjadi asisten dosen fisika, sayangnya karena keterbatasan waktu dan kesibukan, saya tidak sempat bertemu dan mendiskusikan naskah tersebut. Meskipun, saya ingin sekali untuk berdiskusi dengan beliau, tentunya agar tulisan tersebut tidak 'keluar jalur'. Kemudian, saya buka-buka lagi buku saya yang pernah saya baca, atau yang saya curigai mengulas atau menyinggung tentang fisika kuantum. Alhamdulillah, ada beberapa buku yang menyinggung soal itu, meskipun terlalu sedikit. Saya pun kemudian memaksakan diri untuk main ke gramedia demi untuk itu. Sayangnya, tidak banyak yang bisa saya dapatkan di sana, mestinya saya main ke perpustakaan ITB atau UNPAD saja ya?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika saya menyanggupi untuk menulis artikel tersebut, saya tidak menduga kalau waktu yang 'disediakan' hanya 5 hari. Tadinya, saya kira, untuk 2 minggu yang akan datang. Saya terlambat membaca email, berkurang 1 hari jatah saya. Kemudian, ternyata saya sudah menjadwalkan 1 hari untuk berangkat ke Jakarta dalam rangka menghadiri undangan 3 orang teman saya. Sisa 3 hari lagi. Esoknya, saya harus menjadi panitia pernikahan teman di Bandung, setelah itu saya harus langsung memenuhi kewajiban saya jaga warnet. Satu hari lagi terbuang. Meskipun ketika jaga warnet saya berada di depan komputer, tidak banyak yang bisa saya tulis, karena terlalu banyak gangguan. Maka, saya gunakan waktu tersebut untuk membaca-baca saja, sekaligus mengendapkan kerangka pikiran artikel tersebut. Dan terpaksa, saya meminta jatah 1 hari lagi, karena ketika menjelang deadline, artikel tersebut belum sampai setengah dari 20-30 halaman yang diminta.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sungguh pengalaman luar biasa. Bukan hal yang mudah ternyata menghasilkan tulisan yang ilmiah, mudah dipahami, sekaligus menggugah. Mungkin, karena saya yang belum terbiasa juga. Selama ini, saya menulis di blog secara spontan, atau berdasarkan pengalaman, atau berdasarkan apa yang sudah lama 'diendapkan' di dalam otak saya. Kecuali skripsi atau tugas-tugas kampus, jarang sekali saya menulis secara sistematis dan melalui proses observasi. Apalagi, sudah 2 tahun sejak saya lulus kuliah, tidak pernah lagi saya menulis secara sistematis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada satu saat dimana saya benar-benar kehabisan kata-kata.  &lt;i&gt;Blank&lt;/i&gt;. Saya baca kembali artikel tersebut berulang kali, dan saya tidak tahu harus menulis apa lagi. Saya ceritakan kondisi saya ini melalui SMS kepada seorang teman. Dia kemudian menyemangati saya agar tetap optimis. Saya sih selalu optimis bisa menyelesaikan apa pun yang saya kerjakan, termasuk artikel tersebut. Saya pun kemudian memaksakan diri mengejar target tersebut, dan ternyata berhasil juga mencapai target minimal halaman yang harus saya penuhi. Meskipun, banyak sekali kekurangan yang bisa ditemukan, terlalu banyak repetisi (pengulangan). Dan ada bagian yang, menurut saya, agak membosankan juga. Namun, akhirnya saya kirim juga tulisan tersebut, sisanya...tinggal berdo'a saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai uji kelayakan, saya percayai 3 orang (oci, dajal dan arita) untuk melakukan kritik, masukan, komentar dan saran perihal artikel tersebut. Dan tentunya dengan pesan agar tulisan tersebut jangan bocor dulu ke orang lain. Hehe. Dua orang diantaranya sudah membaca tulisan tersebut dan memberikan masukan, satu orang lagi belum sempat dikarenakan ada masalah. Namun, Alhamdulillah, masukan yang saya dapatkan positif, meskipun saya juga menerima sebuah kritikan tentang terlalu banyaknya repetisi di tulisan tersebut dan adanya dalil-dalil yang kurang kuat dan kurang relevan, serta adanya kesalahan pengetikan yang ternyata malah 'menyesatkan'. Dan konon, artikel tersebut setengahnya 'dibuang' dan dilakukan revisi oleh editor yang sekaligus orang yang mengajak saya tersebut, yaitu kang Shodiq.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Muncul juga sebuah kekhawatiran seandainya artikel tersebut jadi diterbitkan. Yaitu, ketika tulisan tersebut sampai ke tangan-tangan mereka yang lebih ahli, utamanya dalam bidang fisika, matematika dan fikih. Namun, saya pikir, tentunya akan lebih berguna bagi saya jika kemudian saya mendapatkan kritik dari para ahli tersebut. Yah, ini sih cuma GR-GR-an saja. Hehehe. Harapan saya, tentunya artikel tersebut bisa mewarnai khazanah dunia tulis menulis di Indonesia, dan memiliki manfaat untuk orang lain, sehingga jadi amal jariah buat saya. Bangga juga kan meninggalkan sesuatu yang bisa membuat orang lain mengingat kita?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun, ada yang lebih berat lagi daripada itu semua, yaitu mengamalkan apa yang saya tulis tersebut. Wah, benar-benar sebuah perjuangan. Mudah-mudahan saya bisa istiqamah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;C1H3uL4176.  230807. 21.08.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nb : Thanks to &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/" mce_href="http://muhshodiq.wordpress.com"&gt;Kang Shodiq&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://cherry_calosa.blogs.friendster.com/" mce_href="http://cherry_calosa.blogs.friendster.com"&gt;Oci&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://d4j4l.blogspot.com/" mce_href="http://dajal.blogspot.com"&gt;Dajal&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://calonakhwat.blogspot.com/" mce_href="http://calonakhwat.blogspot.com"&gt;Arita&lt;/a&gt; :)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2108354599570580352?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2108354599570580352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2108354599570580352&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2108354599570580352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2108354599570580352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/08/menanti-terwujudnya-sebuah-impian.html' title='Menanti Terwujudnya Sebuah Impian'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5095827722900900149</id><published>2007-08-07T20:41:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T20:52:32.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Semakin Berantakan</title><content type='html'>Dari acara Pameran Buku IKAPI 2007, Landmark Braga, Bandung yang berlangsung dari tanggal 1-7 Agustus 2007, saya menambah lagi daftar buku di kamar saya.  Maka, semakin berantakan saja kamar saya.  Aneh, saya paling tidak bisa lihat harga buku murah.  Padahal, masih bertumpuk buku-buku di kamar saya yang belum selesai dibaca.  Musashi, sudah hampir 2 bulan lebih mentok di 1/3 halaman, dan beberapa buku lagi yang masih 'mengambang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pameran yang sekarang, saya sebetulnya &lt;i&gt;hunting&lt;/i&gt; buku-buku karangan &lt;strong&gt;HAMKA&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;M.Natsir&lt;/strong&gt;.  Mengherankan buat saya ketika melihat bahwa ternyata tidak satu pun penerbit-penerbit sekarang yang tertarik mencetak lagi karya-karya mereka.  Jadilah buku-buku mereka sulit didapatkan alias barang langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti biasanya, kali ini saya ragu-ragu juga untuk membeli buku-buku tersebut.  Saya sampai berputar-putar sebanyak 4 putaran...pyuuhh.  Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli beberapa buku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga buah buku yang saya dapatkan hanya dengan harga Rp. 10.000, memang bukan buku-buku&lt;i&gt; best seller&lt;/i&gt;, tapi lumayan untuk menambah referensi.  Buku-buku tersebut adalah&lt;strong&gt; Tragedi &amp;amp; Komedi&lt;/strong&gt; (Ayub Yahya), &lt;strong&gt;Umar Kayam : Karya dan Dunianya&lt;/strong&gt; (B. Rahmanto) dan &lt;strong&gt;Dunia yang Berlari : Mencari "Tuhan-tuhan" Digital&lt;/strong&gt; (Yasraf Amir Piliang).  Ketiganya dari penerbit Grasindo.  Buku terakhir memang sudah acak-acakan, tapi lumayan untuk jadi bahan bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu buku dari penerbit Gema Insani Press.  &lt;strong&gt;Wajah Peradaban Barat : Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular Liberal&lt;/strong&gt; (Adian Husaini).  Buku yang mendapatkan penghargaan ketika acara Islamic Book Fair Jakarta 2007, beberapa bulan yang lalu.  Buku yang menarik.  Awalnya saya membaca buku ini di perpustakaan Salman ITB.  Sudah baca sampai setengah buku, tapi tidak pernah diselesaikan.  Oleh sebab itu, saya membeli buku ini.  Sebuah usaha yang sangat baik dari Adian Husaini dalam menjawab permasalahan &lt;i&gt;ghazwul fikr&lt;/i&gt;.  Mumpung dapat diskon 40%, saya beli saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik menarik terjadi ketika akan membali buku terakhir.&lt;strong&gt;  Biografi Abu Bakar ash-Shiddiq&lt;/strong&gt; (Dr.  Muhammad Husain Haikal), terbitan Qisthi Press.  Salah satu dari 4 buku biografi Khulafaur Rasyidin karangan Dr. Muhammad Husain Haikal.  Saya sempat bingung ketika memilih antara buku tersebut dengan buku &lt;strong&gt;Fatwa-fatwa Kontemporer&lt;/strong&gt; (Yusuf Qaradhawi) dan sebuah buku tentang sejarah Rasulullah.  Namun, setelah dipikir-pikir...sudah 2 buku yang saya baca tentang sejarah Rasulullah, meskipun banyak lupanya.  Saya juga sedang malas membaca buku-buku tentang perdebatan soal fikih.  Maka, pilihan jatuh pada buku Biografi Abu Bakar.  Saya sampai bolak-balik di antara 2 &lt;i&gt;stand&lt;/i&gt; yang memajang buku-buku tersebut.  Dari ujung ke ujung pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku lagi yang menambah berantakan kamar saya.&lt;strong&gt;  Menjadi Manusia Haji&lt;/strong&gt; (Ali Syariati), penerbit Jalasutra.  Kalau ini sih jauh-jauh hari saya dapatkan, tidak pada saat pameran tersebut.  Penasaran dengan pemikiran-pemikiran Ali Syariati.  Sayang sekali, beliau kadung dicap Syiah, sebuah 'aliran' dalam Islam yang perlu pengkajian lebih dalam sebelum memberikan cap 'sesat'.  Sebab pada mulanya, syiah adalah golongan yang berpihak pada 'Ali, bukan aliran.  Awalnya, saya pun menghindarinya, namun setelah baca beberapa tulisan dan buku tersebut, pemikirannya cenderung netral.  Dalam arti, beliau tidak mempermasalahkan hal-hal yang terkait soal fikih, tapi lebih banyak membahas persoalan akhlak dan filosofi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, 2 buah tabloid &lt;strong&gt;PCPlus&lt;/strong&gt; dan 4 buah tabloid &lt;strong&gt;Info Komputer&lt;/strong&gt; yang saya dapatkan seluruhnya dengan harga Rp. 30.000.  Lumayan, Info Komputer aslinya Rp. 40.000/edisi.  Kali ini, tidak ada novel atau kumpulan cerpen, karena teringat masih ada Musashi yang belum selesai, Zahir (Paulo Coelho) yang belum dibaca sekalipun, 3 buah buku dari Tetralogi Klan Otori yang tersebar di teman-teman saya dan Pohon Tumbuh Tidak Tergesa-gesa (Yus R. Ismail) yang tinggal beberapa judul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C1h3ul417g.  070807. 20.36&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5095827722900900149?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5095827722900900149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5095827722900900149&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5095827722900900149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5095827722900900149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/08/semakin-berantakan.html' title='Semakin Berantakan'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3987814028973530079</id><published>2007-07-23T19:01:00.000+07:00</published><updated>2007-07-23T19:34:57.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bagoooosssss</title><content type='html'>Inilah beberapa pesan dari sms, email, YM, forum atau pun yang langsung ke telinga saya dalam 2 minggu terakhir...&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Don, siap ya jadi panitia nikahan saya...tanggal 5 Agustus&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Don, Insya Allah, gua nikah tanggal 4 Agustus di Jakarta...ajak temen-temen yang lain ya&lt;/i&gt;?"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Insya Allah, menikah, 4 Agustus 2007, di Tangerang...&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Pastinya sih tanggal 4 Agustus 2007...&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Kang, datang ya tanggal 12 Agustus, di Garut...mohon do'a restunya..&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;A...insya allah, saya nikah tanggal 12 Agustus di Sukabumi..&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagoooosssssss....&lt;br /&gt;Bagaimana dengan perasaan saya? Bingung.  Maunya semua didatangin satu-satu...kalau di Bandung semua sih, bisa tuh, lha ini...lintas kota semua.  Badan saya juga cuma 1. Jadi...lihat saja nanti, mana yang akan saya pilih.  Mungkin hanya do'a saja yang bisa saya kirim dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, saya sangat berbahagia dengan kebahagiaan mereka...di sisi lain, dunia terasa semakin menghimpit saja buat saya.  Heuheuheu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa kali saya terlibat obrolan seperti ini...&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Don, kapan rencana nikah...?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Pengennya tahun ini...&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;pastinya...?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;targetnya sih september, kan pengen ngerasain Ramadhan bareng istri...hehehe&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;wah, siapa calonnya?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;belum ada...&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;heh...? itu kan beberapa minggu lagi...?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;ya, begitulah...&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;trus?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;trus apanya...?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;mau nikah sama siapa...?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;heuheuheu...&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;Gag penting banged ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciheulang. 230707. 19.31.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3987814028973530079?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3987814028973530079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3987814028973530079&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3987814028973530079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3987814028973530079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/07/bagoooosssss.html' title='Bagoooosssss'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2857512641014159637</id><published>2007-07-21T16:02:00.000+07:00</published><updated>2007-07-21T16:41:34.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Peliharaan Baru</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tambah lagi 'peliharaan' baru.  &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.goodreads.com/"&gt;Goodreads&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; menawarkan sesuatu yang menarik bagi para pembaca dan pecinta buku.  Bergabung sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;member&lt;/span&gt; goodreads menjadikan kita dapat mengetahui buku-buku apa saja yang sedang, pernah dan akan di baca oleh teman-teman kita.  Sebetulnya tidak berbeda jauh dengan &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.friendster.com/"&gt;Friendster&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, hanya lebih difokuskan untuk orang-orang yang tertarik terhadap buku.  Pun kita dapat membaca &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;review&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;teman-teman kita terhadap buku-buku yang dibacanya, sekaligus bisa mendiskusikannya, dengan meninggalkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;comment&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; tentunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Saya pun belum lama bergabung, lihat saja &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.goodreads.com/user/show/206884"&gt;profile&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; saya di Goodreads untuk mengetahui buku apa saja yang sedang saya baca, yang sudah saya baca, yang akan saya baca dan yang saya miliki.  Saya sengaja tidak memberikan review di goodreads, kan ada &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://katapengantar.blogspot.com/"&gt;katapengantar&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;...jadi tidak mungkin saya abaikan.  Atau...saya tulis dua-duanya aja kali ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dengan adanya Goodreads, sebetulnya memudahkan saya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;share&lt;/span&gt; daftar buku yang saya miliki.  Kalau teman-teman ada yang mau pinjam atau sekedar ingin tahu koleksi buku saya, tinggal lihat saja di sana.  Gampang kan?  Tentunya saat ini belum banyak...hanya yang saya ingat di kepala saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciheulang. 210707. 16:37&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2857512641014159637?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2857512641014159637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2857512641014159637&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2857512641014159637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2857512641014159637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/07/peliharaan-baru.html' title='Peliharaan Baru'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-8821322271944675353</id><published>2007-07-18T09:30:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T12:00:20.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fotografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><title type='text'>Camera and Me</title><content type='html'>Dalam 2 minggu terakhir, saya terlibat lagi dalam beberapa acara.  Pernikahan teman di Lampung, Kemah Juara &lt;a href="http://www.rumahzakat.org/"&gt;Rumah Zakat&lt;/a&gt;, Daurah &lt;a href="http://ssgcibeunying.wordpress.com/"&gt;SSG Cibeunying&lt;/a&gt; serta jadi saksi sekaligus dokumentator acara khitanan anak seorang teman. Entah kenapa, dalam moment-moment tersebut, sengaja atau tidak, saya selalu berinteraksi dengan sebuah benda yang namanya kamera. Mungkin juga karena saya yang selalu 'gatal', tidak bisa lihat kamera bagus, bawaannya ingin 'ngoprek' dan pinjam. Atau juga karena teman-teman tahu kalau saya suka dengan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Photography"&gt;fotografi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, saya bisa merasakan menggunakan beberapa jenis kamera, dari level terendah sampai level tertinggi, bahkan handycamp. Level terendah, tentu saja kamera saya, &lt;a href="http://www.olympus-europa.com/consumer/29_C-160.htm"&gt;Olympus Camedia C-160&lt;/a&gt;, karena di moment-moment tersebut saya selalu membawa serta kamera tersebut. Bahkan ketika survey tempat untuk acara Daurah SSG. Kamera ini tidak jelek-jelek amat, tapi juga sulit untuk dikatakan bagus. Saya kira, cukup, jika hanya digunakan untuk orang-orang yang tidak peduli dengan serba-serbi kamera dan fotografi. Fasilitasnya pun pas-pasan. Dengan resolusi sampai 3.2 Megapixel dan hanya mengandalkan Digital Zoom 2.5x, masih cukup untuk mengambil objek-objek sampai 10 meter. Namun, karena tidak memiliki Optical Zoom, gambar yang dihasilkan cenderung pecah ketika melakukan zooming untuk jarak yang agak jauh. Selain itu, kemampuan kamera ini untuk menangkap objek dalam kondisi cahaya terbatas seperti dalam ruangan atau di malam hari, bahkan sore hari menjelang maghrib pun, sangat payah. Meskipun masih bisa diakali dengan menaikan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Exposure_%28photography%29"&gt;exposure&lt;/a&gt;.  Berikut adalah beberapa hasil dari Olympus C-160. &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rp2Eh9sgbzI/AAAAAAAAAC4/6T8Q5H7Ju08/s1600-h/olympus1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rp2Eh9sgbzI/AAAAAAAAAC4/6T8Q5H7Ju08/s320/olympus1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088368873030315826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; Dalam acara Daurah SSG, saya pun 'dititipi' sebuah kamera oleh &lt;a href="http://www.friendster.com/11959005"&gt;Ayu&lt;/a&gt;, anggota baru SSG Wilayah Cibeunying. &lt;a href="http://exilim.casio.com/"&gt;Casio Exilim&lt;/a&gt;, entah seri ke berapa...saya lupa mencatatnya. Meskipun interaksi saya dengan kamera tersebut sempat terjadi beberapa minggu sebelumnya. Akan tetapi, saya tidak sempat 'ngulik' fasilitas-fasilitas yang ada. Hasil yang diperoleh jauh lebih baik dibandingkan Olympus C-160. Bisa 3x Optical Zoom plus Digital Zoom, dengan resolusi sampai 7.2 Megapixel. Tersedia pilihan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Film_speed"&gt;ISO&lt;/a&gt; 100, 200 dan 400. Hanya saja, saya belum pernah menggunakan kamera tersebut di malam hari, hanya di dalam ruangan, dan hasilnya tidak terlalu mengecewakan, meskipun tanpa menggunakan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flash_%28photography%29"&gt;flash&lt;/a&gt;/blitz.  Seingat saya, kamera ini belum memiliki opsi untuk memilih &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aperture"&gt;Aperture&lt;/a&gt; ( bukaan diafragma lensa ) dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shutter_speed"&gt;Shutter Speed&lt;/a&gt;, nampaknya diset otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera yang lebih baik dalam hal feature dan performa adalah &lt;a href="http://www.steves-digicams.com/2003_reviews/dx6490.html"&gt;Kodak EasyShare DX6490&lt;/a&gt;. Saya berinteraksi dengan kamera tersebut ketika mengantarkan teman saya, Ipuy, menikah dengan wanita pilihannya di Lampung. Kamera ini sudah memiliki opsi untuk memilih Aperture, Shutter Speed dan ISO, 3 unsur penting dalam sebuah kamera ideal. 10x Optical Zoom dan 4.0 Megapixel.  Oleh karena itu, kamera ini sudah mendukung penggunaan kamera dalam mode &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aperture_priority"&gt;Aperture Priority&lt;/a&gt; (A atau Av), &lt;a href="http://http//en.wikipedia.org/wiki/Shutter_priority"&gt;Shutter Priority&lt;/a&gt; (S) dan Manual (M). Bagi yang tertarik untuk mendalami fotografi, kamera ini cocok sebagai media belajar, karena segala kebutuhan sebuah kamera ideal ada pada kamera ini. Sebuah kamera semi-DSLR. Ketika menggunakan kamera ini, saya memakai mode Aperture Priority (A). Dengan mode ini, berarti saya bisa menentukan bukaan diafragma (Aperture) secara manual, saya paling suka dengan Aperture yang paling kecil nilainya f/2.8 atau f/3.2, sementara Shutter Speed diatur oleh kamera secara otomatis. Dan hasilnya...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rp2EhdsgbyI/AAAAAAAAACw/uu3NmxUbXF0/s1600-h/easyshare.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rp2EhdsgbyI/AAAAAAAAACw/uu3NmxUbXF0/s320/easyshare.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088368864440381218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Sementara dalam acara Kemah Juara Rumah Zakat, saya sempat menggunakan 5 buah kamera dengan merk dan jenis yang berbeda. Sayangnya, saya tidak sempat mengingat merk dan seri kamera-kamera tersebut. Ada 2 buah kamera yang bikin saya 'ngiler' dan ingin menangis gara-gara kabita pisan...2 buah kamera Nikon &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DSLR"&gt;DSLR&lt;/a&gt;, entah seri ke berapa, yang digunakan oleh fotografer sewaan, yang ternyata satu almamater dengan saya. Saya sempat mencoba kedua kamera tersebut dan mengambil beberapa objek...dan hasilnya? Luar biasa. Apalagi, lensa yang digunakan juga bukan lensa standar, tapi bisa menangkap objek dengan jelas sampai jarak 40 meter. Serasa jadi fotografer beneran...Sayangnya, saya tidak bisa menampilkan hasil jepretan dengan kamera tersebut, karena saya tidak sempat meminta gambarnya. Sampai saat ini sedang saya usahakan untuk mendapatkan gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pemandangan yang sempat saya tangkap, yaitu ketika salah seorang peserta/panitia kegiatan tersebut membaca Al-Quran di bawah pohon, dengan pencahayaan sinar matahari pagi, sekitar jam 7 pagi. Diam-diam, saya mengambil moment tersebut dengan kamera DSLR yang saya gunakan. Dan hasilnya...keren!! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;An awesome view&lt;/span&gt;.  Diantara seluruh objek yang saya ambil, gambar itulah yang paling ingin saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kamera lagi yang dititipkan kepada saya, Canon kalau tidak salah, entah seri ke berapa, tapi bukan DSLR. Riska yang menitipkannya kepada saya, sesama seksi dokumentasi dalam acara Kemah Juara. Hasilnya tidak berbeda jauh dengan Casio Exilim milik Ayu. Padahal, kamera Riska lebih lengkap fasilitasnya. Memiliki opsi Aperture dan Shutter Speed juga, seingat saya. Pun didukung oleh fasilitas Optical Zoom. Namun, hasil keduanya setara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengalaman menarik ketika saya diminta untuk mengabadikan moment khitanan Hanif, putra teman saya. Meskipun datang terlambat, saya sempat mengambil beberapa gambar proses khitanan tersebut. Bahagia rasanya menjadi saksi sebuah moment penting, dan mengabadikannya. Saya pikir, itulah sisi menarik dan kepuasan seorang fotografer. Saya sempat bingung juga ketika ditanya, kenapa tertarik fotografi? Sekarang saya tahu jawabannya :) Ruginya jadi fotografer, jarang jadi objek yang difoto :)) tapi, saya sih senang seperti ini, soalnya kalau difoto, sudah kehabisan gaya alias mati gaya. Heu3x. Bahkan, &lt;a href="http://www.friendster.com/8788962"&gt;Widi&lt;/a&gt; pernah nyeletuk..."&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don, lu mah nggak fotogenik, susah amat nyari sisi menariknya buat difoto...&lt;/span&gt;" Inget kan Wid? Heu3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan saya...meskipun dalam fotografi juga ada kaidah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Man behind The Gun&lt;/span&gt;", alias tergantung siapa yang menggunakan kamera, tetap saja, kamera yang lebih baik cenderung membantu orang lebih kreatif dan menghasilkan gambar yang lebih baik. Setidaknya berdasarkan pengalaman saya, seperti itu kasusnya. Namun, jika saya ditanya, bagusnya punya kamera yang seperti apa? Ya...tergantung tujuan penggunaan juga dan...tergantung kemampuan dompet kita juga. heu3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 K 3 L 0 4. 180707. 8:25.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-8821322271944675353?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/8821322271944675353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=8821322271944675353&amp;isPopup=true' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8821322271944675353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8821322271944675353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/07/camera-and-me.html' title='Camera and Me'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rp2Eh9sgbzI/AAAAAAAAAC4/6T8Q5H7Ju08/s72-c/olympus1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2951083248862903194</id><published>2007-07-17T15:26:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T15:46:11.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan'/><title type='text'>Blog Adventure</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/13062226"&gt;Orang yang satu ini&lt;/a&gt; memang aneh...sementara saya masih dalam tahap 'memikirkan' untuk mencetak tulisan-tulisan dalam blog ini, dia sudah melakukannya dan 'menyebarkan' versi cetak dari blog ini ke teman-temannya.  Dan katanya, berhasil menginspirasi orang lain. Walah...!  Selain itu, belum lama ini, dia bermimpi...suatu ketika dia main ke gramedia dan mendapatkan beberapa buku bertuliskan nama saya sebagai penulis.  Huahahaha...Ammmiiinnnn!!  Saya saja belum pernah punya mimpi seperti itu dalam tidur saya.  Katanya pula, saya adalah salah satu penulis yang dikaguminya selain Andrea Hirata.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well, i'm speechless&lt;/span&gt;.  Duh, udah mulai nggak enak nih hidung...Heuheuheu.  Dia juga yang pernah mengoreksi tulisan saya habis-habisan, sehingga bentuk tulisan saya jadi 'lebih enak' dibaca, katanya.  Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh orang &lt;a href="http://www.friendster.com/14643025"&gt;ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.friendster.com/14576308"&gt;ini&lt;/a&gt;, masihkah? Meskipun tanpa mimpi ke gramedia serta nggak pake acara koreksi tulisan dan kagum-kaguman segala...hihihi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Saya tidak bermaksud bernarsis-narsis ria di sini...hmm, okelah, sedikit...boleh kan? Hihihi...Hanya saja saya selalu heran sekaligus kagum terhadap efek dari sebuah tulisan kepada orang lain.  Awal mula saya memutuskan untuk nge-blog juga berawal dari kekaguman saya terhadap para penulis dari komunitas Aksara Salman.  Dan kekaguman saya berawal dari tulisan-tulisan yang ada di buletin Jum'atan, Kronika, sekarang sudah berubah nama menjadi Iqra.  Saya pun mengoleksi buletin tersebut tiap Jum'at.  Diam-diam saya mengagumi sekaligus 'ngefans' dan iri terhadap para penulisnya, meskipun tidak pernah bertemu muka sekali pun.  Dari situ, saya merasakan 'kedekatan emosi' dengan penulis-penulisnya.  Terus terang, saya sempat penasaran..."&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seperti apa sih mereka?&lt;/span&gt;" Bahkan, saya diam-diam menghadiri acara pernikahan salah satu penulisnya di Masjid Salman, Ramadhan tahun lalu.  Itu pun karena saya mengetahui 'undangannya' dari blog penulisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bermula dari kesukaan '&lt;a href="http://lieamhar.blogspot.com/index.html"&gt;adik asuh&lt;/a&gt;' saya di Birama baca-baca blog orang lain, saya mendapati nama-nama &lt;a href="http://rakhmita.blogspot.com/"&gt;Rakhmita Akhsayanti&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://yutiariani.blogspot.com/index.html"&gt;Yuti Ariani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://sherlanova.blogspot.com/index.html"&gt;Sari Alessandra&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://warastuti.blogspot.com/index.html"&gt;Warastuti&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ulfahregar.blogspot.com/"&gt;Ulfah Mardiah&lt;/a&gt; dan nama-nama lainnya di salah satu blog.  Nama-nama tersebut adalah para penulis yang saya 'kagumi' itu.  Lho, kok perempuan semua?  Seingat saya, mereka lah yang paling sering menyumbang tulisan di Kronika ketika itu.  Saya pun baru mulai nge-blog waktu itu, posting tulisan-tulisan nggak jelas.  Sejak saat itu, saya pun jadi rajin memantau tulisan-tulisan mereka, sesekali memberi komentar khas saya yang nggak jelas juga...hehehe.  Meskipun saya belum pernah sampai menyimpan tulisan-tulisan blog mereka apalagi mencetaknya.  Dari blog mereka juga blog-adventure saya terhadap blog-blog 'bagus' lainnya dimulai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Adapun yang menarik perhatian saya adalah gaya tulisan mereka yang 'nyastra' sekaligus 'intelek', pun pilihan kata dan diksi yang digunakan.  Entah karena mereka perempuan semua atau sudah lama menulis, yang jelas semuanya para pelahap buku, ITB banget lah...:D  Sebuah bukti lagi bahwa kemampuan menulis berbanding lurus dengan kesukaan membaca buku.  Bandingkan dengan saya yang membaca buku hanya kalau ingat dan saat susah tidur saja...:))  Wajar jika kemudian saya seringkali merasakan kemandegan dalam menulis karena kehabisan bahan, plus gaya bahasa dan diksi yang begitu-begitu saja.  Kalau mereka mau, tulisan-tulisan mereka bisa saja dikumpulkan dan dijadikan sebuah buku, entah perorangan atau satu kelompok, kemudian tawarkan kepada penerbit.  Insya Allah, bisa tembus.  Kalaupun tidak, cetak sendiri dan edarkan atau pasarkan sendiri.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Be Independent? Why not?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jika ada yang harus diterimakasihi, mungkin mereka yang layak mendapatkannya.  Dari mereka saya belajar tentang 'indahnya' dan luar biasanya sebuah tulisan, meskipun sederhana.  Dan dari mereka juga saya belajar bahwa seorang guru pun tidak mesti orang-orang yang terkenal atau luar biasa.  Bisa jadi, dari orang-orang yang tidak terkenal dan sangat biasa itulah kita belajar lebih banyak.  Dan kepada mereka...saya masih saja iri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;S 3 K 3 L 0 4. 170707. 5:34.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2951083248862903194?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2951083248862903194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2951083248862903194&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2951083248862903194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2951083248862903194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/07/blog-adventure.html' title='Blog Adventure'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-6556181921130600652</id><published>2007-07-17T15:17:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T15:26:07.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Belajar dari Ilalang</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Jika perjuangan yang kita hadapi dapat kita ibaratkan membabat ilalang ribuan hektar, sedangkan kita hanya punya sebilah pisau, lakukanlah itu! Jangan menunggu engkau punya traktor.  Gunakanlah pisau itu sebaik-baiknya dan tunjukkanlah kepada Allah bahwa engkau sungguh-sungguh dalam bekerja.  Mungkin, ketika engkau membabat ilalang dengan pisau seperti itu, hasilnya hanya beberapa meter dalam sehari.  Engkau babat depannya, lusa ilalang di belakangmu tumbuh kembali.  Engkau babat yang belakang, yang depan tumbuh pula.  Lalu, ketika engkau babat yang kiri, yang di sebelah kanan merimbun lagi, dan jika engkau babat yang kanan, yang kiri tumbuh menjadi.  Namun, apa pun hasilnya, kerjakanlah! Sebab, saat itu, Allah yang Maha Tahu sedang melihatmu.  Jika Dia melihatmu bersungguh-sungguh menggunakan pisaumu, esok atau lusa, Dia akan memberimu golok.  Gunakanlah golokmu sebaik-baiknya, dan bersungguh-sungguhlah dalam bekerja.  Sebab, jika engkau sudah pandai menggunakan golok, kapan-kapan Allah akan memberimu traktor.  Jika sudah begitu, apa yang tidak dapat kamu lakukan?&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kutipan di atas saya dapatkan dari buku Pelangi Islami 1, terbitan Khazanah Intelektual, yang merupakan kumpulan artikel dari Dr. Afif Muhammad, MA.  Judul tulisan ini pun sengaja saya ambil dari judul yang sama dengan salah satu artikel tersebut.  Beliau pun mengutipnya dari 'Allamah Abul A'la Maududi, salah seorang ulama terdahulu.  Bukan tanpa alasan saya mengutip nasihat tersebut.  Sejujurnya, saya merasa nasihat itu ditujukan kepada saya secara langsung.  Nasihat semacam ini, sekali lagi, berhasil 'menampar' secara telak untuk menyadarkan saya agar tidak selalu mengeluh dalam bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Seringkali, dalam melakukan sesuatu, muncul bermacam pikiran yang 'mengeluhkan' kondisi saat ini.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah, andai aku punya laptop, mungkin kerjaku akan maksimal...&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau gua punya kamera DSLR, gua yakin foto-foto yang gua ambil bakalan lebih bagus...&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gara-gara nggak punya motor nih...gua kejebak macet melulu, jadi aja telat terus...&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dan bermacam-macam 'keluhan' sejenis.  Padahal, ketika kemudian apa yang kita inginkan itu kita miliki, seringkali tidak mengubah keadaan.  Kalaupun ada, tidak banyak, karena permasalahan yang sebenarnya adalah mental kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Dudi Muttaqien pernah mendefinisikan tentang rasa syukur.  Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang menerima atau ridha dengan apa yang dimilikinya, dan menggunakannya secara optimal.   Dengan mengoptimalkan apa yang ada, diharapkan akan memberikan manfaat bagi dirinya, keluarganya dan syukur-syukur bisa untuk orang lain.  Itulah yang kemudian disebut dengan barakah.  Betapa agungnya nilai rasa syukur, sehingga Islam menempatkan syukur sebagai salah satu pintu masuk ke dalam surga.  Dan satu lagi pintu bagi orang-orang yang bersabar.  Sepemahaman saya, syukur dan sabar merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.  Jika sikap sabar membentuk orang-orang yang selalu bersemangat dan pantang menyerah dalam hidup, maka sikap syukur akan membentuk orang-orang yang selalu ridha dengan hasil akhir yang didapatkan, baik atau pun buruk hasil usahanya tersebut.  Kedua sikap inilah yang kurang muncul dalam diri kita pada umumnya, terutama di Indonesia.  Dari sini, bisa ditarik kesimpulan bahwa barakah-nya sesuatu (ilmu, uang atau harta benda) berbanding lurus dengan sikap sabar dan rasa syukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kutipan di atas pun secara tidak langsung menasehati kita untuk selalu bersabar dan bersyukur.  Kita punya pisau, syukurilah itu! Kita punya komputer, syukurilah!  Kita punya motor, syukurilah!  Gunakanlah sebaik-baiknya untuk membantu pekerjaanmu, kemudian bersabarlah dengan apa yang kamu kerjakan!  Suatu saat, mungkin ada orang yang melihat baiknya pekerjaan yang kita lakukan dan 'jatuh cinta' pada karya kita, sehingga tidak segan-segan untuk 'menghargai' kita atau karya kita dengan 'bayaran' yang tinggi.  Bukan tidak mungkin pada akhirnya kita memiliki golok, laptop atau mobil, bahkan ketiga-tiganya sekaligus.  Semuanya berawal dari sikap sabar dan syukur yang tertanam dalam diri kita.  Inilah sikap mental yang wajib kita miliki, karena dengan kedua sikap inilah kita bisa survive.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Namun, bukan pula hal yang mudah untuk menjadikan sabar dan syukur sebagai karakter diri kita.  Perlu latihan yang terus menerus, dan kita pun dituntut untuk sabar dengan latihan tersebut.  Memang luar biasa perjuangan untuk bisa 'berhasil' dalam hidup, dan sedikit yang bisa bertahan dalam tempaan kehidupan, karenanya hanya sedikit orang yang  benar-benar bisa disebut 'berhasil' dalam hidupnya. Dan saya selalu berusaha untuk menjadi bagian dari orang-orang yang sedikit itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terus terang saja, saya 'terlambat' memahami syukur dan sabar.  Saya benar-benar disadarkan atas pentingnya rasa syukur setelah memutuskan resign dari pekerjaan saya dahulu.  Akan tetapi, karenanya saya juga mendapatkan pelajaran tentang kesabaran dari orang-orang yang berinteraksi dengan saya belakangan ini.  Dan kini, tibalah pada bagian terberat dari semuanya...menghayati.  Hayat berarti hidup, menghayati berarti menghidupkan.  Dan menghidupkan, bukan hanya 'memikirkan' atau 'menangkap' makna yang terkandung di dalamnya...tapi melakukannya, mengamalkan, implementasi, aksi.  Sebab tanpa aksi, apa yang bisa kita buktikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;S 3 K 3 L 0 4. 170707. 3:08.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tulisan sejenis : &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/istiqamah-kuadrat-tm.html"&gt;Istiqamah Kuadrat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-6556181921130600652?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/6556181921130600652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=6556181921130600652&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6556181921130600652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6556181921130600652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/07/belajar-dari-ilalang.html' title='Belajar dari Ilalang'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3490119823683257738</id><published>2007-07-09T23:40:00.000+07:00</published><updated>2007-07-09T23:42:15.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Heran Deh...</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;Katanya perempuan itu paling takut dipoligami...&lt;br /&gt;tapi, setiap saya denger yang nyanyi...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;justru perempuan yang paling banyak nyanyi.&lt;br /&gt;Jangan-jangan kecurigaan saya selama ini benar, bahwa perempuan itu lebih 'suka' melihat perempuan lain menderita.  Nggak ngerti deh ah...Meskipun lagu ini nge-top, seharusnya perempuan benci lagu ini, kenyataannya malah suka.  Heran deh...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;S 3 K 3 L 0 4. 090707. 23.35.&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3490119823683257738?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3490119823683257738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3490119823683257738&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3490119823683257738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3490119823683257738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/07/heran-deh.html' title='Heran Deh...'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3589476406810142652</id><published>2007-07-07T21:10:00.000+07:00</published><updated>2007-07-07T21:17:31.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Too Bad, So Sad</title><content type='html'>Sayang sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masih anak sekolah, dua SMA&lt;br /&gt;belum tepat waktu 'tuk begitu begini *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget jargon seorang teman...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Too Bad, So Sad&lt;/span&gt;! Kekekekeke...:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Disadur dari lagu Anak Sekolah, Chrisye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 070707 (nice date, heh?!) 21.15&lt;br /&gt;Tunduuuuuuh pisan!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3589476406810142652?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3589476406810142652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3589476406810142652&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3589476406810142652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3589476406810142652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/07/too-bad-so-sad.html' title='Too Bad, So Sad'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-8639400850585790380</id><published>2007-06-28T23:09:00.000+07:00</published><updated>2007-06-28T23:33:45.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Coming Soon</title><content type='html'>Akhirnya, setelah memaksakan diri, saya berhasil memiliki domain sendiri &lt;a href="http://www.donnyreza.net/"&gt;www.donnyreza.net&lt;/a&gt;.  Saat ini belum berisi apa pun, rancangan websitenya belum selesai, tertunda terus.  Maklum, sedang malas sekali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coding&lt;/span&gt;. Saya punya kapasitas 100Mb, ada saran untuk diisi apa saja? Asal jangan minta aplikasi-aplikasi atau apapun yang berbau bajakan, terbentur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;policy&lt;/span&gt; dengan pihak penyedia layanan Hosting, &lt;a href="http://www.qwords.com/"&gt;Qwords&lt;/a&gt;. Mudah-mudahan saya tidak salah pilih. Pemilihan Qwords sendiri setelah melalui perbandingan dengan penyedia layanan yang sama, selain itu, karena mereka ada di Bandung, sehingga lebih memudahkan untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tunggu saja tanggal mainnya :) Sayangnya dalam 2 minggu ke depan, website pribadi itu masih dalam tahap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;under construction&lt;/span&gt;.  Jadi, belum berisi apa-apa.  Rancangan websitenya sudah 60%, masih perlu perbaikan dan tambahan sana-sini, terutama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;security&lt;/span&gt;-nya. Meskipun, sebetulnya saya tidak keberatan website saya ada yang 'mengacak-acak', asal...kasih tahu saya dimana kelemahannya. Jadi, sekalian saya belajar...;) Apalagi, rencana ke depan, saya akan menggunakan juga untuk keperluan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-commerce&lt;/span&gt;, berbisnis lewat internet, yang terpikir oleh saya sih jualan buku online, meskipun sudah banyak juga yang sejenis. Ada masukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, saya bingung...&lt;a href="http://infinityproject.blogs.friendster.com/"&gt;infinityproject&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/"&gt;psychoavatar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/"&gt;katapengantar&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://indoenglish.wordpress.com/"&gt;IndoEnglish&lt;/a&gt; dihapus jangan ya? :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 K 3 l 0 4. 280607. 23.25.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Duh, lagu Nirwana-nya GIGI jam segini bener-bener enak di telinga dan bikin memori saya berputar ke masa lalu...:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-8639400850585790380?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/8639400850585790380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=8639400850585790380&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8639400850585790380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8639400850585790380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/06/coming-soon.html' title='Coming Soon'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-8778206032600981755</id><published>2007-06-21T11:22:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T12:00:20.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu'/><title type='text'>Badai vs Badai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GStD0WI/AAAAAAAAACg/zba2QjdBV4w/s1600-h/Badai+Pasti+Berlalu+%281975%29.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GStD0WI/AAAAAAAAACg/zba2QjdBV4w/s320/Badai+Pasti+Berlalu+%281975%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078370538402074978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GCtD0VI/AAAAAAAAACY/vp9q8-BcD4M/s1600-h/2007012332045.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GCtD0VI/AAAAAAAAACY/vp9q8-BcD4M/s320/2007012332045.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078370534107107666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GCtD0VI/AAAAAAAAACY/vp9q8-BcD4M/s1600-h/2007012332045.jpg"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GStD0XI/AAAAAAAAACo/889mkdXDbOQ/s1600-h/Badai+Pasti+Berlalu+%281999%29.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GStD0XI/AAAAAAAAACo/889mkdXDbOQ/s320/Badai+Pasti+Berlalu+%281999%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078370538402074994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The New Version of&lt;/span&gt; OST. Badai Pasti Berlalu (BPB), saya jadi tergelitik untuk membandingkan dengan judul yang sama garapan Erwin Gutawa keluaran tahun 1999. Sayangnya, saya tidak memiliki koleksi versi pertama album tersebut, yang keluar tahun 1975. Itu lho, yang covernya berwarna hijau dan bergambar Christine Hakim sedang berlari. Konon, album tersebut menggebrak pasar musik Indonesia yang cenderung statis saat itu. Kalau didengarkan dari 2 album versi terbarunya, bisa dipastikan bahwa album tersebut memang beberapa langkah lebih maju dibandingkan musik saat itu. Saya tidak menyangka, Eros Djarot yang sekarang lebih terkenal menjadi seorang politikus, adalah orang yang memiliki peran besar dalam menghasilkan album tersebut. Beberapa lagu ciptaannya, juga bareng dengan Chrisye, memang menjadi lagu-lagu evergreen, tidak habis dimakan zaman. Sebut saja Pelangi, Cintaku dan Angin Malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang album BPB, tentunya tidak bisa lepas dari sosok almarhum Chrisye, legenda yang belum genap 3 bulan meninggalkan dunia ini. Menyadari hal itu, Andi Rianto, arranger sekaligus penggarap album BPB versi terbaru, rupanya ingin melepaskan bayang-bayang Chrisye dari album garapannya. Aransemen lagu dirombak total, beberapa musisi dan penyanyi terbaik negeri ini dilibatkan. Bukan tugas mudah untuk semua yang terlibat, ada beban mental pastinya. Hasilnya, tidak terlalu mengecewakan, mekipun pada beberapa lagu saya kecewa berat. Tentunya, ini adalah penilaian subyektif dari saya setelah membandingkan dengan album garapan Erwin Gutawa, yang menurut saya sangat fenomenal, entah dengan versi pertamanya, adakah yang bisa bantu mendapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang lumrah jika saya membandingkan kedua album tersebut, meskipun sebetulnya dalam berkarya, pembandingan-pembandingan semacam itu tentulah tidak obeyektif. Setiap orang punya cara dan sense yang berbeda dalam menggarap suatu karya, dan setiap orang juga punya selera yang berbeda dalam mengapresiasi suatu karya. Satu lagu bisa menjadi sangat berbeda di tangan setiap orang, dan apapun hasilnya, tidak bisa dikatakan lebih jelek daripada yang lain. Hanya saja, pasti ada kelebihan tersendiri jika karya yang lain lebih menonjol dibandingkan yang lain, meskipun menggarap lagu yang sama. Itulah yang saya bandingkan, kelebihan-kelebihan dalam 2 album ini, dan inilah penilaian saya, dengan segala kesoktahuan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cintaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali mendengarkan versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;swing jazz&lt;/span&gt; dari lagu ini, tapi Lucky 'Idol' perlu menambah jam terbang untuk menyanyikan lagu semacam ini. Saya mendengar ada beberapa bagian yang tidak sinkron antara Lucky dan musik, tapi sebetulnya untuk musik jazz yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full&lt;/span&gt; improvisasi, sah-sah saja. Suara Lucky yang berat, memang cocok dengan lagu ini, hanya saja, ya itu tadi, perlu jam terbang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Erwin Gutawa menyajikan lagu ini lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;groovy&lt;/span&gt;, ditambah gesekan biola dari Hendry Lamiri dan kocokan gitar Tohpati juga cukup dominan mengiringi sepanjang lagu. Lebih cocok didengarkan atau dinyanyikan dalam suasana bahagia. Point saya berikan untuk versi 2007, karena berhasil menjadikan lagu ini lebih unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Merepih Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah salah satu lagu favorit saya. Versi 1999 tampil dengan aransemen yang dominan suara gitar akustik, versi 2007 tampil dengan petikan gitar saja. Audi berhasil membawakan lagu ini dengan baik, apalagi dengan hanya 'ditemani' oleh petikan gitar, lagu ini menjadi lebih syahdu, cocok untuk jadi 'teman' malam. Petikan gitar akustiknya juga berhasil membawakan suasana lagu menjadi lebih romantis, emosional dan sentimentil. Saya menyukai kedua versi lagu ini, tapi karena harus memilih, maka point saya berikan untuk versi 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semusim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Erwin memilih untuk menonjolkan unsur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ethnic&lt;/span&gt; pada lagu ini, Andi Rianto memilih kesan modern. Keberanian Erwin memadukan Chrisye dengan Waljinah yang pesinden itu, menjadikan lagu ini cukup menarik didengarkan. Pemilihan beberapa alat musik ethnic menjadikan lagu ini terasa eksotis, meskipun kadang-kadang serasa mendengarkan Wayang Kulit juga sih. Namun, pilihan Andi Rianto dengan melibatkan Winky Wiryawan sebagai DJ di versi terbaru, patut diancungi jempol. Nuansa 70-an berbalut musik dugem atau disko, boleh juga. Cocok sebagai lagu pengiring senam dan bergoyang di pagi hari. Ini bukan sebuah penghinaan lho, tapi memang enak didengarkan sambil bergoyang. Hanya saja, Raihanuun yang menyanyikan lagu ini, terasa kurang cocok dengan musik. Kalau saya merasa lagu ini akan cocok jika dinyanyikan oleh Melly Goeslaw yang bisa lebih centil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih menyukai versi terbaru untuk jadi pilihan. Dari total durasi hampir 6 menit, setengahnya adalah intro, tapi bagian itulah yang saya sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Merpati Putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Duh, sayang sekali, saya seperti mendengar kuntilanak bernyanyi di versi terbaru lagu ini, terkesan jadi horor sekali. Memang berhasil membuat saya merinding, sayangnya bukan merinding karena lagu ini luar biasa, tapi karena takut. Heu3x. Jangan-jangan, memang ini yang menjadi kelebihannya ya? Dan desahan-desahan Astrid itu, aduh, kok rasanya mengganggu sekali buat saya ya? Padahal lagu ini sangat sederhana sebetulnya, tidak terlalu memerlukan aransemen yang aneh-aneh. Pada lagu ini, musiknya juga cukup dominan oleh suara dari mesin sampling. Namun, andaikan lagu ini tidak pernah ada sebelumnya, saya jamin lagu ini akan cepat dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erwin Gutawa berhasil menjadikan lagu ini sebagai lagu yang akan 'dirindukan' oleh mereka yang pernah mendengarnya. Dengan balutan orksestra, lagu ini memang terkesan sederhana, tapi kuat sekaligus megah. Pilihan saya untuk versi Erwin Gutawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khayalku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di album garapan Erwin Gutawa, lagu ini adalah yang paling saya sukai, tapi di versi terbaru saya kecewa berat dengan lagu ini. Tadinya saya berharap lagu ini bisa lebih menggigit. Duet Chrisye dan Nicky Astria, dibalut kesolidan musik dari Erwin Gutawa, Eddy Kemput, Thomas Ramdhan dan Ronald, dalam banyak hal tidak 'terkejar' oleh versi terbaru. Memang menawarkan sesuatu yang baru, tapi juga banyak yang hilang dari lagu ini. Warna dan nuansa lagu ini juga menjadi tidak terlalu jelas, terlalu tanggung untuk disebut rock, tapi tidak bisa juga disebut pop, sementara penyanyinya, Paul t-Five, berwarna R&amp;B. Entah saya salah atau tidak, tapi saya merasa penyanyi dan musiknya tidak nyambung, bahkan seperti memaksakan diri. Belum lagi dari aransemen lagu, Erwin berhasil menggarap lagu ini lebih apik dengan balutan musik yang lebih progressive, sehingga tidak cepat membosankan. Sialnya, kebosanan inilah yang, belum apa-apa, sudah saya rasakan saat pertama kali mendengar versi terbaru. Sayang sekali memang. Point untuk versi 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baju Pengantin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Versi 1999 disajikan dengan musik orkestra, lebih emosional. Pada beberapa bagian terasa ruang kosong yang bisa membangkitkan imajinasi kita untuk mengisinya dengan musik-musik tambahan kita sendiri. Ruang kosong itulah yang menjadikan suara Chrisye di lagu ini juga terasa dominan. Hebatnya Chrisye, dengan suaranya yang sederhana, bisa menjadi ruh dari lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi terbaru lebih nge-pop. Bagus, tapi nuansa musik malah mengingatkan pada lagu Kesan Dimatamu yang dibawakan Chrisye awal 90-an. Terutama dari beberapa suara alat musik yang menonjol. Marshanda juga pas menyanikannya. Namun, secara keseluruhan, lagu ini berhasil disajikan dengan baik. Akan tetapi, pilihan saya jatuh pada versi 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Serasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di album versi 1999, lagu ini adalah yang paling meriah dan paling panjang durasinya. Bernuansa musik-musik festival atau musik tahun 80-an, dan terkesan ramai sekali. Sepertinya lagu Semusim versi 2007 juga 'mencontek' aransemen lagu ini. Diakhiri oleh solo panjang dari Hendry Lamiri dan rampak gendang...dan kesan yang saya dapat, ya itu...ramai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada versi terbaru, agak jazz juga, dibawakan oleh Ello. Namun, saya tidak merasakan sesuatu yang special pada lagu ini, sehingga tidak sampai menarik perhatian saya untuk ingin selalu mendengarkan. Pada dasarnya, saya juga memang kurang menyukai lagu ini. Akan tetapi, pilihan saya jatuh pada versi Erwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angin Malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya mendengarkan lagu ini ketika saya sedang sentimentil sekali di zaman SMA dulu, mendengarkan di radio menjelang tengah malam, dan saya langsung menyukainya. Bahkan menjadi salah satu lagu yang paling sering saya dengarkan hingga saat ini. Dengan intro piano, untuk selanjutnya disambung oleh orkestra dan sedikit sentuhan gitar akustik, lagu ini menjadi sangat megah, tapi tetap sederhana. Sepanjang lagu, suara piano sangat dominan. Saya salut kepada Erwin Gutawa yang berhasil memikirkan detil musik dari lagu ini, luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi /rif mendapatkan tugas berat menyanyikan lagu ini. Dengan suara serak-serak beceknya, dia memang berhasil membawakan lagu ini dengan cukup baik. Berhasil juga menawarkan warna baru dari lagu ini, tapi itupun tidak lepas dari baiknya aransemen lagu ini yang dominan petikan gitar akustik. Seperti Merepih Alam yang dibawakan oleh Audi, lagu ini cocok didengarkan saat malam hari. Saya menyukainya, tapi versi 1999 masih lebih baik secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Giliran Glen Fredly yang kebagian tugas berat lainnya. Lagu paling populer di album ini. Yuni Shara pun pernah mempopulerkan lagu ini pada medio 90-an. Sayangnya, Glen tidak didukung oleh aransemen seluarbiasa, segagah dan semegah versi 1999. Aransemennya cenderung biasa-biasa saja, tipikal lagu-lagu Glen, tidak menawarkan warna baru. Meskipun, dengan nuansa semi-jazz dan R&amp;B, lagu ini jadi terasa lebih eksklusif. Kenapa ya, aransemen di album terbaru cenderung membosankan? Termasuk juga aransemen lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan saya mengagumi versi 1999, karena berhasil memainkan emosi saya dengan aransemen musiknya. Inilah nilai lebih dari seorang Erwin Gutawa. Sulit ditebak, sehingga tidak menjadikan cepat bosan ketika mendengar lagu tersebut berulang-ulang. Dan Pelangi di tangan Erwin menjadi salah satu lagu yang paling kuat dari sisi aransemen musik, meskipun pada tahun 1999 lagu ini tidak terlalu populer. Selain itu, gebukan Drum dari Ronald cukup memberi pengaruh unsur rock pada lagu ini. Satu lagi point untuk versi 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Efek suara Sitar dari Gitar Dewa Budjana dominan mengiring sepanjang lagu ini di versi 1999. Itu juga yang menjadikan lagu ini menarik. Selain itu juga suara suling pada beberapa bagian lagu, dan juga suara-suara kendang menjadikan lagu ini terasa eksotis. Menariknya, di lagu ini, Chrisye diduetkan dengan Aning Katamsi, yang menyumbangkan suara seriosanya. Di album aslinya, Chrsiye berduet dengan ibu dari Aning Katamsi. Selain itu, paduan suara dari Impromptu juga membantu menambah kekayaan khazanah lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tidak banyak yang ditawarkan dari versi 2007. Meskipun dari sisi aransemen, lagu ini sudah bagus. Namun, bagi yang tidak menyukai versi 1999, versi 2007 bisa menjadi alternatif dalam menikmati lagu Matahari. Versi 1999, mendapat nilai lebih dari kekayaan unsur yang terlibat didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Badai Pasti Berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aransemen musik versi 1999 sebetulnya sangat sederhana. Sepanjang lagu, yang paling dominan adalah pengulangan dari nada-nada keyboard dan gebukan drum yang itu-itu saja. Namun, di sepanjang lagu itu juga, keluar-masuk unsur-unsur lain. Saluang, Serinai, Paduan Suara dan perkusi. Dan menjelang akhir lagu, semua unsur itu masuk menjadi satu. Jadi, dari awal sampai akhir lagu, emosinya semakin menaik, meskipun temponya tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada versi baru, sebetulnya lagu ini digarap dengan baik. Namun, saya merasa Ari Lasso tidak memberikan penjiwaan yang cukup pada lagu ini, jadi seperti tidak punya ruh. Mengalir begitu saja, tiba-tiba sampai di akhir lagu. Seperti beberapa lagu lainnya, lagu ini juga malah terkesan membosankan. Akan tetapi, jika dibandingkan versi 1999, saya tentu akan memilih versi baru untuk konsumsi telinga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil akhir, 7:4 untuk versi 1999. Terlepas dari subyektivitas penilaian, saya tetap menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk mereka yang terlibat dalam penggarapan kedua album ini. Lagipula, mereka juga tidak akan terpengaruh oleh penilaian saya ini, baca saja belum tentu. Penilaian ini juga dilakukan oleh orang yang tidak terlalu ahli memainkan alat musik atau mengaransemen lagu, hanya seorang penikmat musik saja. Namun, alangkah baiknya jika ternyata penilaian saya yang seadanya ini juga ternyata bisa memacu para musisi kita untuk menyajikan musik-musik yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 210607. 10.37.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-8778206032600981755?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/8778206032600981755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=8778206032600981755&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8778206032600981755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8778206032600981755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/06/badai-vs-badai.html' title='Badai vs Badai'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rnn_GStD0WI/AAAAAAAAACg/zba2QjdBV4w/s72-c/Badai+Pasti+Berlalu+%281975%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3588573948819653905</id><published>2007-06-20T11:38:00.000+07:00</published><updated>2007-06-20T11:48:20.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Launching Lagi</title><content type='html'>Setelah, susah payah launching &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/"&gt;katapengantar&lt;/a&gt;, kini giliran &lt;a href="http://indoenglish.wordpress.com/"&gt;IndoEnglish:Try This At Home&lt;/a&gt; yang resmi launching, setelah sekitar 2 bulan tertunda.  Mohon maaf untuk &lt;a href="http://www.friendster.com/8996552"&gt;Nana&lt;/a&gt; karena keterlambatan ini, ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya.  Buat &lt;a href="http://www.friendster.com/14643025"&gt;Opie&lt;/a&gt;, contohnya langsung aja lihat di &lt;a href="http://indoenglish.wordpress.com/"&gt;IndoEnglish&lt;/a&gt;, saya tunggu kontribusinya.  Lebih dari itu, semoga 2 project ini bisa bermanfaat untuk semuanya.  Silahkan kunjungi &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/"&gt;katapengantar&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://indoenglish.wordpress.com/"&gt;IndoEnglish&lt;/a&gt;. :)  Jika ada yang berminat jadi kontributor, hubungi saya aja ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3588573948819653905?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3588573948819653905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3588573948819653905&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3588573948819653905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3588573948819653905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/06/launching-lagi.html' title='Launching Lagi'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-9153753132977947478</id><published>2007-06-20T10:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T12:00:20.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Nostalgia SMA : Catatan Menjelang Reuni Akbar SMA Negeri 3 Bogor, part 1</title><content type='html'>Tidak terasa.  Sudah 7 tahun sejak kelulusan SMA pada tahun 2000.  SMA Negeri 3 Bogor, sekolah yang meninggalkan kesan cukup mendalam bagi saya.  Memori saya pada sekolah ini bisa disimpulkan dalam beberapa kata : persahabatan, tawuran, bola plastik, kantin, Robot, musholla dan...menderita karena cinta :)) Tentunya, cerita ini berdasarkan sudut pandang dari apa yang saya alami selama 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, beberapa saat menjelang lulus SMP, saya benar-benar dalam keadaan tidak siap.  Saya tidak tahu peta SMA di Bogor, yang saya tahu hanya 2 sekolah, STM Negeri Bogor yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah, dan SMA Negeri 8 Bogor yang tidak terlalu jauh dari SMP tempat saya bersekolah.  Maklumlah, 'anak kabupaten'...teman-teman SMP saya nggak jauh-jauh dari sekitaran sekolah, dan tempat main saya juga nggak jauh-jauh dari sekitar rumah dan sekolah.  Selain itu, saya merasa berat untuk cepat-cepat meninggalkan SMP, karena memang meninggalkan kesan cukup mendalam juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SMP itu, saya masih terhitung anak yang 'beruntung'.  Diantara teman-teman dekat, saya adalah yang paling 'pintar', paling beruntung dari segi ekonomi, salah satu dari dua orang yang melanjutkan ke SMA, dan satu-satunya yang melanjutkan kuliah.  Di sekolah itulah saya bersahabat dengan orang-orang yang termarginalkan.  Hampir semua sahabat saya melanjutkan ke STM, tujuannya jelas, agar setelah lulus bisa langsung bekerja.  Ada juga yang kemudian tidak bisa melanjutkan sekolah dan kemudian bekerja menjadi buruh karena masalah ekonomi, atau putus cinta gara-gara perbedaan status sosial.  Sahabat-sahabat SD saya lebih tragis lagi, 2 orang diantaranya saya dapati sedang menjadi calo angkot dan preman.  Cerita-cerita semacam itu memang ada, meskipun tidak sedramatis apa yang ditulis Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi.  Namun, saya merasa sangat beruntung pernah bersekolah di SMP tersebut, SMP Negeri 1 Kedung Halang, yang beberapa saat menjelang saya lulus berubah menjadi SMP Negeri 15 Bogor, imbas dari pengembangan Kotamadya Bogor.  Disanalah saya mendapatkan persahabatan yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan saya memilih SMAN 3 sebetulnya bermula dari cerita salah seorang alumni SMP tersebut yang saat itu sedang bersekolah di sana.  Tidak ada cerita yang benar-benar 'bagus' sebetulnya.  Hanya cerita tentang PMR sekolah tersebut yang cukup disegani, karena saat itu dari organisasi itulah saya banyak mendapatkan sahabat dan pengalaman yang berharga.  Saya berniat melanjutkan lagi masuk PMR ketika SMA, dengan harapan akan mendapatkan sahabat, pengalaman dan cerita-cerita konyol yang bisa diceritakan kepada anak-cucu saya nanti :))  Selain itu, hanya cerita tentang tawuran-tawuran yang melibatkan SMAN 3 dan bahwa sekolah tersebut memiliki tetangga sekaligus musuh abadi, SMAN PGRI 1.  Namun, itu juga yang membuat saya semakin tertarik untuk masuk ke sekolah tersebut, meskipun tidak pernah sekalipun saya terlibat.  Terbukti, selama 3 tahun saya menjadi bagian dari sekolah tersebut, serang-menyerang antara 2 sekolah tersebut yang terjadi puluhan kali, menjadi sesuatu yang 'biasa'.  Justru terasa hambar jika SMAN 3 tidak terlibat tawuran.  Mulai saat itu, saya bertekad melanjutkan ke SMAN 3 Bogor.  Sayangnya, organisasi PMR mengalami kemunduran ketika saya tergabung didalamnya, sehingga tidak banyak yang bisa saya dapatkan dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Matematika SMP yang saya kenal cukup dekat, meragukan 'kemampuan' saya untuk bisa seperti di SMP tersebut jika saya melanjutkan ke SMAN 3.  Alasannya, persaingan di sana lebih ketat.  Oleh sebab itu, beliau menyarankan agar saya memilih SMAN 6 saja, namun saya tetap keukeuh memilih SMAN 3.  Ketika itu, saya memang terkenal karena beberapa kali menjadi juara kelas, juga sebagai 'raja' Matematika.  Ferry Hasdi, yang bersama-sama dengan saya melanjutkan ke SMAN 3, adalah sahabat sekaligus saingan saya.  Satu lagi saingan kami berdua adalah seorang perempuan berjilbab yang juga jadi 'love story' saya ketika SMP :))  Pada akhirnya, ketika perpisahan SMP, kami bertiga termasuk ke dalam 10 orang yang mendapatkan penghargaan NEM terbaik.  Ferry ke-2, my 'love story' ke-5, dan saya...pertama! :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dikemudian hari, prediksi guru Matematika SMP tersebut terbukti.  Bedanya, Ferry tetap cemerlang dengan prestasinya, bahkan ketika lulus dari SMAN 3, Ferry mendapatkan predikat NEM tertinggi untuk jurusan IPA.  Ketika acara perpisahan, dialah yang menjadi 'raja' acara tersebut, dan yang menjadi 'ratu'-nya...ah, tak usahlah saya sebutkan, yang jelas saya iri dan 'cemburu' pada Ferry saat itu.  Hihihi.  Di sisi lain saya juga bangga, karena setidaknya Ferry bisa mengangkat almamater SMP kami, meskipun sebetulnya tidak ada yang peduli dari sekolah mana kami berasal.  Sementara saya...saya benar-benar tenggelam dalam prestasi yang pas-pasan.  Bukan karena tidak bisa bersaing, tapi ketika SMA saya benar-benar malas belajar.  Meskipun, khusus untuk Matematika, saya tetap menguasai pelajaran tersebut ketika kelas 1 dan 2.  Hanya Matematika satu-satunya yang bisa saya kuasai secara alami, tanpa perlu proses belajar yang panjang, kadang-kadang apa yang baru diajarkan sekali, bisa saya pahami dan ingat dalam jangka waktu lama.  Sementara kelas 3 adalah puncak kemalasan saya.  Ironisnya, Matematika lah yang memiliki nilai terendah dalam NEM SMA saya.  Entah apa penyebabnya, yang jelas ketika kelas 3 SMA, otak saya turun jauh ke level inferior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunikan sekolah ini adalah adanya seleksi untuk kelas Taruna, yaitu kelas yang dibuat khusus untuk menjadi tim paskibra sekolah.  Lucunya, alumni yang juga teman dekat saya tersebut memprovokasi untuk mengatakan tidak bersedia menjadi Taruna.  Maka, pada saat seleksi, saya mengatakan "tidak!" di tiap pos yang saya masuki.  Di sisi lain, keberadaan kelas ini menciptakan gap yang cukup lebar diantara kelas Taruna dan non-Taruna.  Saya sendiri termasuk salah seorang yang tidak menyukai keberadaan kelas Taruna.  Untunglah, ketika kelas 2 dan kelas 3, semuanya dilebur kembali.  Pada akhirnya, saya malah mendapatkan banyak teman dekat yang berasal dari kelas Taruna tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawuran adalah keunikan lain dari sekolah ini.  Menjadi unik, karena rasanya cukup ganjil mendapati anak-anak yang pintar, tapi doyan tawuran.  Jika dibandingkan dengan seluruh sekolah yang ada di Bogor, SMAN 3 adalah sekolah yang paling banyak mencatat rekor tawuran, juga paling banyak musuh.  Kecuali SMAN 1, 4 dan 5, semua SMA Negeri pernah berhadapan dengan SMAN 3.  Dengan SMAN 1, jenis persaingan yang terjadi lebih merupakan persaingan gengsi sekolah.  Meskipun patut diakui, dalam banyak hal, SMAN 3 selalu menjadi nomor 2 jika dibandingkan SMAN 1.  Frekuensi tawuran sekolah tersebut melebihi frekuensi tawuran STM-STM yang ada di Bogor.  Sekolah mana lagi yang melakukan tawuran seminggu sekali? Tawuran-tawuran yang terjadi tentunya menjadi cerita tersendiri bagi para pelakunya.  Sedangkan bagi saya itu adalah sebuah gangguan.  Bagaimana tidak terganggu jika setiap berangkat dan pulang ke sekolah saya harus merasa tegang sepanjang jalan gara-gara takut ketemu musuh sekolah kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita unik ketika saya kelas 2.  Kelas kami sedang dalam tahap renovasi, karena itu kelas kami dipindahkan sementara ke kelas lain yang lebih dekat dengan pintu gerbang dan pinggir jalan.  Saat itu giliran jadwal siang dan ulangan Matematika.  Sunyi, karena kami sibuk dengan soal-soal Matematika.  Sebelum tiba-tiba terdengar suara riuh sepatu berlari yang jumlahnya sekitar puluhan orang.  Beberapa orang diantara kami, termasuk saya, tergelitik untuk melihat ke luar, karena tempat duduk saya tepat di sebelah jendela.  Maka, ketika kami lihat puluhan orang berseragam SMA yang bersiap melempar batu, saat itu juga kami berteriak "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;diserang!!&lt;/span&gt;".  Seketika itu kelas kami membubarkan diri, beberapa detik kemudian..."&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prang!!!&lt;/span&gt;" batu-batu memecahkan kaca jendela kelas kami, termasuk jendela tempat saya melihat.  Untunglah kelas sudah hampir kosong ketika kaca-kaca tersebut pecah, meskipun ada juga seorang perempuan yang terkena lemparan batu tepat dikepalanya.  Semuanya terjadi begitu cepat. Chaos.  Serangan balik dilakukan oleh teman-teman saya, dan tidak lama kemudian mereka terusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran selanjutnya adalah Agama Islam.  Maka, sebelum pelajaran dimulai, guru tersebut bertanya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa yang tadi membalas serangan?&lt;/span&gt;". Dan...jreng, kecuali saya dan ketua kelas, semua laki-laki di kelas tersebut mengacungkan tangannya. Whahaha...hebat! Padahal, jika dibandingkan kelas lain, laki-laki di kelas kami hanya sedikit yang suka terlibat tawuran.  Mungkin gara-gara ulangan Matematika, membuat otak mereka jadi korslet :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seragam batik sekolah kami juga paling unik.  Sementara batik-batik sekolah lain berwarna biru, SMAN 3 berwarna hitam-coklat, dengan corak persis batik Jawa.  Di satu sisi, batik ini menjadi ciri khas dan kebanggaan tersendiri, tapi di sisi lain, batik tersebut memudahkan murid-murid dari sekolah lain untuk melakukan sweeping ketika terjadi tawuran.  Untungnya, pasangan baju batik tersebut adalah celana hitam, sehingga ketika pulang sekolah, batik tersebut bisa diganti dengan pakaian lain.  Apalagi, seragam tersebut dipakai pada hari sabtu, tidak jarang setelah pulang sekolah, diantara kami ada yang langsung ber-malam mingguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/RnipfitD0UI/AAAAAAAAACQ/4nuqpzaIjes/s1600-h/4209360516418l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/RnipfitD0UI/AAAAAAAAACQ/4nuqpzaIjes/s320/4209360516418l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077994939217072450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori yang paling berkesan bagi saya adalah cerita tentang sepak bola platik.  Sebelumnya, sepak bola hanya dipertandingkan ketika acara 17-an atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;class meeting&lt;/span&gt; saja.  Namun, sejak angkatan kami, sepak bola bisa dilakukan setiap saat, tepatnya ketika kami kelas 2.  Tiada hari tanpa sepak bola, bahkan hingga kami lulus pun, kami masih sering bermain di sana.  Namun, sebelum akhirnya bisa dilakukan setiap hari, mulanya kami mencuri-curi waktu istirahat, atau jeda antara jadwal pagi dan siang.  Tidak jarang juga kami diusir dari lapangan basket yang kami bajak jadi lapangan sepak bola gara-gara mengganggu proses belajar jadwal siang.  Namun, kelamaan, guru-guru kami merasakan bosan juga karena teguran-tegurannya tidak pernah kami tanggapi.  Dan mungkin, mereka juga menyadari bahwa dengan dibebaskannya sepak bola bagi kami, akan mengurangi frekuensi tawuran, karena energi kami habis dengan bermain sepak bola.  Sejak saat itulah, kami bebas melakukan pertandingan sepak bola sesuka kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal terjadi di lapangan tersebut.  Sesekali bola plastik yang kami gunakan masuk ke dalam kelas dan 'disandera' oleh guru yang sedang mengajar, atau membentur kaca kelas dan membuat seisi kelas berteriak histeris...dan kami pun bubar beberapa saat, untuk selanjutnya kembali lagi ke lapangan seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.  Pernah juga tendangan-tendangan kami melenceng hingga mengenai wajah kepala sekolah atau teman kami, telak!  Dan kami tertawa terbahak-bahak sambil berguling-gulingan di lapangan, puas...:)) Atau terkekeh centil tatkala bola yang kami tendang mengenai seorang wanita adik kelas kami.  Kali lain, kami tiba-tiba membubarkan diri untuk mengusir murid sekolah lain yang menyerang kami, ketika guru-guru dan sebagian besar murid yang lain membicarakan penyerangan tersebut, kami kembali ke lapangan dan memainkan bola dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang gila mana lagi yang sanggup bermain dari waktu dzuhur sampai isya, panas terik ataupun hujan lebat, puasa atau tidak puasa dan dilakukan setiap hari?  Satu-satunya yang bisa menghentikan kami adalah cedera atau...pacar yang cerewet dan manja yang datang dengan ultimatum "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pilih sepak bola atau gua?&lt;/span&gt;"  Saya sendiri pernah berhenti total bermain bola selama 2 minggu gara-gara jari kaki saya patah dan engkel kaki saya keseleo.  Syukurlah, sebagian besar diantara kami adalah jomblo sejati, sehingga hampir tidak pernah melewatkan sepak bola gara-gara ultimatum pacar.  Di mana lagi bisa ditemukan orang-orang sinting yang sanggup membuat guru les menunda mengajar gara-gara menunggu kami kelelahan bermain sepak bola, padahal jadwal mengajar sudah ditentukan.  Bisa dipastikan, proses belajar mengajar tidak berjalan optimal karena kami kelelahan, bahkan kadang-kadang masih berkeringat, lalu diajari tentang Fisika, Biologi dan Kimia.  Malah ngantuk yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan itulah saya bermain dengan orang-orang gila yang mengaku-aku titisan Fabian Barthez dan Paolo Maldini, tapi dipanggil Thez dan selanjutnya jadi Tessy :)) Ada juga yang ngaku-ngaku titisan Shevcehenko seperti Ucup dan Azhevchenko, tidak jelas siapa yang benar-benar titisannya.  Belum lagi Ekky, yang ngaku-ngaku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Next Francesco Totti&lt;/span&gt;. Ada yang doyan diving bergaya Filippo Inzaghi, atau ngaku-ngaku reinkarnasi Darko Kovacevic.  Dan saya kebagian dibanding-bandingkan dengan Edgar Davids gara-gara kerasnya tendangan saya, tapi tidak akurat.  Kalau kata Thez, power 95%, akurasi 5% :))  Namun, dari akurasi yang 5% itulah, saya menghasilkan gol-gol cantik :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi untuk menciptakan dan mengembangkan bakat-bakat sepak bola di SMAN 3, maka kami kemudian merancang sebuah kompetisi antar-kelas.  Selama kelas 2 yang terbagi ke dalam 3 caturwulan, kami melakukan 3 kali kompetisi dengan 3 sistem kompetisi yang berbeda.  Caturwulan pertama dengan sistem gugur, tiap tim bertemu 2 atau 3 kali, tapi yang lolos ke babak selanjutnya bukan berdasarkan selisih gol.  Jika pada pertandingan pertama Tim A menang melawan Tim B, dan pada pertandingan kedua Tim A kalah dari Tim B, maka dilakukan satu kali pertandingan lagi, tidak peduli berapapun selisih golnya.  Pada Caturwulan I, kelas saya, 2-4, yang menjadi juara bersama dengan kelas 2-5, karena pertandingan final tidak pernah terlaksana.  Caturwulan kedua dengan sistem setengah kompetisi, seperti Piala Dunia.  Namun, kelas saya gagal menuju final, pemenangnya adalah kelas 2-7.  Kompetisi ketiga menggunakan sistem kompetisi penuh, semua kelas saling bertemu satu sama lain.  Dan kelas saya menjadi juaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menarik dari kompetisi semacam ini adalah atmosfir yang tercipta.  Atmosfir persaingan.  Setiap pertandingan adalah pertaruhan gengsi kelas atau gengsi pribadi.  Maka, tidak mengherankan jika kelas kami kalah, malamnya kami sulit bahkan tidak bisa tidur, saya dan teman-teman saya pernah mengalami ini.  Muncul perasaan dendam jika kalah, dan perasaan puas dan bangga jika kalah.  Apa yang ada dalam pikiran kami adalah bagaimana memenangkan pertandingan, tidak peduli nilai-nilai kami berantakan, yang penting jangan kalah dalam kompetisi.  Itu adalah sebuah harga mutlak bagi kami.  Entah apa yang merasuki kami, yang jelas kami benar-benar ke-edan-an sepak bola melebihi apa pun.  Gara-gara sepak bola juga, kami selalu menjadi anak-anak yang paling lama berada di sekolah, tidak jarang baru pulang menjelang tengah malam. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seringnya interaksi di lapangan, pada akhirnya membentuk sebuah komunitas yang kuat dan solid.  Bahkan, setelah hampir 7 tahun lulus dari SMAN 3, silaturahmi diantara kami masih terjalin dengan sangat baik.  Termasuk dengan sahabat-sahabat wanita kami yang kadang-kadang disebut 'Cheerleader'.  Padahal, mereka hanya penonton dan penunggu 'setia' ketika kami bermain sepak bola, meskipun sesekali juga jadi 'setan' karena meminta kami untuk jangan main sepak bola melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 200607. 10.47&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-9153753132977947478?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/9153753132977947478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=9153753132977947478&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/9153753132977947478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/9153753132977947478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/06/nostalgia-sma-catatan-menjelang-reuni.html' title='Nostalgia SMA : Catatan Menjelang Reuni Akbar SMA Negeri 3 Bogor, part 1'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/RnipfitD0UI/AAAAAAAAACQ/4nuqpzaIjes/s72-c/4209360516418l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5897504675492412807</id><published>2007-06-05T21:45:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T22:58:15.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sharing'/><title type='text'>Proyek Sangkuriang, Kaki Lima dan Nasib Kartu Undangan</title><content type='html'>Sudah lama saya tidak menuangkan cerita tentang kejadian sehari-hari ke dalam tulisan.  Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang apa yang saya lakukan dalam 2 minggu terakhir ini.  Meskipun sebetulnya saya lebih banyak 'nganggur', tidur dan kadang-kadang melantur akibat mimpi jadi direktur, sambil sesekali makan bubur dan minum jus anggur atau bajigur, juga sering begadang sampai waktu sahur, sehingga seringkali lupa kalau pakaian-pakaian saya belum sempat dijemur. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, menjelang tengah malam, saya ditelpon oleh teman saya, Kang Adam.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don, besok sibuk nggak&lt;/span&gt;?"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nggak.  Ada apa pak?&lt;/span&gt;" saya biasanya menyebut 'pak' kepada teman saya itu.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Besok bantuin saya ya? saya dapat orderan kartu undangan 1000 lembar, sekarang istirahat dulu, besok pagi saya jemput.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siap, pak.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi untuk itu, saya 'terpaksa' tidur lebih cepat dari biasanya.  Bagi saya, ukuran cepat itu jika tidur dibawah jam 12 malam.  Sahabat saya itu memang terobsesi untuk memiliki usaha percetakan, modalnya hanya kepercayaan dari orang lain dan keinginan belajar yang kuat, serta dorongan untuk menghidupi anak istri, tentu saja, apalagi dorongan yang bisa lebih kuat dari itu?  Seperti saya, dia juga tipikal orang yang tidak betah atau tidak berminat untuk jadi orang 'kantoran'.  Demi untuk mewujudkan obsesinya tersebut, dia mengajak saya untuk membantunya.  Maka, mulailah saya diajak untuk sama-sama belajar tentang dunia percetakan.  Saya pun antusias saja setiap diajak, karena saya merasa bisa banyak belajar dan mendapatkan pengalaman.  Jadi, kalau ada yang mau bikin kartu undangan, hubungi saya aja ya? Dikasih harga murah deh...Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 7 pagi, saya dijemput dan dibawa ke rumahnya.  Dan tampaklah beberapa dus dan lebih dari dua ribu lembar kertas di teras ruang tamunya.  Tugas saya kali ini adalah membantu teman saya itu untuk mengelem, melipat dan memasukan kartu undangan ke dalam plastik.  Targetnya, besok siang harus sudah selesai karena akan dikirim ke Sumedang.  Ini Proyek Sangkuriang namanya.  Ingat kan bagaimana cerita Legenda Sangkuriang?  Jika dia ingin menikahi Dayang Sumbi, syaratnya adalah Sangkuriang harus membuat sebuah perahu sebelum ayam berkokok.  Proyek Sangkuriang adalah sebutan kami untuk pekerjaan-pekerjaan yang memaksa kami begadang semalaman akibat deadline yang biasanya hanya satu hari.  Bedanya, tidak ada jin yang terlibat dalam pekerjaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama, teman saya yang lain, Trisna, datang.  Teman saya yang satu ini cukup unik dan sedang semangat-semangatnya mendalami Islam.  Melihat semangatnya itu, saya jadi teringat pada diri sendiri 2 tahun yang lalu.  Pernah hampir gila akibat stress berat, karena usahanya tidak berjalan sesuai rencana dan menghasilkan utang yang cukup besar, untuk ukuran seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang bersemangat berbisnis.  Gara-gara itu,  selama 3 bulan dia mengurung diri di kamar kost-annya untuk menghindari kejaran tagihan utang dan malu pada keluarganya, hanya keluar pada malam hari untuk makan saja.  Tentu bisa dibayangkan bagaimana kondisi mentalnya ketika suatu hari Kang Adam menemukannya di kostannya, kemudian diajak keluar siang hari, dan kalimat yang keluar adalah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudah lama saya tidak pernah melihat cahaya matahari...&lt;/span&gt;".  Setelah itu dijemput pulang oleh keluarganya untuk memulihkan kondisi mentalnya, dan selama sebulan 'diasingkan' ke kota Serang.  Dalam obrolannya, dia mengatakan, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalau ingat diri saya 8 bulan yang lalu, ih amit-amit...&lt;/span&gt;" Namun, dibalik tampangnya yang chubby, lumayan ganteng dan nampak pendiam itu, saya dan Kang Adam benar-benar dikagetkan dan terhibur dengan cerita-cerita konyol khas sunda yang mengalir dari mulutnya.  Maka, kehadirannya cukup membuat fresh suasana 'kerja' kami selama sehari semalam itu.  Sehari-harinya, dia sedang berjibaku untuk menyelesaikan skripsinya yang tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tengah hari, ketika kami sedang sibuk dengan pekerjaan kami, keponakan Kang Adam yang berumur 7 tahun, Ai, pulang dari sekolahnya.  Dia selalu antusias membantu setiap Kang Adam mendapatkan orderan.  Kali ini pun begitu, dia membantu merapikan tumpukan kartu undangan, menyapu sampahnya, meski sesekali dia pun meninggalkan kami begitu saja karena merasa kelelahan.  Saya dan Kang Adam sampai tertawa ketika dengan lugunya dia berceloteh,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;"Ngapain sih bikin kartu undangan banyak-banyak?  Biasanya juga kan cuma dilihat, terus disimpen.  Kalau nggak, dikasihin ke anaknya untuk dicoret-coret atau disobek.  Kenapa nggak bikin satu aja, terus datangin aja yang mau diundang dan lihatin kartu undangan itu, suruh mereka tulis tanggalnya...kan nggak buang-buang duit."&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ai cerdas ya...&lt;/span&gt;" puji Kang Adam kepada keponakannya.  Saya sendiri hanya tertawa karena sebetulnya saya juga menyepakati apa yang Ai bicarakan.  Bagi saya, sebuah undangan tidak mesti berupa kartu undangan.  Maka, ketika undangan itu sampai dalam bentuk email, blog, sms, telpon, atau bahkan hanya dari ajakan yang mengundang atau kabar dari teman yang lain, dan saya yakin orang yang mengundang tidak akan keberatan dengan kehadiran saya, apalagi sampai mengharapkan kehadiran saya, saya akan mengusahakan untuk memenuhi undangan itu.  Dengan ini, sebetulnya saya ingin mengkritik pola pikir orang-orang yang tidak bersedia memenuhi undangan karena tidak mendapatkan kartu undangan, seolah-olah informasi undangan non-kartu tidak dianggap sebagai sebuah undangan.  Tidak mendapatkan kartu undangan, bukan berarti tidak diundang.  Apalagi, jika yang sedang mengadakan hajatan itu adalah orang-orang yang sebetulnya sangat kita kenal, pernah sekelas, pernah ngobrol bareng atau pernah seorganisasi.  Saya bahkan berpendapat, untuk orang-orang yang sudah dekat dengan kita, tidak perlu lagi pakai undangan-undangan semacam itu, kecuali kartu undangan itu dijadikan tanda masuk dan wajib dibawa untuk ditukarkan dengan makanan atau bakalan dapat door prize.  Hmm, nanti saya nikah pake kartu undangan jangan ya? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari pekerjaan seperti ini adalah ketidakformalannya.  Saya bisa bekerjasama dengan anak 7 tahun, atau dengan seorang ibu rumah tangga yang rame bercerita, tentang keluarganya atau tentang gosip terbaru di daerah sekitarnya.  Asyik juga mendengar celotehan ibu tukang gosip.  Saya juga menyaksikan anak Kang Adam, Maula, yang belum genap 1 tahun sedang belajar berjalan.  Seru.  Luar biasa menyaksikan perjuangan seorang bayi mencoba berdiri dan berjalan kemudian terjatuh.  Dicoba lagi, jatuh lagi, tapi tidak pernah menyerah, meskipun nampak juga kelelahan dan sesekali beristirahat.  Dan hal-hal lain yang sebetulnya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang jadi pekerjaan saya adalah jadi Pedagang Kaki Lima.  Sudah 3 kali hari minggu, jualan gantungan HP, gantungan kunci dan pin di Telkom Geger Kalong, dimana pada hari itu biasanya ada pengajian Majelis Percikan Iman yang diasuh oleh Ustadz Aam Amirudin.  Sebetulnya ini hanyalah kerjaan sampingan, tapi saya benar-benar menikmati.  Lagi-lagi diajak Kang Adam.  Awalnya hanya menemani saja, tapi selanjutnya diserahkan kepada saya, karena Kang Adam meneruskan jualan di Gasibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang hati saya berbicara,"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hey, gua seorang sarjana komputer.  Apa-apaan nih? gak malu sama gelar tuh?&lt;/span&gt;"  Namun, ternyata saya sangat menikmati semua itu.  Menikmati rasa malu, menikmati rasa takut, menikmati beratnya bawa barang, semuanya.  Memang, materi yang didapatkan tidak ada apa-apanya, bahkan kadang-kadang untuk ongkos saja sudah habis.  Namun, bagi saya ini adalah sebuah kesempatan untuk belajar dari orang-orang yang memiliki jiwa wirausaha.  Kalau ingin jadi wirausahawan, gaulnya juga harus dengan wirausahawan juga kan?  Jadi apa yang saya lakukan sebetulnya adalah menyerap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spirit&lt;/span&gt; dari orang-orang semacam itu dan dalam rangka mengumpulkan referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, belum apa-apa, saya sudah memiliki kenalan seorang 'wanita pejuang'.  Spiritnya itu loh...luar biasa.  Teh Nina namanya.  Manis, berjilbab, masih muda dan dikaruniai 3 orang anak.  Cocok sebagai tempat curhat dan diskusi.  Ceritanya selalu bersemangat, sehingga kadang-kadang saya merasa malu sendiri.  Saya dan Kang Adam bisa berjualan di sana pun karena kebaikan dia yang bersedia memberikan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; space&lt;/span&gt; lapaknya untuk kami gunakan.  Dia biasanya berjualan jilbab, tapi selain itu dia berjualan buku bergambar islami terbitan sendiri yang berani dijual sangat murah.  Kalau ada pameran, Teh Nina dan suaminya biasanya ikut serta menyewa stand.  Bahkan di luar kota sekalipun, seperti Semarang, Malang, Bogor dan Jakarta.  Itulah sebabnya kenapa kami menyebutnya 'wanita pejuang'.  Dari dia, saya juga cukup banyak belajar tentang manajemen usaha, meskipun secara tidak langsung, hanya dari sharing pengalaman saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kali saya berteriak-teriak menawarkan barang dagangan adalah ketika lulus SMA.  Saat itu, saya dan teman-teman berinisiatif untuk menjual murah buku-buku pelajaran yang pernah kami gunakan kepada adik-adik kelas.  Setelah buku-buku terkumpul, digelar di dekat sekolah kami.  Hanya saja, saat itu, yang menunggu barang juga banyak, jadi nggak pake malu-malu teriak-teriaknya juga.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do you  remember, guys?&lt;/span&gt; (buat teman-teman SMA ku...) Kalau sekarang, wah, saya sendirian.  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gantungan kuncinya Teh...&lt;/span&gt;", "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gantungan HP-nya Bu..&lt;/span&gt;" itupun masih dengan malu-malu, jadi suaranya tertahan.  Jadi merasa lucu sendiri...saya tertawa dalam hati sebetulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menarik adalah memperhatikan karakter calon pembeli.  Ada ibu-ibu yang saklek nawar barang, sampai-sampai saya pernah bilang, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Duh, serem kalau denger ibu-ibu nawar barang...&lt;/span&gt;"  Udah gitu nggak jadi beli pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga perempuan manis yang malu-malu nawar barang,&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini 5000 aja ya?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Duh, belum bisa Teh...&lt;/span&gt;", meskipun dalam hati saya ngomong juga, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalau mau nikah sama saya sih, minta gratis juga dikasih semua Teh...&lt;/span&gt;" Hehehe.  Nggak kebayang apa jadinya kalau beneran keluar dari mulut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tipe pembeli yang bingung.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Duh, bagus semua nih...lucu-lucu, jadi bingung&lt;/span&gt;", sambil semua barang dilihat satu per satu selama hampir 5 menit.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beli semua aja atuh Teh, supaya nggak bingung lagi...&lt;/span&gt;" kata saya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yee, kalau gratisan mah mau...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lain ada pembeli yang ngasih duit duluan,&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nih, duitnya dulu deh...barangnya saya pilih-pilih ya&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;udah bener-bener niat beli...&lt;/span&gt;" pikir saya.&lt;br /&gt;tidak lama kemudian dia sudah menentukan pilihannya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya ambil yang ini aja ya...?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oh, iya Teh...makasih&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak sekali perbedaan laki-laki dan wanita dalam menawar barang.  Perempuan terkadang sampai merengek-rengek, dan saklek nawar barang, sampai bikin saya mengelus-ngelus dada...dan diakhiri dengan nggak jadi beli dan pergi tanpa dosa.  Sementara laki-laki, biasanya lebih gampang beli kalau merasa cocok, apalagi untuk anaknya, bahkan jarang sekali menawar barang.  Pernah satu keluarga, ibu bapak dan satu orang anaknya melihat barang dagangan saya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu mau...?&lt;/span&gt;" tanya si bapak pada anaknya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iya, bagus...beli 2 ya, buat kakak satu.&lt;/span&gt;" jawab anaknya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya udah, pilih aja...!&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini berapaan?&lt;/span&gt;" tanya ibunya pada saya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;7500-an bu...&lt;/span&gt;" jawab saya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5000 aja deh, beli 4...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walah...bisa tekor gua&lt;/span&gt;" pikir saya.  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Belum bisa bu...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;beli 4, 20000 deh ya?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aduh bu, maaf, belum bisa...paling bisa juga 25000&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya udah...ayo!&lt;/span&gt;" sambil mengajak pergi si bapak dan anaknya.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ck ck ck, ngeri...&lt;/span&gt;" pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sisi lain dari diri saya yang muncul ketika jadi pedagang.  Biasanya saya agak malu-malu terhadap perempuan yang tidak saya kenal, tapi ketika berjualan itu, saya ceplas-ceplos kalau ngomong, sehingga bisa jadi lebih cepat akrab, meskipun banyak juga yang saya simpan dihati saja, terutama kalau komentarin perempuan cantik...hwehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lain, saya diminta untuk memeriksa komputer kakak iparnya Kang Adam, ada masalah katanya, bayarannya lumayan.  Bisa untuk 3 hari makan, untuk bujangan seperti saya.  Saya diajak ke suatu tempat di Bandung yang belum pernah saya datangi.  Dengan dibonceng motor Kang Adam yang berumur hampir 3 windu, kondisinya mengenaskan, kami diajak ke daerah Ciwastra.  Daerah Bandung Selatan.  Saya diajak melalui jalan-jalan yang tidak pernah terpikirkan kalau naik angkot.  Namun, itulah serunya.  Saya suka jalan-jalan ke daerah yang belum pernah saya datangi.  Itulah salah satu alasan kenapa saya menyukai pekerjaan-pekerjaan semacam ini.  Tidak terikat waktu kerja, tidak terikat tempat kerja, dan bisa bekerja dimana saja.  Selain itu ada kepuasan tersendiri ketika, dengan ilmu yang saya miliki, saya bisa berbagi atau mengedukasi orang lain tentang komputer dan IT.  Meskipun hanya hal-hal kecil seperti bagaimana mematikan komputer yang baik dan menginstall suatu aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, saya menganggap semua ini hanya sebuah latihan untuk memperbaiki mental dan karakter diri.  Semuanya saya lakukan demi untuk mencapai apa yang menjadi tujuan hidup saya sesungguhnya, menjadi manusia merdeka.  Bagaimanapun, saya mencoba untuk tetap tidak akan meninggalkan apa yang menjadi minat dan kompetensi saya, dunia IT, tapi pembelajaran hidup saya kira tidak cukup hanya dari itu saja, meskipun saya rasa sangat terlambat sebetulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4.  050607.  21.20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Kalau ada yang mau pesan kaos, kartu undangan, yaasinan atau kartu nama,  hubungi diriku ya? Hwehehe...Promosi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5897504675492412807?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5897504675492412807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5897504675492412807&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5897504675492412807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5897504675492412807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/06/proyek-sangkuriang-kaki-lima-dan-nasib.html' title='Proyek Sangkuriang, Kaki Lima dan Nasib Kartu Undangan'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3477339859593692691</id><published>2007-05-27T22:49:00.000+07:00</published><updated>2007-05-27T23:28:59.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Today Minds</title><content type='html'>1.  Dapat lagu bagus lagi untuk menemani lari pagi, judulnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spacebound&lt;/span&gt;, dari Evo.  Bikin lari jadi semangaddddd!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tulisan saya &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/istiqamah-kuadrat-tm.html"&gt;Istiqamah Kuadrat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/seri-takdir-ii-allah-programmer.html"&gt;Seri Takdir II : Allah Programmer Terhebat&lt;/a&gt;   jadi nominasi lagi di &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/27/pemilihan-top-posts-mar-apr-2007/"&gt;Pemilihan Top Posts Mar-Apr 2007&lt;/a&gt;. Aha...Aha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Biar kunikmati kerinduan ini...(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ayo, tebak-tebakan, lirik ini diambil dari lagu apakah?&lt;/span&gt;) Hmm, rindu sama...(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tebak-tebakan lagi!!&lt;/span&gt;)  Hwehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Saya sangat lelah hari ini...tapi saya benar-benar menikmati hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Aduh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tunduh pisan kieu...&lt;/span&gt;bantal...bantal...!!&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6. Wah, 2 hari berturut-turut 'disuguhin' gurame...!! Gede-gede pula...Poll!! Apa lagi yang lebih nikmat daripada menikmati makanan favorit yang tidak bisa dinikmati setiap saat...?? Dan...gratis!! Ck ck ck...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Lu lagi ngapain sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Lagi nulis-nulis aja, emang kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Kalau nulis tuh yang jelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;atuh&lt;/span&gt;...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Ah, biarin aja, nggak tiap hari ini nulis-nulis yang nggak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Eh, itu ada yang 'lucu'!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Mana...mana??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  Huu...dasar!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 270507. 23.16&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3477339859593692691?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3477339859593692691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3477339859593692691&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3477339859593692691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3477339859593692691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/05/today-minds.html' title='Today Minds'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5572923107577643888</id><published>2007-05-18T20:23:00.000+07:00</published><updated>2007-05-18T20:27:16.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Gak Jelas</title><content type='html'>Kau yang mulai...&lt;br /&gt;Kau yang mengakhiri....&lt;br /&gt;Ah, sudahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Hayo! Dilarang su'udzhan...:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 180507. 20.13&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5572923107577643888?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5572923107577643888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5572923107577643888&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5572923107577643888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5572923107577643888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/05/gak-jelas.html' title='Gak Jelas'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5875722286528448997</id><published>2007-05-16T22:00:00.000+07:00</published><updated>2007-05-16T22:22:14.542+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Nostalgia Islam dan Robin Hood</title><content type='html'>Saya selalu menikmati ketika film &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Robin Hood : Prince of the Thieves&lt;/span&gt;, yang dibintangi oleh Kevin Costner dan Morgan Freeman, diputar di layar kaca. Ada yang selalu menarik perhatian saya. Bukan tentang kisah cintanya. Bukan juga tentang pengorbanan Robin Hood demi cintanya pada Marian. Yah, saya memang menyukai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soundtrack&lt;/span&gt;-nya yang dinyanyikan Bryan Adams...Namun, lebih dari itu, saya tertarik terhadap citra tentang hebatnya peradaban Islam saat itu. Memangnya ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu tokoh penting yang seringkali 'terlupakan' karena perhatian seseorang biasanya tertuju pada kisah cinta Robin Hood dan Marian. Tokoh yang memiliki peranan penting dalam film tersebut adalah Azeem (Morgan Freeman) yang berkulit hitam dan berasal dari bangsa Moor (Moro). Sejarah mencatat, bangsa Moor adalah lawan Eropa dalam Perang Salib. Artinya, mereka adalah bangsa yang beragama Islam. Saya lupa, apakah Moor itu sebutan bangsa Eropa terhadap tentara Islam, ataukah memang sebuah bangsa. Dalam film tersebut Azeem digambarkan sebagai seorang yang cerdas, rasional, bijaksana, merdeka, memenuhi sumpahnya, memiliki harga diri, tidak meminum arak (mabuk) dan berani melawan tirani, bahkan ketika hal tersebut terjadi di tanah yang jelas-jelas bukan merupakan tanah airnya, tapi justru tanah lawannya dalam perang salib. Berkarakter sekali. Karakter khas seorang muslim yang sesungguhnya. Objektivitas semacam inilah yang menjadi nilai lebih dari film tersebut, setidaknya di mata saya. Meskipun sebetulnya pembelaan dan bantuan Azeem kepada Robin Hood dalam melakukan perampokan dan pencurian terhadap para bangsawan Inggris tetap merupakan suatu kekeliruan, karena apapun alasannya perampokan dan pencurian tetap dilarang dalam Islam. Namun tidak menutup kemungkinan kondisi saat itu menuntut harus melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan peradaban Islam di film itu setidaknya terlihat pada beberapa hal. Pertama, dari baju zirah (baju perang) yang digunakan Azeem. Azeem bisa leluasa menggunakan pakaiannya dalam kehidupan sehari-hari, sementara baju zirah tentara Eropa saat itu serba besi, yang tentunya tidak nyaman dan ribet digunakan. Konon, baju zirah Eropa tersebut juga yang menyebabkan banyak tentaranya tewas 'terpanggang' di gurun pasir ketika melakukan ekspansi ke Palestina. Kedua, dari teropong yang digunakan di awal-awal film. Lihatlah bagaimana Robin Hood terheran-heran saat itu! Ketiga, ketika Azeem membuat bom menggunakan bubuk mesiu, dan lihatlah bagaimana ekspresi teman-temannya. Oh, ya...satu lagi, pedangnya yang berbentuk sabit semakin menegaskan bahwa sosok Azeem 'berbeda'. Bandingkan dengan orang-orang Inggris yang digambarkan dalam film tersebut, kita hanya akan mendapati kebodohan: percaya takhayul, mabuk-mabukan, jorok dan terjajah. Sudah lupa lagi? Cepat cari dan sewa VCD-nya!! Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting film ini bercerita di zaman Perang Salib yang mempertemukan tentara Islam pimpinan Shalahuddin Al-Ayubi dan tentara salib yang dipimpin oleh King Richards '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Lion Heart&lt;/span&gt;' dari Inggris. Itu berarti terjadi ketika menjelang abad ke-12. Saya tidak tahu apakah cerita tentang Robin Hood dan Azeem adalah sebuah fakta atau fiktif, tapi yang jelas sosok Azeem dalam film tersebut menggambarkan betapa majunya peradaban Islam saat itu. Masa itu juga yang kemudian dikenal sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Dark Age&lt;/span&gt; (Zaman Kegelapan) di Eropa, sampai beberapa abad sebelum dan sesudahnya.  Sementara, saat itu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Golden Age&lt;/span&gt; (Zaman Keemasan) bagi peradaban Islam.  Hmm, saya masih belum bisa membayangkan peradaban yang 'canggih' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis 'penghinaan' lainnya terhadap orang-orang Inggris di film tersebut adalah ketika Azeem berteriak lantang di atas benteng dan menyemangati orang-orang Inggris untuk ikut serta menyerang Sherif dan tentaranya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang-orang Inggris. Saya Azeem bla bla bla...Saya bukan orang Inggris, tapi saya berjuang bersama Robin Hood untuk melawan tirani. Berjuanglah bersama kami untuk kebebasan kalian...&lt;/span&gt;". Dan orang-orang Inggris menurutinya. Padahal, Azeem berkulit hitam. Kala itu, Orang Eropa tidak pernah menganggap orang-orang berkulit hitam sebagai manusia, mereka sangat rasis, bahkan ada yang menganggap orang-orang kulit hitam adalah 'produk' gagal dari Tuhan. Namun, di film itu digambarkan sangat jelas superioritas seorang kulit hitam terhadap masyarakat kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lihatlah ketika film menjelang usai, saat King Richards datang pada pernikahan Robin Hood dan Marian, sementara orang-orang Inggris membungkuk dan menundukkan kepalanya, Azeem tetap berdiri dan menatapnya dengan penuh percaya diri. Tidak satupun yang berani menegurnya. Tidak teman-temannya, tidak pengawal raja, tidak juga Robin Hood sahabatnya, bahkan King Richards pun tidak. Dan itu dilakukan di Inggris, tanah air King Richards, musuhnya dalam perang salib...luar biasa. Elegan sekali!! Sikap seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang merdeka, dan Islam lah sesungguhnya yang mampu 'mengajarkan' kemerdekaan itu. Ah, andai pemimpin-pemimpin kita bisa bersikap seperti itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan versi sosok Azeem antara film tersebut dengan film seri Robin Hood yang pernah diputar di stasiun televisi swasta pertama di Indonesia. Dalam versi film seri, Azeem digambarkan berwajah 'mendekati' Arab, berkumis, berjenggot dan berambut gondrong. Sementara dalam versi Kevin Costner, Azeem berambut tipis mendekati botak, berkulit hitam dan jelas-jelas jauh dari wajah Arab. Namun, keduanya sama-sama memakai baju zirah berwarna hitam. Saya lupa apakah di film seri tersebut Azeem juga berasal dari bangsa Moor atau bukan, yang jelas kedua Azeem memiliki kelebihan dalam hal penguasaan teknologi dan kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir, jika satu orang sosok seperti Azeem saja bisa melakukan pembebasan suatu masyarakat, apakah lagi jika sosok semacam itu bertebaran di muka bumi ini? Tindakannya adalah solusi bagi orang-orang disekitarnya. Namun, dibalik kedigdayaannya itu, Azeem juga masih bisa bersikap rendah hati dan bijaksana ketika berkata..."&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada niat yang tidak sempurna. Yang ada hanyalah manusia yang tidak sempurna.&lt;/span&gt;" Pada sosok Azeem kita juga bisa mendapati tahapan-tahapan diri yang oleh Anis Matta disebut sebagai afiliasi, partisipasi dan kontribusi. Jika sosok seperti Azeem saja sudah bisa memperbaiki keadaan suatu masyarakat, terlalu agung rasanya jika sosok seperti Rasulullah yang 'harus' muncul. Terlepas dari apakah sosok Azeem pernah ada atau tidak, entah sesuai dengan gambaran tersebut atau tidak, film tersebut setidaknya berhasil 'mengajari' saya bagaimana seharusnya bersikap dalam masyarakat. Terus terang saya masih 'bermasalah' dalam hal itu. Jangankan sampai berkontribusi, berpartisipasi saja jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 160507. 02.07.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5875722286528448997?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5875722286528448997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5875722286528448997&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5875722286528448997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5875722286528448997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/05/nostalgia-islam-dan-robin-hood.html' title='Nostalgia Islam dan Robin Hood'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-3614832653529199681</id><published>2007-05-13T14:33:00.000+07:00</published><updated>2007-05-13T14:59:11.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Tersanjung</title><content type='html'>&lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/"&gt;Kang Shodiq&lt;/a&gt; memang penuh &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/11/penulis-yang-tidak-membodohi-pembaca/"&gt;kejutan...!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah berkali-kali saya dibikin 'tersanjung' oleh beliau. Bikin saya tambah pede untuk selalu menulis.  Setujukah teman-teman dengan 'pendapat' kang Shodiq tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : sudah ada resensi buku di &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/"&gt;katapengantar.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 130507. 14.41&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-3614832653529199681?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/3614832653529199681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=3614832653529199681&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3614832653529199681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/3614832653529199681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/05/tersanjung.html' title='Tersanjung'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-811668739281982243</id><published>2007-05-09T19:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T19:47:46.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Peresmian</title><content type='html'>&lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com"&gt;Katapengantar&lt;/a&gt; resmi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;launching&lt;/span&gt; pada hari ini, dengan disaksikan semut-semut di sekitar meja komputer warnet.  Pun seekor cicak di langit-langit warnet.  Memang belum ada tulisan atau resensi, baru desain tampilannya saja, itu pun masih akan melalui tahapan perbaikan lagi di sana-sini.  Mungkin dalam seminggu ke depan tampilannya akan 'diobrak-abrik' lagi.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New-blogger layout script&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; berbeda dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;old-blogger template script&lt;/span&gt; yang lebih sederhana.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New-blogger&lt;/span&gt; menggunakan &lt;a href="http://www.w3.org/XML/"&gt;XML&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.w3.org/TR/xslt"&gt;XSLT&lt;/a&gt;, sehingga masih saya pelajari karakteristiknya.  Saat ini saya putuskan menggunakan template lama dulu, untuk selanjutnya akan saya ganti dengan layout baru dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;new-blogger&lt;/span&gt;.  Ada beberapa fasilitas di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;new-blogger&lt;/span&gt; yang tidak ada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;old-blogger&lt;/span&gt; yang akan saya manfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku pertama yang akan saya 'ceritakan'  rencananya adalah Filosofi Naif karya Onno W.Purbo.  Oci rencananya akan menambah sebuah 'cerita' lagi dari sebuah buku yang tidak saya ketahui judulnya.  Mudah-mudahan bisa bermanfaat. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 090507. 19.45&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-811668739281982243?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/811668739281982243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=811668739281982243&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/811668739281982243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/811668739281982243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/05/peresmian.html' title='Peresmian'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-6665302715104906665</id><published>2007-05-07T20:41:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T22:24:47.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blog'/><title type='text'>Buku Baru dan Blog Baru</title><content type='html'>Dalam satu minggu terakhir, berbarengan dengan beberapa event yang ada di kota Bandung, saya 'berhasil' menambah tumpukan buku di kamar saya dan bikin kamar saya jadi semakin berantakan.  Buku-buku tersebut antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Muqaddimah&lt;/span&gt; (Ibnu Khaldun)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Dari Gerakan Ke Negara&lt;/span&gt; (Anis Matta)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Pengantar Memahami Tafsir Al-Quran &lt;/span&gt;(Ibnu Taimiyah)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Makelar Dongeng Holocoust : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan Perjalanan dari Dalam Israel&lt;/span&gt; (Rakhmat Jaenal)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.  Membendung Liberalisme&lt;/span&gt; (Prof. K.H Ali Yafie dkk)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.  Filosofi Naif Kehidupan Dunia Cyber&lt;/span&gt; (Onno W. Purbo)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.  Islamia &lt;/span&gt;(Jurnal INSISTS)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.  Suara Hidayatullah&lt;/span&gt; (Tabloid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku 1 dan 8 saya dapatkan di Salman.  Setelah lama mencari buku 1, ternyata saya dapatnya nggak jauh-jauh.  Sementara buku 8, sepertinya selanjutnya saya akan berlangganan.  Setelah memiliki 2 edisi, saya merasa cukup puas dengan materi di dalamnya.  Suara Hidayatullah merupakan tabloid keluaran &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah&lt;/a&gt;, seperti Risalah yang merupakan keluaran PERSIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu buku 2, saya dapatkan sebagai fasilitas dari acara bedah buku yang bertajuk "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dari Gerakan ke Negara, Dari Bangku Kuliah ke Bangku Istana&lt;/span&gt;" yang diadakan oleh &lt;a href="http://gamais.itb.ac.id/"&gt;GAMAIS ITB&lt;/a&gt;.   Covernya berbeda dengan versi aslinya, dimodifikasi sesuai tuntutan acara.  Acara tersebut diisi oleh Anis Matta (Sekjen PKS) sebagai pembicara utama.  Adhyaksa Dault (Menpora) yang direncanakan hadir, tidak datang karena menuruti perintah Presiden SBY untuk tidak meninggalkan kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sisanya (buku 3,4,5,6 dan 7) saya beli di acara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islamic Book Fair (IBF)2007,&lt;/span&gt; yang kali ini diselenggarakan di Be Mall, bukan di Landmark Braga.  Seingat saya, IBF yang diadakan di Jakarta 'isinya' lebih variatif.  Meskipun mengusung nama islamic, tapi masih bisa ditemukan buku-buku yang bertema bukan Islam.  Hal itu tidak terjadi di IBF Bandung.  Bukunya 95% memang buku-buku islami.  Hampir semua stand memajang buku yang sama, inilah yang saya sesali.  Beberapa penerbit atau agen yang biasanya ikut serta, kali ini tidak saya temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya pun bisa berbahagia karena akhirnya bisa memiliki buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Filosofi Naif&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jurnal Islamia&lt;/span&gt;.  Filosofi Naif sudah ditarik dari peredaran, sementara Jurnal Islamia sulit didapatkan di Bandung.  Tidak seperti buku-buku Pak Onno yang lainnya, sesuai judulnya, Filosofi Naif memang lebih filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnal Islamia merupakan terbitan &lt;a href="http://www.insistnet.com/"&gt;INSISTS&lt;/a&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Institute for the Study of Islamic Tought and Civilization&lt;/span&gt;).  Saya membelinya karena saya sedang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;concern&lt;/span&gt; terhadap permasalahan pemikiran dalam Islam.  Selain itu juga sebagai upaya saya untuk membendung pemikiran-pemikiran dari JIL (Jaringan Islam Liberal).  Meskipun saya masih cetek dalam hal ini, tapi membekali diri kan tidak ada salahnya.  Bagi saya, JIL adalah parasit dalam tubuh Islam di Indonesia.  Isi dari Islamia memang cukup 'berat', jarang didapatkan Hadits atau ayat-ayat Al-Quran, lebih dekat ke filsafat.  Untuk melengkapi ketertarikan saya terhadap masalah JIL tersebut, saya membeli juga buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membendung Liberalisme&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Selain buku baru, ada lagi yang baru, yaitu 2 blog yang rencananya akan saya kelola.  Pertama adalah &lt;a href="http://katapengantar.blogspot.com/"&gt;katapengantar.blogspot.com&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://indoenglish.wordpress.com/"&gt;indoenglish.wordpress.com&lt;/a&gt;.  Katapengantar adalah jawaban saya atas permintaan resensi buku-buku yang saya baca.  Jadi, rencananya blog tersebut akan berisi review dari sebuah buku.  Tentunya dengan cara dan gaya saya.  Selain itu, saya mengajak juga &lt;a href="http://www.friendster.com/13062226"&gt;Oci&lt;/a&gt; untuk menjadi kontributornya.  Maka, jadilah sebuah '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;project&lt;/span&gt;' antara saya dan Oci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indoenglish lebih merupakan keinginan saya untuk menghadirkan sebuah blog yang berisi tentang bagaimana belajar bahasa Inggris yang baik.  Saya hanya sebagai editor dan penggagas saja, tulisan akan diisi oleh &lt;a href="http://www.friendster.com/8996552"&gt;Nana&lt;/a&gt;, salah satu kenalan saya di dunia maya yang memang ahli dibidang itu.  Inginnya saya sih menggunakan Bahasa Indonesia, tapi ternyata yang bersangkutan mengalami kesulitan.  Jadi, saya bebaskan saja.  Sebetulnya tujuan utamanya adalah agar saya bisa belajar bagaimana ber-English yang baik dari dia.  Sebab English saya masih amburadul.  Btw, &lt;a href="http://www.friendster.com/14643025"&gt;Opie&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.friendster.com/12619965"&gt;Salis&lt;/a&gt;, bersediakah menyumbang tulisan?  Kok, perempuan semua yang diajak? Lha, mereka ahlinya kok!  Kedepannya, saya berencana juga untuk membuat blog yang membahas tentang fotografi dan tutorial, karena belajar yang paling efektif sebetulnya adalah sambil mengajarkan juga.  Bukan karena sok tahu, tapi lebih bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;share&lt;/span&gt; (berbagi).  Jadi, rajin-rajin saja berkunjung ke blog-blog tadi, insya Allah akan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 K 3 l 0 4. 070507. 22.12&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-6665302715104906665?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/6665302715104906665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=6665302715104906665&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6665302715104906665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6665302715104906665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/05/buku-baru-dan-blog-baru.html' title='Buku Baru dan Blog Baru'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1286164400113752218</id><published>2007-05-05T21:06:00.000+07:00</published><updated>2007-05-05T21:43:20.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Alastu Birobbikum?</title><content type='html'>Tulisan kali ini adalah sebuah penepatan janji terhadap &lt;a href="http://www.friendster.com/14643025"&gt;Opie&lt;/a&gt; yang sudah lama sekali terbengkalai. Dia meminta saya untuk membahas tentang apakah setiap orang adalah muslim sejak lahir? Kira-kira begitu pertanyaannya. Sebetulnya saya heran juga, yang lulusan pesantren itu siapa sih Pie? Saya atau kamu? ;)) Seharusnya kan saya yang banyak nanya sama dirimu tentang masalah-masalah Agama, kumaha ieu teh? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aya-aya wae...&lt;/span&gt;(pake logatnya Jarwo di Republik Mimpi) :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira tulisan kali ini tidak akan terlalu panjang, soalnya dalam perspektif Islam sudah jelas. Ayat Qur'an nya jelas, Haditsnya juga Sahih. Dalam Al-A'Raaf:172, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukankah Aku ini Tuhanmu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Mereka menjawab: "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"&lt;/span&gt; (Al-A'raaf:172)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 172, pertanyaan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alastu Birobbikum&lt;/span&gt; (Bukankah Aku Tuhanmu?)" dilakukan sebelum manusia lahir dan ditanyakan kepada keturunan anak-anak Adam (manusia). Itu artinya, pertanyaan tersebut ditanyakan kepada seluruh manusia. Sejak zaman Adam, hingga kiamat nanti. Dan seluruh manusia menjawab: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Balaa, Syahidnaa &lt;/span&gt;(Betul, kami menjadi saksi)".  Itulah syahadat pertama manusia.   Kapan dan di mana? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahualam&lt;/span&gt;.  Dalam buku ESQ, Ary Ginanjar Agustian menyebut kejadian tersebut dengan istilah "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggukan Universal&lt;/span&gt;". Maka, ketika manusia lahir, fitrahnya adalah seorang Muslim. Kita memang tidak bisa mengingat kejadian tersebut, oleh karena itu Allah mengingatkan melalui Al-A'raaf:172. Memilih percaya atau tidak, itu adalah bagian dari keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa setiap bayi terlahir sebagai Muslim, orangtuanya lah yang menjadikan anak tersebut menjadi Nasrani, Yahudi atau Majusi. Kalau boleh saya tambahkan, termasuk Agama-agama lain juga. Dengan adanya keterangan Hadits tersebut, semakin menguatkan isi dari 'Al-Araaf:172.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, kita pernah mendapatkan pertanyaan : "jika orang yang non-muslim masuk Islam harus melakukan syahadat, trus yang terlahir dari keluarga muslim, kapan syahadatnya?". Sebetulnya, Al-A'raaf:172 dan hadits di atas sudah menjawab pertanyaan tersebut. Intinya, semua orang adalah muslim pada mulanya. Jika Islam dianalogikan sebagai rumah, syahadat adalah pintu masuk ke dalam rumah tersebut. Jika orang-orang dari luar rumah tersebut ingin masuk ke dalam rumah, etikanya tentu harus mengetuk pintu dulu agar dibukakan dan bisa masuk ke dalam rumah. Nah, jika muslim adalah penghuni rumah tersebut, apa perlunya mengetuk pintu rumah tersebut? Mengucapkan syahadat diperlukan untuk orang-orang yang 'keluar' dari Islam, jika sejak lahir kita di dalam Islam, untuk apa lagi kita mengucapkan syahadat? Kita kan tidak pernah keluar dari rumah tersebut, tentu aneh kalau kemudian kita harus mengetuk pintu. Bedakan antara syahadat dan mengucapkan syahadat. Syahadat adalah pintu, batas antara muslim dan non-muslim. Sedangkan mengucapkan syahadat adalah mengetuk pintu, jika mengetuknya benar, pintu akan terbuka, dan orang-orang di dalamnya akan selalu menyambut dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya yang paling menarik adalah tujuan dari diingatkannya kejadian tersebut oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?" (Al-A'raaf:173)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen yang bisa dimengerti, namun ternyata tidak berarti dihadapan Allah. Karena apa? Karena manusia memiliki akal yang bisa digunakan untuk mengetahui kebenaran. Kecuali tidak ada satu pun informasi mengenai Islam atau tidak mendengar tentang Islam sama sekali, masalahnya lain lagi. Dalam sejarah Islam, Salman dikenal sebagai seorang pencari kebenaran sejati yang berpetualang jauh ke luar kampung halamannya. Meskipun orangtuanya Majusi, tapi dia 'tidak puas' dengan agamanya itu. Maka dicarilah kebenaran itu. Sehingga akhirnya dia menemukan Islam, dan meninggal dalam pelukan Islam. Jadi, terlahir sebagai anak dari orangtua yang non-muslim, tidak bisa dijadikan alasan untuk lepas dari hukuman. Makanya, terlahir sebagai muslim adalah sesuatu yang sangat saya syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf kalau bahasan tentang ini kurang mendalam, hanya itu yang terpikir oleh saya. Mungkin karena bagi saya masalah ini sudah cukup jelas (atau kurang bahan) :D. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahualam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 010507. 00.40.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1286164400113752218?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1286164400113752218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1286164400113752218&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1286164400113752218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1286164400113752218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/05/alastu-birobbikum.html' title='Alastu Birobbikum?'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-7253929389223996119</id><published>2007-04-25T21:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T12:00:21.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fotografi'/><title type='text'>Dasar Amatir!</title><content type='html'>Ya, 'umpatan' itulah yang pantas saya dapatkan. Dasar Amatir! Beberapa saat lalu, Alhamdulillah, ada orang baik yang mau ngasih pinjem kamera, &lt;a href="http://www.friendster.com/14643025"&gt;Opie&lt;/a&gt;. Merk kameranya Nikon F65, SLR, masih analog, artinya masih pake film. Fasilitasnya lumayan lengkap, bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Auto Focus&lt;/span&gt; atau manual. Itu hanya sedikit dari seluruh fasilitas yang ada. Kata yang punya, kamera itu mau dijual, harganya 1,6 juta. Dia belinya belum lama, jadi kondisinya masih 90-95%. Ada yang berminat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan bagus itu tidak saya lewatkan begitu saja, tidak tanggung-tanggung, saya langsung beli 3 roll film untuk memuaskan hobi fotografi saya. Dua roll berwarna, satu roll hitam putih. Jika dibandingkan dengan kamera digital, menggunakan kamera analog jauh lebih seru. Seni-nya lebih terasa. Kalau menggunakan kamera digital, kita tidak dibatasi oleh jumlah film, kalau ada hasil yang jelek pun bisa langsung kalihatan hasilnya dan bisa dihapus. Sementara kalau menggunakan kamera analog, kita harus mikir dulu sebelum mengambil suatu objek. Sehingga, jika terjadi kegagalan, kita harus menunggu film dicetak dulu untuk melakukan analisa. Objek yang diambil pun harus benar-benar bagus. Selain itu, penggunaan teknik-teknik fotografi benar-benar terpakai ketika menggunakan kamera analog. Disinilah serunya, disinilah tantangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masalahnya, saya belum menguasai teknik fotografi yang baik dan benar, ditambah saya lupa lagi dengan teknik-teknik yang pernah diajarkan, maklum sudah lumayan lama tidak pernah pakai kamera SLR. Sehingga, setelah film tersebut dicetak, 40% gagal! Menyedihkan, bukan? Lebih parah lagi, justru yang gagal itu adalah objek-objek yang sangat menarik kalau teknik yang saya gunakan benar. Dari hasil cetakan yang sudah ada, ternyata saya masih lemah ketika mengambil objek bergerak dan dalam ruangan. Namun, ada juga beberapa foto yang hasilnya bagus, padahal tidak sengaja atau malah tanpa teknik, asal jepret saja.  Sebagian besar foto saya ambil tanpa blitz (flash), itu juga yang menyebabkan sebagian foto gagal, saya harus belajar lebih banyak lagi untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;index print&lt;/span&gt; dari 2 roll film yang sudah saya cetak, klik pada gambar untuk melihat ukuran yang lebih besar, untuk yang hitam putih menyusul.  Lagi bokek saudara-saudara...Huahuahua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Ri9vTwMUlGI/AAAAAAAAABM/rvYUY88rUD0/s1600-h/klise1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Ri9vTwMUlGI/AAAAAAAAABM/rvYUY88rUD0/s320/klise1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057383291705136226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;klise 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Ri9vUQMUlHI/AAAAAAAAABU/xrLfw0b2jG0/s1600-h/klise2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Ri9vUQMUlHI/AAAAAAAAABU/xrLfw0b2jG0/s320/klise2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057383300295070834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;klise 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 250407. 22.10.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-7253929389223996119?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/7253929389223996119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=7253929389223996119&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7253929389223996119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7253929389223996119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/04/dasar-amatir.html' title='Dasar Amatir!'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Ri9vTwMUlGI/AAAAAAAAABM/rvYUY88rUD0/s72-c/klise1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-8616561463780272204</id><published>2007-04-25T15:53:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T16:12:07.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu'/><title type='text'>Lagu Dalam Cerita</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;strong&gt;Satu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebayang nggak, ketika nyanyi lagu-nya Bunga Citra Lestari yang..."&lt;em&gt;Kirim Aku Malaikatmu...&lt;/em&gt;", tiba-tiba... JRENG!!! Malaikat Maut datang kehadapanmu...Apa yang akan kamu lakukan? :D  &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Andai saja setiap orang mau lebih rendah hati untuk sekedar menyanyikan bait-bait berikut ini pada pasangannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Malam-malam yang mencekam,&lt;br /&gt;akan benderang kala engkau datang.&lt;br /&gt;Tangis pilu anak kita,&lt;br /&gt;Akan berganti penuh canda dan tawa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Kurusetra / JavaJive)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak perlu terjadi perceraian-perceraian itu.&lt;br /&gt;S 3 k 3 l 0 4. 250407. 15.36.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-8616561463780272204?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/8616561463780272204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=8616561463780272204&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8616561463780272204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/8616561463780272204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/04/lagu-dalam-cerita.html' title='Lagu Dalam Cerita'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1122963131466634211</id><published>2007-04-21T12:44:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T12:46:51.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Badai Pasti Berlalu</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;Badai Pasti Berlalu&lt;br /&gt;Namun, di depan masih menunggu&lt;br /&gt;Berbagai macam cobaan lainnya:&lt;br /&gt;Gempa bumi, gunung meletus, banjir, kemarau panjang&lt;br /&gt;Siapkah kita?&lt;br /&gt;Semoga cahaya optimisme selalu terpancar di mata kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;S 3 k 3 l 0 4. 210407. 12.36.&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1122963131466634211?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1122963131466634211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1122963131466634211&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1122963131466634211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1122963131466634211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/04/badai-pasti-berlalu.html' title='Badai Pasti Berlalu'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2072250329580593704</id><published>2007-04-13T16:59:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T12:00:23.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Iseng-iseng Berkreasi</title><content type='html'>Bosen coding dan merasa mentok. Seharian iseng-iseng belajar lagi Photoshop 7.0. Lihat-lihat foto yang ada di komputer, tiba-tiba...tumben...ide melayang-layang. Buat teman-teman yang saya 'isengin', maaf ya?! :D Habisnya lagi kurang kerjaan nih, daripada tidur melulu.  Kalau mau lihat gambar ukuran aslinya, klik aja pada gambar. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jadi aneh hasilnya kalau lihat di komputer orang lain.  Monitor saya memang rada masalah, kurang bright, jadinya lebih gelap.  Dengan bekal ilmu yang seadanya, hasilnya...lihat saja di bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9Wr-YXZyI/AAAAAAAAABE/cWG2PUplL7A/s1600-h/speed4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9Wr-YXZyI/AAAAAAAAABE/cWG2PUplL7A/s320/speed4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052852620412544802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Speed and Courage&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto, Ide dan Desain  : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Donny Reza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WAeYXZtI/AAAAAAAAAAc/1owJQ60XZfE/s1600-h/amycuptales.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WAeYXZtI/AAAAAAAAAAc/1owJQ60XZfE/s320/amycuptales.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052851873088235218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Tales of Amy and Ucup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amy dan Ucup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto, Ide dan Desain : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Donny Reza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WAuYXZuI/AAAAAAAAAAk/FC6X_qHH_4I/s1600-h/different2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WAuYXZuI/AAAAAAAAAAk/FC6X_qHH_4I/s320/different2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052851877383202530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I'm Different&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mia and Soccer Warrior&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto, Ide dan Desain : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Donny Reza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WBOYXZvI/AAAAAAAAAAs/A5CwzX6UmPc/s1600-h/jejaka1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WBOYXZvI/AAAAAAAAAAs/A5CwzX6UmPc/s320/jejaka1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052851885973137138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jejaka Petualang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak-anak tingkat 1 Jurusan Teknik Informatika UNIKOM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto, Ide dan Desain : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Donny Reza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fonts on 'Jejaka Petualang' courtesy of &lt;a href="http://www.dafont.com"&gt;Dafont&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WBOYXZwI/AAAAAAAAAA0/nAxPhKs_GwE/s1600-h/qthez3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WBOYXZwI/AAAAAAAAAA0/nAxPhKs_GwE/s320/qthez3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052851885973137154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Provokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;QQ dan Herdyan 'Thez' Fajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto, Ide dan Desain : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Donny Reza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WBeYXZxI/AAAAAAAAAA8/76l3jHkZ0oA/s1600-h/speed3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9WBeYXZxI/AAAAAAAAAA8/76l3jHkZ0oA/s320/speed3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052851890268104466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Speed&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto, Ide dan Desain : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Donny Reza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All Photo Courtesy of Donny Reza.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2072250329580593704?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2072250329580593704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2072250329580593704&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2072250329580593704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2072250329580593704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/04/iseng-iseng-berkreasi.html' title='Iseng-iseng Berkreasi'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rh9Wr-YXZyI/AAAAAAAAABE/cWG2PUplL7A/s72-c/speed4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5314571231904146736</id><published>2007-04-13T16:51:00.000+07:00</published><updated>2007-04-13T16:58:34.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Handphone'/><title type='text'>Ganti Nomor HP? No Way!</title><content type='html'>Dari obrolan panjang dengan Obenk beberapa saat lalu, salah satu yang menjadi topik pembicaraan adalah ganti nomor HP. Saya dan Obenk memiliki kesamaan pendapat tentang nomor HP. Berbicara tentang nomor HP, saya bukanlah orang yang gampang 'kabita' dengan fasilitas-fasilitas menarik yang ditawarkan. Buat saya, nomor HP adalah sebuah identitas. Kalau saja tidak karena hilang, nomor HP pertama saya pastilah tidak akan pernah saya ganti. Ketika nomor tersebut hilang, dan tentu saja HPnya juga, belum ada fasilitas penggantian nomor yang sama dari operator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menggunakan HP, saya hanya pernah menggunakan 3 buah nomor. Itupun dari operator yang sama, Singasat ;)) Eits, nggak usah bingung, itu hanya sebutan saya untuk operator yang saya gunakan, sejak penjualan saham perusahaan tersebut kepada Singapura. Awal mula ketertarikan saya untuk menggunakan operator tersebut karena melihat teman saya yang bisa menggunakannya untuk koneksi internet. Sejak dulu saya selalu terobsesi untuk memiliki koneksi internet di rumah, dan sampai sekarang pun, bahkan sejak menggunakan nomor dari operator tersebut, saya masih belum pernah bisa memilikinya, karena ternyata mahal juga. Mending ke warnet aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor pertama yang saya gunakan adalah dari IMTiga, dengan HP paling tenar seri 5510 yang cocok juga untuk digunakan nimpukin maling. Awalnya, gaptek! Bukan karena nggak ngerti bagaimana menggunakan HP, tapi karena ketidaktahuan saya terhadap frekuensi yang berbeda antara operator dan HP. Operator 'bekerja' pada GSM 1800 MHz, sedangkan fitur HP hanya bekerja di frekuensi GSM 900 MHz, jelas nggak nyambung. Untungnya ketika itu, nomor yang saya gunakan bisa lintas operator, sehingga saya bisa menggunakan operatornya Matahari. Saat itu, IMTiga dan Matahari masih belum bergabung dalam satu operator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat mengganti HP. Masih menggunakan merk yang paling tenar, barang bekas, dengan seri hitungan mundur dari 3 sampai 0. Meskipun seri itu sudah ditinggalkan, namun setidaknya operator dan HP sudah bisa nyambung, jadi saya nggak perlu repot-repot lintas operator lagi. Sayangnya, 2 minggu setelah memiliki HP 'baru' tersebut, karena keteledoran saya, HP tersebut hilang dicuri. Menyakitkan. Saya paham rasanya kemalingan, wajar kalau kemudian ada maling yang tertangkap pasti babak belur, saat itu saya juga sangat ingin menangkap dan memukulinya sampai babak belur. Sebetulnya, yang paling saya tangisi adalah nomor-nomor yang ada di HP tersebut. Nomor tersebut jauh lebih penting daripada HPnya. Untunglah, saya masih memiliki catatan beberapa nomor ketika saya belum memiliki HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 3 bulan hari-hari saya kosong dari HP, meskipun kemudian saya membeli nomor baru, masih IMTiga juga, tanpa HP. Untuk keperluan SMS atau telpon, saya biasanya 'merampok' HP teman. Nomor tersebut adalah nomor yang sampai sekarang masih digunakan, sudah 4 tahun lebih. Jadi, bisa dikatakan, saya adalah orang yang setia. Alah! Gubrak!! Heuheuheu. Selama itu, berbagai macam godaan dari operator lain sudah saya rasakan. Bahkan, yang paling gila adalah godaan dari operator-operator CDMA. Namun, tetap saja saya tidak tergoda. Prinsip saya, kalaupun harus punya nomor baru, saya harus punya HP baru juga. Maka, kemudian saya berpoligami dengan 'menikahi' saudara IMTiga dan Matahari, yaitu kartu pasca bayar dengan nama yang sama dengan salah satu bab dalam pelajaran Matematika. Alhamdulillah, sampai saat ini, dua-duanya belum pernah protes karena merasa diperlakukan tidak adil...Heuheuheu. Namun, kalau dibandingkan, harga 2 buah HP yang saya miliki tidak ada apa-apanya dengan HP terbaru saat ini. Awalnya, ada perasaan bangga punya 2 nomor dan 2 HP, serasa jadi orang kaya! Sekarang? Orang punya HP 3 buah sudah jadi pemandangan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poligami nomor tersebut sudah berlangsung selama 2 tahun, tepatnya ketika saya mulai mengerjakan skripsi. Alasan saya waktu itu karena dengan nomor tersebut bisa mengakses internet selama 24 jam per hari, dengan beban biaya Rp. 25.000,-/bulan. Apalagi kebutuhan saya akan koneksi internet saat itu sedang tinggi. Bahan skripsi saya 100% dari internet. Namun, lagi-lagi karena 'kebodohan' saya, fasilitas tersebut berakhir beberapa hari setelah memiliki nomor baru tersebut. Jadi...back to warnet! Meskipun kemudian nomor tersebut tidak saya singkirkan, bahkan saya gunakan sampai sekarang. Dengan adanya nomor baru, tidak menjadikan nomor yang lama terlupakan. Kedua nomor tersebut memiliki peran yang berbeda. Nomor IMTiga biasanya diketahui oleh teman-teman lama saya, sedangkan nomor Matematika lebih diketahui oleh kenalan-kenalan baru. Bedanya, teman-teman lama tahu saya punya 2 nomor, kenalan baru tidak tahu saya punya nomor IMTiga :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor IMTiga saya sudah tercatat di puluhan phonebook teman-teman saya. Saya pun tidak pernah menghapus nomor-nomor mereka dalam HP saya. Oleh karena itu, phonebook HP yang menggunakan nomor tersebut sudah full. Tidak ada lagi ruang untuk satu nomor pun. Makanya, saya ingin sekali meminta maaf, jika kemudian ada yang mengirim SMS, telpon atau miskol melalui nomor tersebut, kemudian saya bertanya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini siapa?&lt;/span&gt;" karena bisa jadi nomor yang menghubungi saya tidak ada dalam phonebook HP tersebut. Sudah sejak 2 tahun yang lalu HP tersebut tidak bisa ditambah dengan nomor baru. Kecuali, ada nomor-nomor yang sengaja saya hapus karena sudah tidak bisa dihubungi lagi. Saya paham betul bagaimana rasanya ketika menghubungi seseorang yang kita kenal, kemudian ditanya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini siapa?&lt;/span&gt;". Makanya, saya sangat menghargai siapapun yang pernah menghubungi saya untuk mencatat nomor-nomor mereka. Namun, apa daya, kapasitas memori HP dan kartu terbatas, saya tidak bisa menyimpan seluruh nomor, meskipun ingin. Dengan tidak menyimpan nomor di HP saya, bukan berarti orang yang memilikinya tidak penting bagi saya. Tentu saja sangat penting buat saya, siapapun dia. Oleh karena itu, biasanya saya menyimpan atau mencatat nomor tersebut pada catatan kecil, atau dengan tidak menghapus SMS yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor tersebut pernah hilang juga. Ketika awal memiliki nomor Matematika, HP saya masih satu. Maka, saya menggunakan HP tersebut bergantian untuk 2 nomor. Lagi-lagi karena kecerobohan saya, nomor IMTiga saya taruh di dalam saku celana. Mungkin ketika saya mengeluarkan uang untuk ongkos, nomor tersebut terjatuh dalam bus yang saya tumpangi, dan terbawa ke Cirebon :)). Untunglah, saya bisa mendapatkan kembali nomor yang sama setelah menghubungi customer service operator tersebut. Meskipun saya kembali memiliki nomor yang sama, tapi nomor-nomor yang tersimpan pada memori nomor tersebut hilang, karena kartunya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya tidak mau mengganti nomor? Seperti yang sudah saya jelaskan, buat saya, nomor tersebut adalah identitas. Kalau ada perlu dengan saya, hubungi saja nomor tersebut, pasti akan 'bertemu' dengan saya. Insya Allah. Saya berpikir, suatu saat, nomor tersebut akan menjadi 'pintu rezeki' untuk saya. Entah bagaimana caranya, yang jelas saya percaya hal tersebut bisa terjadi. Selain itu, jika saya ganti nomor, malas sekali rasanya jika harus memberi tahu semua orang, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini nomor saya yang baru, yang lama hapus aja!&lt;/span&gt;" Lebih dari itu, saya sebetulnya paling sebel kalau teman-teman saya mengganti nomor. Ooopppss. Heuheuheu. Apalagi kalau alasannya karena "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;operator itu mahal, ini lebih murah...&lt;/span&gt;" atau "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;soalnya pacar gua pake operator ini...&lt;/span&gt;", oopppsss lagi, kayaknya banyak yang 'ketembak' nih ;)) Lebih-lebih kalau ada teman yang ganti nomor, tiba-tiba SMS dengan akrabnya, tanpa pernah memberi tahu sebelumnya kalau nomornya sudah diganti. Ketika saya balas "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;siapa nih?&lt;/span&gt;" dia malah pundung, nyebelin kan? Dan karena sudah 'bikin' pundung, saya yang harus minta maaf, ini lebih nyebelin lagi! Dan yang lebih menyebalkan dari itu semua, teman saya ganti nomor tanpa pernah memberitahu saya sama sekali. Ketika saya menghubungi, yang saya dengar adalah pesan dari tante-tante bahwa nomor tersebut sudah tidak aktif, dan rasanya suara tante-tante tersebut sama di tiap operator. Karena itulah saya tidak pernah ingin mengganti nomor dan menghapus nomor-nomor di HP saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, dengan persaingan antar-operator yang semakin edan, konsumen tidak akan dirugikan, malah semakin diuntungkan. Bagi operator, konsumen lebih berharga dari apapun. Ya, iya lah...kalau nggak ada konsumen, operator dapat duit darimana? Oleh sebab itu, untuk mempertahankan pelanggan agar tidak kabur, juga untuk meningkatkan penjualan, operator pasti akan berusaha memanjakan konsumen. Jika kemudian ada operator menawarkan fasilitas yang menggiurkan, itu hanya sementara saja, tidak akan bertahan lama. Operator yang lain pasti akan menyusul dengan menawarkan fasilitas lainnya. Jadi, saya tidak perlu merasa khawatir dan iri dengan tawaran-tawaran menggiurkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak pernah saya membeli nomor dari operator lain. Saya pernah menggunakan 'kartu Remi' dan juga kartu 'Ukuran Baju'. Tetap saja, saya merasa berat untuk menggantikan posisi kartu IMTiga. Mungkin karena sudah menjadi bagian dari diri saya. Nomor-nomor tersebut hanya bertahan untuk sekali pemakaian saja, setelah pulsa habis, ya sudah, tidak pernah saya isi ulang lagi. Dulu kartu Ukuran Baju terhitung yang paling mahal, tapi sekarang mereka menawarkan fasilitas yang edan-edanan. Suatu saat, ceritanya akan lain lagi. Oleh karena itu, saya memilih untuk tidak tertarik memikirkan ganti nomor. Terlepas dari operator manapun yang sedang anda gunakan saat ini, saya menyarankan untuk tetap menggunakan nomor tersebut. Entah dengan anda, tapi saya sangat percaya suatu saat nomor tersebut bisa menjadi media untuk rezeki saya, bahkan mungkin jodoh saya juga, siapa tahu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 K 3 L 0 4. 110407.  03.22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Ada yang mau nomor HP saya? :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5314571231904146736?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5314571231904146736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5314571231904146736&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5314571231904146736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5314571231904146736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/04/ganti-nomor-hp-no-way.html' title='Ganti Nomor HP? No Way!'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-5889278978753439067</id><published>2007-04-06T22:27:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T22:58:58.892+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Quran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayat'/><title type='text'>Ayat Favorit</title><content type='html'>Terinspirasi oleh komentar &lt;a href="http://lucky-luqman.blogspot.com/"&gt;Lucky&lt;/a&gt; di blog-nya &lt;a href="http://warastuti.blogspot.com/2007/03/amanah.html"&gt;Warastuti&lt;/a&gt;, saya jadi ingin menulis tentang ayat favorit saya dalam Al-Quran. Dari sekira 6237 ayat dalam Al-Quran (bukan 6666! terakhir saya menghitung segitu, koreksi kalau salah), setiap orang (atau sebagian orang?) pastinya punya ayat-ayat dalam Al-Quran yang menjadi 'pegangan' atau favorit. Tujuan memfavoritkan suatu surat bukan dengan tujuan mengkultuskan suatu ayat, tapi biasanya ayat tersebut mempunyai kesan yang mendalam. Sehingga, setiap kali ayat tersebut terdengar atau terbaca, mampu menimbulkan atau memunculkan sisi emosional dan spiritual dalam dirinya, atau mampu 'menggetarkan' jiwa dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabat saya, Tiar, menjadikan ayat 5-6 dari Surat Alam Nasyrah sebagai ayat-ayat favoritnya.  "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;...Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan...&lt;/span&gt;" Menurut Tiar, ayat tersebut bisa mengingatkannya untuk tetap optimis dalam menghadapi setiap masalah. Lebih jauh lagi, ayat tersebut bercerita tentang kehidupan yang kadang mudah, lebih sering sulitnya...;)) Saya sendiri menjadikan ayat tersebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;opening&lt;/span&gt; atau hiasan pada skripsi saya, karena sepanjang saya mengerjakan skripsi, ayat itulah yang selalu teringat dalam pikiran saya. Hasilnya, Alhamdulillah, saya bisa tetap optimis dengan masalah-masalah yang terjadi sepanjang waktu mengerjakan skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu 2004, dalam sebuah acara talkshow, Amien Rais yang saat itu menjadi calon presiden, ditanya tentang motivasi dirinya untuk mencalonkan diri dari presiden. Beliau menjawab, salah satu yang menjadi motivatornya adalah beberapa ayat Al-Balad, yaitu dimulai dari : "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;...Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? yaitu melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir...&lt;/span&gt;(Al-Balad : 10-16)".  Dengan ayat tersebut, Amien Rais bisa PD untuk mencalonkan diri jadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah ayat favorit saya? Ada beberapa ayat yang menjadi favorit saya dan selama ini juga saya jadikan pegangan. Terpengaruh oleh Tiar, saya juga memang jadi memfavoritkan ayat 5-6 Alam Nasyrah. Pengalaman spiritual dengan ayat tersebut memang sangat saya rasakan ketika mengerjakan skripsi, seperti yang sudah saya jelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang lebih dulu menjadi favorit saya adalah 4 ayat terakhir dari surat Al-Fajr.  "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surga-Ku.&lt;/span&gt;" Terus terang saja, sewaktu pertama kali membacanya, saya sempat merinding juga. Mengingat surat ini, selalu saja mengingatkan saya dengan kematian. Kalimat pada ayat-ayat tersebut adalah sambutan dari Allah kepada hambaNya, konon kalimat tersebut akan didengar oleh orang-orang yang beriman sesaat setelah kematiannya, hanya saja saya belum tahu sumber berita ini dari mana. Ayat tersebut selalu memotivasi saya untuk selalu menjadi orang yang lebih baik dari sekarang. Bisa dikatakan, mendapatkan 'sambutan' tersebut adalah sebuah obsesi dalam kematian saya nanti. Sebenarnya, itulah prestasi tertinggi setiap orang di akhir hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat selanjutnya menjadi favorit saya setelah ayat tersebut dibahas oleh Jeffrey Lang dalam bukunya Berjuang untuk Berserah (&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Struggling To Surrender&lt;/span&gt;). Ayat tersebut sudah sering kali terdengar atau dibaca oleh siapapun sebetulnya, hanya karena kita tidak pernah ingin tahu artinya, ayat-ayat tersebut seperti berlalu begitu saja tanpa makna. Ayat tersebut adalah ayat 1-3 dari surat Adh-Dhuha : "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Demi waktu dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca paparan Lang dalam buku tersebut, hati saya benar-benar tergetar, merinding. Saya sering mendengar ayat tersebut, beberapa kali juga membaca artinya, namun tidak sampai menimbulkan efek seperti ketika membaca paparan Lang tersebut. Satu hal yang saya sadari ketika itu adalah bahwa meskipun saya sudah 2 kali menamatkan membaca arti dari seluruh ayat Al-Quran, namun saya tidak pernah benar-benar memberi perhatian khusus terhadap apa yang saya baca. Memang benar, membaca ayat Al-Quran perlu perenungan lebih mendalam, tidak bisa seperti membaca novel atau cerpen. Bahkan untuk ayat-ayat yang paling sederhana sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut saya memahami satu hal. Buat saya, ayat tersebut adalah sebuah jaminan dari Allah. Bahwa Dia tidak akan menelantarkan kita, bahwa Dia sudah menjamin kehidupan kita, bahwa Dia tidak membenci kita, bahwa Dia dekat dengan kita. Itu adalah kalimat cinta dari Allah, sumpah setia dari Allah. Bagaimana rasanya jika orang yang paling kita cintai mengatakan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya tidak akan meninggalkan kamu, saya akan setia kepadamu, saya tidak akan menyia-nyiakan dirimu&lt;/span&gt;?" Kita pasti bahagia. Dan itulah yang sesungguhnya Allah lakukan terhadap hambaNya. Membahagiakan. Namun, kita tidak pernah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan berpegang kepada ayat ini saja, rasanya kita tidak perlu khawatir untuk menjalani hidup. Ada Allah yang menjaga kita, ada Dia yang melindungi kita. Dia tidak akan melanggar sumpah dan janjiNya. Masalahnya hanya satu, apakah kita yakin dan percaya dengan jaminan Allah itu? Lebih dari itu, apakah kita bisa yakin dan percaya untuk hidup dengan caraNya? Sejujurnya, kita lebih sering meragukanNya. Itulah sumber masalah yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan orang yang mudah menangis, meskipun mudah empati atau terharu. Saya tidak pernah bisa menangis ketika berdoa dan menyesali dosa-dosa saya seperti di sinetron-sinetron, atau bahkan seperti teman-teman saya yang lain. Namun, pernah suatu kali saya menangis ketika membacakan surat Adh-Dhuha dalam salah satu shalat saya, tangisan itu dimulai tepat pada saat membaca ayat "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada pula benci kepadamu.&lt;/span&gt;" Tentunya dengan versi bahasa Al-Qurannya. Anehnya, tangisan itu muncul dengan sendirinya. Dan setelah itu tidak pernah sekalipun saya menangis lagi setiap membaca surat tersebut. Sejujurnya, saya merindukan tangisan itu. Jika anda pernah merasakan tangisan seperti itu, mungkin anda juga akan merasakan kerinduan yang sama dengan saya. Ada kesadaran bahwa saya ternyata sangat lemah dan tidak memiliki apa pun, namun pada saat yang sama saya merasa yakin segalanya akan baik-baik saja. Entahlah. Mungkin karena pada saat itu saya sedikit menghayati arti dari ayat tersebut. Mungkin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu ayat lagi yang menjadi favorit saya, yaitu At-Tahrim ayat 8. Secara keseluruhan berbicara tentang perintah tobat, namun yang menjadikan ayat ini sebagai favorit karena di dalamnya termuat sebuah do'a. Meskipun, alasan pertama saya memfavoritkan ayat ini lebih dikarenakan ada 'sesuatu' di dalam do'a tersebut yang tidak bisa dan tidak tepat saya ceritakan di sini. Namun, terlepas dari alasan apa pun, pada akhirnya do'a tersebut selalu saya lafalkan dalam setiap kesempatan saya berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 K 3 L 0 4. 02.45. 060407.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Btw, ada yang menjadikan surat An-Nisa:3 sebagai ayat favorit nggak ya? Heuheuheu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-5889278978753439067?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/5889278978753439067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=5889278978753439067&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5889278978753439067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/5889278978753439067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/04/ayat-favorit.html' title='Ayat Favorit'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-1737593337476312080</id><published>2007-03-28T15:38:00.000+07:00</published><updated>2007-03-28T15:40:54.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Takdir'/><title type='text'>Seri Takdir III : Bencana dan Takdir Kolektif</title><content type='html'>Selalu muncul pertanyaan dalam benak setiap orang, apakah bencana alam dan kecelakaan-kecelakaan dalam dunia transportasi kita sudah direncanakan oleh Allah?  Apakah bencana alam itu suatu ujian, rahmat ataukah suatu azab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bencana alam seperti tsunami, gunung meletus atau gempa bumi, bisa dikatakan saya memiliki pendapat yang 'mendua'.  Menurut saya, bencana-bencana alam tersebut bisa jadi memang ujian yang sudah Allah rencanakan, atau juga sebagai azab terhadap manusia.  Ada 2 pendapat yang bisa saya kemukakan mengenai bencana ini.  Pertama, bencana alam sudah Allah tentukan kapan waktu terjadinya pada catatanNya, tidak peduli apakah pada saat itu manusia yang tertimpa bencana tersebut dalam keadaan 'baik-baik saja' dalam artian tidak bermaksiat kepada Allah atau memang sedang bermaksiat.  Bencana yang seperti inilah yang menjadi ujian bagi manusia.  Bagi orang-orang yang bersabar, ujian tersebut bisa berubah menjadi rahmat, sementara bagi yang tidak bersabar bisa jadi sebuah siksaan.  Di sisi lain, kita bisa menggunakan frasa 'fenomena alam biasa' untuk kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua, bencana tersebut muncul sebagai teguran atau azab bagi manusia, artinya bencana tersebut muncul akibat manusia yang sudah terlalu bermaksiat, musyrik misalnya.  Sederhananya begini, katakanlah dalam suatu desa, memiliki jumlah warga sebanyak 20 orang.  Dari 20 orang tersebut, 15 orang sudah menjadi musyrik.  Dalam catatanNya, misalnya, jika ada 16 orang yang musyrik, maka akan terjadi gempa yang memporakporandakan desa tersebut.  Selama orang yang musyrik itu tidak bertambah menjadi 16, apalagi berkurang, maka gempa itu tidak akan pernah terjadi.  Ini sesuai dengan salah satu hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa suatu kaum terhindar dari azab karena ada salah seorang 'warga'nya yang mengagungkan nama Allah.  Al-Quran juga memberikan beberapa contoh kaum yang memang Allah azab karena kesalahan mereka, itu artinya jika kaum-kaum itu tidak melakukan kesalahan tersebut, azab tersebut tidak akan pernah ada.  Inilah yang saya sebut Takdir Kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kecelakaan semacam Adam Air dan Senopati?  Seperti yang pernah saya tulis, segala sesuatu di dunia ini terikat dalam hukum sebab-akibat yang semuanya sudah diatur oleh Allah.  Kehendak Allah bisa juga diartikan sebagai aturan Allah.  Api padam oleh air atau kulit menjadi keriput ketika tua, itu adalah sebuah aturan, Allah sudah menentukan segalanya sesuai dengan ukuran.  Karena itu, kasus-kasus kecelakaan pesawat, tenggelamnya kapal-kapal atau tergelincirnya kereta dari relnya, semuanya tunduk pada aturan ini.  Disitulah peran Allah yang sesungguhnya, menentukan aturan tersebut.  Allah tidak menenggelamkan kapal ataupun menggelincirkan kereta.  Meskipun Allah bisa melakukan hal tersebut, tapi Allah tidak akan pernah melakukan hal tersebut.  Kapal tenggelam pasti ada sebabnya, kereta tergelincir pasti ada sebabnya, dari sebab-sebab itulah manusia belajar untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya berani mengatakan bahwa kecelakaan-kecelakaan yang terjadi sesungguhnya disebabkan oleh kesalahan-kesalahan manusia yang tidak memperhatikan aturan-aturan Allah.  Kita tahu, kapasitas suatu kapal terbatas, tapi kita tetap memaksakan dengan memasukan beban yang melebihi kapasitas tersebut, maka wajar jika kapal tersebut tenggelam.  Itu adalah aturan.  Allah tidak menenggelamkannya, tapi aturan Allah lah yang menjadikan kapal tersebut tenggelam, kehendak Allah.  Disinilah fungsi akal kita, untuk mengenal dan memahami bagaimana aturan Allah itu bekerja.  Orang Jepang bisa membangun gedung yang tahan gempa karena menggunakan akal mereka, perahu bisa berlayar karena manusia menggunakan akalnya.  Semua itu mengikuti aturan Allah, ketika aturan itu kita langgar, bisa dipastikan akan terjadi suatu masalah, entah itu kecelakaan atau hal-hal lain yang tidak kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus banjir-banjir yang terjadi di Indonesia adalah contoh dari bencana yang diakibatkan oleh kesalahan manusia.  Banjir bisa diantisipasi bahkan dihindari, tergantung usaha kita.  Sebab-sebab suatu banjir kan bisa kita 'baca'.  Saluran air yang mampat, kurang lebar atau kurang dalam.  Banjir juga bisa kita hindari dengan membuat drainase yang baik misalnya, dengan tidak membuang sampah di aliran sungai sehingga tidak mampat.  Jika usaha-usaha tersebut sudah optimal, saya kira banjir bisa kita hindari.  Kecuali, jika terjadi hal-hal yang memang di luar kekuasaan manusia, seperti hujan selama seminggu tanpa henti sehingga menyebabkan debit air 'overload', sementara seluruh usaha untuk menghindari banjir sudah optimal, barulah kita bisa 'menyalahkan' alam.  Berbeda dengan gempa bumi yang hanya bisa kita prediksi kedatangannya, meskipun usaha untuk meminimalisir kerugian dan kerusakan akibat gempa bumi tetap harus kita lakukan.  Dalam urusan 'menaklukan' gempa, kita bisa belajar dari Jepang.  Ingat, yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir efek dari suatu bencana, bukan meniadakan efek tersebut, karena berbicara tentang fenomena alam, kita berbicara tentang kekuatan yang sulit untuk diprediksi dan berada di luar kekuasaan manusia.  Hanya sebatas itulah yang bisa kita lakukan, namun apapun itu wajib dan layak untuk diusahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang bisa saya simpulkan dari tulisan Seri Takdir ini adalah bahwa Allah mengajarkan manusia untuk selalu berusaha mendapatkan yang terbaik untuk dirinya.  Kalau menggunakan istilah Andrea Hirata dalam Sang Pemimpi, kita tidak pernah bisa mendahului takdir.  Kita berjalan bersamanya.  Apa pun kondisi kita saat ini, kita masih bisa memperbaikinya.  Kita masih bisa mengusahakannya.  Tidak ada yang final sebelum mati.  Ada berbagai macam pilihan, namun kita dituntut untuk selalu memilih yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih suka mengatakan bahwa Allah sedang mendidik kita, Bangsa Indonesia, daripada menggunakan kata-kata ujian, azab atau siksaan.  Sebagaimana halnya dalam sebuah pendidikan, ujian, hukuman atau peringatan adalah sesuatu yang lumrah.  Sesuatau yang biasa.  Namun, untuk bisa melewati sebuah jenjang pendidikan, kita harus melalui proses belajar yang panjang.  Inilah yang harus kita lakukan, selalu belajar. Tidak hanya belajar dari kesalahan, tapi juga belajar dari keberhasilan orang lain (bangsa lain).  Dalam setiap proses belajar satu hal yang menjadi pondasinya adalah membaca. Iqro! Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 K 3 L 0 4. 17 - 27 0307.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-1737593337476312080?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/1737593337476312080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=1737593337476312080&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1737593337476312080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/1737593337476312080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/seri-takdir-iii-bencana-dan-takdir.html' title='Seri Takdir III : Bencana dan Takdir Kolektif'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-7136730169272491976</id><published>2007-03-28T15:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T12:00:23.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Takdir'/><title type='text'>Seri Takdir II : Allah Programmer Terhebat</title><content type='html'>lSaya sempat tersentak ketika menyadari bahwa ternyata, jika apa yang saya pikirkan benar, Allah 'menulis' catatanNya persis seperti seorang programmer membuat program. Dan konsep yang digunakan adalah tree atau menggunakan if-bersarang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nested-if&lt;/span&gt;). Dalam dunia pemrograman komputer, konsep if merupakan salah satu 'nyawa' dari suatu pemrograman komputer. Bisa dipastikan, seluruh program (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;software&lt;/span&gt;) yang kita pakai menggunakan kondisional if dalam proses pengolahan datanya. If digunakan untuk melakukan pemilihan terhadap suatu kondisi. Sederhananya, kondisional if digunakan sebagai pengambil keputusan. Berikut ini saya gunakan sintak script PHP untuk memberikan gambaran, bagi yang tidak 'tertarik' membaca sintak di bawah ini, mohon maaf yang sebesar-besarnya, namun bagi para programmer, saya yakin sintak di bawah ini sudah tidak asing lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;pre&gt;&amp;lt;?php&lt;br /&gt;$value = 10; // variabel value diberi nilai 10&lt;br /&gt;if ( $value &lt;= 5 ) { /*cek value, apakah nilai pada variabel&lt;br /&gt; value kurang atau = 5?*/&lt;br /&gt; echo "Anda tidak lulus kuliah"; /* jika ya, ditampilkan&lt;br /&gt; tulisan 'Anda tidak lulus kuliah' */&lt;br /&gt;} else {      &lt;br /&gt; echo "Anda lulus kuliah"; /* jika tidak, maka akan ditampilkan&lt;br /&gt; tulisan 'Anda lulus kuliah' */&lt;br /&gt;} &lt;br /&gt;// karena $value bernilai 10, maka pesan yang&lt;br /&gt;akan ditampilkan adalah 'Anda lulus kuliah'&lt;br /&gt;?&amp;gt;&lt;/pre&gt;&lt;/em&gt;Adapun if-bersarang (nested-if) merupakan if yang berada di dalam if.  Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;pre&gt;&amp;lt;?php&lt;br /&gt;// ... bla bla bla ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if ( $sex == 'pria' ) { // awal dari if pria (level I)&lt;br /&gt;if ( $kulit == 'merah' ){  // level II&lt;br /&gt;echo "Anda seorang pria keturunan indian ya?";&lt;br /&gt;}else if ( $kulit == 'kuning' ){ // level II&lt;br /&gt;echo "Anda seorang pria keturunan china ya?";&lt;br /&gt;}else if ( $kulit == 'hitam' ){ // level II&lt;br /&gt;echo "Arang kali ya?";&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;} // akhir dari if pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if ( $sex == 'wanita' ) { /* awal dari if wanita (level I),&lt;br /&gt; satu level dengan if pria */&lt;br /&gt;if ( $kulit == 'hitam' ){ // level II&lt;br /&gt;  echo "Sering-sering pake pemutih dong, non!!";&lt;br /&gt;}else if ( $kulit == 'coklat' ){ // level II&lt;br /&gt;  echo "Masih mendingan lah...";&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;} // akhir dari if wanita&lt;br /&gt;?&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari sintak program di atas, alur ceritanya begini... Program akan memeriksa, apa jenis kelamin anda? Ada 2 pilihan di sana, pria dan wanita. Jika kita menjawab pria, kita diberi pilihan lagi, ada 3 pilihan warna: merah, kuning dan hitam. Pesan yang dimunculkan, tegantung dari 2 jawaban kita sebelumnya. Dari 2 'pertanyaan' itu saja, kita memiliki 1 dari 5 kemungkinan jawaban. Namun, yang jelas, kita hanya akan mendapatkan 1 jawaban. Dalam hidup, 1 jawaban itulah yang kemudian dinamakan takdir kita. Bedanya dengan program komputer adalah kita tidak bisa kembali lagi untuk mendapatkan jawaban yang berbeda. Sekali kita mendapatkan jawaban itu, sudah, pilihan lain hilang. Sementara pada program komputer, kita bisa memberikan input dan menghasilkan output yang berbeda setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rgoy6PcqLlI/AAAAAAAAAAU/wQXw_rl_o2c/s1600-h/tree_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rgoy6PcqLlI/AAAAAAAAAAU/wQXw_rl_o2c/s320/tree_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5046902308582600274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rumitnya 'program' yang Allah buat. Bahkan jika jutaan komputer digabungkan untuk bekerja 'menjalankan program' Allah tesebut, saya jamin tidak akan pernah bisa. Berbeda dengan program buatan manusia, program buatan Allah dipastikan tidak memiliki 'bug' sama sekali. Semuanya berjalan sesuai dengan rencanaNya. Dengan cara seperti ini, saya juga bisa lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan 'kehendak Allah', persis sama dengan bagaimana seorang programmer merancang program yang dibuatnya. Bagaimana program itu dirancang, bagaimana pengolahan data pada program tersebut, semuanya terserah pada programmer tersebut. Dengan kata lain, apapun yang dikehendaki oleh programmer, semuanya 'dituliskan' dan 'dicurahkan' dalam program tersebut. Suka-suka programmer, itulah 'kehendak programmer', programmer rules!! Dengan begitu, programmer tersebut sudah tahu bagaimana program yang dibuatnya akan bekerja. Sedangkan user harus membaca manual book terlebih dahulu untuk bisa menjalankan program tersebut dengan benar. Dalam kehidupan kita, Allah adalah programmernya, manusia adalah usernya, kehidupan ini adalah programnya dan manual booknya adalah Al-Quran. Bagaimana user menggunakan programnya, itu semuanya menjadi tanggung jawab user. Bagaimana seseorang menggunakan 'kehidupannya', semuanya tanggung jawab manusia itu sendiri. Programmer tidak bertanggung jawab atau tidak bisa disalahkan dalam penyalahgunaan program oleh user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang programmer akan memberikan warning (peringatan) dalam programmnya apabila seorang user melakukan kesalahan dalam pengolahan data. Misalnya, salah input tipe data atau mencoba memasuki area yang terlarang. Dengan cara seperti ini, user bisa memahami, memperbaiki dan tidak mengulangi lagi kesalahannya tersebut. Begitu juga dengan apa yang Allah lakukan terhadap manusia. Adakalanya peringatan dari Allah sangat lembut, namun adakalanya terasa sangat keras. Semuanya tergantung dari besar kecilnya kesalahan yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-7136730169272491976?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/7136730169272491976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=7136730169272491976&amp;isPopup=true' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7136730169272491976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/7136730169272491976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/seri-takdir-ii-allah-programmer.html' title='Seri Takdir II : Allah Programmer Terhebat'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LOG3Ov82MGY/Rgoy6PcqLlI/AAAAAAAAAAU/wQXw_rl_o2c/s72-c/tree_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-4435222299276617620</id><published>2007-03-28T15:09:00.000+07:00</published><updated>2007-03-28T15:31:30.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Takdir'/><title type='text'>Seri Takdir I : Jaring-jaring Takdir</title><content type='html'>Sebelum membahas masalah yang menjadi inti tulisan ini, yaitu takdir, saya ingin meminta maaf buat &lt;a href="http://www.friendster.com/14576308"&gt;Obenk&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.friendster.com/14643025"&gt;Opie&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.friendster.com/21933955"&gt;Ila&lt;/a&gt; karena belum bisa memenuhi request tulisannya. Saat menulis ini, yang paling 'mendesak' untuk segera dituliskan adalah tentang takdir ini. Gara-garanya sewaktu chatting sama &lt;a href="http://www.friendster.com/9608747"&gt;Agus Uban&lt;/a&gt; yang lagi kebingungan setelah membaca tentang masalah-masalah yang selalu menjadi 'serangan' orang-orang yang sinis terhadap Islam. Dan memang pertanyaan-pertanyan yang Agus tanyakan kepada saya adalah perkara yang penting dan bisa menyesatkan. Namun, dengan menuliskan ini, tidak berarti saya adalah orang yang paham sekali tentang Islam. Saya juga seringkali 'mati kutu' ketika membaca pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan Islam dan ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjawab apa yang selalu 'dibingungkan' oleh sebagian diantara kita, tentang Takdir. Satu hal yang harus menjadi perhatian, tulisan ini bukanlah bentuk final dari pemikiran saya, suatu saat bisa berubah jika mendapatkan kritikan atau tambahan yang saya yakini kebenarannya. Sedikit sekali tulisan tentang takdir yang saya baca, karena itu hasil pemikiran ini bisa dikatakan berasal dari perenungan-perenungan saja. Tidak menutup kemungkinan juga, ada juga tulisan yang serupa dengan tulisan saya ini. Beberapa saat lalu, saya juga pernah menuliskan tentang takdir di blog ini. Namun, pendekatan kali ini sedikit berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membagi tulisan ini menjadi beberapa sesi. Setidaknya, melalui tulisan Seri Takdir ini, saya bisa berbagi pemahaman. Pendekatan yang saya gunakan dalam tulisan ini sebetulnya cukup umum, namun seringkali tidak kita sadari. Satu hal yang saya yakini adalah..."inilah yang sebenarnya". Coba saja pertemukan pemahaman saya dalam tulisan ini dengan ayat-ayat Al-Quran atau Hadits, insya allah tidak ditemukan pertentangan. Namun, saya selalu terbuka untuk perbaikan-perbaikan, karena pikiran manusia tidak sempurna, apalagi dengan informasi yang terbatas. Saya juga tidak tahu apakah tulisan-tulisan ini mudah dipahami atau tidak, yang jelas saya sudah berusaha untuk menuliskannya dengan bahasa yang mudah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya, inti dari pertanyaan Agus adalah "Jika segala sesuatu sudah ditetapkan oleh Allah dalam catatanNya, bahkan daun yang jatuh sekalipun, lantas untuk apa kita berusaha? untuk apa kita berdo'a? Apakah itu berarti, misalnya, suami-istri yang bercerai juga sudah ditetapkan oleh Allah harus bercerai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menjadi sorotan saya adalah pemahaman mengenai 'catatanNya'. Apakah catatan/ketetapan itu menentukan bagaimana 'pastinya' kehidupan seseorang dari sejak lahir sampai meninggal? Misal, si A sudah dipastikan untuk menjadi pengacara, si B sudah dipastikan jadi pelacur, atau si D sudah dipastikan mati karena dibunuh. Jika seperti itu kenyataannya, Anda berhak untuk mengatakan bahwa Allah tidak adil. Akan tetapi, logika sederhana saya tidak 'mengatakan' seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, isi catatanNya berbentuk persis seperti jaring laba-laba (web), atau jaringan jalan atau dalam Ilmu komputer dikenal dengan konsep tree. Setiap titik dan detik kehidupan yang kita lalui berisi berbagai macam pilihan. Misal, kita bertemu dengan seseorang yang menarik hati kita di angkot, ada berbagai kemungkinan yang bisa kita lakukan. Kita bisa mencoba berkenalan, bisa juga cuma sekedar 'ngelihatin' aja, kita cuekin, kita beri senyuman, atau misalnya kita tampar. Itu semua adalah berbagai macam kemungkinan yang bisa kita lakukan. Pilihan manapun yang kita ambil, akan memberikan 'efek' yang berbeda dalam hidup kita. Jika kita berkenalan, bisa jadi kita dapat nomor telepon rumahnya. Namun, jika kita tampar dia, tentu hasilnya belum tentu sama. Nah, berbagai kemungkinan inilah yang sebenarnya menjadi catatanNya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mudah jika kita memisalkan sedang berada di sebuah persimpangan jalan. Kita hanya boleh memilih satu jalan, kita tidak pernah tahu apa yang ada di sepanjang jalan-jalan tersebut. Sekali kita memilih salah satu jalan yang ingin, kita tidak bisa kembali. Setiap jalan berakhir pada ujung yang berbeda. Adakalanya, di jalan yang kita pilih, kita dihadapkan lagi dengan persimpangan lain. Terus seperti itu. Suka atau tidak suka dengan 'pemandangan' dan 'fasilitas' yang ada di jalan yang kita pilih, itulah pilihan kita. Itulah takdir kita. Perkaranya adalah kita dituntut untuk memilih jalan yang benar, jika pilihan kita salah, maka dipastikan kita akan menyesal selamanya. Nah, untuk memilih jalan yang benar tersebut, Allah sudah menempatkan petunjukNya. Seringkali kita sudah tahu dengan petunjuk tersebut, tapi kita sering mengabaikan petunjuk tersebut. Inilah yang menjadikan seseorang tersesat di suatu jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebetulnya untuk satu orang saja, ada berbagai macam kemungkinan yang dicatat olehNya. Ada berjuta kemungkinan yang bisa terjadi dalam diri kita, segalanya tergantung pilihan-pilihan kita. Satu pilihan kita ambil, itulah yang menjadi takdir kita. Allah hanya menetapkan berjuta-juta pilihan dan hasil dari pilihan tersebut dalam catatanNya, kita lah decision maker nya. Maka, disinilah luar biasanya Allah. Untuk satu orang saja ada jutaan kemungkinan, apalagi mengatur kemungkinan-kemungkinan berjalannya alam semesta ini. Itu berarti ada jutaan kemungkinan juga bagaimana kehidupan manusia ini bisa berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan konsep ini, saya meyakini ada ribuan kemungkinan kita menikah dengan orang yang berbeda, ada jutaan kemungkinan cara kita mati, ada jutaan kemungkinan juga kita mendapatkan rezeki. Semuanya tergantung kepada apa yang menjadi pilihan kita. Pilihan manapun yang kita ambil, Allah sudah tahu bagaimana nasib kita selanjutnya, karena Allah sudah mencatat kemungkinan-kemungkinan itu. Dengan kata lain, mungkin, Allah hanya sedang 'menonton' saja saat ini, karena segala kemungkinan sudah tercatat. Sementara 2 malaikat yang setia mengikuti kita hanya membantu 'menandai' pilihan kita, persis seperti kita mengerjakan pilihan berganda, hanya saja pilihannya luar biasa banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang paling menarik dari konsep ini adalah bahwa kematian selalu terselip di setiap kemungkinan itu. Di setiap 'persimpangan jalan', kita selalu dihadapkan dengan pilihan atau kemungkinan untuk mati. Sungguh benar apa yang Rasulullah ajarkan bahwa kematian sangat dekat dengan kita. Dengan kata lain, dalam setiap detik yang kita lalui, kita selalu dihadapkan dengan kemungkinan untuk mati. Itu artinya, bagaimana kita mati ditentukan juga oleh pilihan-pilihan hidup kita. Dengan kata lain, mati juga bisa menjadi pilihan kita. Maka, kemudian kita kenal mati khusnul khotimah dan su'ul khotimah dalam Islam. Kedua jenis kematian tersebut tergantung dengan apa yang kita lakukan selama hidup kita. Oleh karena itu, kematian khusnul khotimah bisa diusahakan. Bahkan, 'kemungkinan' anda bunuh diri setelah membaca tulisan ini pun sudah tercatat. :D Hal ini juga berarti bahwa panjang umur juga bisa diusahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, seseorang yang mati karena gangguan jantung yang diakibatkan oleh tidak pernah berolahraga. Jika saja orang tersebut sering melakukan olahraga, maka belum tentu orang tersebut mati karena gangguan jantung. Atau orang yang mati karena tertabrak kereta, dia akan tetap hidup jika tidak berjalan di rel kereta tersebut. Namun, di titik manapun kita berada saat ini, toh kita tetap tidak pernah tahu bagaimana dan kapan kita mati, tapi Allah bahkan sudah menetapkan seluruh kemungkinan kondisi kematian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan kita berdo'a juga sudah tercatat dalam catatanNya. Oleh karena itu, menurut saya, bentuk pengabulan do'a tersebut pun sudah tercatat. Bagaimanapun, berdo'a juga adalah sebuah pilihan. Benarlah sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa do'a setiap hamba itu dipastikan terkabul, kecuali orang-orang yang 'memakan' harta haram. Jadi, terkabul atau tidaknya do'a yang kita ucapkan kepada Allah juga tergantung dari bagaimana kondisi kita ketika berdo'a.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-4435222299276617620?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/4435222299276617620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=4435222299276617620&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/4435222299276617620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/4435222299276617620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/seri-takdir-i-jaring-jaring-takdir.html' title='Seri Takdir I : Jaring-jaring Takdir'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2408017834503023157</id><published>2007-03-27T21:07:00.000+07:00</published><updated>2007-03-27T21:15:36.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan'/><title type='text'>Vote!!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Beberapa saat lalu, atas saran dari &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/"&gt;Kang Shodiq&lt;/a&gt;, saya memberanikan diri untuk mengikutsertakan beberapa tulisan saya dalam &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/"&gt;&lt;b&gt;Pemilihan Top Posts Jan-Feb 2007&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, dimana beliau sebagai penyelenggaranya.  Tulisan-tulisan yang saya ikutsertakan adalah :&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div class="entry"&gt;        &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/01/segelas-teh-hangat.html" rel="nofollow"&gt;http://psychoavatar.blogspot.com/2007/01/segelas-teh-hangat.html&lt;/a&gt; &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/02/pulpen.html" rel="nofollow"&gt;http://psychoavatar.blogspot.com/2007/01/cinta-keimanan-dan-kemerdekaan.html&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a&gt;http://psychoavatar.blogspot.com/2007/02/pulpen.html&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;p&gt;Dan...surprise...surprise.  Setelah membaca &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/03/24/pemilihan-top-posts-jan-feb-2007/"&gt;postingan terbaru Kang Shodiq&lt;/a&gt;, dua tulisan saya, &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/02/pulpen.html"&gt;Pulpen&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/01/segelas-teh-hangat.html"&gt;Segelas Teh Hangat&lt;/a&gt; masuk menjadi nominasi.  Whehehe.  Pulpen masuk dalam kategori Holistic, sementara Segelas Teh Hangat masuk ke dalam nominasi di kategori Critical. Adapun tulisan yang lain, &lt;a href="http://psychoavatar.blogspot.com/2007/01/cinta-keimanan-dan-kemerdekaan.html"&gt;Cinta, Keimanan dan Kemerdekaan&lt;/a&gt; tidak masuk nominasi.  Padahal tulisan itu yang paling saya jagokan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ada beberapa kemungkinan tulisan saya masuk nominasi.   Pertama, karena memang bagus, itu berarti sebuah 'pengakuan' untuk tulisan saya.  Dan yang kedua, bisa jadi karena yang  menyertakan tulisan  dalam kategori tersebut sedikit, itu berarti tulisan saya 'terpaksa' jadi nominasi.  Heu3x.  Namun, apapun itu, ada perasaan 'bangga' dan 'senang' dalam diri saya. Hmm, pantesan ya penulis-penulis yang bisa menerbitkan buku bisa menjadi  sangat bahagia.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ada beberapa kemungkinan juga tulisan yang lain tidak masuk nominasi.   Bisa jadi karena tulisan 'pesaing' lain lebih baik dan bisa jadi saya salah memasukan kategori.  Kalau yang pertama yang terjadi, saya kalah terhormat.  Kalau yang kedua, itu karena 'ketololan' saya :))&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Agak  'berat' untuk menjadi pemenang sebetulnya.  Tulisan saya bersaing dengan tulisan-tulisan yang ternyata jauh lebih baik.  Ada &lt;a href="http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/alasan-mengapa-saya-tidak-mengajak-anak/"&gt;tulisan mbak Lita&lt;/a&gt; yang bersaing dengan Segelas Teh Hangat, yang menurut saya isinya jauh lebih menarik.  Tulisan-tulisan lain pun tidak kalah menarik dan berbobot.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagi saya, hal ini bisa jadi sebagai sebuah 'hiburan', setelah dalam  beberapa kali  'perlombaan' , tulisan saya 'kalah bersaing'.  Pertama, sewaktu  mbak Asma Nadia mengadakan tulisan tentang poligami, kemudian ketika Kang Shodiq  mengajak saya untuk menyumbang tulisan tentang 'Muslim Romantis'.  Namun, bagi saya hal tersebut tidak pernah terlalu mengganggu pikiran saya.  Saya masih pemula dalam dunia tulis menulis, masih harus banyak belajar.  Jujur saja, tulisan saya pernah dikoreksi habis-habisan oleh &lt;a href="http://cherry_calosa.blogs.friendster.com/"&gt;seorang calon Sarjana Bahasa Indonesia&lt;/a&gt; :D Namun, manfaatnya terasa.  Belakangan, tulisan saya jadi lebih enak dibaca, katanya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Intinya, kalau ingin ikut serta jadi juri, segera kunjungi &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/03/24/pemilihan-top-posts-jan-feb-2007/"&gt;http://muhshodiq.wordpress.com/2007/03/24/pemilihan-top-posts-jan-feb-2007/&lt;/a&gt;.  Penjurian hanya dibuka dari tanggal 26 - 31 Maret 2007 dan terbuka untuk siapapun.  Meskipun kalau menurut saya terlalu pendek waktunya, karena untuk membaca seluruh tulisan tersebut bisa menghabiskan waktu 'seharian'.  Apalagi kalau yang di warnet. :D&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kalau boleh 'memaksa', saya ingin memaksa Anda untuk memberikan suara pada tulisan saya. Heuheuheu.  Namun, itu tidak akan saya lakukan.  Jika Anda punya waktu luang lebih banyak, jadilah juri, baca semua tulisan di sana, dan pilihlah yang menurut Anda tulisan terbaik.  Ada banyak tulisan bagus, sayang kalau Anda lewatkan begitu saja. :) Selamat membaca.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;S 3 K 3 L 0 4. 270307.&lt;br /&gt;Ditulis ngedadak.&lt;br /&gt;&lt;span face="Times New Roman"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2408017834503023157?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2408017834503023157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2408017834503023157&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2408017834503023157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2408017834503023157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/utuanbeberapa-saat-lalu-atas-saran-dari.html' title='Vote!!'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-6914517982493822159</id><published>2007-03-16T14:18:00.000+07:00</published><updated>2007-03-16T14:32:49.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istiqamah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reward'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punishment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsisten'/><title type='text'>Istiqamah Kuadrat TM</title><content type='html'>Istiqamah, arti sederhananya komitmen, konsisten, berkesinambungan, kontinyu.  Arti-arti tersebut tidak saya dapatkan dari kamus, asal saja, diartikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakadaek&lt;/span&gt; (semaunya), karena memang dalam praktiknya istiqamah merujuk kepada kata-kata itu.  Untuk membangun sebuah konsistensi dalam diri kita ternyata bukan hal yang mudah tapi juga tidak terlalu sulit sebetulnya.  Masalahnya, untuk membangun sebuah konsistensi, diperlukan komitmen, ketekunan, kegigihan, kesabaran, keteraturan dan konsisten itu sendiri.  Itulah sebabnya saya menggunakan istilah Istiqamah Kuadrat&lt;sup&gt;TM&lt;/sup&gt;, karena untuk bisa istiqamah (konsisten), kita juga harus bisa istiqamah untuk tetap istiqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits kan ada ungkapan "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah menyukai seseorang yang melakukan sesuatu yang meskipun sedikit, tapi dilakukan secara terus menerus (dawam)&lt;/span&gt;".  Dan hadits tersebut juga tidak hanya merujuk kepada urusan ibadah-ibadah utama, tapi juga kepada urusan-urusan dunia yang, tentu saja, tidak menyalahi aturanNya.  Maka, sederhananya, Allah menyukai orang-orang yang konsisten.  Konsistensi juga yang membedakan orang-orang sukses dan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, saya sendiri.  Saya orang sukses? Oh, sayang sekali belum.  Untuk saat ini, biarlah saya merelakan diri masuk kategori orang-orang yang belum sukses. :D  Mungkin, bagi yang kebetulan lewat blog ini, dan membaca tulisan ini, dalam benaknya ada pikiran "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa Elu yang merasa perlu dijadikan contoh??&lt;/span&gt;" ;)).  Jawabannya "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;inikan blog gua, suka-suka gua dong mau nulis apa pun!! :p&lt;/span&gt;" meskipun saya juga sadar blognya masih numpang di tempat yang gratisan.  Nah lho, kok jadi nulis ginian?  Itu artinya saya sedang tidak konsisten.  Masih nyambung kan? :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Kenapa belum sukses?&lt;br /&gt;Jawab : Karena sampai saat ini, belum ada satu pun target-target saya yang tercapai.&lt;br /&gt;Tanya : Masalahnya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk jawaban ini, saya bisa saja mengatakan banyak sekali masalahnya.  Namun, ternyata setelah saya renungkan dan saya rumuskan, ternyata masalah utamanya adalah selama ini saya tidak konsisten.  Belum bisa istiqamah, kurang sabar.  Lalu, setelah saya telusuri lagi, ternyata masalahnya adalah saya belum memiliki komitmen untuk itu.  Belum lagi bicara tentang tidak adanya skala prioritas yang menjadikan saya tidak fokus terhadap target-target saya.  Jadi, dalam kasus saya, dan mungkin juga kebanyakan diantara kita, fokus, skala prioritas, komitmen, sabar dan konsisten, semuanya berhubungan.  Salah satunya terabaikan, menjadikan sebuah ancaman terhadap kegagalan pencapaian target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini 'kata-kata' tersebut memang belum menjadi bagian dari diri saya.  Selama ini saya lebih suka untuk jadi orang yang 'dinamis' daripada yang 'statis'.  Bagi saya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;coding&lt;/span&gt; seharian, misalnya, adalah sesuatu yang membosankan.  Saya lebih iri melihat Riyani Djangkaru dengan acara Jejak Petualangnya, atau melihat fotografer yang dikirim bertugas ke luar negeri, daripada jadi programmer yang handal.  Sampai saat ini, hal-hal yang saya 'cintai' adalah main sepak bola dan online di internet.  Hanya saja sepak bola kan perlu tim, jadi tidak mungkin main sepak bola sendirian, karena itu sudah jarang dilakukan.  Maka, jika saja di kostan saya ada koneksi internet, mungkin saya tidak akan pernah keluar dari sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada puluhan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ebook&lt;/span&gt; tentang programming dan komputer di komputer saya.  Dengan jumlah yang banyak itu, seharusnya saya sudah menjadi orang yang 'pintar' dalam bidang itu.  Kenyataannya tidak seperti itu.  Lagi-lagi, masalahnya adalah saya tidak bisa bersabar dalam melahap dan mempraktikan isi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ebook&lt;/span&gt; tersebut.  Meskipun saya menyadari kondisi tersebut sudah sejak lama, namun perbaikan ke arah itu belum pernah saya lakukan, jadinya begini, tidak terjadi perubahan yang terlalu signifikan setiap tahun.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus adalah masalah saya yang lain.  Selama ini pikiran saya seperti meloncat-loncat, mood-mood an.  Hari ini ingin mengerjakan ini, besok ingin mengerjakan yang lain lagi.  Suatu saat, Chris, teman saya pernah 'bertanya' kepada saya sewaktu melihat judul-judul buku yang ada di kamar saya.  "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Don, sebenernya lu tuh pengen 'kemana' sih? buku-buku lu tuh nggak berhubungan sama sekali.&lt;/span&gt;"  Itu karena buku saya macam-macam jenisnya, meskipun yang terbanyak sebetulnya buku-buku tentang Islam.  Bagi Chris, mungkin buku-buku saya dijadikan parameter tujuan hidup saya.  Karena tidak fokus, saya misalnya belum menemukan yang benar-benar 'cocok' untuk saya, sementara orang lain dengan 'start' yang sama dengan saya sudah lebih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;expert&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit buku-buku manajemen yang saya baca.  Prinsip-prinsip manajemen saya rasakan pentingnya justru dari diskusi atau sekedar ngobrol dengan teman-teman yang sebetulnya memiliki masalah yang sama.  Devies, teman kuliah saya yang umurnya 5 tahun lebih tua, pernah mengingatkan agar kita bisa 'menikmati' kebosanan dalam mengerjakan sesuatu hal.  Belum lama, sewaktu diskusi dengan beberapa teman SSG, saya juga mendapati permasalahan yang sama.  Bahwa waktu yang kita miliki ternyata tidaklah banyak untuk bisa 'menguasai' berbagai hal.  Maka, dari situ kesadaran saya terhadap skala prioritas dibangkitkan lagi.  Bukan tidak pernah saya mendengar atau membaca 'kata-kata' itu, tapi saya baru menyadari pentingnya 'kata-kata' itu saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan analisa terhadap permasalahan-permasalahan dalam diri saya, maka saya tersadarkan untuk mencoba bersahabat dengan 'kebosanan' dalam mencapai tujuan-tujuan saya.  Saya mulai menyusun target dengan skala prioritas, lebih difokuskan, lebih terstruktur dan mencoba untuk 'mencintai' apa yang saya kerjakan.  Dan itu memang saya rasakan tidak mudah, godaannya banyak.  Saya juga mulai menentukan standar-standar yang harus saya capai, dan itu berarti ada banyak hal dalam diri saya yang harus saya perbaiki dan ditingkatkan.  Dan ternyata, semua hal itu adalah hal-hal kecil yang selama ini saya anggap sepele.  Ada beberapa standar yang ingin saya capai.  Misalnya, standar sebagai seorang muslim ideal, standar fisik, standar intelektual.  Tentu tidak mungkin saya memperbaiki semuanya sekaligus, harus dilakukan secara bertahap.  Contoh, jika selama ini jarang sekali shalat berjamaah, maka untuk satu bulan ke depan, harus bisa shalat berjamaah setiap waktu.  Jika shalat berjamaah ini sudah menjadi bagian dari diri kita (karakter), maka kita bisa fokus ke masalah lain, misalnya puasa sunat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Reward&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punishment&lt;/span&gt; juga diperlukan untuk menjaga agar kita tetap konsisten dengan apa yang kita lakukan.  Dari contoh shalat berjamaah tadi, jika sekali saja saya tidak melakukan shalat berjamaah, maka sebagai hukumannya saya harus push up 1000x, jika dalam sebulan itu target tercapai, maka saya bisa makan di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;restaurant&lt;/span&gt; yang agak mahal.  Ini hanya contoh.  Masalahnya, kita juga harus tetap konsisten dalam menghukum diri ini, untuk bisa keras pada diri sendiri, kita mungkin lebih enggan untuk melakukannya.  Namun, justru disinilah sekali lagi konsistensi kita diuji.  Sebetulnya lebih mudah jika ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;watcher&lt;/span&gt; (pengawas) dalam hal memberikan hukuman ini.  Jadi, sebetulnya, ada benarnya juga proses mentoring dan kaderisasi yang dilakukan oleh beberapa organisasi Islam di Indonesia ini.  Kalau sistemnya lebih baik, proses mentoring tidak hanya sekedar sebagai media 'pencerahan' atau ajang curhat, tapi juga bisa sebagai pembentuk karakter seseorang.  Hmm, lagi-lagi saya tersadarkan tentang pentingnya masalah ini.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Watcher&lt;/span&gt; bisa siapa saja: teman, kakak, adik, istri atau suami.  Yang jelas seorang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;watcher&lt;/span&gt; adalah orang-orang yang bisa kita mintai 'tolong' dalam proses perbaikan diri.  Masalahnya, kita juga seringkali tidak jujur untuk mengakui kesalahan-kesalahan kita di depan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini, ketika mengikuti sebuah pengajian rutin, saya dibuat tercengang dengan apa yang pemateri lakukan dalam menghukum dirinya.  Beliau bercerita, ketika targetnya tidak tercapai, maka dia akan menghukum dirinya dengan 'menunda' menggauli istrinya.  Beliau juga bercerita tentang bentuk hukuman yang dilakukan oleh temannya yang konon sudah menjadi ustadz yang terkenal di Bandung karena hafal 30 juz Al-Quran.  Selama proses menghafal Al-Quran, ustadz tersebut berjanji untuk tidak tidur di kasur selama target hafalannya belum tercapai, tapi tidur di lantai.  Hal ini serupa dengan apa yang Patih Gadjah Mada lakukan dengan sumpah palapanya.  Sejarah mencatat, Gadjah Mada adalah seorang patih dari Majapahit yang bercita-cita untuk menyatukan Nusantara.  Selama belum tercapai cita-citanya tersebut, Gadjah Mada bersumpah untuk tidak makan apapun yang mengandung garam (CMIIW).  Padahal, sebagian besar makanan di Indonesia dipastikan menggunakan garam sebagai bumbu utamanya.  Itupun bentuk sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punishment&lt;/span&gt;(hukuman) terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pyuuuuh.  Ternyata 'perjalanan' saya masih sangat panjang ya?  Saya harus keras pada diri sendiri.  Ada berbagai macam karakter negatif yang ingin saya ganti dengan karakter positif, dan karakter positif yang ingin saya tingkatkan.  Anehnya, karakter positif dalam diri seseorang cenderung lebih mudah dan cepat digantikan dengan karakter negatif.  Sementara untuk menggantikan karakter negatif dengan positif dibutuhkan perjuangan ekstra keras dan membutuhkan lebih banyak waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang proses pengenalan diri, berbicara tentang kelebihan dan kekurangan kita dan bagaimana memperbaiki atau meningkatkannya, mungkin dibutuhkan waktu seumur hidup kita sebetulnya.  Maka disinilah pentingnya skala prioritas, proses memilih dan menentukan di jalur mana kita akan berjalan.  Lalu setelah itu kita mantapkan pilihan kita dengan komitmen kita terhadap pilihan tersebut.  Selanjutnya, istiqamah di jalur tersebut, dan untuk itu diperlukan kesabaran tingkat tinggi, kegigihan, ketekunan, keuletan, antusiasme dan semangat pantang menyerah.  Haduh, gawat, saya udah ngomong kayak motivator dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trainer&lt;/span&gt; hebat aja nih. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun mereka yang kita kenal sebagai orang-orang yang hebat atau sukses, pasti melewati proses-proses ini.  Zinedine Zidane, Valentino Rossi, AA Gym, Bill Gates.  Saya jadi teringat sewaktu ketika masih SMP dulu.  Saya dan teman-teman PMR saya waktu itu mencatat sebuah prestasi yang cukup membanggakan.  Juara I lomba P3K se-Bogor (Kodya Bogor dan Kabupaten Bogor).  Namun, 2 bulan sebelum mencapai prestasi tersebut adalah sebuah proses panjang yang melelahkan, membosankan dan memalukan.  Tiada hari tanpa latihan, bahkan di hari minggu sekalipun.  Tidak peduli hujan atau panas, bahkan saya nyaris tenggelam ketika latihan di sungai.  Ketika sedang panas terik, es kelapa menjadi begitu sangat nikmat...(plak!! kenapa jadi nulis ini ya? :D) Tidak jarang juga terjadi perselisihan dalam tim.  Diantara teman saya malah ada yang kemudian bermasalah dengan orangtuanya, atau dengan pacarnya gara-gara latihan itu.  Namun, hasilnya justru terasa pada saat perlombaan.  Semuanya terasa 'biasa' saja dalam perlombaan itu, bahkan kami masih bisa melakukan perlombaan sambil tertawa dan...menertawakan tim lain. :))  Maka, gelar Juara I saya rasa sangat layak kami sandang, bukan sebagai penghargaan pada saat perlombaan tersebut, tetapi sebagai penghargaan atas 'kerja keras' ketika persiapan menuju perlombaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya 'kata-kata' itu sering kita temukan dalam buku-buku psikologi atau manajemen.  Juga di pelatihan-pelatihan dan ceramah-ceramah.  Namun, bagi saya sendiri selama ini, saya kira 'kata-kata' itu bukan hal yang penting-penting amat.  Sampai akhirnya saya merasakan sendiri pentingnya 'kata-kata' itu dalam karakter diri saya.  Musuh terbesar dari bisa tidaknya kita konsisten adalah diri kita sendiri, atau mungkin lebih spesifiknya adalah sifat malas dalam diri kita.  Saya merasakan betul bagaimana kemalasan mengalahkan 'kata-kata' itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun sebuah konsistensi dalam diri kita memang harus melalui proses yang panjang dan pahit.  Tidak jarang kita harus mengorbankan banyak hal juga, kesenangan, rasa nyaman, rasa aman, jam tidur.  Namun, seperti yang sudah terbukti pada banyak orang, konsistensi memang menghasilkan buah yang 'manis'.  Benar kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.  Bersakit-sakit dahulu...mati kemudian! :))  Saat ini, saya memang sedang menyiapkan standar-standar yang ingin saya capai.  Setelah standar-standar itu ada, baru kemudian menentukan langkah-langkah 'kecil' yang akan saya ambil.  Setelah mencoba-coba melakukan analisa SWOT, ternyata...karakter negatif saya lebih dominan daripada karakter positif saya.  Pantas saja saya merasa 'kacau' sekali belakangan ini.  Jadi, saya memang harus 'bekerja' lebih keras untuk mengejar ketertinggalan saya, selain itu juga saya harus berpacu dengan waktu yang belakangan ini terasa terlalu cepat buat saya.  Whew...SEMANGAT!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S3K3L04. 130307. 23.46.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-6914517982493822159?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/6914517982493822159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=6914517982493822159&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6914517982493822159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/6914517982493822159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/03/istiqamah-kuadrat-tm.html' title='Istiqamah Kuadrat &lt;sup&gt;TM&lt;/sup&gt;'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-2526778178320618256</id><published>2007-02-25T18:38:00.000+07:00</published><updated>2007-02-25T20:59:16.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serius'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='santai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan'/><title type='text'>Serius vs Santai</title><content type='html'>Terkait tulisan-tulisan saya akhir-akhir ini, ada beberapa orang teman yang mempertanyakan kenapa tulisan saya cenderung lebih 'berat' dan serius? Berbeda dengan tulisan-tulisan awal saya yang lebih santai, lucu dan 'usil'. Sejujurnya, saya pun merasa heran sendiri. Bukan berarti tidak mau atau tidak bisa lagi membuat tulisan yang santai, lucu dan 'usil', tapi belakangan ini memang pikiran saya juga cenderung serius. Jadi, mungkin hal tersebut berpengaruh terhadap tulisan-tulisan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa alasan yang - mungkin - menyebabkan tulisan-tulisan saya belakangan ini lebih serius. Pertama, tentu saja buku-buku yang saya baca belakangan ini. Bisa dikatakan sebagian buku-buku tersebut bertemakan tentang Perang Pemikiran, Teori Konspirasi dan agak jarang membaca novel atau kumpulan cerpen lagi seperti ketika awal-awal saya menulis di blog. Belakangan saya cukup terpengaruh juga oleh tulisan-tulisan dari Adian Husaini, seorang ulama muda Indonesia yang concern mengurusi permasalahan pemikiran keislaman. Tabloid-tabloid yang saya baca juga memiliki tema yang tidak berbeda jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan-bacaan tesebut rupanya menggugah 'kesadaran' saya tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi. Meskipun sebetulnya sudah jauh-jauh hari sebelumnya pengetahuan tentang itu ada, tapi karena belakangan ini saya lebih banyak memikirkannya, 'kesadaran' itu semakin kuat. Dari bacaan yang bertema Teori Konspirasi, misalnya, menimbulkan perasaan 'keterancaman' sebagai seorang muslim karena adanya sebuah '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hidden agenda&lt;/span&gt;' yang mengancam kehidupan umat Islam. Dari sana muncul sikap kewaspadaan pada diri saya, sehingga saya menjadi lebih protektif terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Akhirnya, secara tidak langsung - dan tidak sadar - memunculkan sisi pribadi saya yang lebih serius. Sebagai reaksi dari kejadian tersebut, sebagian tercurahkan melalui tulisan-tulisan saya. Jadilah tulisan-tulisan yang serius dan 'berat' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perdebatan-perdebatan yang terjadi terkait masalah poligami beberapa waktu lalu, membuat saya merasa dituntut untuk lebih banyak menggali ilmu dan berpikir lebih matang. Bahkan, kadang-kadang diskusi masalah poligami tersebut sampai saat ini masih saja terjadi. Namun, entah kenapa, saya masih saja sering merasa 'gatal' untuk sekedar menanggapi ketika orang-orang yang saya kenal melontarkan opininya. Bahkan, saya pernah berdebat tentang masalah ini dengan ibu saya. Juga di email, di forum-forum diskusi atau melalui sms dan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, adanya 'kepercayaan' dari beberapa orang teman yang meminta pendapat saya tentang suatu masalah tertentu, dan minta ditulis di blog. Selama saya mampu, tentu saja saya akan berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut. Maka, tulisan-tulisan yang sudah saya rencanakan untuk diposting di blog ini juga kemungkinan masih serius. Namun, harapan saya sih, mudah-mudahan tulisan tersebut bisa diambil manfaatnya. Bukan cuma sekedar serius atau santai yang dijadikan masalah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, terkait dengan realita yang saya alami saat ini, merasa tertekan, kebingungan, kadang-kadang muncul juga perasaan putus asa, menjadikan pikiran saya juga berubah menjadi serius. Meskipun, sebenarnya saya juga cukup menikmati apa yang saya alami saat ini. Ada semacam konflik batin yang menuntut saya untuk cepat-cepat menentukan sebuah keputusan. Akibatnya, muncul kekalutan dalam diri saya dan menyebabkan otak saya selalu berpikir serius. Sementara waktu berjalan sangat cepat, saya tertinggal cukup jauh dan kehilangan arah. Akibatnya, saya harus menyusun lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;planning&lt;/span&gt;, kali ini mungkin lebih matang, terarah dan terstruktur jika dibandingkan planning saya sebelumnya yang terkesan lebih emosional dan tanpa strategi. Meskipun, saya harus memulai lagi dari awal, namun mudah-mudahan bisa mengejar ketertinggalan saya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;planning&lt;/span&gt; yang lama, beberapa terpaksa harus saya tunda terlebih dahulu, dan ini memerlukan ketabahan. Ironisnya, justru apa yang menjadi tujuan utama saya selama ini yang ditunda tersebut. Namun, pada akhirnya, insya Allah, bermuara pada tujuan utama itu. Sebuah strategi, tapi diperlukan kesabaran tingkat tinggi untuk bisa menjalankan dan mewujudkannya. Kali ini, saya lebih memfokuskan pada hal-hal yang kecil dulu sebelum mengurusi hal yang lebih besar. Sudah terlambat sebetulnya untuk orang seusia saya. Mungkin itu masalahnya, saya memiliki tujuan dan keinginan yang 'besar', tapi tidak ditopang oleh pondasi yang kuat, sehingga pada akhirnya 'roboh' juga. Itulah sebabnya, saya memutuskan untuk 'membereskan' masalah-masalah yang 'kecil' terlebih dahulu. Berjuang untuk bersabar dalam 'pahitnya' sebuah proses, tapi mudah-mudahan bisa menjadikan saya lebih kuat dan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, mungkin karena saya jarang lagi menonton film-film kartun dan komedi ya? Film-film yang saya tonton juga serius melulu, jadinya kebawa-bawa serius, meskipun film-film horor tidak pernah menjadi menu saya. Bukan takut, tapi saya merasa tidak pernah mendapat 'sesuatu' dari nonton film horor. Mungkin juga karena jarang lagi olahraga dan refreshing ya? Dooh...jadi kangen maen bola ama temen-temen SMA. Woi, barudak, iraha atuh maen bola deui? Bosen nih, coding melulu, tapi gk maju-maju!!! :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...mudah-mudahan tulisan ini bisa menjelaskan apa yang terjadi pada tulisan-tulisan saya dan tentu saja pada diri saya sendiri. Bagi sebagian yang membaca tulisan ini, mungkin merasa tidak terlalu penting, tapi bagi teman-teman saya yang me-request tulisan-tulisan 'usil' saya dan 'gerah' dengan tulisan-tulisan saya belakangan ini, bisa menjadi penting. Apalagi, pake ada 'ancaman' berhenti menjadi 'fans' tulisan-tulisan saya segala...:p Hanya sekedar sebuah proses transformasi saja. Namun, itulah yang dapat menjadikan saya menjadi manusia yang lebih baik, kan?? ;) Semoga tidak bosan dengan tulisan-tulisan saya. Punya komentar? nasihat? kritik? Itulah yang saya harapkan. :) Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S3K3L04.240207.17.51.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-2526778178320618256?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/2526778178320618256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=2526778178320618256&amp;isPopup=true' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2526778178320618256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/2526778178320618256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/02/serius-vs-santai.html' title='Serius vs Santai'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-117163713738737914</id><published>2007-02-16T21:42:00.000+07:00</published><updated>2007-02-16T21:53:10.736+07:00</updated><title type='text'>Gak Mood</title><content type='html'>Sedikit cerita tentang pameran buku di Landmark Braga yang sudah berakhir tanggal 7 Februari 2007 lalu. Emang udah basi banget sih. Hanya saja, pada pameran yang terakhir ini, mood saya tidak terlalu bagus ternyata. Agak setengah hati untuk belanja buku, padahal biasanya kan saya selalu bersemangat untuk ngeborong, mungkin karena lagi 'miskin' kali ya? Hehehe. Meksipun, pada akhirnya saya berhasil memindahkan 12 buku dari pameran ke kamar kost saya. *..Pletak!!! Gak mood???..* Heuheuheu. Dari 12 buku itu, 11 buku beli, 1 gratisan. Dari 11 buku yang dibeli, 10 buat saya, dan 1 lagi sebagai hadiah ulang tahun yang sudah lama tertunda untuk Neng Oci, udah janji sih. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklannya sudah sejak jauh-jauh hari, jadi pada saat tanggal 1 Februari 2007, hari Kamis, hari perdana pameran, saya sudah nongkrongin di sana, mulai dari bada ashar sampai hampir tutup jam 9 malam. Biasanya, saya melihat-lihat dulu dan mengumpulkan data tentang stand mana saja yang menyediakan diskon besar dan judul bukunya bagus-bagus. Seperti itu juga pada hari itu, meskipun pada akhirnya saya tidak tahan juga setelah lihat-lihat stand Diponegoro ada buku-buku lama yang judulnya menarik dan harganya berkisar antara Rp. 2000,- sampai Rp. 10.000,-. Jadilah hari itu saya memborong sebanyak 6 buku dari stand diponegoro dengan harga total Rp. 30.000,-. Huahahahaha, senangnya....senangnya...:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam buku tersebut antara lain &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membuka Tabir Upaya Orientalis Dalam Memalsukan Islam&lt;/span&gt; (Prof. Ahmad Muhammad Jamal), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pandangan Ibnu Khaldun Tentang Ilmu dan Pendidikan&lt;/span&gt; (Prof. Fathiyyah Hasan Sulaiman), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alam Pikiran Al-Ghazali Mengenai Pendidikan dan Ilmu&lt;/span&gt; (Prof. Fathiyyah Hasan Sulaiman), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Percikan Filsafat Iqbal Mengenai Pendidikan&lt;/span&gt; (K.G. Saiyadain, B.A, M.ED), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ilmu dan Peradaban Menurut Islam dan Kristen&lt;/span&gt; (Muhammad Abduh) dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mujahid Da'wah&lt;/span&gt; (K.H.M Isa Anshary). Memang kondisi buku tersebut juga tidak bagus-bagus amat, tapi masih layak dibaca kok, dan masih cukup terjaga kondisinya. Diantara para pengarang buku-buku tersebut, hanya Muhammad Abduh dan K.H.M Isa Anshary saja yang cukup familiar namanya di telinga saya, sisanya saya baru tahu. Muhammad Abduh dikenal sebagai seorang ulama pembaru dalam pemikiran Islam Abad 20, salah satu karyanya yang paling fenonemal adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tafsir Al-Manar&lt;/span&gt; yang sering dijadikan rujukan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan kontemporer di dalam masyarakat. Saya belum pernah membacanya, kalau ada, mungkin saya beli. Sedangkan K.H.M Isa Anshary pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Islam (PERSIS) periode 1953-1960.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik ketika saya membaca riwayat hidup K.H.M Isa Anshary di halaman akhir buku Mujahid Da'wah. Beliau lahir 1 Juli 1916 di Maninjau, Sumatera Barat. Pada usia 10 tahun, beliau sudah tercatat sebagai Kader PSII Maninjau, kemudian pada saat berusia 13 tahun, beliau sudah menjadi Mubaligh Muhammadiyah. Bandingkan dengan anak-anak zaman sekarang seusia itu...main PS, nongkrong, ngerokok, pacaran...Glek! Seumur hidupnya, beliau tercatat sebagai Pejabat atau anggota Organisasi dan Partai Islam, diantaranya Partai Islam Indonesia dan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI). Sepertinya, beliau bukan orang yang terlalu peduli dengan nama besar suatu Organisasi atau Partai, yang penting baginya di sana beliau bisa berdakwah. Pada awal-awal 'karir'-nya berdakwah, beliau tercatat sebagai Mubaligh Muhammadiyah, kemudian beliau juga tercatat sebagai Ketua Umum PERSIS, dan terakhir tercatat juga sebagai Penasehat Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII). Padahal, ketiga organisasi tersebut sampai saat ini masih eksis. Namun, memang organisasi-organisasi tersebut memiliki kedekatan 'historis' diantara tokoh-tokohnya, juga memiliki pola yang sama, bahkan sampai saat ini pun ketiga organisasi tersebut 'saling mengisi' satu sama lain. Sering juga saya temukan orang-orang Muhammadiyah yang belajar di pesantren-pesantren PERSIS, karena 'kedekatan'-nya dalam banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, cukup tentang K.H.M Isa Anshary. Kembali ke lap...lap pel!! &lt;sup style="font-size: 10px;"&gt;TM&lt;/sup&gt; :)) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kiat Sukses Manajemen Rasulullah&lt;/span&gt; (Cecep Darmawan, Drs, M.Si) terbitan Khazanah Intelektual. Kok bisa gratisan? Ceritanya, sekitar jam 7 malam, panitia mengadakan acara Talkshow, temanya sih tentang penerbitan buku. Kebetulan saya juga sedang tertarik untuk bikin buku, jadi lah saya nongkrongin acara tersebut selama lebih kurang 2 jam. Meskipun tidak terlalu banyak penontonnya, maklum hari pertama, hari kerja, malam pula, tapi sebetulnya ada banyak informasi menarik tentang penulisan buku. Tibalah giliran tanya jawab, dan saya mengajukan sebuah pertanyaan. Karena ikut berperan serta 'meramaikan' acara, panitia ngasih reward kepada para penanya dan saya kebagian buku tersebut. Jadi, kalau mau dapat buku gratisan selama pameran, banyak-banyak nanya aja pada saat ada acara talkshow semacam itu. ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya hal itu akan saya ulangi lagi di hari kedua saya ke pameran, yaitu hari Sabtu, tanggal 3 Februari 2007. Namun, ternyata yang dibahas adalah tentang parenting, dan karena waktu mulainya terlambat, sehingga jatah untuk doorprize digagalkan. Meksipun ada satu lagi acara bedah buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fullfilling Life&lt;/span&gt;, namun saya tidak memiliki waktu banyak karena mendadak saya harus berangkat ke Jakarta untuk menjadi relawan bencana banjir. Padahal saya sudah berencana untuk bertanya agar dapat lagi buku gratisan yang memang sudah diminta sama Neng Oci, saya sih nggak terlalu minat dengan buku tersebut, tapi kalau gratisan, siapa yang nolak? Heuheuheu. Meskipun cukup terburu-buru, tapi akhirnya saya kembali ke kostan dengan membawa 5 buah buku lagi, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ijinkan Aku Bertutur&lt;/span&gt; (Neno Warisman), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dialog Peradaban&lt;/span&gt; (Anii Matta &amp; Ary Ginanjar Agustian), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Kite Runner &lt;/span&gt;(Khaled Hosseini), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Knights Templar Knights of Christ&lt;/span&gt; (Rizki Ridyasmara) dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sang Pemimpi&lt;/span&gt; (Andrea Hirata) yang sudah saya janjikan untuk Neng Oci. Terus terang saja, buku-buku tersebut sebetulnya nggak ada dalam rencana pembelian saya, karena nggak mood dan males muter-muter lagi, buku-buku itulah yang saya dapatkan. Namun, sepertinya tidak terlalu mengecewakan juga. Masalahnya sekarang adalah, gara-gara buku itu, perekonomian semakin sekarat...help!! Mayday Mayday!! S. O .S!! :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 3 K 3 L 0 4. 150207. 18.15.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-117163713738737914?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/117163713738737914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=117163713738737914&amp;isPopup=true' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117163713738737914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117163713738737914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/02/gak-mood.html' title='Gak Mood'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-117163689654708926</id><published>2007-02-16T21:40:00.000+07:00</published><updated>2007-02-16T21:41:36.606+07:00</updated><title type='text'>Bergerak</title><content type='html'>Manusia yang sehat adalah manusia yang selalu bergerak.  Olahraga maksudnya? Boleh.  Namun, kenyataannya segala sesuatu yang bergerak memang cenderung 'menyehatkan'.  Kata lain dari bergerak, mungkin mengalir.  Dua kata tersebut memiliki efek yang sama.  Badan kita sehat karena darah kita mengalir dengan semestinya, ada setitik saja benda yang menghambat aliran darah kita dalam vena dan arteri, bisa berujung kematian.  Darah yang sehat juga ternyata darah yang tidak terlalu kental, sehingga mudah mengalir.  Makanya, ketika donor darah, bisa diketahui orang yang biasa olahraga dan yang tidak dari aliran darahnya.  Orang-orang yang jarang, apalagi tidak pernah berolahraga, cenderung lebih kental.  Kata gerak sendiri bisa berarti hidup.  Selama kita bergerak, itu tanda kita masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergerak di sini bukan berarti loncat sana-sini, marathon puluhan kilo atau main sepak bola seharian.  Bukan.  Bekerja, berpikir, bertindak, membaca, menulis dan berkarya.  Itulah bergerak yang saya maksud.  Orang-orang yang jarang bergerak cenderung lebih cepat pikun, kurang bisa memaknai hidup, dan lebih mudah terjerumus menjadi orang yang tertindas.  Sementara orang-orang yang bergerak cenderung sulit pikun, menjadi seorang leader dan dalam banyak hal adalah penentu perubahan.  Soeharto tidak akan pernah mengundurkan diri seandainya rakyat tidak bergerak.  Indonesia tidak akan pernah merdeka, seandainya putra bangsa ini tidak bergerak.  Dan kita juga terlambat mencapai tujuan seandainya angkot ngetem melulu!! halah...dendam pribadi itu mah ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita ada banyak hal yang fitrahnya harus selalu bergerak.  Air, energi, ilmu dan...uang!  Air yang sehat adalah air yang mengalir, bergerak.  Air yang diam cenderung menjadi sumber penyakit.  Demam berdarah salah satunya.  Energi jika tertahan juga bisa berakibat fatal dan menghancurkan.  Karena itu, kemarahan juga bisa jadi sangat menyehatkan.  Namun, tidak berarti kita harus selalu marah-marah.  Prinsip energi kan bisa berubah bentuk.  Maka, agar tetap sehat, enegi marah itu bisa kita ubah menjadi energi lain.  Misalnya, dengan menuliskan perasaan marah tersebut, atau shalat, bisa juga ngomong sendiri dengan tembok.  Kalau dibiarkan energi marah itu tertahan, lama-lama kita bisa gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu? Jelas.  Orang-orang yang tidak menggunakan ilmu yang dimilikinya, akan mudah lupa dengan ilmu tersebut.  Namun, orang-orang yang menggunakan ilmunya dengan baik, selalu berhasil dalam hidupnya.  Karena itu, membaca saja hanya memenuhi otak kita dengan informasi, dan belum tentu berguna.  Untuk dapat bermanfaat, informasi itu harus kita tuliskan, ceramahkan, ajarkan atau kita gunakan untuk berkarya.  Ilmu tidak boleh terlampau lama tenggelam dalam diri kita, dia harus selalu berada di atas permukaan.  Sebab, menyelami otak kita (mengingat) adalah hal yang melelahkan dan membuang energi.  Agar tetap mudah diingat, ilmu harus dibagikan.  Orang-orang yang membagi-bagikan ilmunya, tidak pernah berubah menjadi kurang ilmu.  Namun, justru ilmu itu semakin melekat kuat dalam dirinya.  Itulah sebabnya pengajar selalu ingat dengan apa yang diajarkannya, karena dengan mengajarkan ilmu, menjadikan ilmu itu tetap berada di permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan uang? Bahkan jika uang yang kita miliki menggunung pun, tetap tidak ada manfaatnya jika tidak kita gunakan.  Uang seratus rupiah yang kita gunakan untuk membeli permen, sudah lebih jelas kegunaanya daripada uang trilyunan rupiah yang kita simpan di dalam brankas.  Sejatinya, uang dibuat untuk terus bergerak.  Dan memang begitulah sifat uang.  Berapapun jumlah uang yang ada di tangan kita, cenderung tidak bertahan lama.  Anehnya, kita pun tidak pernah bisa menahan uang tersebut berlama-lama.  Karena bergerak, uang menjadi sangat berharga.  Akibat perputaran uang, perekonomian suatu bangsa bisa berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, agar hidup semakin hidup, bergeraklah.  Jika menghubungkan diri kita dengan uang, ilmu dan energi, kita hanyalah sebuah media agar hal-hal tersebut tetap bergerak dan bermanfaat.  Dengan menahan terlalu lama dalam diri kita, hanya menjadikan jiwa kita semakin kerdil, dan pada akhirnya menjadikan hal-hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak berguna sama sekali.  Karena itu, apa pun yang kita terima, gerakkanlah, bagikanlah dengan orang lain.  Kelak kita akan berbahagia dan 'sehat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S3K3L04. 010207. 8.11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sindiran untuk saya sendiri :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-117163689654708926?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/117163689654708926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=117163689654708926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117163689654708926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117163689654708926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/02/bergerak.html' title='Bergerak'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-117163681024606333</id><published>2007-02-16T21:04:00.000+07:00</published><updated>2007-02-16T21:40:11.920+07:00</updated><title type='text'>Pulpen</title><content type='html'>Suatu hari, sahabat saya Heri bercerita tentang masalahnya dengan mata kuliah Filsafat.  Terlalu sulit dipahami mungkin. Dia kuliah di jurusan Ilmu Hukum, maka Filsafat menjadi salah satu mata kuliah yang wajib dipahami.  Pernah suatu ketika, dalam sidang skripsi temannya, sang penguji menanyakan "Untuk apa pulpen ?" Maka ketika temannya ini menjawab "Untuk menulis." serta merta sang dosen penguji mengusir temannya ini keluar ruangan sidang.  Pikir saya, apa yang salah?  Bukankah pulpen itu memang untuk menulis?  Saya tidak langsung menanyakan apa alasan pengusiran itu, saya malah mikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak lama setelah itu, tiba-tiba saya tersenyum.  Hmm, ya...ya...ya (bayangin saya lagi manggut-manggut) ;)) Tiba-tiba jawaban itu menyerang secara sporadis dalam pikiran saya.  Sejujurnya, kita tidak pernah benar-benar diberi tahu apa alasan pembuatan pulpen, apakah memang untuk menulis, atau kah untuk kepentingan lain?  Orang-orang dulu biasa menulis menggunakan bulu angsa yang dicelupkan ke tinta.  Saya tidak tahu siapa yang memiliki ide kreatif untuk membuat pulpen, tapi ada beberapa kemungkinan pulpen dibuat.  Bisa jadi pulpen memang diciptakan untuk memudahkan dalam menulis.  Namun, motif utamanya bisa saja bukan itu, bisa hal lain, uang misalnya.  Bisa saja tadinya sang penemu hanya menggabungkan beberapa benda cuma untuk iseng-iseng saja, dan ternyata bisa digunakan untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang memiliki otak bisnis, pulpen bukan untuk menulis, tapi untuk dijual, dan menghasilkan uang.  Sementara bagi seorang bayi, pulpen mungkin hanyalah sebuah mainan.  Lain halnya untuk seorang kolektor pulpen, dia mungkin menjadikan pulpen sebagai koleksi untuk dipajang.  Untuk seorang sahabat, pulpen bisa juga menjadi sebuah hadiah, tapi toh tidak ada keharusan menggunakan pulpen itu untuk menulis.  Dalam film A Beautiful Mind yang dibintangi Russel Crowe, ternyata pulpen bisa digunakan sebagai tanda pengakuan dan respek terhadap pencapaian seseorang.  Bagi seorang pelancong, pulpen juga bisa menjadi oleh-oleh.  Di tangan orang yang kreatif, pulpen bisa saja disusun menjadi sebuah hiasan.  Untuk mereka yang takut kucing, sah-sah saja pulpen digunakan untuk melempar kucing.  Bahkan kalau saya kesal kepada anda, dan kebetulan saya sedang memegang pulpen, boleh kan kalau saya gunakan untuk mencolok mata anda? ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pulpen itu multi-fungsi.  Jadi, kalau suatu saat ada yang bertanya kepada anda "Untuk apa pulpen?", bilang saja "untuk ngelempar lu!!" :)) Ah, saya seringkali tidak memahami bagaimana seorang filosof berpikir.  Sesuatu yang nampak sederhana, bisa menjadi rumit, tapi sesuatu yang sebetulnya rumit, malah jadi sederhana.  Namun, mungkin itulah yang menjadikan seorang filosof 'nampak' bijaksana atau...menyebalkan?  Terserah anda saja. ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S3K3L04. 010207. 6.42.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-117163681024606333?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/117163681024606333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=117163681024606333&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117163681024606333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117163681024606333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/02/pulpen.html' title='Pulpen'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-117017487307295176</id><published>2007-01-30T23:31:00.000+07:00</published><updated>2007-01-30T23:39:40.426+07:00</updated><title type='text'>Cinta, Keimanan dan Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Q.S. At-Taubah:24)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sengaja saya memuat kutipan dari Al-Quran, Surat At-Taubah Ayat 24 di awal tulisan ini karena saya akan menulis tentang hubungan antara Cinta, Keimanan dan Kemerdekaan. Saya tidak sedang mencoba untuk menafsirkan ayat tersebut, karena belum memiliki kapasitas untuk itu. Saya hanya menjadikan ayat tersebut sebagai suatu pedoman dan juga sebagai pengingat bagi siapapun yang membaca tulisan ini. Dan maaf-maaf saja jika dalam tulisan ini mungkin terkesan absurd, saya hanya ingin menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya beberapa minggu terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kata cinta seolah menjadi sebuah 'misteri', tidak pernah ada definisi yang pasti tentang cinta. "Cinta tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, cinta hanya bisa dirasakan." begitu katanya. Ada juga yang berkata, "Cinta itu buta!" dimana kalimat ini seringkali diungkapkan saat merujuk kepada kejadian-kejadian 'ganjil', contoh : Anak SMU yang jatuh cinta kepada gurunya, cinta lintas Agama atau cinta lintas etnis. Pada beberapa kasus misalnya merujuk kepada kejadian dimana seorang laki-laki yang 'superior' bisa jatuh cinta kepada wanita yang 'di bawah standar' cantik dan dalam banyak hal di bawah standar juga, atau sebaliknya. Memang cinta tidak sesempit itu, hanya cinta lawan jenis, kita juga bisa mencintai barang, harta atau apa pun. Ada juga yang mencintai hujan, pada matahari, mencintai laut meskipun cinta seperti ini biasanya hanya 'pelengkap hidup' saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Islam mengajarkan untuk lebih mencintai Allah dan RasulNya melebihi apa pun yang ada di muka bumi ini. Inilah yang saya maksud dengan "terkesan absurd" pada awal-awal tulisan. Adalah sesuatu yang sulit kita pahami, jika seumur hidup kita tidak pernah melihat Allah atau RasulNya, lantas kita dituntut untuk bisa dan diharuskan untuk mencintai Allah dan RasulNya melebihi apa pun yang terlihat oleh mata kita. Kita hanya tahu tentang Allah, tentang RasulNya dari kitab-kitab "klasik", atau cerita turun-temurun dari orang tua, guru dan orang-orang di sekitar kita. Mungkin, pada titik itu, kita belum bisa meyakini bahwa Allah dan RasulNya memang ada atau pernah ada. Kita mungkin berpikir, bisa saja itu hanyalah dongeng-dongeng dari zaman nenek moyang. Namanya dongeng, belum tentu ada dan nyata, bisa jadi itu hanya karangan seorang penulis saja yang kemudian menjadi fenomenal dan digandrungi, lantas dicetak berulang kali agar karya itu tetap abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh bagian tubuh kita hanya menginderai sesuatu yang "ada", maka berbicara tentang Allah, surga dan neraka, alam gaib, jin, malaikat dan Rasul-rasul yang "tidak ada", untuk sebagian di antara kita adalah suatu omong kosong. Mempercayai apalagi meyakini sesuatu yang "tidak ada" hanya buang-buang waktu saja. Mempercayai kitab seperti Al-Quran yang "ada", tapi berasal dari sesuatu yang "tidak ada" adalah hal yang sulit dimengerti. Namun, justru disitulah inti permasalahannya. Sesuatu yang "tidak ada" itu adalah kunci dari seluruh doktrin agama-agama. Bahwa sesuatu yang "tidak ada" itu sebetulnya ada, dan jalan masuk satu-satunya adalah kematian, maka ketika kita hidup untuk yang kedua kalinya, kita bisa melihat sesuatu yang saat ini "tidak ada", bahkan tidak hanya melihat, tapi juga merasakan dan menyentuhnya. Dalam hal ini, setahu saya, Islam adalah agama yang paling ketat dan tegas karena menyangkut pondasi "keberadaan" Islam. Tidak bisa dikatakan muslim mereka yang tidak mempercayai Allah, RasulNya, KitabNya, Malaikat dan Alam Gaib. Mempercayai terlebih meyakini yang "tidak ada" itulah yang kemudian disebut dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEIMANAN&lt;/span&gt;. Bagi mereka yang memiliki keimanan, pikiran-pikiran yang menggugat "keberadaan" Allah, misalnya, tidak bisa ditolerir, bahkan harus dibuang dan dikubur dari pikiran kita. Bagi orang-orang beriman, Allah itu ada, Malaikat itu ada dan Al-Quran memang berasal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, keimanan membawa tuntutan dan konsekuensi lain. Seorang beriman harus beribadah, harus melaksanakan perintah Allah betapapun beratnya atau bahkan kita membencinya, harus meninggalkan sesuatu yang Allah haramkan betapapun kita menyukainya. Hanya satu kata yang harus dilakukan seorang beriman : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAAT&lt;/span&gt;! Tidak peduli betapa sakitnya perasaan kita, tidak peduli badan kita terluka parah atau bahkan mati sekalipun, tidak peduli pikiran kita tidak bisa memahaminya sedikitpun, kita hanya boleh taat, tanpa tanya dan tanpa bantahan sama sekali. Keimanan tidak pernah memberikan peluang kepada perasaan dan pikiran kita untuk berperan besar dalam sebuah pengambilan keputusan. Tidak sedikitpun diperbolehkan. Maka, ketika Allah mengharamkan Babi bagi umat Islam, kita wajib menaatinya tanpa tanya. Haram, Ya Haram! Titik. Suka-suka Allah mengatur umatNya. Entah itu ada cacing pita atau tidak, kotor atau tidak, berbahaya atau tidak daging babi tersebut, selamanya haram. Jika kemudian diketahui dampak-dampak negatif dari mengkonsumsi daging babi, itu hanyalah tabir rahasia yang Allah buka kepada umat manusia. Suatu saat dampak-dampak negatif itu bisa saja direduksi bahkan tidak ada dampak negatif sekalipun, tapi daging babi itu tidak berubah menjadi halal, tetap saja haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bahkan seringkali cukup ekstrim menjelaskan tentang keimanan. Katakanlah dalam Al-Quran ada perintah untuk loncat ke jurang bagi mereka yang berusia 40 tahun agar bisa masuk surga, sementara neraka bagi mereka yang tidak loncat, mana yang akan kita pilih, loncat atau tidak? Sementara pada saat itu, misalnya, anak sedang lucu-lucunya, bisnis sedang sukses atau kesenangan lain di dunia sedang mulai kita rasakan. Pada saat itu, keputusan yang kita ambil menunjukkan kadar keimanan kita. Setiap orang beriman, akan taat pada perintah tersebut, meskipun dengan berat hati. Namun, itulah konsekuensi keimanan, tanpa kompromi sama sekali. Kita hanya diberikan pilihan untuk taat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita belajar dari Al-Quran tentang ketaatan umat-umat terdahulu kepada Allah, kita pasti akan mengerutkan kening karena tidak percaya ada hal-hal semacam itu. Lihatlah Nabi Ibrahim yang tanpa takut menjalankan hukuman dibakar oleh Raja Namrud, atau ketika Ibrahim meninggalkan Istri dan anaknya di padang pasir tandus dan tanpa penghuni, atau ketika Ibrahim menyembelih Ismail. Kita juga bisa belajar dari kaum Nabi Musa yang Allah perintahkan untuk bunuh diri jika ingin tobatnya diterima Allah. Perhatikan juga ketika Nabi Nuh diolok-olok kaumnya sebagai orang gila pada saat membuat perahu, bahkan menyaksikan anaknya tenggelam. Nabi Luth yang meninggalkan istrinya seorang diri bersama kaumnya untuk kemudian istri dan kaum Luth merasakan sebuah hukuman. Semuanya dilakukan demi untuk mengikuti perintah Allah. Adakah perasaan berperan ketika mereka melakukan hal tersebut? Sama sekali tidak. Mereka hanya taat dan melakukan hal-hal tersebut tanpa bertanya atau membantah, padahal kita tahu hal-hal tersebut sangat berat. Perasaan boleh saja sedih, sakit hati, berat hati atau bahkan kecewa dengan perintah Allah tersebut, tapi mereka tidak mengikuti perasaan mereka, sehingga pada akhirnya mereka bisa melakukan hal tersebut. Itu semua dilakukan dengan landasan keimanan, dan pada akhirnya, keimanan yang sesungguhnya menghadirkan cinta kepada Allah. Dan perintah-perintah Allah kepada umat terdahulu, sebetulnya bermuara kepada satu hal, ujian kecintaan mereka kepada Allah. Dan mereka berhasil melalui ujian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pula apa yang terjadi dalam hidup kita, menurut ajaran Islam, adalah ujian kecintaan kita kepada Allah. Nampak absurd bukan? Namun, itulah kenyataan sesungguhnya. Kesedihan, kebahagiaan, kelapangan, kesempitan, kekayaan, kemiskinan dan kesehatan, istri/suami, anak-anak dan harta benda, itu adalah ujian kecintaan kepada Allah. Namun, jika dibandingkan dengan kaum terdahulu, ujian pada umat Islam sekarang sebenarnya lebih 'ringan'. Tidak ada perintah untuk menyembelih anak atau meninggalkan anak istri. Namun, apapun bentuk ujiannya, bagi mereka yang kecintaan kepada Allah dan RasulNya melebihi apa pun yang ada di jagad raya, ujian seberat apa pun tidak akan dirasakan 'berat', namun justru mereka akan bersabar atau bersyukur dengan ujian tersebut, bahkan menambah rasa cintanya kepada Allah. Perintah-perintah dan laranganNya akan selalu ditaati. Maka, sejatinya, keimanan yang sesungguhnya menciptakan manusia-manusia yang merdeka. Orang-orang beriman tidak akan khawatir miskin dengan berzakat, infaq atau shadaqah. Tidak pula mereka takut untuk mengatakan kebenaran. Ongkos haji tidak akan terasa berat, bahkan kegiatan berhaji pun menjadi menyenangkan. Pergi ke medan jihad bukanlah hal yang berat. Berjilbab dilakukan dengan senang hati tanpa perlu berpikir lagi. Tidak perlu takut menikah. Bahkan, 'berbagi suami' pun sebetulnya bukanlah hal yang teramat berat, jika kecintaan kepada Allah dan RasulNya lebih daripada kecintaan kepada suaminya. Itulah sebabnya, saya tetap berpendapat bahwa sebetulnya poligami adalah ujian keimanan dan kecintaan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar keimanan pula, saya berani mengatakan bahwa sebenarnya "Cinta itu tidak buta!". Ada kaidah-kaidah untuk mencintai, dan dalam kaidah tersebut, perasaan ditaruh di daftar terakhir. Sebab ketika perasaan diberikan kesempatan untuk lebih dulu menguasai, maka yang terjadi adalah apa yang selama ini kita katakan "Cinta itu buta!". Lebih dari itu adalah perasaan menderita karena cinta. Bagaimana tidak menderita jika dengan cinta semacam itu malah mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Dan satu hal lagi, perasaan seringkali salah, pada banyak kasus perasaan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kita merasa benar, padahal salah, dan juga sebaliknya. Dan kaidah-kaidah tersebut berasal dari Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, agar cinta itu tidak lagi buta, kita harus mencintai dengan ilmu. Maksudnya? Kenali apa yang boleh kita cintai, apa yang tidak. Siapa yang berhak kita cinta, siapa yang tidak. Kapan kita boleh mencintai, dan kapan kita tidak boleh. Islam mengajarkan untuk mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. Kalimat ini menyatkan bahwa, apa-apa yang Allah cintai, maka kita berhak bahkan wajib untuk mencintainya. Apa-apa yang Allah benci, kita wajib untuk membencinya. Oleh karena itu, kasus-kasus yang menimpa mereka yang kebingungan karena memiliki 'calon' yang berbeda agama, tidak perlu terjadi jika memegang kaidah ini. Bagaimana mungkin orang-orang yang mencintai Allah pada saat yang sama juga mencintai sesuatu yang Allah benci? Jika kita sudah tahu siapa dan kapan kita boleh mencintai, maka pada saat itulah perasaan dilibatkan. Itulah sebabnya, pada banyak kasus pernikahan kader-kader dakwah yang saya temui, dimana mereka menikah dengan pasangannya tanpa pernah kenal sebelumnya, bisa berjalan harmonis dan romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, jika merujuk kepada perasaan kita, keimanan adakalanya terasa kejam karena seringkali melewati batas-batas kemanusiaan kita. Karena itulah, hasil dari tempaan keimanan adalah orang-orang yang merdeka dan kuat, meskipun kualitasnya tidak sampai derajat para Nabi. Merdeka dari perasaan takut kehilangan, karena dengan keimanan seseorang ditempa untuk memahami bahwa sesungguhnya apa yang ada di dunia ini tidak pernah menjadi milik kita, hanya sekedar titipan. Oleh sebab itu, sesungguhnya kita tidak pernah memiliki hak untuk menangis dan bersedih ketika Sang Pemilik mengambil titipan atau bahkan membagi titipan itu dengan orang lain. Selain itu juga merdeka dari perasaan untuk mencintai sesuatu secara berlebih, karena toh pada akhirnya semua itu akan hilang. Dan terakhir, Kuat, karena hasil tempaan dari keimanan adalah orang-orang yang sanggup mengendalikan perasaannya ketika saatnya ujian kecintaan itu tiba, sehingga dia sanggup untuk tetap berfikir jernih, jujur dan objektif. Sehingga, tidak ada ceritanya seorang yang beriman mencaci-maki atau menghina dan mengatakan bahwa Allah tidak adil ketika ujian itu datang, malah mereka seringkali bersyukur dan semakin bertambah keimanan dan kecintaannya kepada Allah. Lantas, apa kabar dengan keimanan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya tuliskan kutipan dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuntowijoyo&lt;/span&gt;, dalam bukunya yang berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maklumat Sastra Profetik&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Memang, Tuhan dalam konsep kaffah itu Maha Kuasa, tapi Kemahakuasaan Tuhan itu adalah hak-Nya sebagai Al-Khaliq (Pencipta). Juga perlu diingat bahwa kekuasaan Tuhan itu tidak seperti kekuasaan manusia. Kekuasaan Tuhan membebaskan, kekuasaan manusia mengikat. Kekuasaan yang memerdekakan, ikatan yang membebaskan. Sebuah kebenaran paradoksal!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;S3K3L04. Di penghujung Januari, 2007.  18:43.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-117017487307295176?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/117017487307295176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=117017487307295176&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117017487307295176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/117017487307295176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/01/cinta-keimanan-dan-kemerdekaan.html' title='Cinta, Keimanan dan Kemerdekaan'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-116833583111547629</id><published>2007-01-09T16:42:00.000+07:00</published><updated>2007-01-09T16:43:51.343+07:00</updated><title type='text'>Segelas Teh Hangat</title><content type='html'>Bagi saya, seringkali hal-hal yang bisa membuat saya bahagia bukanlah hal-hal besar yang pernah saya lakukan.  Namun, hal-hal kecil yang sebetulnya hanya sebuah kebiasaan saja, yang jika cukup lama saya tidak melakukan hal tersebut, saya merasakan sebuah 'kerinduan'.  Dulu, ketika awal-awal kuliah, dimana sebagian besar jadwal kuliah saya adalah pagi hari, adalah sebuah kenikmatan tiada tara pada saat saya bisa dan sempat menikmati segelas teh manis hangat buatan sendiri.  Kenikmatan tersebut sulit untuk diceritakan, yang jelas dada saya terasa lega, kepala saya terasa ringan, dan badan saya terasa hangat sekujur tubuh.  Sebuah orgasm? Entahlah.  Apalagi Bandung saat itu sangat dingin, yang ternyata beberapa tahun kemudian, dinginnya Bandung itu sangat saya rindukan juga.  Termasuk sekarang ketika saya tinggal di Bandung lagi.  Dan karena kebiasaan buruk saya juga, bangun pagi menjadi sesuatu yang 'mahal' sekarang.  Hal ini dikarenakan pola tidur yang tidak teratur, ada kalanya orang lain baru terbangun, saya baru akan tidur.  Jikalah bukan karena adzan shubuh atau matahari terbit, saya mungkin tidak akan sadar kalau hari sudah pagi dan belum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segelas teh manis hangat, sejenak saya bisa merasakan indahnya hidup yang memang harus saya syukuri.  Teh hangat, entah manis atau tidak, selalu saya nikmati.  Saya adalah pecinta teh, meskipun saya tidak pernah peduli jenis teh apa yang saya minum.  Jika dilakukan prosentase, 70% cairan yang masuk ke dalam tubuh saya adalah air teh, 20% air putih, 5% jus buah, dan sisanya 'racun' dari berbagai jenis minuman kemasan.  Dari 70% teh yang masuk ke dalam tubuh saya, bisa dikatakan 50% adalah teh dalam botol (ketebak kalee...biar gk terlalu 'ngiklan').  Artinya, seumur hidup saya, teh dalam botol tersebut sudah menjadi minuman primer buat saya, mengalahkan air putih yang katanya menyehatkan.  Konon, ketika kecil, paman saya lah yang mengenalkan saya dengan teh dalam botol tersebut dan membuat saya ketagihan.  Sehingga, ketika bayi-bayi lain minum ASI, saya menggantinya dengan teh dalam botol.  Sebab, jatah ASI saya yang seharusnya 2 tahun, diserobot adik perempuan saya yang lahir satu setengah tahun setelah kelahiran saya.  Oleh sebab itu, saya tidak suka minum susu.  Dan pemilik warung-warung di sekitar rumah saya ketika kecil, sangat mengenal saya karena rajin minum teh dalam botol di warung-warung tersebut.  Makanya, ketika 2 minggu yang lalu saya mengikuti sebuah diksar relawan di Ranca Upas, Ciwidey, dimana kondisinya saat itu saya sempat tidak minum selama sehari semalam karena memang kurang air, yang paling saya rindukan adalah teh dalam botol tersebut.  Melebihi kerinduan saya terhadap apapun.  Maka, ketika saya kembali ke Bandung, yang pertama kali saya cari adalah teh dalam botol tersebut.  Dan ketika melampiaskan 'kerinduan' tersebut...Hmm...Nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait teh dalam botol tersebut, saat ini saya benar-benar tidak terlalu memedulikan efek samping yang akan saya terima kelak, mudah-mudahan tidak ada, dan saya sangat berharap sekali untuk itu.  Alhamdulillah, sampai saat ini, saya tidak pernah -dan semoga selamanya tidak akan- merasakan sakit atau menderita penyakit yang diakibatkan oleh kebiasaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi anak kost, ibu saya di rumah selalu membuatkan air teh dalam teko, khusus buat saya.  Keluarga saya yang lain tidak terlalu 'fanatik' dengan air teh.  Setiap hari yang saya minum adalah air teh tersebut.  Jenis teh yang saya sukai justru jenis teh yang tidak terlalu terkenal atau saya temukan di pasaran dan jarang sekali saya rasakan.  Saya sendiri tidak pernah mencari tahu jenis atau merk dagang teh tersebut, karena tidak pernah meracik air teh sendiri.  Namun, saya sering merasakan teh tersebut jika saya pulang kampung ke Garut atau Sumedang saat lebaran.  Dalam suatu kesempatan, saya menikmati lagi teh tersebut ketika ibu-ibu pemetik teh yang kami jumpai di Ranca Upas, memberikan perbekalan minumnya kepada kami yang saat itu berjalan kaki menuju lokasi perkemahan yang harus kami tempuh selama 2 jam.  Terakhir kali, saya merasakan lagi teh tersebut di sebuah rumah makan di Kebon Kalapa, Bandung.  Segelas teh hangat, benar-benar saya nikmati.  Saya pikir, biar saja saya tidak perlu tahu jenis teh tersebut.  Biar saja saya jarang menikmati teh tersebut.  Agar ketika saatnya bertemu, saya bisa menikmati dan melepaskan rasa 'rindu' saya pada teh tersebut.  Sebab kalau saya terlalu sering minum teh tersebut, bosan juga kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paling menikmati minum teh setelah makan.  Sulit menggambarkan kenikmatan tersebut.  Mungkin sama nikmatnya dengan mereka yang merokok setelah makan?  Sayangnya jarang sekali saya temui rumah makan yang menyediakan teh hangat tanpa harus membayar lebih.  Meskipun dalam beberapa kesempatan saya membaca dan mendengar bahwa sebenarnya tidak baik minum teh setelah makan.  Konon, ada suatu zat dalam teh yang bisa menyerap gizi-gizi dari makanan yang masuk sebelum minum teh.  Saya tetap tidak peduli.  Toh, selama ini, saya tidak pernah merasakan kurang gizi...hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat muncul kekhawatiran dengan kebiasaan saya minum teh, yaaa itu, efek negatif dari kebiasaan tersebut.  Selama ini dunia kesehatan menempatkan air putih di daftar paling atas sebagai air yang paling menyehatkan.  Ketika itu, saya benar-benar tidak menyukai minum air putih, rasanya hambar dan membuat saya mual, meskipun tidak separah efek susu kepada saya.  Apalagi air putih yang dimasak orang lain.  Makanya, ketika bertamu atau makan di rumah makan, air putih yang disediakan untuk saya hampir-hampir tidak pernah saya sentuh, kecuali untuk saya jadikan pencuci tangan.  Akibat kebiasaan itu juga, saya bisa 'lupa' minum sampai berjam-jam tanpa merasakan haus.  Sehingga, orang lain sering menganggap saya tidak suka minum.  Seringkali saya minum hanya disebabkan karena ingat bahwa hari itu saya belum minum sama sekali, bukan karena saya haus, itupun seringkali terjadi pada malam hari.  Akan tetapi, kebiasaan itu juga ternyata sangat membantu saya dalam kegiatan diksar relawan di Ranca Upas.  Sementara orang lain merintih dan menderita kehausan akibat tidak ada air minum, saya tidak terlalu merasakan hal tersebut.  Memang saya seringkali diperingatkan untuk berhati-hati dengan kebiasaan tersebut, khususnya untuk menjaga kesehatan ginjal saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan minum teh berubah ketika saya mulai menjadi anak kost.  Jika sebelumnya selalu tersedia, maka sekarang saya harus memasak sendiri.  Awal-awal memang saya masak air dan meracik teh sendiri, namun lama-lama saya malas juga.  Pada saat itulah saya mulai membiasakan minum air putih, meskipun awalnya memang terasa eneg dan sebal juga.  Seingat saya, selama satu minggu saya menyesuaikan lidah saya dengan air putih, meskipun teh dalam botol sesekali masih saya beli juga.  Air putih yang bisa masuk ke mulut saya ternyata adalah air-air yang benar-benar bersih.  Bersih dari bau, bersih dari rasa dan harus bening.  Ada sedikit saja rasa 'aneh' atau bau tertentu yang tidak hanya berasal dari air, tapi juga gelas atau wadahnya, maka saya tidak akan pernah ingin meminumnya.  Ketika itu, saya menemukan bahwa ternyata salah satu air putih kemasan yang sudah sangat terkenal di Indonesia, terdiri dari 4 huruf...(halah!! bilang aja A?ua!!)...yang masuk dalam kategori tersebut.  Meskipun dalam beberapa kali kesempatan, saya mendapati juga minuman kemasan tersebut memiliki 'rasa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah saya 'selingkuh'? Oh, tidak.  Poligami mungkin...:p  Sebab, selain masih rutin membeli teh dalam botol yang saya rasa sudah mendarah daging, saya juga rutin membeli air putih kemasan yang sudah sangat terkenal tersebut.  Suatu bukti bahwa 'poligami' bisa sangat membahagiakan...?? :p Sehingga, suatu saat, ketika saya pulang ke Bogor, dan adik bungsu saya mendapati saya sedang minum air putih, dia 'mengadu' kepada orang tua saya.  "Luar biasa!! Aneh...", katanya.  Heuheuheu.  Sayangnya, ketika menulis ini, saya tidak ditemani teh dalam botol yang saya 'cintai', tapi ditemani air putih kemasan yang sudah sangat terkenal di Indonesia itu.  Namun, 'cinta' itu tetap tidak berkurang, bahkan semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah artikel, entah di mana saya membacanya, saya mendapati bahwa ternyata kata soulmate tidak mesti diartikan sebagai pasangan hidup dalam artian suami atau istri.  Tulisan tersebut mencontohkan Darwis Triadi dengan kamera-kameranya, ada juga seorang ayah dan anak, dan lain-lain.  Maka, bagi saya air teh sudah menjadi soulmate buat saya, khususnya teh dalam botol tersebut.  Meskipun jika saya ditanya tentang jenis teh atau merk dagangnya, saya akan menjawab tidak tahu.  Namun, saya merasa tidak perlu peduli dengan hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ada banyak yang bisa saya ceritakan tentang hal-hal kecil lain yang membuat saya bahagia dan menjadi sebuah kenikmatan dalam hidup saya.  Namun, karena judulnya saja 'Segelas Teh Hangat', maka hal-hal kecil lain itu akan saya tuliskan di episode selanjutnya, entah di episode yang mana, tunggu saja...!! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda ?  Hal kecil apa yang membuat Anda bahagia?  Seperti 'apakah' Soulmate Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S3K3L04. 090107. 00.50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalo gua dibayar sama perusahaan teh dalam botol dan air putih kemasan yang sudah sangat terkenal itu, mungkin gua akan ganti dengan merknya.  Heuheuheu. :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-116833583111547629?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/116833583111547629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=116833583111547629&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/116833583111547629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/116833583111547629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2007/01/segelas-teh-hangat.html' title='Segelas Teh Hangat'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-116706002989705939</id><published>2006-12-25T22:19:00.000+07:00</published><updated>2006-12-25T22:20:30.196+07:00</updated><title type='text'>Surat Untuk Saya</title><content type='html'>Masih dalam keadaan lelah setelah pulang dari kegiatan yang memang sangat melelahkan yang insya allah akan saya ceritakan di blog ini.  Baru sempet baca-baca blog beberapa orang, dan saya menemukan sesuatu yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait tulisan saya yang berjudul &lt;a href="http://infinityproject.blogs.friendster.com/infinity_project/2006/12/saya_dan_polemi.html"&gt;Saya dan Polemik Poligami&lt;/a&gt;, teman saya &lt;a href="http://www.friendster.com/14576308"&gt;Dina Mardiana&lt;/a&gt;, yang biasa dipanggil Obenk, memberikan tanggapannya di blognya dengan judul &lt;a href="http://obenk.blogs.friendster.com/jendela_hati/2006/12/surat_untuk_don.html"&gt;Surat untuk Donny&lt;/a&gt;.  Saya pun sudah memberikan komentar di tulisan tersebut.  Silahkan berkunjung ke blog nya bagi yang ingin membacanya...:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haurpancuh. 251206.22.18.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-116706002989705939?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/116706002989705939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=116706002989705939&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/116706002989705939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/116706002989705939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2006/12/surat-untuk-saya.html' title='Surat Untuk Saya'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-116672166120551415</id><published>2006-12-22T00:19:00.000+07:00</published><updated>2006-12-22T00:21:01.473+07:00</updated><title type='text'>Bulan Bahagia : Barakallahu</title><content type='html'>Bener ya, ternyata deket-deket bulan haji itu musim kawin...:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 3 minggu berturut-turut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mr. Spock&lt;/span&gt;" Rahmanto&lt;/span&gt;, disusul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andrian "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adiw&lt;/span&gt;" Rusnandi&lt;/span&gt; dua-dua nya teman SMA saya, disusul oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inayah Ika Agustia&lt;/span&gt;, Sabtu 16 Desember 2006 yang lalu.  Dia adalah seorang wanita yang saya kenal gara-gara hobby iseng saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ketika saya buka-buka email, menyusul kemudian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Chintya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manyun&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nur Ayu Lestari&lt;/span&gt;, anggota terakhir genk "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lestari&lt;/span&gt;" yang menikah, setelah jauh-jauh hari sebelumnya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anjar Lestari vs Mumu Damanhuri&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nuryana Lestari&lt;/span&gt; menikah lebih dulu.  Mereka adalah teman-teman SMA saya juga.  Perihal pernikahan Ayu, Departemen Percenahan&lt;sup&gt;TM&lt;/sup&gt; pernah memberi kabar bahwa Ayu sudah menikah sejak bulan Agustus, berbarengan dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yudho&lt;/span&gt; dan pernikahan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antin&lt;/span&gt;.  Ternyata kabar resminya baru saya dapatkan sekarang.  Email lain menyusul, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yudi Sarif Arifin&lt;/span&gt; akan menikah tanggal 7 Januari 2007 di Jatinangor.  Dia adalah salah satu teman perjuangan saya di HIMA IF UNIKOM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama, saya mendapatkan kabar lagi dari ayah saya, kakak sepupu saya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wawan Rahwandi&lt;/span&gt;, akan menikah tanggal 5 Januari 2007 di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama'a bainakuma fi khoir...&lt;/span&gt;Amin. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang bulan bahagia, saya jadi teringat suatu ketika dimana saya dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Azhev&lt;/span&gt;, teman SMA juga menghadiri pernikahan sahabat kami, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andriansyah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zamrud&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;.  Dalam perjalanan, kami iseng menghitung jumlah janur kuning yang kami temui pada jalur yang kami lalui.  Saya berhasil menghitung sampai 30 janur kuning...di gang, di gedung, di depan rumah...berarti dalam sehari itu, ada 30 pasangan yang berbahagia yang kami "lalui" atau 60 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, setelah 11 bulan menikah, minggu ini adalah minggu yang berbahagia bagi sahabat saya pasangan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beni M.Kadarisman dan Nurma "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasna&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;, karena telah dikaruniai seorang "pangeran", pada hari Minggu, 17 Desember 2006, sehari setelah pernikahan sahabat kami, Inayah.  Sayangnya, daku belum dapat kabar tentang nama pangeran yang bersangkutan.  Seorang laki-laki, terlahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 50 cm.  Tidak lama akan menyusul, Insya Allah, pangeran dari pasangan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lilik dan Ani&lt;/span&gt;, teman-teman di kostan saya di Sekeloa.  Barakallahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas...kapan nih saya akan mendapatkan undangan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Agus Setiawan vs Anis&lt;/span&gt;? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Herdyan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thez&lt;/span&gt;" Fajar dan Kiki Novianti&lt;/span&gt;? Atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eva Fatmawati Hidayat dan Hendra&lt;/span&gt;?  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Deden Hermansyah &amp; Hera&lt;/span&gt;?  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Azhev dan Kori &lt;/span&gt;(masih...?),  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahmad "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ozie&lt;/span&gt;" Fauzi melawan Indri&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu...kapankah saya menyusul?  Kelak akan tersebar undangan..."&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menikah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Donny Reza&lt;/span&gt; dan seorang wanita yang entah sedang berada dimana saat ini, yang pastinya saat ini juga sedang merindukan daku..:p.  Bertempat di Masjid Salman, Jl. Ganeca. Tanggal : sesegera mungkin di tahun 2007...&lt;/span&gt;" Hahahaha...Entah kenapa saya kepengen banget &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ijab qabul&lt;/span&gt; di Masjid Salman, kepengen aja...Amin, ya Rabbal 'alamin...:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haur Pancuh, 00:07, 221206.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396818-116672166120551415?l=psychoavatar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psychoavatar.blogspot.com/feeds/116672166120551415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396818&amp;postID=116672166120551415&amp;isPopup=true' title='17 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/116672166120551415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396818/posts/default/116672166120551415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psychoavatar.blogspot.com/2006/12/bulan-bahagia-barakallahu.html' title='Bulan Bahagia : Barakallahu'/><author><name>Donny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15967236096051043873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://i73.photobucket.com/albums/i201/subhanallah/Kuring/urang.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396818.post-116671849093818148</id><published>2006-12-21T23:20:00.000+07:00</published><updated>2006-12-21T23:36:49.746+07:00</updated><title type='text'>The Art of Life : Jawaban untuk Pertanyaan Seorang Sahabat</title><content type='html'>Pada suatu malam yang cukup dingin, ketika saya sedang browsing di suatu warnet dekat kost-an, sebuah SMS menggetarkan HP dalam saku celana saya.  Dari seorang teman, Catur.  Isi SMS nya membuat saya berpikir keras untuk menjawabnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Don jawab pertanyaan gua! Dalam menjalani hidup apa kita mengikuti arus kehidupan ato kita sendiri yang membuat arus kehidupan itu?  Jawabannya ditulis di blog lu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hah? Ini sih nyuruh otak saya kerja keras namanya, nyuruh curhat juga. Heuheuheu...Dirimu terlalu berlebihan menganggap diriku bisa menjawab pertanyaan itu.  Tapi, karena sudah diminta, jangan salahkan kalau diriku bikin dirimu tersesat ya, Tur?  Sebab saya bukan ahli agama, bukan juga ahli filsafat, pengalaman hidup juga belum lama, baru 24 tahun, dan sulit untuk bisa dikatakan sebagai seseorang yang sukses dalam hidup.  Sebab...sekarang saja diriku sedang pusing memikirkan bagaimana caranya untuk bisa survive besok, lusa, minggu depan, tahun depan, meskipun sebetulnya hal semacam itu tidak perlu terlalu dipusingkan.  Besok saja belum tentu masih hidup, tapi bermimpi untuk 50 tahun ke depan, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban untuk pertanyaan itu adalah...tergantung bagaimana kita memandang kehidupan itu.  Kalau kita berpikir bahwa kehidupan adalah seperti perjalanan dari hulu sungai menuju lautan, maka jadilah bagian dari sungai atau lebih tepatnya jadi air itu sendiri, niscaya kita tidak akan tersesat dan sampai ke tujuan.  Namun, resikonya adalah kita tidak bisa menolak dengan apa yang "pasti" terjadi, jalur yang berkelok-kelok, menabrak batu besar, turun ke jurang, ada saat tenang, ada saat ber-riak, kita tidak bisa berbuat banyak di sana.  Tidak peduli apakah kita sudah lelah atau tidak, apakah kita suka atau tidak, mau atau tidak mau, arus sungai akan membawa kita, bahkan terkadang arus menyeret semakin cepat membawa kita.  Sesekali mungkin kita bisa mendapatkan 'hiburan' dengan 'dibelokkan' untuk mengairi sawah.  Itu nasib yang akan kita rasakan jika kita menjadi bagian dari sungai.  Dan lebih parah lagi, mungkin kita tidak akan bisa mencapai tujuan atau bahkan lebih lama mencapai lautan karena terhalang bendungan, atau karena ketika masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan, lalu berakhir menjadi kucuran air kencing sebelum akhirnya bergabung kembali dan mengotori 'saudara' se-air pada aliran sungai tersebut.  Meskipun kita sampai tujuan, satu hal yang pasti, kita tidak sebening seperti pertama kita memulai perjalanan.  Di tengah jalan tercampur limbah, tercampur sampah, bangkai hewan, kotoran manusia dan berbagai jenis penyakit terbawa sampai tujuan.  Lebih mengenaskan lagi, kita lah 'penyebar' kotoran itu.  Mungkin kita sudah tidak mengenal diri kita sendiri yang sudah terkontaminasi berbagai jenis kotoran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lain hal-nya jika kita tidak menjadi bagian dari sungai tersebut.  Katakanlah kita manusianya.  Kita bisa saja berjal
